Dokumen Aliran Duit PT Dirgantara Indonesia untuk Para Jenderal - - majalah.tempo.co | Situs Berita Online Indonesia - majalah.tempo.co
text

Dokumen Aliran Duit PT Dirgantara Indonesia untuk Para Jenderal

Nama mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal (Purnawirawan) Moeldoko tertera dalam dokumen berisi daftar nama yang diduga menerima upeti dari PT Dirgantara Indonesia. Dokumen itu menunjukan pada kolom uang, tertera angka Rp 1 miliar. Di bawah Moeldoko, berderet nama perwira lain di TNI AD.

4 November 2020


NAMA mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal (Purnawirawan) Moeldoko tertera dalam dokumen yang berisi daftar nama yang diduga menerima upeti dari PT Dirgantara Indonesia. Dokumen itu menunjukan pada kolom uang, tertera angka Rp 1 miliar. Di bawah Moeldoko, berderet nama perwira lain di TNI angkatan Darat (AD), beserta jumlah duit, dari puluhan hingga ratusan juta. Angka total untuk “Markas Besar Angkatan Darat” Rp 2,35 miliar. Saat dikonfirmasi, Moeldoko membantah. "Saat saya menjadi KSAD saya fokus ke pembinaan, tidak tahu soal logistik, tidak paham," katanya.

Dokumen yang mencantumkan nama Moeldoko itu hanya satu dari sekian catatan yang merekam dugaan aliran duit. Terentang dari 2008 hingga 2016, dokumen-dokumen itu mencatat lebih puluhan jenderal hingga letnan kolonel yang bertugas di Kementerian Pertahanan dan tiga matra TNI yang diduga mendapatkan upeti dari PT Dirgantara Indonesia selama periode tersebut. Ada juga nama pejabat dari lembaga lain seperti Sekretariat Negara. Total pemberian mencapai Rp 178,98 miliar.

Tak hanya perwira di TNI AD, sejumlah nama jenderal di TNI AU juga tertulis dalam dokumen. Tempo mengonfirmasi kepada sejumlah jenderal yang disebut dalam dokumen itu. Semuanya membantah menerima duit dari PT Dirgantara Indoensia. 


Mantan Wakil KSAU periode 2015-2017, Marsekal Madya (Purnawirawan) Hadiyan Sumintaatmadja,yang juga pernah menjadi Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan, mengaku tidak mengetahui adanya upeti dari PT Dirgantara. Namun Hadiyan mengatakan memang ada proyek pengadaan pesawat di PT Dirgantara Indonesia yang dipaksakan. "Saya tidak mendengar dan mengetahu soal upeti. Tahu saja tidak, apalagi menerima. Tidak sama sekali," kata Hadiyan.

Simak video lengkapnya.

2020-11-27 11:52:04


1/0

Selalu ada yang tersembunyi di balik peristiwa. Investigasi Tempo menembus batas untuk mengungkapkannya buat Anda.
Silakan register untuk mendapatkan akses 4 artikel gratis, atau langsung berlangganan dan nikmati sajian informasi berkualitas khusus untuk Anda.

Hubungi Kami :

Alamat : Gedung TEMPO, Jl. Palmerah Barat No.8, Jakarta Selatan, 12210

Informasi Langganan :

Email : cs@tempo.co.id

Telepon : 021 50805999 || Senin - Jumat : Pkl 09.00 - 18.00 WIB

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2525 | 0882-1023-2343 | 0887-1146-002 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Informasi Lainnya :

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2828 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB