Profile Raymundus Rikang

Raymundus Rikang

Menjadi jurnalis Tempo sejak April 2014 dan kini sebagai redaktur di Desk Nasional majalah Tempo. Bagian dari tim penulis artikel “Hanya Api Semata Api” yang meraih penghargaan Adinegoro 2020. Alumni Universitas Atma Jaya Yogyakarta bidang kajian media dan jurnalisme. Mengikuti International Visitor Leadership Program (IVLP) "Edward R. Murrow Program for Journalists" dari US Department of State pada 2018 di Amerika Serikat untuk belajar soal demokrasi dan kebebasan informasi.




  • Perjamuan Terlarang di Gedung Rektorat
    Nasional

    Perjamuan Terlarang di Gedung Rektorat

    Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menemukan bukti baru soal dugaan plagiarisme yang menyeret Rektor Universitas Negeri Semarang Fathur Rokhman. Melempar bola panas ke Universitas Gadjah Mada.

  • Operasi Terakhir Jenderal Danny
    Nasional

    Operasi Terakhir Jenderal Danny

    Kepala Badan Intelijen Negara Daerah Papua diduga tewas saat menginspeksi pos perlintasan di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak. Gemar menggalang masyarakat di daerah operasi.

  • Perintah Belanja Setelah Kapal Karam
    Laporan Utama

    Perintah Belanja Setelah Kapal Karam

    Prabowo Subianto berambisi membeli alat utama sistem persenjataan secara besar-besaran. Tetap berniat membeli barang bekas.

  • Riset Gaib dari California
    Laporan Utama

    Riset Gaib dari California

    Dinyatakan tak lolos uji klinis, penelitian vaksin Nusantara yang digagas Terawan Agus Putranto terus berjalan meski menggunakan nama lain. Tentara Nasional Indonesia disebut-sebut terbelah menyikapi polemik vaksin Nusantara. Di Amerika Serikat, penelitian ini ditengarai juga bermasalah. Penelusuran Tempo menunjukkan sejumlah klaim Aivita, perusahaan pengembang metode dendritik, tak sesuai dengan kenyataan.

  • Cerai Paksa Lembaga Riset
    Nasional

    Cerai Paksa Lembaga Riset

    PDI Perjuangan mendorong Badan Riset dan Inovasi Nasional menjadi lembaga otonom. Megawati Soekarnoputri berpotensi menjabat ketua dewan pengarah.

  • Teror di Surat Cinta
    Nasional

    Teror di Surat Cinta

    Polisi virtual merazia akun media sosial yang ditengarai mengunggah konten berisi ujaran kebencian dan hoaks. Mereka yang kritis terhadap pemerintah pun mendapat peringatan.

  • Berat Ongkos Gotong-Royong
    Laporan Utama

    Berat Ongkos Gotong-Royong

    Kadin mengusulkan biaya vaksinasi mandiri maksimal sejuta rupiah. Sejumlah pengusaha dan asosiasi masih berkeberatan.

  • Pontang-panting Injeksi Kilat
    Laporan Utama

    Pontang-panting Injeksi Kilat

    Badan Pengawas Obat dan Makanan memangkas masa simpan vaksin Sinovac menjadi enam bulan. Fasilitas kesehatan di daerah buru-buru menghabiskan stok.

  • Malu-malu Mau Kakak Ketua
    Nasional

    Malu-malu Mau Kakak Ketua

    Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko tak berhenti bermanuver untuk merebut Partai Demokrat. Ia disebut-sebut pernah meminta posisi ketua umum kepada Susilo Bambang Yudhoyono setelah tak menjabat Panglima Tentara Nasional Indonesia. Moeldoko pun diduga aktif menggalang dukungan dari pengurus daerah dan kader partai lain. Didukung pasukan pendukung pemerintah di media sosial.

  • Revisi Tersenggol Mantan
    Nasional

    Revisi Tersenggol Mantan

    Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik digunakan untuk menjerat mereka yang melancarkan kritik. Presiden meminta anak buahnya mengkaji opsi revisi setelah muncul kritik terhadap pemerintah. Usul membuat pedoman penafsiran lebih kental ketimbang revisi.

  • Surat Sputnik setelah Lobi
    Laporan Utama

    Surat Sputnik setelah Lobi

    Pengusaha mendekati pemerintah agar bisa mengadakan vaksinasi mandiri. Keberatan menggratiskan untuk karyawan.

  • Main Obral Doktor Humoris
    Laporan Utama

    Main Obral Doktor Humoris

    Sejumlah kampus mengobral gelar doktor kehormatan kepada para politikus dan pejabat. Seleksi pemberian gelar tersebut dinilai tak transparan. Diduga ada motif politik di balik penganugerahan titel itu. Sejumlah pejabat juga gencar berburu gelar profesor tidak tetap ke kampus-kampus.

  • Meterai Kesetiaan Partai Cikeas
    Nasional

    Meterai Kesetiaan Partai Cikeas

    Pengurus daerah Partai Demokrat berbondong-bondong meneken surat pernyataan loyalitas kepada Agus Yudhoyono. Ada kubu yang tak puas terhadap kepemimpinan Agus.

  • Mobil Rektor untuk Pak Menteri
    Laporan Utama

    Mobil Rektor untuk Pak Menteri

    Sejumlah rektor tetap berkuasa meski dinyatakan melakukan plagiarisme. Didukung oleh pejabat Kementerian Pendidikan.

  • Aduan Mengepung Imam Bonjol
    Nasional

    Aduan Mengepung Imam Bonjol

    Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu memecat Arief Budiman dari jabatan Ketua Komisi Pemilihan Umum. Buntut dari sejumlah perselisihan yang terjadi sebelumnya.

  • Buru-buru Vaksin Baru
    Laporan Utama

    Buru-buru Vaksin Baru

    Pemerintah mencoba mempercepat pelaksanaan vaksinasi massal dengan alasan beban ekonomi tinggi. Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta Majelis Ulama Indonesia tak menunda penerbitan fatwa halal. Namun vaksinasi massal terhambat oleh persoalan teknis dan ketiadaan lemari pendingin. Di berbagai daerah, muncul penolakan terhadap vaksinasi.

  • Di Antara Ranjang dan Maut
    Nasional

    Di Antara Ranjang dan Maut

    Pasien Covid-19 kelimpungan mencari kamar isolasi. Tingkat keterisian ranjang isolasi di Ibu Kota mencapai 87 persen.

  • Kelimpungan Mencolok Hidung
    Nasional

    Kelimpungan Mencolok Hidung

    Masyarakat di sejumlah daerah berjibaku mendapatkan pelayanan tes usap. Dampak penghematan tes yang diterapkan pemerintah.

  • Land Cruiser Hitam di Kilometer 50
    Laporan Utama

    Land Cruiser Hitam di Kilometer 50

    Enam anggota Front Pembela Islam tewas dengan luka tembak semuanya di dada sebelah kiri. Sebelum tewas, mereka diduga terlibat baku tembak dengan polisi yang mengintai sejak dari rumah Rizieq Syihab di Sentul, Bogor. Menurut sejumlah saksi dan penyelidikan di lokasi kejadian, korban masih hidup ketika diringkus.

  • Tangis Mentor di Hambalang
    Laporan Utama

    Tangis Mentor di Hambalang

    Ketua Umum Partai Gerindra menggelar rapat dinihari setelah Edhy Prabowo ditangkap. Dekat setelah dipecat dari Akademi Militer.

  • Enak Dibaca dan Perlu

    Berlangganan

    Dapatkan diskon 45% di setiap pembelian paket berlangganan TEMPO.

    Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

    4 artikel gratis setelah Register.