Wawancara Khusus Mahathir Mohamad - Wawancara - majalah.tempo.co ‚Äč

Wawancara 1/1

Sebelumnya Selanjutnya
text

Saya Ingin Lihat Dulu Kinerja Pemerintah


Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, menjelaskan siapa di balik kejatuhan pemerintahan Pakatan Harapan. Ia juga mengungkapkan alasannya belum bersedia menemui Perdana Menteri Muhyiddin Yassin, kekhawatiran orang Melayu terhadap dominasi etnis Cina, dan resepnya tetap sehat pada usia yang mendekati satu abad.

Edisi : 14 Maret 2020
i Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad/TEMPO/Ridian Eka Saputra
Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad/TEMPO/Ridian Eka Saputra
  • Mahathir Mohamad meletakkan jabatan sebagai perdana menteri karena tak setuju partainya berkongsi dengan UMNO.
  • Mahathir mengatakan orang Melayu terlalu bergantung pada politik.
  • Mahathir berharap pemerintah tidak mencampuri pengadilan kasus Najib Razak.

MAHATHIR Mohamad sedianya meletakkan jabatannya sebagai Perdana Menteri Malaysia dan memberi jalan bagi Ketua Partai Keadilan Rakyat (PKR) Anwar Ibrahim menggantikannya seusai sidang Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Kuala Lumpur, November mendatang. Kesepakatan itu dicapai dalam rapat pimpinan koalisi partai pemerintah Pakatan Harapan, yang terdiri atas PKR, Partai Aksi Demokratik (DAP), Partai Pribumi Bersatu Malaysia, dan Partai Amanah, pada 21 Februari lalu.

Perubahan cepat politik Malaysia pada pekan ketiga Februari lalu membuat skenario itu tak berjalan. Wakil Ketua PKR Azmin Ali bersama sepuluh koleganya keluar dari partai dengan alasan mencegah Mahathir dijegal di tengah masa jabatannya. Partai Bersatu, dalam rapat pimpinan 23 Februari lalu yang dihadiri Mahathir (ketua) dan Tan Sri Muhyiddin Yassin (presiden), memutuskan hengkang dari koalisi Pakatan Harapan. Sore harinya, Azmin dan Muhyiddin bertemu dengan tokoh oposisi, termasuk dari Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) dan Partai Islam Se-Malaysia (PAS), di Hotel Sheraton Petaling Jaya, Kuala Lumpur, dan menyepakati pembentukan koalisi Perikatan Nasional serta mengusung Mahathir sebagai perdana menteri.

Keluarnya kubu Azmin dan Partai Bersatu menyebabkan kursi Pakatan Harapan di Dewan Rakyat—parlemen Malaysia—melorot dari 139 menjadi 92. Dengan jumlah kursi kurang dari mayoritas sederhana 112, pemerintah yang belum genap berjalan dua tahun itu pun jatuh. Pada 24 Februari, Mahathir tak menghadiri pertemuan di Hotel Sheraton serta mundur dari partai dan jabatan perdana menteri karena tak setuju partainya berkongsi dengan UMNO. Belakangan, pengurus Partai Bersatu menolak Mahathir mundur dari jabatan ketua. “Saya tidak setuju bekerja sama dengan UMNO karena ada pejabatnya yang menjadi terdakwa kasus korupsi,” kata Mahathir dalam wawancara khusus dengan wartawan Tempo, Abdul Manan, dan videografer Ridian Eka Saputra di kantor Yayasan Kepemimpinan Perdana di Putrajaya, Malaysia, Rabu, 11 Maret lalu.


Setelah bertemu dengan seluruh 222 anggota Dewan Rakyat, Raja Malaysia Yang Di-Pertuan Agong Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah memilih Muhyiddin Yassin sebagai pengganti Mahathir. Muhyiddin terpilih karena didukung mayoritas anggota parlemen. Muhyiddin dilantik sebagai perdana menteri kedelapan pada 1 Maret lalu dan mengumumkan kabinetnya delapan hari kemudian.

