Majalah TEMPO | Situs Berita Online Indonesia - majalah.tempo.co

Seni

  • Syair dari Melanesia

    Syair dari Melanesia

    Garin Nugroho menyutradarai pentas teater Planet-Sebuah Lament yang bertutur soal kehilangan pascabencana. Semua penampil dan segala perlengkapan pendukung pentas ini bersumber dari ragam budaya timur Indonesia.

  • Raden Saleh dan Langit Romantis Dresden

    Raden Saleh dan Langit Romantis Dresden

    Seniman Uji "Hahan" Handoko menyuguhkan proyek seni rupa tentang kisah Raden Saleh di Dresden, kota tempat sang maestro seni lukis Indonesia pernah menetap dan berkiprah.

  • Ceramah Kekerasan, dari Sangiran sampai Novel Baswedan

    Ceramah Kekerasan, dari Sangiran sampai Novel Baswedan

    Pasangan seniman Irwan Ahmett dan Tita Salina menampilkan persilangan pertunjukan seni dan ceramah akademik tentang akar kekerasan.Terlalu umum, tapi cukup menyentuh kesadaran.

  • Ugo, Buddhisme, dan Soal Makna

    Ugo, Buddhisme, dan Soal Makna

    Ugo Untoro menyajikan pameran tunggal di Galeri Nasional Indonesia. Beberapa karyanya dia sebut lukisan meski tak ada gambar di situ.

  • Jalan Sunyi Sanento Yuliman

    Jalan Sunyi Sanento Yuliman

    Pameran yang menampilkan sejumlah karya dan arsip Sanento Yuliman, salah satu kritikus seni yang berpengaruh dalam perjalanan sejarah seni rupa Indonesia.

  • Gandari, Christine, dan Melati

    Gandari, Christine, dan Melati

    Opera Gandari karya Tony Prabowo dipentaskan untuk ketiga kalinya. Sutradara Melati Suryodarmo memberikan tafsir baru, lekat dengan pengalaman personal sebagai perempuan.

  • Godot tanpa Kata-kata

    Godot tanpa Kata-kata

    Teater Payung Hitam mementaskan lakon Menunggu Godot yang berbeda. Lakon drama karya Samuel Beckett itu tampil nonverbal, mengandalkan kekuatan gerak dan bahasa tubuh para aktornya.

  • Karya-karya Politis Biennale

    Karya-karya Politis Biennale

    POSTER-poster bergambar Marsinah mengepung pendapa Jogja National Museum.

  • Biennale dan Seni Advokasi dari Kampung

    Biennale dan Seni Advokasi dari Kampung

    Perhelatan seni rupa dua tahunan, Biennale Yogyakarta, kali ini mengangkat persoalan sosial, politik, ekonomi, dan lingkungan di Asia Tenggara. Karya-karya politis dan perlawanan kaum pinggiran.

  • Tubuh-tubuh Tradisi yang Terbuka

    Tubuh-tubuh Tradisi yang Terbuka

    Pekan Teater Nasional 2019 diselenggarakan di Taman Budaya Samarinda, Kalimantan Timur. Mengangkat tema “Tubuh Gunung, Resonansi Teater Tradisi”.

  • Semar, Togog, dan Kisah Padi

    Semar, Togog, dan Kisah Padi

    Teater Koma menampilkan lakon tentang perebutan padi. Didahului riset khusus tentang padi di Kasepuhan Ciptagelar, Sukabumi, Jawa Barat.

  • Kelana Slompret Madra

    Kelana Slompret Madra

    Madra Primana, mahasiswa pascasarjana Institut Kesenian Jakarta, menyajikan komposisi bertolak dari instrumen slompret di area hutan Ngantru, Trenggalek.

  • Diponegoro, dalam Senyap

    Diponegoro, dalam Senyap

    R.B. Armantono menyajikan teater monolog dalam bentuk film. Di dalam kamarnya, Pangeran Diponegoro menceritakan riwayat hidup dan perlawanannya. Sederhana tapi kuat.

