Wawancara



  • Begitu Longgar, Virus Rawan Menyebar
    Wawancara

    Begitu Longgar, Virus Rawan Menyebar

    Wawancara juru bicara program vaksinasi Covid-19, Siti Nadia Tarmizi tentang positivity rate Covid-19 yang turun drastis. Apa rahasianya?

  • Di Belakang Saya Para Saintis
    Wawancara

    Di Belakang Saya Para Saintis

    Selama pandemi Covid-19, Kepala BPOM Penny Lukito berkali-kali terseret pusaran polemik kebijakan menangani wabah. Bagaimana ia menghadapinya?

  • Kalau Optimistis, Imunnya Tinggi
    Wawancara

    Kalau Optimistis, Imunnya Tinggi

    Wawancara Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto. Selain menangani pandemi, Ketua Umum Partai Golkar ini tak ketinggalan bersafari politik ke berbagai daerah. 

  • Sepanjang Hanya Kebebasan Berekspresi, Tidak Ada Masalah
    Wawancara

    Sepanjang Hanya Kebebasan Berekspresi, Tidak Ada Masalah

    Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan polisi mengutamakan langkah damai melalui mediasi dalam penyelesaian kasus dugaan pelanggaran terhadap Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Seberapa efektif?

     

  • Herd Immunity Sudah Tidak Relevan
    Wawancara

    Herd Immunity Sudah Tidak Relevan

    Ahli epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Iwan Ariawan, mengatakan sistem PPKM bertingkat dengan level 1-4 efektif mengendalikan laju penularan virus corona. Benarkah pandemi Covid-19 bisa dikendalikan pada Oktober atau November 2021.

  • Prestasi Kita Belum Terdesain
    Wawancara

    Prestasi Kita Belum Terdesain

    Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali tidak hanya mengemban misi penting membenahi tata kelola kementeriannya, tapi juga merampungkan desain besar keolahragaan nasional. Berfokus pada 14 cabang olahraga unggulan, termasuk bulu tangkis dan angkat besi, cetak biru tersebut dirancang dapat mendongkrak prestasi olahraga nasional hingga level Olimpiade.

  • Vaksin Merah Putih Baru Bisa Diproduksi 2022
    Wawancara

    Vaksin Merah Putih Baru Bisa Diproduksi 2022

    Apa kata Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir tentang peluang produksi vaksin Merah Putih, vaksin lokal buatan Indonesia. Pembuatan obat terapi pasien Covid-19 juga terkendala bahan baku yang 90 persen masih impor.

  • Kadin Cerminan Pemerintah
    Wawancara

    Kadin Cerminan Pemerintah

    Begitu terpilih sebagai Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Arsjad Rasjid langsung mencanangkan gerakan “Perang Melawan Pandemi”. Bersama TNI dan Polri, ia mengajak para pengusaha merespons pandemi Covid-19 dengan sangat serius. Menurut Arsjad, Kadin Indonesia membantu pemerintah dalam vaksinasi dan penyediaan oksigen medis. Untuk vaksinasi, ia meneruskan program pemberian vaksin gotong-royong yang digagas pendahulunya, Rosan Roeslani. Ia menampik tudingan bahwa Kadin berniat berjualan vaksin melalui program Vaksinasi Gotong Royong badan usaha.

  • Kami Bergerilya Setiap Hari
    Wawancara

    Kami Bergerilya Setiap Hari

    Menurut Sekretaris Jenderal Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Lia Gardenia Partakusuma penambahan tempat tidur rumah sakit untuk pasien Covid-19 tidak akan menyelesaikan masalah jika persoalan di hulu tidak segera dituntaskan. Apa itu?

  • Kami Sediakan Lebih Banyak Vaksin
    Wawancara

    Kami Sediakan Lebih Banyak Vaksin

    Wawancara dengan Duta Besar Amerika Serikat yang baru, Sung Y. Kim. Ia lahir di Seoul dari orang tua Korea Selatan. Ia paham soal Asia karena karier diplomatiknya ia habiskan di kawasan tersebut. Ini adalah wawancara pertamanya dengan media sejak ia tiba di Jakarta pada Juni 2021. Membicarakan bantuan vaksin, pembelian alutsista, hingga kerja sama mitigasi perubahan iklim.

  • Saya Enjoy Saja
    Wawancara

    Saya Enjoy Saja

    Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir turun tangan dan bergerak cepat mengatasi persoalan ketersediaan oksigen medis dan obat terapi pasien Covid-19. Erick mengerahkan sejumlah BUMN untuk membantu memenuhi pasokan di rumah-rumah sakit rujukan khususnya di Pulau Jawa. Ia juga memerintahkan PT Indofarma dan PT Kimia Farma menggenjot produksi ivermectin dan membanjiri pasar dengan obat itu. Meski belum lulus uji klinis BPOM, Erick mendorong penggunaan ivermectin sebagai obat terapi pasien Covid-19 karena dianggap terbukti berkhasiat di sejumlah negara dengan efek samping minim. Di tengah melonjaknya angka kasus Covid-19, Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional ini sering terjun ke lapangan untuk menginspeksi pasokan obat terapi dan oksigen medis. Ia juga terus menjalankan tranformasi BUMN, termasuk terlibat dalam pemulihan Garuda Indonesia hingga pemilihan komisaris BUMN.