Mahathir, yang akan berusia 95 tahun pada Juli mendatang, masih lugas menjawab pertanyaan. Ia masih kuat naik tangga saat memasuki ruang kerjanya di lantai dua kantor yayasan yang ia dirikan pada 2003 itu. Dalam wawancara sekitar satu jam itu, Mahathir menjelaskan siapa di balik kejatuhan pemerintahan Pakatan Harapan, alasannya belum mau menemui Muhyiddin, kekhawatiran orang Melayu terhadap dominasi etnis Cina, dan resepnya tetap sehat pada usia mendekati satu abad.

Apa yang terjadi sehingga pemerintahan Pakatan Harapan jatuh sebelum genap berjalan dua tahun?

Ini bermula dari pemilihan umum ke-14 (2018), saat partai koalisi Barisan Nasional, yang memerintah selama 60 tahun, kalah oleh oposisi Pakatan Harapan. Pengumuman kemenangan Pakatan Harapan itu diundur-undurkan. Rupanya, Datuk Sri Najib Razak (saat itu Presiden UMNO) mencoba membentuk pemerintahan Melayu Islam, bergabung dengan PAS, dan beberapa anggota parlemen Melayu. Upaya itu gagal karena kalah suara. Tapi Datuk Sri Najib meneruskan perjuangannya membentuk pemerintahan Melayu Islam karena, katanya, Pakatan Harapan memiliki DAP, yang bukan Islam. Maka dibuatlah kampanye negatif bahwa DAP menguasai Pakatan Harapan dan saya berada di bawah pengaruh DAP. Walaupun itu tidak benar, banyak yang tertarik pada usul pemerintahan Melayu Islam.

Partai Bersatu juga terpengaruh?

Ada pengurus Partai Bersatu yang terpengaruh oleh pendapat ini. Katanya, kalau Pakatan Harapan diteruskan, negara akan hancur dan orang Melayu menjadi korban. Saya tidak setuju bekerja sama dengan UMNO karena ada pejabatnya yang menjadi terdakwa kasus korupsi. Tapi Tan Sri Muhyiddin setuju bekerja sama dengan UMNO karena nasib orang Melayu diyakini akan buruk di bawah Pakatan Harapan. Banyak anggota parlemen dari Partai Bersatu menerima pendapat ini dan menolak usul saya supaya menunggu dan melihat apa yang akan terjadi, benarkah orang Melayu akan hancur. Pendukung Muhyiddin berpendapat kita tidak bisa menunggu dan mesti keluar sekarang juga. Apabila Partai Bersatu keluar, runtuhlah pemerintahan Pakatan Harapan. Karena itu, saya terpaksa meletakkan jabatan sebagai pemimpin partai dan juga sebagai perdana menteri.

Salah satu pemicu jatuhnya pemerintah adalah pertemuan di Hotel Sheraton, yang menghasilkan koalisi Perikatan Nasional dan mengusulkan Anda sebagai calon perdana menteri. Anda dimintai pendapat soal itu?

Saya diminta supaya ada pertemuan di Sheraton. Tapi pada waktu itu usul saya (untuk tak bekerja sama dengan UMNO) ditolak partai saya sendiri. Jadi saya merasa tak perlu bertemu dengan mereka. Saya kecewa terhadap sikap partai saya.

Sebelum dipanggil Raja, hampir semua partai mendukung Anda menjadi perdana menteri lagi. Bagaimana mereka menarik dukungannya?

Saat partai saya tidak lagi mendukung sikap saya, saya meletakkan jabatan. Maka, untuk memilih pengganti, salah satu caranya dengan pergi ke parlemen. Satu cara lagi adalah menyatakan kepada Tuanku Agong siapa yang mereka (anggota parlemen) dukung. Pada saat itulah saya menyadari dukungan terhadap saya tidak riil. Mereka mencalonkan nama lain sehingga keputusannya, yang hasil pastinya hanya diketahui Raja, saya cuma mendapat dukungan 66 suara.

Siapa yang memperoleh suara lebih besar?

Pakatan Harapan mencalonkan Datuk Sri Anwar. Dia mendapat lebih banyak daripada saya, tapi tidak mencapai mayoritas. Saya dan dia tidak dipilih.

Ide Anda membentuk pemerintahan nasional yang berbasis individu anggota parlemen atau tidak berbasis partai dinilai sebagai strategi yang salah karena membuat partai menarik dukungan. Tanggapan Anda?

Masing-masing mengutamakan kepentingan partainya. Pemerintahan berbasis partai ini sulit dijalankan karena masing-masing punya prinsip berbeda. Sulit bagi mereka mencapai kata sepakat. Sebaliknya, kalau datang tanpa diikat pendirian partai, mereka lebih mudah mengutamakan kepentingan nasional.

Tapi pembentukan pemerintah tanpa melibatkan partai kan tidak berjalan dalam politik Malaysia?

Ya, memang begitu. Tapi, walaupun tidak terikat partai, orang-orang partai masih bisa dipilih. Tapi jangan bicara semata-mata untuk partai.

Salah satu alasan UMNO dan PAS menarik dukungan terhadap Anda adalah ada DAP dalam pemerintah usulan Anda. Mengapa dua partai itu tidak menyukai DAP?

DAP dulu partai oposisi. Mereka juga didominasi orang Cina, walaupun ada etnis lain juga. Bila dikatakan DAP sudah menguasai pemerintah, banyak orang Melayu merasa menghadapi bahaya besar. Pada waktu itu, mereka takut dan bisa menerima meski harus bekerja sama dengan penjahat, hanya karena takut kepada orang Cina. Tapi sebenarnya DAP tidak sekuat itu. Yang berkuasa perdana menteri, yaitu saya. Kalau hendak melakukan sesuatu, DAP memerlukan persetujuan saya.

Mungkinkah karena Anda menempatkan orang DAP di posisi penting, seperti Sekretaris Jenderal DAP Lim Guan Eng sebagai Menteri Keuangan?

Ini ada kaitan dengan pemilu ke-14. Untuk melawan Najib dan Barisan Nasional, partai-partai oposisi perlu berkoalisi. Oposisi pemerintah saat itu salah satunya DAP. Tanpa DAP dan partai gabungan, tak mungkin kami mengalahkan Barisan Nasional. Kami menerima DAP karena pemilih dari etnis Cina juga banyak.

Apakah ancaman dominasi Cina itu nyata atau hanya propaganda politik UMNO dan PAS?

Kawasan-kawasan tertentu memang didominasi orang Cina. Tanpa dukungan orang Cina, Barisan Nasional pun terancam. Tapi Barisan Nasional mendapat dukungan dari orang luar kota, Melayu. Jadi mereka kuat dengan sokongan orang Melayu. Kalau Pakatan Harapan tidak didukung orang Melayu, tidak mungkin menang. Jadi kami bentuk Partai Bersatu sebagai partai Melayu untuk menggantikan UMNO.

Benarkah orang Melayu terpinggirkan di Malaysia?

Orang Melayu terlalu bergantung pada politik. Mereka berpendapat, kalau punya kekuasaan politik, selamatlah mereka. Tapi sebenarnya kekuasaan ekonomi juga punya kekuatan lebih besar. Sekarang tanah milik orang Melayu dijual kepada orang kaya yang bukan Melayu. Kami lihat makin lama prestasi orang Melayu makin merosot karena kekuatan ekonomi tidak ada. Karena itu, saya berusaha meningkatkan pendapatan orang Melayu supaya mereka juga memainkan peran dalam ekonomi sehingga banyak orang Melayu berhasil dan menjadi miliarder, menguasai perdagangan hingga ke luar negeri. Kalau kami dapat melakukan itu, ketakutan mereka kepada orang Cina akan berkurang.

Mahathir Mohamad dalam sebuah konferensi pers di Putrajaya, Malaysia, 27 Februari 2020./REUTERS/Lim Huey Teng

Dengan UMNO menjadi bagian dari pemerintah, apakah kasus korupsi yang melibatkan petinggi UMNO seperti Najib Razak akan terus diproses?

Pemimpin senior UMNO, termasuk Najib Razak, Zahid Hamidi (Presiden UMNO), dan lain-lain sedang menghadapi persidangan di pengadilan. Kami khawatir, dengan adanya mereka dalam pemerintahan, mereka menggunakan kekuasaan pemerintah untuk menyelamatkan diri. Entah bagaimana caranya, kita tak tahu. Tapi, sampai sekarang, mereka tidak diberi jabatan tertinggi (di kabinet). Jadi kami berharap pengadilan diteruskan dan mereka akan mendapat putusan pengadilan tanpa campur tangan pemerintah.