  • Yanni di Candi Prambanan

    Yanni di Candi Prambanan

    Yanni tampil memukau dalam konsernya di Prambanan Jazz Festival. Musiknya seperti mengajak bermeditasi dan berelaksasi.

  • Menafsirkan Naskah Pertama Brecht

    Menafsirkan Naskah Pertama Brecht

    Impermanence, kelompok dance theater asal Bristol, Inggris, mengadaptasi naskah Baal karya Bertolt Brecht di Taman Ismail Marzuki. Naskah pertama Brecht yang tak pernah dimainkan di sini.

  • Dua Garis Biru dan Tiga Keluarga

    Dua Garis Biru dan Tiga Keluarga

    Film debut Ginatri S. Noer. Dengan terbuka mempersoalkan kehamilan remaja dan bagaimana keluarga menghadapinya. Telah lahir seorang sutradara.

  • Cerita dari Kolong Rumah

    Cerita dari Kolong Rumah

    Pemenang Palme d’Or Festival Film Cannes tahun ini yang menyingkirkan film Quentin Tarantino. Penuh daya kejut dan digarap dengan teliti. Nyaris tanpa cela.

  • Mana Museum ‘daripada’ Soeharto

    Mana Museum ‘daripada’ Soeharto

    Keluarga Soeharto punya dua museum yang didirikan dengan uang rakyat. Litografi Picasso dan lukisan terbaik Nh. Dini ada di dalamnya. Sejak reformasi 1998, museum ini tutup. Semestinya dihibahkan kepada rakyat sebagai warisan nonpolitik.

  • CINTA SEGITIGA YANG TAK PERNAH SELESAI

    CINTA SEGITIGA YANG TAK PERNAH SELESAI

    Masih saja soal si Doel di antara Zaenab dan Sarah. Tampaknya tak ada yang mau beralih dari plot ini, meski kisah Si Doel jauh lebih kaya.

  • Masjid-masjid Tak Lazim Emil

    Masjid-masjid Tak Lazim Emil

    Masjid 99 Kubah Asmaul Husna di Makassar digarap dengan desain lain daripada yang lain. Mengundang kontroversi karena ada yang menganggapnya tak ramah lingkungan.

  • Menyaksikan Genie Jatuh Cinta

    Menyaksikan Genie Jatuh Cinta

    Jauh sebelum film layar lebar Aladdin beredar, kontroversi merebak karena berbagai faktor. Salah satunya soal penampilan Will Smith sebagai Genie.

  • Suzuki dan Tragedi Yunani

    Suzuki dan Tragedi Yunani

    “Sejak zaman Yunani kuno, kriminalitas dan takdir menjadi pertanyaan besar teater,” kata Tadashi Suzuki menjawab pertanyaan seorang peserta acara “In Conversation with Tadashi Suzuki”, Sabtu, 18 Mei lalu, di Blue Room, Festival House, Singapura. Berumur 80 tahun, ia bisa tiba-tiba sangat ekspresif saat berdiskusi, lebih-lebih bila menerangkan tragedi Yunani. 

  • Dari Dionysus sampai Ryuichi Sakamoto

    Dari Dionysus sampai Ryuichi Sakamoto

    Singapore International Festival of Arts berlangsung pada 16 Mei-2 Juni 2019. Dionysus, kolaborasi sutradara Jepang, Tadashi Suzuki, dan aktor-aktor Indonesia, tampil pada awal perhelatan.

  • ‘Jemaah’ Subuh Avengers

    ‘Jemaah’ Subuh Avengers

    Sebuah tawaran menonton yang tak biasa. Bioskop Cinemaxx mengunggah informasi menggiurkan di media sosial: menayangkan film Avengers: Endgame pukul 5 pagi pada 24 April 2019.

  • Selamat Jalan, Para Superhero

    Selamat Jalan, Para Superhero

    Hanya boleh dibaca oleh yang sudah menyaksikan: sebuah film pamungkas jagat Marvel yang sudah dinanti selama sepuluh tahun. Persembahan khusus untuk pengabdi setia dunia ini.

  • Kami Menawarkan Risiko Bagi Documenta

    Kami Menawarkan Risiko Bagi Documenta

    Direktur ruangrupa Ade Darmawan:

  • Perempuan Muda Pilihan Carla

    Perempuan Muda Pilihan Carla

    Cemara 6 Galeri-Museum dan Galeri Nasional Indonesia menggelar pameran karya 21 perupa perempuan Indonesia. Menjadi bagian dari peluncuran buku tentang para perupa itu.

  • Hitam-Putih Fotografi Djaduk

    Hitam-Putih Fotografi Djaduk

    Seniman Djaduk Ferianto menyuguhkan foto-foto jepretannya saat berkelana ke berbagai tempat.

  • Chatib Basri: Saya Menyarankan Dibuat Sebuah Pilot Project
  • Menanti Realisasi Dana Abadi

    Menanti Realisasi Dana Abadi

    Tujuh resolusi dibacakan dalam penutupan Kongres Kebudayaan Indonesia 2018. Salah satunya pentingnya dana abadi kebudayaan.

  • Sajak-Sajak Kesatria Kelana

    Sajak-Sajak Kesatria Kelana

    Komunitas Salihara kembali mementaskan pembacaan sajak-sajak yang menafsirkan novel Don Quixote. Kolaborasi bait dan musik.

  • Sensasi Virtual Frogman

    Sensasi Virtual Frogman

    Kelompok Curious Directive dari Inggris mengombinasikan teater realis dan film tiga dimensi. Bercerita tentang ingatan akan matinya seorang gadis.

  • Agave Hanya Kambing Hitam Politik

    Agave Hanya Kambing Hitam Politik

    Umur saya sekarang 80 tahun. Saya merasa lebih muda setelah berkolaborasi dengan aktor-aktor Indonesia,” kata Tadashi Suzuki, lalu tersenyum, di depan para aktor dan keluarganya—serta penonton yang memberikan ucapan selamat di back stage seusai pementasan Dionysus malam kedua. Sutradara legendaris ini tampak senang. Aktor-aktor Indonesia, menurut dia, sudah sangat berusaha keras.

  • Dan Kepala Pentheus Pun Ditenteng...

    Dan Kepala Pentheus Pun Ditenteng...

    Setelah melalui proses panjang latihan di Jepang, Dionysus karya sutradara Tadashi Suzuki yang menggunakan aktor-aktor Indonesia akhirnya disajikan di Prambanan.

  • Teater Kubur: Macet

    Teater Kubur: Macet

    Teater Kubur menyajikan karya baru, Instalasi Macet, di Djakarta Teater Platform. Dari riset terhadap kawasan banjir Kampung Apung, Cengkareng.

  • Kesunyian Ainun

    Kesunyian Ainun

    Kisah cinta Bacharuddin Jusuf Habibie dan Hasri Ainun disajikan dalam bentuk opera. Kali ini menggunakan sudut pandang Ainun.

  • Nostalgia Mamma Mia!

    Nostalgia Mamma Mia!

    Pentas Mamma Mia! di Teater Jakarta menyihir penonton larut bernyanyi dan menari. Akhir pekan selalu padat.

  • Butoh tanpa Butoh

    Butoh tanpa Butoh

    Berpikir apa itu butoh juga merupakan pementasan butoh. Itulah pertunjukan Eniac di Taman Ismail Marzuki.

  • Bayang-bayang Chin Peng

    Bayang-bayang Chin Peng

    Pementasan ini merekonstruksi Perundingan Baling lewat pembacaan arsip surat-menyurat para tokoh sejarah berdirinya Malaysia. Tokoh komunis Chin Peng masih dianggap momok.

  • Sisi Gelap Kowloon

    Sisi Gelap Kowloon

    Teater Ash dari Hong Kong membuka festival Djakarta Teater Platform. Menyuguhkan potret marginal Hong Kong.

  • Pesan dari Tubuh yang Berkobar

    Pesan dari Tubuh yang Berkobar

    Karya pemenang World Press Photo 2018 dipamerkan di Bentara Budaya Jakarta. Tema kekerasan masih mendominasi.

