KB Bukopin Menuju Bank Global Digital

Pasca masuknya pemegang saham pengendali KB Kookmin Bank dari Korea Selatan, KB Bukopin akan fokus pada transformasi digital. Hal ini mengingat kebutuhan masyarakat yang bergeser pada layanan digital.

Tempo

Sabtu, 24 April 2021

PT Bank KB Bukopin Tbk.telah mengumumkan logo dan nama baru yang sudah disetujui oleh Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 8 Februari lalu. Dengan nuansa baru ini, perseroan pun telah mempunyai peta jalan dalam melakukan transformasi ke ranah digital.

President Director KB Bukopin Rivan A. Purwantono menjelaskan dengan  adanya pandemi Covid-19, pihaknya merasa mendapat dampak positif. Seperti diketahui, pandemi Covid-19 mendorong orang-orang untuk melakukan berbagai aktivitas secara daring.  Hal ini pun mendorong akselerasi digital di dalam negeri. Sehingga ia berharap pada 2025 KB Bukopin dapat dikenal sebagai bank digital bertaraf global.

Presiden Direktur KB Bukopin, Rivan A. Purwantono

“Inilah yang akhirnya berubah dair kondisi yang ada di dalam bank KB Bukopin setelah kita melewati perubahan nama, perubahan logo, perubahan spirit, perubahan kultur sampai kepada hasilnya harus yang berbeda,” kata Rivan di kantornya, Jakarta, Rabu 14 April 2021.

Hal ini bukan tanpa alasan, kata Rivan, masuknya KB Kookmin Bank sebagai pemegang saham pengendali akan membawa perubahan pada produk digital yang dimiliki keduanya. Bank raksasa di Korea Selatan tersebut yang memiliki lebih dari 60 juta nasabah telah mempunyai cabang di beberapa Negara. Sehingga ia mengaku lebih tenang saat transformasi dilakukan dengan datangnya pengendali saham yang baru. Dengan begitu KB Bukopin dapat terintegrasi dengan jaringan dari KB Kookmin Bank, dan focus dalam meningkatkan layanan digital.

 “Jadi kita melihat KB Kookmin ini bukan menjadikan (KB Bukopin) bank Korea tapi menjadi bank global. Artinya betul-betul kita siap menjadi bank global,” ujarnya.

Secara bisnis proses, KB Bukopin pun akan menyasar segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang memiliki potensi besar untuk digarap. Dalam menggarap sektor tersebut pihaknya pun telah menyisir ribuan perusahaan asal Korea Selatan yang kerap bekerja sama dengan pelaku UMKM Indonesia.  Kemudian menciptakan ekosistem Korean Desk yang akan saling menghubungkan pelaku UMKM dalam negeri dan korporasi di Negeri Ginseng.

Rivan mengatakan, ekosistem ini juga akan membantu para UMKM Indonesia untuk berkembang. Selain itu akan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan bisnis perseoran. “Korean desk ini saya prediksi akan memberikan kontribusi ke depan sampai 30 persen terhadap pertumbuhan bisnis KB Bukopin,” ucapnya.

Dengan adanya perubahan kebiasaan masyarakat dengan meningkatnya aktivitas digital selama pandemic, dia mengatakan, aktivitas transaksi ini mau tidak mau akan berdampak kepada loyalitas nasabah. Menurutnya, berdasarkan hasil survei, sebanyak 35 persen pengguna bank digital akan tetap loyal kepada bank tersebut. "Ini yang diharapkan kita bisa melakukan transformasi dan mengkonversi kebiasaan baru tersebut. Ditargetkan perubahan dan migrasi ini akan diselesaikan di 2023," tuturnya.

Saat ini KB Bukopin sudah melakukan proses transformasi yang meliputi enam aspek utama meliputi Good Bank (Mendirikan Grup Korean-link baru untuk memanfaatkan jaringan KB di Indonesia), Bad Bank (Mendirikan Grup untuk mengelola Aset tidak berkualitas), Proses Kredit, Standar Akuntansi Internasional, Manajemen Sumber Daya , dan Rebranding identitas Perseroran.

 Inforial

Berita Lainnya