  • Ini Bukan Soal Uang
    Wawancara

    Ini Bukan Soal Uang

    Lonjakan jumlah kasus Covid-19 pada satu bulan terakhir bakal meningkatkan belanja kesehatan. Kenaikan belanja kesehatan antara lain untuk pembelian 400 juta vaksin dan untuk pengobatan pasien. Kondisi darurat ini membuat Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati harus mengitung kembali kas negara untuk kebutuhan belanja kesehatan. Kementerian Kesehatan menaikkan bujet dari Rp 172 triliun menjadi sekitar Rp 185 triliun untuk belanja kesehatan. Berpengalaman menghadapi krisis moneter 1997-1998 dan menakhodai Indonesia keluar dari dampak krisis ekonomi 2008, Sri Mulyani menganggap pandemi Covid-19 menyuguhkan tantangan yang sama sekali berbeda dari krisis-krisis sebelumnya.

  • Indonesia Mirip Cina Sepuluh Tahun Lalu
    Wawancara

    Indonesia Mirip Cina Sepuluh Tahun Lalu

    Pandemi Covid-19 telah mengubah peta demografi investor pasar modal. Komisaris Bursa Efek Indonesia, Pandu Patria Sjahrir, mengatakan antusiasme investor dari generasi milenial dan generazi Z melonjak tajam sepanjang pandemi. Sejak 2016, jumlah investor muda mencapai lebih dari 1,8 juta. Menurut Pandu, penambahan tertinggi berasal dari investor berusia 28 tahun ke bawah. Perkembangan pesat dunia digital juga telah membuka jalan bagi menjamurnya perusahaan teknologi dan rintisan. Salah satu sektor yang paling banyak diminati investor asing adalah fintech. Pandu, pebisnis dan investor yang juga menjabat Ketua Dewan Pengurus Harian Asosiasi Fintech Indonesia, mengatakan perusahaan-perusahaan fintech kelak tidak hanya berfokus pada penyaluran kredit konsumtif. Fintech peer to peer lending juga akan memperbanyak porsi pinjaman produktif untuk mendukung sektor UMKM.

  • Demi Herd Immunity, Anak Harus Divaksin
    Wawancara

    Demi Herd Immunity, Anak Harus Divaksin

    Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Aman Bhakti Pulungan khawatir terhadap angka positif Covid-19 pada anak yang terus meningkat di Indonesia. Sejak pandemi merebak, IDAI mencatat sekitar 117 ribu anak telah terinfeksi penyakit akibat virus corona baru itu. Berdasarkan data IDAI, proporsi kasus konfirmasi Covid-19 pada anak mencapai 12,5 persen dengan tingkat kematian 3-5 persen. Menurut Aman, anak-anak merupakan kelompok paling rentan terpapar virus corona dari orang tua dan lingkungan sekitarnya. Dokter anak kerap menerima pasien Covid-19 anak dalam keadaan telah parah sehingga penanganannya tidak bisa maksimal. Dengan lonjakan angka kasus Covid-19 belakangan ini, Aman menyarankan penyelenggaraan sekolah tatap muka pada Juli nanti ditunda. Positivity rate yang jauh melebihi ambang batas 5 persen terlalu berisiko bagi anak.

  • Kami Kehilangan Harapan kepada ASEAN
    Wawancara

    Kami Kehilangan Harapan kepada ASEAN

    Dari tempat persembunyiannya, Dokter Sasa menjalankan tugas diplomasinya untuk pemerintah terpilih Myanmar. Menjabat sebagai Menteri Kerja Sama Internasional dan Juru Bicara Pemerintah Persatuan Nasional (NUG) Myanmar, ia berpindah dari satu forum diskusi ke forum diskusi lain untuk menggalang dukungan dari komunitas internasional. NUG adalah pemerintah tandingan bentukan koalisi masyarakat sipil prodemokrasi dan anggota parlemen terpilih yang disingkirkan junta militer melalui kudeta 1 Februari lalu. Sasa berkorespondensi dengan para pejabat dan politikus Amerika Serikat, Uni Eropa, Inggris, hingga Jepang, tapi belum bisa berkomunikasi dengan ASEAN. Sasa mendesak ASEAN berperan lebih besar dalam penyelesaian krisis di Myanmar, antara lain dengan segera menunjuk utusan khusus untuk memediasi perundingan antara NUG dan junta militer pimpinan Jenderal Min Aung Hlaing. Ia mengkritik lima poin konsensus hasil KTT ASEAN yang penerapannya nihil di lapangan.