  • Suara Jauh Nassim

    Suara Jauh Nassim

    Reza Rahadian dan Sita Nursanti membawakan naskah penulis Iran, Nassim Soleimanpour. Sebuah naskah tanpa latihan, tanpa sutradara, dan tanpa petunjuk.

  • Sjahrir di Balik Terali

    Sjahrir di Balik Terali

    Monolog Sutan Sjahrir menampilkan periode Bung Kecil di penjara Madiun.

  • Pohon Nangka dan Rustamadji yang Terlupakan

    Pohon Nangka dan Rustamadji yang Terlupakan

    Para perupa muda Klaten menggelar pameran mengenang Rustamadji. Tafsir atas karya sang maestro di kampung halamannya.

  • Sebuah Museum Setelah Tiga Pameran

    Sebuah Museum Setelah Tiga Pameran

    Tiga kali pameran koleksi Istana meyakinkan bahwa koleksi tersebut selayaknya diwadahi dalam sebuah museum seni rupa. Museum Istana akan melengkapi yang kini diusahakan oleh berbagai pihak: Museum MACAN, juga beberapa museum koleksi pribadi di Jakarta dan Solo.

  • Via Vallen dalam Lengger

    Via Vallen dalam Lengger

    Koreografer muda Otniel Tasman masih mengeksplorasi lengger. Kali ini ia mengawinkannya dengan dangdut koplo.

  • Siasat Dua Tubuh Lucy Guerin

    Siasat Dua Tubuh Lucy Guerin

    Koreografer Australia, Lucy Guerin, menyuguhkan tari kontemporer yang mengeksplorasi terbatasnya ruang dan waktu.

  • Karawitan Subversif Ki Tjokrowasito

    Karawitan Subversif Ki Tjokrowasito

    Jaya Manggala Gita karya empu gamelan Ki Tjokrowasito (almarhum) tahun 1952, yang pada zamannya dianggap tak lazim, dimainkan murid-muridnya di Yogyakarta.

  • Seni Membongkar yang Asali

    Seni Membongkar yang Asali

    Yudi Noor tertarik pada dinding ruang pameran bukan untuk menempel atau menggantung sesuatu, tapi pada dinding segi empat itu sendiri.

  • Berguru kepada Para Maestro

    Berguru kepada Para Maestro

    Ratusan siswa sekolah menengah atas mengikuti program Belajar Bersama Maestro. Terlibat langsung dalam keseharian para seniman.

  • Pichet, Padmini, ‘Perlawanan’ terhadap Tradisi

    Pichet, Padmini, ‘Perlawanan’ terhadap Tradisi

    Festival Jejak-Tabi Exchange di Yogyakarta menampilkan pergulatan tradisi dua penari kontemporer, Pichet Klunchun dan Padmini Chettur.

  • Jejak Telapak Kaki dan Tangan Tisna

    Jejak Telapak Kaki dan Tangan Tisna

    Suasana pameran Tisna Sanjaya tetap seperti dulu: hitam, centang-perenang, ruwet, tapi tidak kusut. Pameran ini lebih menawarkan perenungan daripada karya yang menonjok dan menggedor.

  • Pesta Diaspora Panji

    Pesta Diaspora Panji

    Festival Panji Internasional menggugah penelitian tentang persebaran kisah Panji di Asia Tenggara. Revitalisasi Panji makin gencar.

  • Celine Dion, Setelah 30 Tahun

    Celine Dion, Setelah 30 Tahun

    Memasuki tiga dekade kariernya, Celine Dion menggelar konser pertama di Indonesia. Kualitas vokalnya masih prima.

  • Figur-figur Grotesk Natisa

    Figur-figur Grotesk Natisa

    Seniman muda Bali, Natisa Jones, menampilkan sejumlah gambar dan lukisan dalam pameran tunggalnya di Galeri Salihara. Dokumentasi tentang emosi, pikiran, dan berbagai ide.

