Majalah TEMPO | Situs Berita Online Indonesia - majalah.tempo.co

Seni



  • Peci Putih Radhar
    Seni

    Peci Putih Radhar

    Radhar Panca Dahana membacakan sajak-sajak spiritual-nya di Gedung Kesenian Jakarta. Mencoba mengemas pentas dalam bentuk kolaborasi multimedia dan musik.

  • Sebuah Piala (yang Terlambat) untuk Judy
    Sinema

    Sebuah Piala (yang Terlambat) untuk Judy

    Dalam semua festival film besar, Renée Zellweger selalu berhasil meraih piala aktris terbaik. Piala untuknya dan Judy Garland.

  • Semangat Feminisme dari Harley Quinn
    Sinema

    Semangat Feminisme dari Harley Quinn

    DC Extended Universe membuka tahun ini dengan film tentang Harley Quinn dan geng perempuan jagoan, Birds of Prey. Mengambil latar setelah Suicide Squad, Quinn dikisahkan move on dari Joker.

  • Tujuh Belas 'Leonardo' di Jakarta
    Seni

    Tujuh Belas 'Leonardo' di Jakarta

    Kedutaan Besar Italia menghadirkan pameran "Leonardo Opera Omnia" di Jakarta. Lukisan Leonardo da Vinci direkonstruksi menggunakan teknologi tinggi yang presisinya sesuai dengan ukuran asli.

  • Eko dan Perbatasan Belu
    Seni

    Eko dan Perbatasan Belu

    Koreografi terbaru Eko Supriyanto bertolak dari kawasan timur Indonesia setelah Jailolo. Mengangkat isu perbatasan Indonesia dengan Timor Leste.

  • Empat Dasawarsa Jalan Dolorosa
    Seni

    Empat Dasawarsa Jalan Dolorosa

    Perupa Dolorosa Sinaga meluncurkan buku penanda 40 tahun perjalanan berkaryanya. Merekam persilangan kerja seni dan aktivisme Dolorosa.

  • Tafsir Modern tentang Empat Gadis March
    Sinema

    Tafsir Modern tentang Empat Gadis March

    Jo yang hendak menjadi penulis dan tak mau menikah, Meg yang ingin menikah dan hidup mewah, Beth yang sederhana, serta Amy yang ingin menjadi pelukis. Tafsir baru yang meraih enam nominasi Academy Awards tahun ini.

  • Penghormatan Terakhir untuk Suprapto
    Seni

    Penghormatan Terakhir untuk Suprapto

    Festival Tubaba di Lampung menjadi perhelatan seni sekaligus tribut kepada mendiang Suprapto Suryodarmo, maestro Joget Amerta dari Solo.

  • Menguntit Dua Kopral ke Medan Perang
    Sinema

    Menguntit Dua Kopral ke Medan Perang

    Film 1917 menyuguhkan sisi lain kecamuk perang. Digarap dengan konsep kamera sekali rekam. Memenangi dua piala Golden Globe 2020.

  • Dua Paus dan Skandal Gereja
    Sinema

    Dua Paus dan Skandal Gereja

    Film yang menunjukkan pergulatan Gereja Katolik menghadapi berbagai skandal. Diwarnai perdebatan panjang yang teologis tapi sederhana.

  • Syair dari Melanesia
    Seni

    Syair dari Melanesia

    Garin Nugroho menyutradarai pentas teater Planet-Sebuah Lament yang bertutur soal kehilangan pascabencana. Semua penampil dan segala perlengkapan pendukung pentas ini bersumber dari ragam budaya timur Indonesia.

  • Tiga Setengah Jam dari Martin Scorsese
    Sinema

    Tiga Setengah Jam dari Martin Scorsese

    Konon inilah film terakhir sutradara Martin Scorsese. Satu versi jawaban ke mana menghilangnya tokoh buruh Jimmy Hoffa. Memperoleh 10 nominasi Academy Awards tahun ini.

  • Raden Saleh dan Langit Romantis Dresden
    Seni

    Raden Saleh dan Langit Romantis Dresden

    Seniman Uji "Hahan" Handoko menyuguhkan proyek seni rupa tentang kisah Raden Saleh di Dresden, kota tempat sang maestro seni lukis Indonesia pernah menetap dan berkiprah.

