Profile Raymundus Rikang

Raymundus Rikang

Menjadi jurnalis Tempo sejak April 2014 dan kini sebagai redaktur di Desk Nasional majalah Tempo. Bagian dari tim penulis artikel “Hanya Api Semata Api” yang meraih penghargaan Adinegoro 2020. Alumni Universitas Atma Jaya Yogyakarta bidang kajian media dan jurnalisme. Mengikuti International Visitor Leadership Program (IVLP) "Edward R. Murrow Program for Journalists" dari US Department of State pada 2018 di Amerika Serikat untuk belajar soal demokrasi dan kebebasan informasi.




  • Dusta Angka Corona
    Laporan Utama

    Dusta Angka Corona

    Sejumlah pemerintah daerah diduga memainkan data Covid-19. Gubernur Jawa Timur ditengarai membolehkan angka kasus infeksi dicicil untuk mencegah grafik melonjak. Mereka panik menjelang program obat gratis diluncurkan.

  • Rezeki dari Negeri Seberang
    Laporan Utama

    Rezeki dari Negeri Seberang

    Pemerintah melobi sejumlah negara untuk memenuhi kebutuhan vaksin covid-19 di Indonesia. Stok vaksin di daerah mulai menipis.

  • Robohnya Rumah Sakit Kami
    Laporan Utama

    Robohnya Rumah Sakit Kami

    Fasilitas layanan kesehatan kolaps ketika jumlah infeksi virus corona melonjak. Pemerintah pontang-panting menambah kapasitas ruang isolasi dan mencari pasokan oksigen medis hingga ke Singapura. Di tengah situasi tersebut, dokter dan perawat yang meninggal akibat terinfeksi Coronavirus Disease 2019 terus bertambah.

  • Kolaps Sebelum Pembatasan
    Nasional

    Kolaps Sebelum Pembatasan

    Fasilitas kesehatan kolaps seiring dengan kenaikan jumlah kasus Coronavirus Disease 2019. Pengusaha pusat belanja melobi pemerintah agar mal tak ditutup.

  • Macet Suntik Terhalang Kibul
    Laporan Utama

    Macet Suntik Terhalang Kibul

    Sejumlah daerah belum mencapai target vaksinasi. Terhambat pasokan dari luar negeri.

  • Satu Haluan Banyak Agenda
    Nasional

    Satu Haluan Banyak Agenda

    Pembahasan pokok-pokok haluan negara belum mencapai titik temu. Bisa dipakai untuk memakzulkan presiden.

  • Berkawal Tentara Menjemput Pasien
    Nasional

    Berkawal Tentara Menjemput Pasien

    Lonjakan jumlah kasus positif corona terjadi di beberapa daerah. Di Bangkalan, banyak penduduk menolak ikut tes PCR.

  • Uang Kaget Setelah Safari
    Nasional

    Uang Kaget Setelah Safari

    Anggaran pembelian alat utama sistem senjata diduga hanya diketahui oleh Kementerian Pertahanan. Pemerintah menyiapkan payung hukum agar anggaran tak diotak-atik hingga utang lunas.

  • Adu Tanduk Anak Banteng
    Nasional

    Adu Tanduk Anak Banteng

    Kubu Puan Maharani menekan Ganjar Pranowo yang dianggap berambisi menjadi calon presiden. Pendukung Joko Widodo merapat ke Ganjar.

  • Prahara Setelah Pilkada
    Nasional

    Prahara Setelah Pilkada

    Puan Maharani dan Ganjar Pranowo bertempur bersama di Jawa Tengah. Ditegur karena tak mengenakan kemeja merah.

  • Layang-layang Putus Anak Soeharto
    Nasional

    Layang-layang Putus Anak Soeharto

    Anak-anak Soeharto membuat Partai Berkarya sebagai satu-satunya mesin politik bagi keluarga Cendana. Dinilai tak serius mengelola partai.

  • Dari Istana Memburu Cendana
    Nasional

    Dari Istana Memburu Cendana

    Pemerintah gencar menarik sejumlah aset dan piutang terkait dengan keluarga mantan presiden Soeharto. Mereka dianggap merugikan negara.

  • Perjamuan Terlarang di Gedung Rektorat
    Nasional

    Perjamuan Terlarang di Gedung Rektorat

    Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menemukan bukti baru soal dugaan plagiarisme yang menyeret Rektor Universitas Negeri Semarang Fathur Rokhman. Melempar bola panas ke Universitas Gadjah Mada.

  • Operasi Terakhir Jenderal Danny
    Nasional

    Operasi Terakhir Jenderal Danny

    Kepala Badan Intelijen Negara Daerah Papua diduga tewas saat menginspeksi pos perlintasan di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak. Gemar menggalang masyarakat di daerah operasi.

  • Perintah Belanja Setelah Kapal Karam
    Laporan Utama

    Perintah Belanja Setelah Kapal Karam

    Prabowo Subianto berambisi membeli alat utama sistem persenjataan secara besar-besaran. Tetap berniat membeli barang bekas.

  • Riset Gaib dari California
    Laporan Utama

    Riset Gaib dari California

    Dinyatakan tak lolos uji klinis, penelitian vaksin Nusantara yang digagas Terawan Agus Putranto terus berjalan meski menggunakan nama lain. Tentara Nasional Indonesia disebut-sebut terbelah menyikapi polemik vaksin Nusantara. Di Amerika Serikat, penelitian ini ditengarai juga bermasalah. Penelusuran Tempo menunjukkan sejumlah klaim Aivita, perusahaan pengembang metode dendritik, tak sesuai dengan kenyataan.

  • Cerai Paksa Lembaga Riset
    Nasional

    Cerai Paksa Lembaga Riset

    PDI Perjuangan mendorong Badan Riset dan Inovasi Nasional menjadi lembaga otonom. Megawati Soekarnoputri berpotensi menjabat ketua dewan pengarah.

  • Teror di Surat Cinta
    Nasional

    Teror di Surat Cinta

    Polisi virtual merazia akun media sosial yang ditengarai mengunggah konten berisi ujaran kebencian dan hoaks. Mereka yang kritis terhadap pemerintah pun mendapat peringatan.

  • Berat Ongkos Gotong-Royong
    Laporan Utama

    Berat Ongkos Gotong-Royong

    Kadin mengusulkan biaya vaksinasi mandiri maksimal sejuta rupiah. Sejumlah pengusaha dan asosiasi masih berkeberatan.

  • Pontang-panting Injeksi Kilat
    Laporan Utama

    Pontang-panting Injeksi Kilat

    Badan Pengawas Obat dan Makanan memangkas masa simpan vaksin Sinovac menjadi enam bulan. Fasilitas kesehatan di daerah buru-buru menghabiskan stok.

  • Enak Dibaca dan Perlu

    Berlangganan

    Dapatkan diskon 45% di setiap pembelian paket berlangganan TEMPO.

    Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

    4 artikel gratis setelah Register.