  • Alien Setengah Hati

    Alien Setengah Hati

    Teater Koma merambah tema astronomi. Sayangnya, hanya menjadi bagian cerita klise tentang keluarga koruptor.

  • Mengenang Yustoni Volunteero

    Mengenang Yustoni Volunteero

    Presiden Taring Padi, Toni Volunteero, wafat awal Juni lalu. Ia seniman yang terinspirasi oleh praktik turun ke bawah kaum Lekra.

  • Selembar Kertas Kosong di Venesia

    Selembar Kertas Kosong di Venesia

    Paviliun Indonesia di Biennale Architettura 2018 La Biennale Venezia mempesona dalam kesederhanaannya.

  • Dongeng Prajurit Tanpa Raja

    Dongeng Prajurit Tanpa Raja

    Pentas kolaborasi gabungan wayang beber, tarian, dan musik elektronik. Bersumber dari babad jatuhnya Keraton Yogyakarta.

  • Membaca Karya-karya Hafiz

    Membaca Karya-karya Hafiz

    Hafiz Rancajale menampilkan sejumlah drawing, instalasi, obyek, dan video dalam pameran tunggalnya di Galeri Nasional Indonesia.

  • Lewat Kontras, Warna Itu Hadir

    Lewat Kontras, Warna Itu Hadir

    Sejumlah gambar yang berwarna dipilih lalu dikumpulkan dalam satu pameran bertajuk ”Warna”. Itulah pameran gambar Goenawan Mohamad, sebuah kemungkinan lain dari kelaziman bahwa warna hanya dicangkokkan pada sketsa dan gambar hitam-putih.

  • Bayangan Fujishiro di Antero Jepang

    Bayangan Fujishiro di Antero Jepang

    Museum siluet Fujishiro menjadi ikon budaya Jepang pada semester ini. Memang indah dan menghanyutkan.

  • 'Seni Berpameran' Dokter Lintas Batas

    'Seni Berpameran' Dokter Lintas Batas

    Pameran Médecins Sans Frontières (MSF) atau Dokter tanpa Perbatasan tak kalah menarik dibanding pameran "seni" pada umumnya.

  • Pencarian Zai Kuning atas Sriwijaya

    Pencarian Zai Kuning atas Sriwijaya

    Dari Venesia, pameran”Dapunta Hyang: The Transfer of Knowledge” diadakan pemerintah Singapura di gedung TheaterWorks, Singapura. Upaya diplomasi Singapura atas Sriwijaya?

  • Garis Cahaya dan Improvisasi

    Garis Cahaya dan Improvisasi

    Indonesian Dance Theatre membawakan tarian tentang ruang dan tubuh. Koreografi tari modern dengan pakem balet.

  • Obsesi Seksual dan Ruang untuk Melenyap

    Obsesi Seksual dan Ruang untuk Melenyap

    Sekitar 130 karya, dari lukisan sampai instalasi, dari seni video hingga kamar cermin tanpa batas, dan dokumen seni peristiwa tentang tubuh seorang perupa yang kini 89 tahun, hadir di Museum MACAN, Jakarta.

  • The Final Countdown Mengguncang Boyolali

    The Final Countdown Mengguncang Boyolali

    Grup rock asal Swedia, Europe, menggelar konser di Boyolali, sebuah kabupaten di Jawa Tengah. Mengenang The Final Countdown.

  • Membaca Ulang Propaganda Jepang

    Membaca Ulang Propaganda Jepang

    Komite Teater Dewan Kesenian Jakarta mendiskusikan seni dan propaganda pada masa pendudukan Jepang. Banyak data menarik.

  • Arsip-arsip, Surat-surat Pram

    Arsip-arsip, Surat-surat Pram

    Dia.Lo.Gue menggelar pameran tentang arsip-arsip Pramoedya Ananta Toer yang belum pernah dipublikasikan.

  • Bisma, Amba, dan Srikandi

    Bisma, Amba, dan Srikandi

    Kematian Bisma menjadi klimaks pementasan Dewabrata karya Retno Maruti. Tragedi cinta Bisma.