  • Ceramah Kekerasan, dari Sangiran sampai Novel Baswedan
    Seni

    Ceramah Kekerasan, dari Sangiran sampai Novel Baswedan

    Pasangan seniman Irwan Ahmett dan Tita Salina menampilkan persilangan pertunjukan seni dan ceramah akademik tentang akar kekerasan.Terlalu umum, tapi cukup menyentuh kesadaran.

  • Upaya Mendobrak Dinding Patriarki
    Sinema

    Upaya Mendobrak Dinding Patriarki

    Diadaptasi dari kisah nyata, film Bombshell bercerita tentang kasus dugaan pelecehan seksual yang terjadi di Fox News.

  • Ugo, Buddhisme, dan Soal Makna
    Seni

    Ugo, Buddhisme, dan Soal Makna

    Ugo Untoro menyajikan pameran tunggal di Galeri Nasional Indonesia. Beberapa karyanya dia sebut lukisan meski tak ada gambar di situ.

  • Lahirnya Skywalker Baru
    Sinema

    Lahirnya Skywalker Baru

    Dalam episode final saga panjang ini, lahir seorang Skywalker baru. Sementara itu, identitas Rey terus-menerus dipertanyakan.

  • Jalan Sunyi Sanento Yuliman
    Seni

    Jalan Sunyi Sanento Yuliman

    Pameran yang menampilkan sejumlah karya dan arsip Sanento Yuliman, salah satu kritikus seni yang berpengaruh dalam perjalanan sejarah seni rupa Indonesia.

  • Gandari, Christine, dan Melati
    Seni

    Gandari, Christine, dan Melati

    Opera Gandari karya Tony Prabowo dipentaskan untuk ketiga kalinya. Sutradara Melati Suryodarmo memberikan tafsir baru, lekat dengan pengalaman personal sebagai perempuan.

  • Pada Cinta dan Tali Sepatu
    Sinema

    Pada Cinta dan Tali Sepatu

    Beredar di saluran sinema berbayar Netflix, Marriage Story mendapat banyak pujian. Drama perceraian yang jauh dari klise.

  • Garudeya, Refleksi Perjalanan Candi ke Candi
    Seni Rupa

    Garudeya, Refleksi Perjalanan Candi ke Candi

    Pameran tunggal perupa Putu Sutawijaya yang terinspirasi dari kisah burung Garudeya sebagai penjaga kebinekaan.

  • Bach dalam Gesekan Ma
    Musik

    Bach dalam Gesekan Ma

    Pemain cello terkemuka, Yo-Yo Ma, menggelar konser tunggal di Jakarta International Expo Theatre. Membawakan komposisi Six Cello Suites dari Johann Sebastian Bach.

  • Kim Ji-young yang Mengguncang Korea (dan Kita)
    Film

    Kim Ji-young yang Mengguncang Korea (dan Kita)

    Film Kim Ji-young: Born 1982 memancing kontroversi bahkan sebelum ditayangkan. Cerita ibu rumah tangga biasa yang mengguncang kemapanan patriarki.

  • Propaganda di Panggung Konser
    Musik

    Propaganda di Panggung Konser

    Band asal Irlandia, U2, manggung pertama kali di Asia Tenggara sejak berdiri 42 tahun lalu. Membawa pesan-pesan politik.

  • Koridor Penjamin Kebebasan
    Buku

    Koridor Penjamin Kebebasan

    Berisi teori tentang kebebasan untuk memperkuat teori tentang institusi negara. Kebebasan hadir ketika terdapat ruang antara kekuasaan negara dan kontrol dari mobilisasi masyarakat.

  • Godot tanpa Kata-kata
    Seni

    Godot tanpa Kata-kata

    Teater Payung Hitam mementaskan lakon Menunggu Godot yang berbeda. Lakon drama karya Samuel Beckett itu tampil nonverbal, mengandalkan kekuatan gerak dan bahasa tubuh para aktornya.

  • Nagabonar Gagal Reborn
    Film

    Nagabonar Gagal Reborn

    Mengikuti tren reborn, kali ini Nagabonar yang kembali dilahirkan untuk menarik generasi milenial. Tak sepenuhnya berhasil.

  • Didik Nini Thowok dan The Peony Pavilion
    Teater

    Didik Nini Thowok dan The Peony Pavilion

    Seniman dari delapan negara berkolaborasi dalam pentas teater In Search of a Dream di Teater Salihara, Jakarta. Mengusung kisah klasik Cina.