  • Data Kita Ada di Mana-mana
    Wawancara

    Data Kita Ada di Mana-mana

    Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrulloh angkat suara mengenai kasus kebocoran data pribadi 275 juta penduduk Indonesia pada 20 Mei lalu. Ia menggerakkan tim untuk menyelidiki data yang bocor dan mengeceknya di sistem internal Dukcapil. Dari penelusuran itu, Zudan memastikan data yang bocor tersebut bukanlah data kependudukan. Ia khawatir terhadap peretasan karena data Dukcapil adalah big data terbesar keempat di dunia setelah data Cina, India, dan Amerika Serikat. Kendati sistem Dukcapil kini makin canggih, Zudan tak memungkiri infrastruktur di lembaganya masih ketinggalan zaman. Untuk membangun sistem yang kuat, Kementerian Dalam Negeri berencana memungut penerimaan negara bukan pajak dari perusahaan swasta yang mengakses data dari Dukcapil.

  • Harus Ada Tindakan Nyata terhadap Israel
    Wawancara

    Harus Ada Tindakan Nyata terhadap Israel

    Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair al-Shun, mendesak komunitas internasional mengambil tindakan nyata terhadap Israel, seperti blokade ekonomi atau politik. Dengan cara tersebut, ia yakin Israel akan patuh dan menerima solusi politik apa pun dari masyarakat internasional. Dia juga menilai gencatan senjata antara Israel dan Hamas di Gaza beberapa waktu lalu tidak bisa menjadi upaya penyelesaian permanen untuk mengakhiri konflik Israel-Palestina. Pemerintahan baru Amerika Serikat di bawah Presiden Joe Biden dinilai bisa bersikap lebih adil dalam isu Israel-Palestina. Otoritas Palestina juga menghargai dukungan politik dan bantuan kemanusiaan dari pemerintah dan masyarakat Indonesia.  

  • BRIN Membutuhkan Dukungan Politik
    Wawancara

    BRIN Membutuhkan Dukungan Politik

    Setelah tiga tahun menjadi Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Laksana Tri Handoko mengemban tugas baru. Ilmuwan lulusan Jepang ini diangkat sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) oleh Presiden Joko Widodo. Handoko mendapat mandat mengintegrasikan lima lembaga riset nasional, yakni LIPI, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), serta Lembaga Biologi Molekuler Eijkman. Ia juga diminta mengatasi ketertinggalan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, menciptakan kemandirian teknologi, serta berfokus pada eksplorasi untuk ekonomi digital, green economy, dan blue economy. Seperti yang telah dilakukannya di LIPI, ia akan melanjutkan upaya memulangkan para peneliti yang berdiaspora untuk memperkuat BRIN. Handoko mengatakan BRIN juga membutuhkan dukungan politik untuk mewujudkan riset sebagai salah satu pilar utama ekonomi nasional.

  • Masih Banyak Isu Belum Disentuh Kartunis Asia Tenggara
    Wawancara

    Masih Banyak Isu Belum Disentuh Kartunis Asia Tenggara

    Kartunis Malaysia, Zulkiflee Anwar Ulhaque atau Zunar, akhirnya dapat mewujudkan pameran kartun se-Asia Tenggara. Pameran bertajuk The ASEAN Human Rights Cartoon Exhibition yang berlangsung secara virtual sepanjang Mei 2021 ini menyuguhkan 100 karya dari 37 kartunis asal Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Myanmar. Karya mereka antara lain menggambarkan pelanggaran hak asasi manusia hingga pembatasan kemerdekaan berpendapat di negara masing-masing dan kawasan Asia Tenggara. Zunar, yang dikenal berani mengkritik pemerintah Malaysia, berulang kali dilarang menerbitkan buku, ditangkap, dan bahkan didakwa dengan tuntutan 43 tahun penjara. Ia harus memenuhi panggilan polisi pada 7 Mei lalu karena salah satu karikaturnya di Facebook dianggap menyerempet isu rasisme.

  • Potensi Tafsir Bias Gender Masih Tinggi
    Wawancara

    Potensi Tafsir Bias Gender Masih Tinggi

    Pandemi Covid-19 tak menyurutkan langkah Nur Rofiah menggelar Ngaji Keadilan Gender Islam. Lewat forum dakwah yang digagasnya sejak Ramadan dua tahun lalu itu, doktor ilmu Al-Quran dan tafsir yang mengajar di Institut Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran Jakarta Selatan ini memperjuangkan keadilan gender bagi perempuan. Nur berupaya membangun kesadaran tentang kemanusiaan perempuan yang setara dengan laki-laki. Dia berkenalan dengan isu keadilan gender saat masih kuliah di Institut Agama Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta, pada 1990-an. Saat itu sedang ramai isu gender dihubungkan dengan Islam di Indonesia. Ketertarikannya semakin besar setelah terjun ke dunia aktivisme dan bersinggungan dengan perempuan korban kekerasan serta perempuan kepala keluarga. Selain aktif sebagai dosen dan aktivis, Nur Rofiah turut menggagas Kongres Ulama Perempuan Indonesia pada 2017.

  • 12

    Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

    4 artikel gratis setelah Register.