  • Jejak Goenawan di Kanvas Hanafi, dan Sebaliknya

    Jejak Goenawan di Kanvas Hanafi, dan Sebaliknya

    Dua kecenderungan menyatu dalam satu bidang kanvas: Hanafi yang abstrak dan Goenawan Mohamad yang biomorfisme dengan banyak garis. Persekutuan unik yang sangat jarang dilakukan di dunia seni rupa.

  • Foto-foto Abstrak tanpa Kamera

    Foto-foto Abstrak tanpa Kamera

    Iswanto Soerjanto menyuguhkan karya berupa foto-foto abstrak yang dia buat tanpa kamera, hanya mengandalkan proses percetakan fotografi kuno.

  • Prangko Rembrandt hingga Lukisan Raden Saleh

    Prangko Rembrandt hingga Lukisan Raden Saleh

    Pameran prangko bertema seni rupa digelar di Yogyakarta. Ada yang langka prangko bergambar lukisan Raden Saleh, Perburuan Banteng dan Hutan Terbakar.

  • Flamingo di Kaki Monas

    Flamingo di Kaki Monas

    Fotografer Prancis, Chris Morin-Eitner, memontase foto landmark kota dunia dengan foto hewan, lanskap, dan tetumbuhan.

  • Tiga Repertoar Pantomim

    Tiga Repertoar Pantomim

    Bengkel Mime mementaskan tiga repertoar pantomim. Keluar dari pakem pantomim klasik.

  • Instrumen Bambu Endo Suanda

    Instrumen Bambu Endo Suanda

    Seniman Endo Suanda berkreasi membuat pelbagai instrumen berbahan bambu, dari gitar, kecapi, gendang, hingga beduk.

  • Mau Dibawa ke Mana Colomadu

    Mau Dibawa ke Mana Colomadu

    Bekas Pabrik Gula Colomadu di Karanganyar beralih fungsi menjadi concert hall, convention center, dan area komersial. Dikritik sejumlah pihak.

  • Daun-daun Gugur dari Pohon Ingatan

    Daun-daun Gugur dari Pohon Ingatan

    Anusapati berkarya dengan ingatan akan pohon-pohon yang lenyap. Wujud sikap "individualisme etis"-nya.

  • Komik untuk Ibu

    Komik untuk Ibu

    Perupa Ugo Untoro menggelar pameran tunggal yang khusus menampilkan karya-karya bermedium kertas.

  • Rekonstruksi Bangunan pada Kertas

    Rekonstruksi Bangunan pada Kertas

    Karya sketsa dan gambar sedang diramaikan oleh sejumlah komunitas sketcher. Pameran sketsa di sebuah warung kopi oleh seorang arsitek menawarkan perbandingan.

  • Patung-patung Alit Meteorit

    Patung-patung Alit Meteorit

    Toni Kanwa menampilkan karya-karya patung berukuran tiga milimeter hingga setinggi tiga meter. Berbahan batu meteorit.

  • Tarian Perempuan Hamil

    Tarian Perempuan Hamil

    Koreografer Mila Rosinta menyuguhkan pertunjukan kolaborasi tari, musik, dan visual. Tentang alam dan kasih seorang ibu.

  • Sketsa-sketsa Batara Lubis

    Sketsa-sketsa Batara Lubis

    Sebanyak 60 sketsa Batara Lubis yang puluhan tahun tersimpan dipamerkan. Memotret kehidupan rakyat jelata.

  • Letupan ala Yoes

    Letupan ala Yoes

    Pelukis kontemporer Yoes Rizal menggelar pameran lukisan abstrak yang mengekspresikan secara muram situasi kini.

  • Mantra Zen dan Konser Rasa Asia

    Mantra Zen dan Konser Rasa Asia

    Incubus kembali menggebrak Jakarta. Aroma Zen dan nuansa Asia mewarnai konser band rock alternatif asal Amerika ini.

  • Ketika Manusia Bukan Manusia

    Ketika Manusia Bukan Manusia

    Karya-karya cetak cukil kayu tentang siri atau harga diri dalam goresan garis lurus nan bersih, dengan hitam-putih yang seimbang, dan metafora bentuk yang menyarankan kritik sosial.

  • Seni di Tengah Rimba Kampar

    Seni di Tengah Rimba Kampar

    Berbagai seniman musik dan teater selama sepekan tinggal dan mengadakan festival di tengah belantara Koto Lamo, Kabupaten Kampar, Riau.

  • Seorang Penjelajah dengan Warna-warna Lembut

    Seorang Penjelajah dengan Warna-warna Lembut

    Karya-karya pelukis Prancis, Geneviéve Couteau, tentang Bali dan Laos dipamerkan. Ia banyak melukis manusia dan tradisi Timur dalam warna-warni pastel.

  • Sederet Tanda Tanya di Ruang Saleh

    Sederet Tanda Tanya di Ruang Saleh

    Pameran terlengkap lukisan Raden Saleh disajikan di National Gallery Singapore. Diangkat sebagai "cahaya besar" abad ke-19.

  • Menyuarakan Liyan: 52 Sinema Indonesia di Europalia

    Menyuarakan Liyan: 52 Sinema Indonesia di Europalia

    Pemilihan film film Indonesia yang diputar di Festival Europalia menyajikan Indonesia dari sisi lain.

  • Sanggar Adem-ayem

    Sanggar Adem-ayem

    Galeri R.J. Katamsi, Institut Seni Indonesia, Yogyakarta, memamerkan karya-karya dan arsip bersejarah Sanggar Bambu. Membaca ulang perjalanan seni rupa baru lewat sanggar legendaris ini.

  • MeRAGA Jam, Alif, dan Stupa Induk Borobudur

    MeRAGA Jam, Alif, dan Stupa Induk Borobudur

    Empat komunitas tari menyuguhkan karya di panggung Aksobya, Borobudur. Hujan. Suasana ikut menguatkan tarian.

  • Salt, Akhir Sebuah Trilogi

    Salt, Akhir Sebuah Trilogi

    Sebuah tari solo tentang garam ditampilkan Eko Supriyanto di Salihara menutup rangkaian studinya terhadap Jailolo.

  • Dua Penulis Selatan

    Dua Penulis Selatan

    Dua penulis dari Amerika Latin menyambangi Indonesia membicarakan agama, pembunuhan di Kolombia, sampai narkotik.

  • Tadashi Suzuki: Ini Kisah Pemimpin Agama Melawan Penguasa Negara

    Tadashi Suzuki: Ini Kisah Pemimpin Agama Melawan Penguasa Negara

    TADASHI Suzuki sama sekali tak terlihat capek.

  • Tadashi Suzuki, Dionysus, dan Prambanan

    Tadashi Suzuki, Dionysus, dan Prambanan

    Tadashi Suzuki, sutradara teater legendaris dunia, menggembleng para aktor Indonesia di Prambanan. Persiapan pentas Dionysus pada Oktober 2018.

  • Rumah Kayu, Noh, dan Sutasoma

    Rumah Kayu, Noh, dan Sutasoma

    Seorang maestro noh menampilkan pertunjukan Sutasoma dengan iringan gamelan Bali. Sederhana. Sikap diamnya membuat topeng seolah-olah hidup.

  • Pedro Paramo di Salihara

    Pedro Paramo di Salihara

    Hanafi membuat pameran berdasarkan novel Pedro Paramo karya Juan Rulfo. Terinspirasi, tapi berdiri sendiri.

  • Seperti Itik Patah Kaki

    Seperti Itik Patah Kaki

    Seniman Sumatera Barat menyajikan ragam pertunjukan selama sepekan di Taman Ismail Marzuki. Melihat Minang yang diperbarui.

  • Kain-kain Kafka

    Kain-kain Kafka

    Isabelle Schad, koreografer dari Jerman, menampilkan sebuah tari solo yang idenya berangkat dari novel Kafka yang belum selesai.

  • Anda memiliki 3 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

    8 artikel gratis setelah Register.