  • Sebuah Catatan dari Essen
    Teater

    Sebuah Catatan dari Essen

    Tiap tahun, kota kecil Essen di Jerman menggelar forum bernama IMPACT yang mempertemukan berbagai seniman lintas negara.

  • Teater Koma ‘Debut Kedua’ Rangga
    Teater

    Teater Koma ‘Debut Kedua’ Rangga

    Teater Koma mementaskan kembali naskah J.J Sampah-Sampah Kota, yang ditulis 40 tahun lalu. Disutradarai Rangga Riantiarno.

  • Pertarungan Dua Raksasa
    Film

    Pertarungan Dua Raksasa

    Berangkat dari kisah nyata rivalitas di luar trek dua pabrik otomotif, Ford dan Ferrari. Balapan tak hanya menjadi bumbu.

  • Imaji Dunia Hewan Goenawan Mohamad
    Seni Rupa

    Imaji Dunia Hewan Goenawan Mohamad

    Goenawan Mohamad menggelar pameran lukisan dengan citraan aneka hewan. Berangkat dari rasa bersalah saat dia masih belia.

  • Gado-gado ala Wayang Bocor
    Teater

    Gado-gado ala Wayang Bocor

    Pentas Wayang Bocor di Dia.Lo.Gue Artspace, Jakarta, kembali mendobrak pakem kesenian tradisi. Mengemas isu kekinian dengan jenaka.

  • ‘Hantu’ Bernama Arini
    Film

    ‘Hantu’ Bernama Arini

    Sekuel Love for Sale lahir dengan kemasan baru yang berpusat pada drama keluarga. Kembali menghadirkan tokoh Arini sebagai daya pikat.

  • Raket Susi dan Diskriminasi
    Film

    Raket Susi dan Diskriminasi

    Sebuah biopik tentang pebulu tangkis Susi Susanti. Mengulik jatuh-bangunnya sang legenda, termasuk diskriminasi yang diterimanya.

  • Karya-karya Politis Biennale
    Seni

    Karya-karya Politis Biennale

    POSTER-poster bergambar Marsinah mengepung pendapa Jogja National Museum.

  • Biennale dan Seni Advokasi dari Kampung
    Seni

    Biennale dan Seni Advokasi dari Kampung

    Perhelatan seni rupa dua tahunan, Biennale Yogyakarta, kali ini mengangkat persoalan sosial, politik, ekonomi, dan lingkungan di Asia Tenggara. Karya-karya politis dan perlawanan kaum pinggiran.

  • Propaganda dan Mozaik yang Tak Utuh
    Buku

    Propaganda dan Mozaik yang Tak Utuh

    Mencoba mengungkap propaganda hitam terhadap Gerakan Wanita Indonesia dan kelompok Partai Komunis Indonesia dalam peristiwa 1965. Kurang detail mengelaborasi pengorganisasian propaganda.

  • Joko Anwar dan Cerita yang Jahanam
    Film

    Joko Anwar dan Cerita yang Jahanam

    Sebuah cerita yang gelap dan pesimistis. Karya terbaru Joko Anwar yang memperlihatkan bahwa dia pendongeng sejati.

  • Mengupas Lagi Identitas
    Teater

    Mengupas Lagi Identitas

    Literature and Ideas Festival 2019 mengusung tema identitas dan sejarah. Seniman Indonesia dan Belanda berkolaborasi sebagai penampil.

  • Eksperimen Baru Ang Lee
    Film

    Eksperimen Baru Ang Lee

    Sebuah film yang 20 tahun berpindah tangan dan mendarat di tangan Ang Lee. Eksperimen digital yang agak meleset, tapi adegannya laga menarik.

  • Rich Brian, dari YouTube ke Billboard
    Musik

    Rich Brian, dari YouTube ke Billboard

    Penyanyi rap internasional, Rich Brian, pulang kampung. Dalam pentas perdananya di Jakarta dalam Spotify On Stage 2019, ia disambut bak pahlawan.

  • Jagat Joker Yang Kelam
    Film

    Jagat Joker Yang Kelam

    Sebuah cerita asal-muasal Joker yang menyimpang dari komik dan justru menampilkan drama yang brilian.

