maaf email atau password anda salah

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini

Satu Akun, Untuk Semua Akses


Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Masukan alamat email Anda, untuk mereset password

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link reset password melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Ubah No. Telepon

Ubah Kata Sandi

Topik Favorit

Hapus Berita

Apakah Anda yakin akan menghapus berita?

Ubah Data Diri

Jenis Kelamin

Film

Pemain : richard pryor, gene wilder. sutradara : arthur hiller. produksi : tri star pictures. resensi oleh : putu wijaya. is see no evil, hear no evil pemain: richard pryor, gene wilder sutradara: arthur hiller produksi: tri star pictures seorang lelaki tuli, namanya da~ve, mau menyeberang jalan. dia hanya memperhatikan lampu lalu lintas, tak peduli dampratan para sopir. ketika dia sadar ia telah dimarahi sopir, dia balik mencaci. seorang lelaki buta, wally, ternyata tersinggung dan marah karena menyangka dialah yang dijadikan bulan-bulanan. itu awal pertemuan kedua insan cacat itu. selanjutnya mereka berkawan. tak tersangka terjadi pembunuhan yang menempatkan mereka dalam posisi sulit keduanya dicurigai. tapi keduanya juga diburu oleh si pembunuh yang menyangka keduanya menyimpan koin emas yang mereka kejar. selanjutnya adalah cerita kejar-kejaran. wally dan dave bahu-membahu. wally jadi kuping dale, dan dale jadi mata wally. segala yang mokal-mokal pun terjadi. maklum, ini komedi edan-edanan. misalnya si buta menyetir mobil dengan panduan mata si tuli. si buta main jotos dengan panduan si tuli. akhirnya sebagaimana biasa, yang jahat terungkap dan kedua orang cacat yang tak bersalah itu terbukti baik. lalu apa yang istimewa? tidak ada. kecuali bahwa film ini dimainkan oleh duet komedian andal richard pryor (memainkan wally)) dan gene wilder (memerankan dave). keduanya sudah pernah bekerja sama dalam dua film: silver streak (1976) dan stir crazy. diracik oleh arthur hiller, sutradara yang pernah membuat film love story. "kedua tokoh cacat yang tolong-menolong itu telah membebaskan diri dari kekurangan mereka. film ini penuh dengan bahaya dan ajaib, sebagaimana umumnya komedi," kata hiller. sementara itu, wilder yang juga membantu menuliskan skenarionya menambahkan, "sejak awal aku amat berhati-hati. jangan sampai memerolok-olokkan orang buta dan orang tuli. tetapi yang tak kalah pentingnya adalah bagaimana untuk berterus terang. jangan sampai segala kekhawatiran yang aku sebutkan tadi menghalangiku menampilkan adegan-adegan yang lucu." hasilnya bagaimana? lucu? di sana-sini kita senyum. tetapi terus terang, film komedi yang disebut sebagai drop-dead comedy ini -- dengan aktris cantik joan severance sebagai eve, tokoh pembunuh -- sebenarnya tidak terlalu lucu. kalau kita bandingkan misalnya dengan a fi~sh called wanda, the naked gun, atau the war of the roses. pryor dan wilder juga tidak tampil prima meskipun sebagaimana biasanya main sungguh-sungguh. ceritanya yang sejak awal ingin melucu membuat lelucon jadi agak kasar dan tertebak. setidak-tidaknya untuk ukuran pryor yang kita kenal dalam superman 111 dan wilder dalam film the woman in red. dalam film twin, misalnya, dua saudara kembar memiliki penampilan fisik begitu bertolak belakang. tapi begitu tidak masuk akal perbedaannya sehingga kita terpaksa ketawa. walhasil, kita tidak protes dan menganggap itu sebagai penjungkirbalikan logika yang lucu. lebih jelas lagi dalam the war of the roses. perang suami-istri itu terasa begitu dilebih-lebihkan sehingga menjadi amat fisikal. kurang masuk akal buat yang memuja realisme. tetapi toh dapat diterima, karena masalahnya bukan itu. titik sodoknya pada pesan moralnya. begitu juga dalam the naked cun, komedi yang lebih ugal-ugalan itu, menjadi parodi kehidupan yang menarik. dalam kisah sepasang pemuda cacat ini, "pesan moral" seperti yang dikatakan sutradara tidak keluar. banyolannya menjadi agak "gampangan". kadang juga tidak "etis". karena kadang-kadang -- sebagaimana ditakutkan wilder -- di luar kehendak si empunya cerita, kita seperti diajak menertawakan orang buta atau tuli. komedi memang bisa memperalat apa saja untuk jadi lelucon. tetapi kalau tujuannya hanya sekadar membuat orang tertawa, ia jadi dagelan. saya rasa film ini mengarah pada dagelan. padahal, pemasangan kedua pemain komedi yang jempolan itu sebenarnya sudah memaksa penonton berharap lehih. dibandingkan dengan film-film richard pryor yang lain (brewster's millions, bustin loose), juga film-film gene wilder (blazing saddles, everything you always wanted to know about sex), lelucon film ini agak konyol. tapi jangan disangka mereka tidak kerja keras. sebelum main, pryor menyempatkan diri membiasakan diri jadi orang buta dengan tinggal di braille institute di los angeles. di sana ia berlatih berjalan dengan mata tertutup di dalam ruangan penuh perabotan. wilder berkonsultasi dengan seorang aktor tuli dan psikolog yang biasa menangani masalah ketulian. usaha keras itu terasa jadi agak mubazir. p~utu ~wijaya

Baca Selengkapnya

Majalah Edisi Lainnya

  • 25 September 2022

  • 18 September 2022

  • 10 September 2022

  • 3 September 2022

  • 27 Agustus 2022

  • 20 Agustus 2022

Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan