Pemutihan dan Rebutan Ringgit - majalah.tempo.co ‚Äč

Pemutihan dan Rebutan Ringgit

Senin, 20 Maret 2017 00:00 WIB

SELAMA 2016, sebanyak 33 tenaga kerja asal Nusa Tenggara Timur meninggal di Malaysia. Mereka rata-rata masuk lewat jalur ilegal. Investigasi media ini membongkar dua jalur utama perdagangan manusia dari Kupang, yaitu lewat Nunukan (Kalimantan Utara) dan Batam (Kepulauan Riau).

Angka tenaga kerja Indonesia yang masuk secara ilegal mencapai 1 juta orang. Jumlah ini tak jauh berbeda dengan 25 tahun silam. Majalah Tempo edisi 11 Januari 1992, dengan judul "Pemutihan dan Rebutan Ringgit", mengungkap betapa banyak tenaga kerja ilegal dari Indonesia. Meski ilegal, keberadaan mereka dibutuhkan, sehingga pemerintah Malaysia mengeluarkan kebijakan pemutihan tenaga kerja yang dianggap "haram" itu.

Pemutihan dan Rebutan Ringgit

Baca Juga

  • Agar Mudik dengan Motor Aman
  • Sorotan Otomatis Lampu Mobil
  • Teror terhadap Ahmadiyah
  • Dana Wakaf Penopang Usaha Mikro
  • SELAMA 2016, sebanyak 33 tenaga kerja asal Nusa Tenggara Timur meninggal di Malaysia. Mereka rata-rata masuk lewat jalur ilegal. Investigasi media ini membongkar dua jalur utama perdagangan manusia dari Kupang, yaitu lewat Nunukan (Kalimantan Utara) dan Batam (Kepulauan Riau).

    Angka tenaga kerja Indonesia yang masuk secara ilegal mencapai 1 juta orang. Jumlah ini tak jauh berbeda dengan 25 tahun silam. Majalah Tempo edisi 11 Januari 1992, dengan

    ...

    Anda belum login/register untuk berlangganan Majalah Tempo versi Web / Aplikasi.
    info lebih lanjut hubungi : 021-50805999 atau cs@tempo.co.id

    Administrator

    Sign up below to get more articles, get unlimited access in here

    Anda belum register/login, silahkan untuk free artikel di sini