  • Xu Bing, Aksara, dan Rokok
    Seni Rupa

    Xu Bing, Aksara, dan Rokok

    Seniman asal Cina, Xu Bing, menggelar pameran tunggal di Museum MACAN sejak akhir Agustus lalu. Ia mengeksplorasi banyak metode, dari film, grafis, teks, sampai arsip.

  • Tubuh-tubuh Tradisi yang Terbuka
    Seni

    Tubuh-tubuh Tradisi yang Terbuka

    Pekan Teater Nasional 2019 diselenggarakan di Taman Budaya Samarinda, Kalimantan Timur. Mengangkat tema “Tubuh Gunung, Resonansi Teater Tradisi”.

  • Tahun 1994 dan Hal-hal Yang Tersisa
    Film

    Tahun 1994 dan Hal-hal Yang Tersisa

    Sebuah adaptasi dari film Korea yang komersial. Riri Riza dan Mira Lesmana menyulapnya menjadi film yang justru lebih bagus daripada aslinya.

  • Spider-Woman yang Badung
    Film

    Spider-Woman yang Badung

    Kisah pemanjat tebing Aries Susanti Rahayu diangkat ke layar lebar. Sang atlet memerankan diri sendiri.

  • Musik Tetesan Air yang Setengah Hati
    Tari

    Musik Tetesan Air yang Setengah Hati

    Memet Chairul Slamet membuat komposisi berdasarkan tetesan air dari slang infus.

  • Trauma Dalam Gerak dan Lampu
    Tari

    Trauma Dalam Gerak dan Lampu

    Penari asal Amerika Serikat, Meg Stuart, berkolaborasi dengan perupa Jompet Kuswidananto dalam Celestial Sorrow. Membahasakan trauma dalam gerak, suara, dan instalasi.

  • Seorang Gundala Untuk Kita
    Film

    Seorang Gundala Untuk Kita

    Sebaiknya yang membaca ini adalah para penonton yang sudah menyaksikan film Gundala. Sebuah awal yang menjanjikan dari Jagat Sinema Bumilangit.

  • Putra Petir Rasa Marvel
    Film

    Putra Petir Rasa Marvel

    Gundala, superhero ciptaan Hasmi, difilmkan oleh rumah produksi Screenplay Bumilangit. Resep baru racikan sutradara Joko Anwar berbeda dengan kisah komik Gundala Putra Petir (1969) yang berlatar di Yogyakarta.

  • Cerita Sederhana Jakob Sumardjo
    Buku

    Cerita Sederhana Jakob Sumardjo

    Pelopor kajian filsafat Indonesia, Jakob Sumardjo, meluncurkan otobiografi pada hari ulang tahunnya yang ke-80. Banyak mengungkap sosok dirinya.

  • Tafsir Halal Hubungan Intim tanpa Nikah
    Buku

    Tafsir Halal Hubungan Intim tanpa Nikah

    Disertasi mahasiswa Universitas Islam Negeri Yogyakarta menyimpulkan hubungan seksual tanpa nikah tidak melanggar hukum Islam. Akhirnya direvisi karena menuai kontroversi.

  • Dari Instalasi Digital hingga Kemeja Denim
    Seni Rupa

    Dari Instalasi Digital hingga Kemeja Denim

    Mengusung konsep “gotong-royong”, perhelatan Art Jakarta ke-11 memamerkan karya 70 galeri seni dari Indonesia dan sejumlah negara Asia lain.

  • Tiga Relief yang Dilupakan
    Seni Rupa

    Tiga Relief yang Dilupakan

    Tiga relief beton di bekas ruang tunggu VIP Bandar Udara Kemayoran karya tiga perupa, S. Sudjojono, Harijadi Sumodidjojo, dan Soerono Hendronoto, rusak parah. Perlu konservasi agar nilai seni dan sejarahnya tak hilang.

  • Selubung Dunia Kematian Hades
    Teater

    Selubung Dunia Kematian Hades

    Kolaborasi Mainteater Bandung-Melbourne menyuguhkan pertunjukan yang berkisah tentang situasi pasca-apokaliptik berlatar mitos dunia Hades.

  • Sepucuk Surat Cinta Untuk Hollywood
    Film

    Sepucuk Surat Cinta Untuk Hollywood

    Quentin Tarantino mencoba memperlihatkan cintanya kepada Hollywood justru melalui peristiwa kriminalitas paling berdarah di Amerika Serikat.

  • Narasi-Narasi Alternatif Asia
    Sastra

    Narasi-Narasi Alternatif Asia

    Akhir Juli lalu, penulis naskah drama dari berbagai penjuru Asia bertemu di Yogyakarta dalam Asian Playwrights Meeting 2019.

  • Paradoks Sumba Riri Riza
    Seni Rupa

    Paradoks Sumba Riri Riza

    TIGA patung orang Sumba berbaris.

  • ArtJog dan Isu Lingkungan
    Seni Rupa

    ArtJog dan Isu Lingkungan

    ArtJog 2019 menyuguhkan karya yang menyoroti kerusakan lingkungan dan sumber daya alam. Konsepnya bukan lagi bursa seni, melainkan festival seni rupa kontemporer.

  • Dari Tubuh Garam hingga Universitas Kaspar
    Teater

    Dari Tubuh Garam hingga Universitas Kaspar

    Festival Teater Tubuh menyuguhkan penampilan sejumlah kelompok yang meresapkan naskah ke dalam gerak tubuh.

  • Serikat Buruh dan Pelindungan Pekerja Migran
    Buku

    Serikat Buruh dan Pelindungan Pekerja Migran

    Buku ini mengkritik relasi serikat buruh dengan agenda perlindungan pekerja migran di negara-negara Asia. Tertinggal dari serikat buruh di Eropa.

  • Semar, Togog, dan Kisah Padi
    Seni

    Semar, Togog, dan Kisah Padi

    Teater Koma menampilkan lakon tentang perebutan padi. Didahului riset khusus tentang padi di Kasepuhan Ciptagelar, Sukabumi, Jawa Barat.

  • Manusia Estetik Bernama GM
    Buku

    Manusia Estetik Bernama GM

    Buku yang menghimpun telaah reflektif yang khas tentang karya seni, khususnya seni rupa. Bentuk esai memungkinkan penulis leluasa meluaskan horizon pemikiran.

  • Kelana Slompret Madra
    Seni

    Kelana Slompret Madra

    Madra Primana, mahasiswa pascasarjana Institut Kesenian Jakarta, menyajikan komposisi bertolak dari instrumen slompret di area hutan Ngantru, Trenggalek.

  • Menguber Penjahat Dengan Stuber
    Film

    Menguber Penjahat Dengan Stuber

    Film ringan tentang seorang detektif yang menggunakan taksi online untuk memburu penjahat.

  • Diponegoro, dalam Senyap
    Seni

    Diponegoro, dalam Senyap

    R.B. Armantono menyajikan teater monolog dalam bentuk film. Di dalam kamarnya, Pangeran Diponegoro menceritakan riwayat hidup dan perlawanannya. Sederhana tapi kuat.

  • Perangai Kayu Amrus Natalsya
    Seni Rupa

    Perangai Kayu Amrus Natalsya

    Pada usianya yang ke-85 tahun, Amrus Natalsya menggelar sebuah pameran terakhir. Tentang manusia, kayu, dan perahu. Pameran maestro yang berucap selamat tinggal.

  • Menelusuri Paviliun Indonesia
    Seni Rupa

    Menelusuri Paviliun Indonesia

    "AKAL Tak Sekali Datang, Runding Tak Sekali Tiba”, atau dalam baha-sa Inggris disebut Lost Verses, adalah tema pa--meran Paviliun Indonesia di Venice Biennale 2019.

  • Estetika Progresif Seniman Perempuan
    Seni Rupa

    Estetika Progresif Seniman Perempuan

    Dalam Venice Biennale 2019, karya para seniman perempuan kali ini terasa lebih menonjol dan menawarkan estetika yang lebih progresif.

  • Simba Yang Kehilangan Gereget
    Film

    Simba Yang Kehilangan Gereget

    Versi terbaru film The Lion King yang menampilkan visual yang “realistis”.

  • Wajah Baru Pemanasan Global
    Buku

    Wajah Baru Pemanasan Global

    Dari buku ini kita tahu mengapa Greta Thunberg menjadi juru bicara yang efektif dalam gerakan mencegah perubahan iklim. Kata-katanya membius.

  • Yanni di Candi Prambanan
    Seni

    Yanni di Candi Prambanan

    Yanni tampil memukau dalam konsernya di Prambanan Jazz Festival. Musiknya seperti mengajak bermeditasi dan berelaksasi.

  • Menafsirkan Naskah Pertama Brecht
    Seni

    Menafsirkan Naskah Pertama Brecht

    Impermanence, kelompok dance theater asal Bristol, Inggris, mengadaptasi naskah Baal karya Bertolt Brecht di Taman Ismail Marzuki. Naskah pertama Brecht yang tak pernah dimainkan di sini.

  • Dua Garis Biru dan Tiga Keluarga
    Seni

    Dua Garis Biru dan Tiga Keluarga

    Film debut Ginatri S. Noer. Dengan terbuka mempersoalkan kehamilan remaja dan bagaimana keluarga menghadapinya. Telah lahir seorang sutradara.

  • Wajah Baru Pemanasan Global
    Buku

    Wajah Baru Pemanasan Global

    Dari buku ini kita tahu mengapa Greta Thunberg menjadi juru bicara yang efektif dalam gerakan mencegah perubahan iklim. Kata-katanya membius.

  • Teater Indonesia Akar Teater Saya
  • I La Galigo, Setelah 15 Tahun
    Teater

    I La Galigo, Setelah 15 Tahun

    I La Galigo yang disutradarai Robert Wilson dipentaskan kembali di Ciputra Artpreneur. Posisi bissu, pendeta Bugis kuno, akibat wafatnya Puang Matoa Saidi, diisi seorang aktor.

  • Rentak Perkusi Negeri Singa
    Teater

    Rentak Perkusi Negeri Singa

    Garin Nugroho menyutradarai pentas Fatih di Esplanade, Singapura. Permainan perkusi atau genderang menjadi menu utama pertunjukan.

  • Masih Ada Cerita Setelah Tony Stark
    Film

    Masih Ada Cerita Setelah Tony Stark

    Sebaiknya dibaca hanya oleh yang sudah menyaksikan film Avengers: Endgame. Tom Holland sosok Peter Parker yang sangat pas.

  • Cerita dari Kolong Rumah
    Seni

    Cerita dari Kolong Rumah

    Pemenang Palme d’Or Festival Film Cannes tahun ini yang menyingkirkan film Quentin Tarantino. Penuh daya kejut dan digarap dengan teliti. Nyaris tanpa cela.

  • Mana Museum ‘daripada’ Soeharto
    Seni

    Mana Museum ‘daripada’ Soeharto

    Keluarga Soeharto punya dua museum yang didirikan dengan uang rakyat. Litografi Picasso dan lukisan terbaik Nh. Dini ada di dalamnya. Sejak reformasi 1998, museum ini tutup. Semestinya dihibahkan kepada rakyat sebagai warisan nonpolitik.

  • Nasionalisme di Tapal Batas
    Film

    Nasionalisme di Tapal Batas

    Rumah Merah Putih mengusung nasionalisme anak-anak di perbatasan Nusa Tenggara Timur dan Timor Leste. Para bocah pemeran asal NTT bermain apik.

  • Kamila, Yang Tampak dan Tak Tampak
    Teater

    Kamila, Yang Tampak dan Tak Tampak

    Film Sekala Niskala diangkat ke panggung teater oleh sutradara Kamila Andini. Duka seorang anak yang meratapi kehilangan saudara kembar dan kembali menemukan kebahagiaan di alam niskala.

  • Kolaborasi Negara Melawan Korupsi Global
    Buku

    Kolaborasi Negara Melawan Korupsi Global

    Praktik korupsi yang menggurita tidak cukup diurusi oleh masing-masing negara, tapi perlu kolaborasi lintas negara. Buku yang menawarkan pendekatan baru dalam isu korupsi.

  • CINTA SEGITIGA YANG TAK PERNAH SELESAI
    Seni

    CINTA SEGITIGA YANG TAK PERNAH SELESAI

    Masih saja soal si Doel di antara Zaenab dan Sarah. Tampaknya tak ada yang mau beralih dari plot ini, meski kisah Si Doel jauh lebih kaya.

  • Masjid-masjid Tak Lazim Emil
    Seni

    Masjid-masjid Tak Lazim Emil

    Masjid 99 Kubah Asmaul Husna di Makassar digarap dengan desain lain daripada yang lain. Mengundang kontroversi karena ada yang menganggapnya tak ramah lingkungan.

  • Cinderella Complex ala Jane
    Buku

    Cinderella Complex ala Jane

    Novel yang menggambarkan kompleksitas hubungan ketika perempuan lebih meminati laki-laki yang matang secara usia dan sudah beristri. Cerita yang mengecoh pembaca.

  • Potret Seniman dengan Nama Palsu
    Seni Rupa

    Potret Seniman dengan Nama Palsu

    Perupa Ristyo Eko Hartanto menyuguhkan seri lukisan potret sejumlah seniman Indonesia.

  • Harsono di New York
    Seni Rupa

    Harsono di New York

    F.X. Harsono menyajikan pameran tunggal di Tyler Rollins Fine Art, New York, Amerika Serikat. Masih soal sejarah kelam etnis Tionghoa yang dilupakan di sini.

  • Demokrasi Patronase di Indonesia
    Buku

    Demokrasi Patronase di Indonesia

    Klientelisme membuat demokrasi Indonesia menjadi demokrasi patronase. Bukan efek dari lemahnya partai politik, melainkan sistem yang justru secara fungsional menghidupi partai.

  • Menyaksikan Genie Jatuh Cinta
    Seni

    Menyaksikan Genie Jatuh Cinta

    Jauh sebelum film layar lebar Aladdin beredar, kontroversi merebak karena berbagai faktor. Salah satunya soal penampilan Will Smith sebagai Genie.

  • Suzuki dan Tragedi Yunani
    Seni

    Suzuki dan Tragedi Yunani

    “Sejak zaman Yunani kuno, kriminalitas dan takdir menjadi pertanyaan besar teater,” kata Tadashi Suzuki menjawab pertanyaan seorang peserta acara “In Conversation with Tadashi Suzuki”, Sabtu, 18 Mei lalu, di Blue Room, Festival House, Singapura. Berumur 80 tahun, ia bisa tiba-tiba sangat ekspresif saat berdiskusi, lebih-lebih bila menerangkan tragedi Yunani. 

  • Dari Dionysus sampai Ryuichi Sakamoto
    Seni

    Dari Dionysus sampai Ryuichi Sakamoto

    Singapore International Festival of Arts berlangsung pada 16 Mei-2 Juni 2019. Dionysus, kolaborasi sutradara Jepang, Tadashi Suzuki, dan aktor-aktor Indonesia, tampil pada awal perhelatan.

  • JOHN WICK MELAWAN  DUA AKTOR  SILAT
    Film

    JOHN WICK MELAWAN DUA AKTOR SILAT

    Kali ini penonton Indonesia akan lebih menikmati sekuel ketiga dengan terlibatnya duo Yayan Ruhiyan dan Cecep Arif Rahman melawan sosok John Wick.

  • Kisah Ronggolawe Makar
    Teater

    Kisah Ronggolawe Makar

    Ulang tahun ke-60 Sanggar Bambu dirayakan dengan pementasan Ronggolawe Makar. Aktual dengan situasi politik.

  • Sebuah Perkenalan Pada Tana Humba
    Film

    Sebuah Perkenalan Pada Tana Humba

    Sutradara Lasya Susatyo memberikan sajian perkenalan pada Sumba kepada penonton. Penting disaksikan agar kita lebih mengenal timur Indonesia.

  • “Orfeus, Aku Tak Akan Kembali”
    Teater

    “Orfeus, Aku Tak Akan Kembali”

    Puisi “Orfeus” Goenawan Mohamad disajikan dalam bentuk koreografi oleh Melati Suryodarmo di Salihara, pekan lalu.

  • Debussy, Sari Oneng, dan Impresionisme
    Tari

    Debussy, Sari Oneng, dan Impresionisme

    Pertemuan komposer Debussy dengan gamelan lebih dari seabad lalu dirayakan di Aula Simfonia Jakarta. Menghadirkan pertunjukan gamelan Sari Oneng, yang pernah disaksikan Debussy di Paris.

  • Warisan Godfather  of Multiculturalism
    Buku

    Warisan Godfather of Multiculturalism

    Buku yang memuat esai-esai terpilih dari tokoh pelopor kajian budaya, Stuart Hall. Sebagai upaya merawat warisan pemikirannya yang telah dikutip di mana-mana dan menginspirasi banyak pembaca.

  • Anda memiliki 3 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

    8 artikel gratis setelah Register.