Anda dan Pakatan Harapan berencana mengajukan mosi tidak mendukung terhadap Muhyiddin dalam sidang parlemen 18 Mei nanti. Bagaimana peluangnya?

Saat menjadi perdana menteri dan menyusun kabinet, dia bisa memberikan jabatan-jabatan menteri kepada siapa saja. Beberapa orang Pakatan Harapan telah dimasukkan ke kabinet. Jadi pendukung kami berkurang. Pendukungnya bertambah. Kalau kami pergi ke parlemen untuk membawa usul tidak percaya, mereka mempunyai suara mayoritas. Dengan kondisi itu, kami tidak dapat menggunakan mosi tidak mendukung ini untuk menjatuhkan pemerintah.

Bukankah dalam kalkulasi Anda dan Pakatan ada 114 anggota parlemen yang akan mendukung?

Saya kira lebih-kurang tiga orang sudah memihak ke pemerintah. Jadi tinggal 111. Itu separuh dari jumlah total anggota parlemen. Kami belum menentukan apakah akan membawa mosi itu ke Dewan Rakyat. Kami dapat meloloskan usul itu kalau kami mayoritas. Suara kami saat ini belum mayoritas.

Bagaimana Anda menilai komposisi kabinet Muhyiddin?

Kalau kami lihat jumlah anggota kabinet yang terdiri atas orang Melayu Islam, memang ini bisa dikatakan sebagai pemerintah Melayu Islam. Tapi ini bisa bertahan hingga pemilihan umum 2022. Dalam pemilu berikutnya, saya yakin orang-orang Cina tidak akan memberi dukungan. Jumlah suara mereka banyak.

Anda berkali-kali mengatakan merasa dikhianati Muhyiddin. Apa yang paling membuat Anda kecewa kepadanya?

Saat ini, saya harus melanjutkan dukungan terhadap kebijakan yang dibuat saat saya menjadi perdana menteri. Kalau kebijakan tersebut diterima dan dikerjakan pemerintah Muhyiddin, itu lebih penting daripada nasib saya. Dulu, saat saya meletakkan jabatan dan digantikan oleh Datuk Abdullah Ahmad Badawi (2003-2009), kemudian Datuk Sri Najib Razak (2009-2018), mereka mengganti kebijakan. Itu membuat negara merosot. Kali ini saya berharap mereka tidak mengganti kebijakan, meneruskan rancangan yang kami susun untuk memulihkan negara, ekonomi, dan hal-hal lain. Apalagi hari ini kita menghadapi kemerosotan ekonomi dunia dan Covid-19.

Muhyiddin sudah berkirim surat untuk bertemu. Mengapa Anda belum bersedia menemuinya?

Saya ingin lihat dulu kinerja pemerintah, terutama soal apa yang akan dilakukan kepada penjahat-penjahat itu, apakah mereka akan melindunginya atau tidak. Kalau, misalnya, ada campur tangan pemerintah dalam urusan pengadilan, saya tidak akan menemuinya.

 


 

Mahathir bin Mohamad

• Tempat dan Tanggal Lahir: Alor Setar, Kedah, Malaysia, 10 Juli 1925 • Pendidikan: Perguruan Tinggi Sultan Abdul Hamid, University of Malaya di Singapura • Karier Pemerintahan: Wakil Perdana Menteri Malaysia (5 Maret 1976-16 Juli 1981), Menteri Perdagangan dan Industri (1 Januari 1978-16 Juli 1981), Perdana Menteri Malaysia (16 Juli 1981-31 Oktober 2003, 10 Mei 2018-1 Maret 2020) • Karier Politik: Anggota parlemen (24 Agustus 1974-21 Maret 2004, 10 Mei 2018-sekarang), Presiden UMNO (28 Juni 1981-31 Oktober 2003), Ketua koalisi Pakatan Harapan (14 Juli 2017-24 Februari 2020), Ketua Partai Pribumi Bersatu Malaysia(7 September 2016-sekarang)

 


Ada yang menilai Anda enggan mengalihkan jabatan perdana menteri kepada Anwar Ibrahim. Bagaimana hubungan Anda dengan Anwar?

Sekarang terdapat perubahan pandangan. Dulu dia begitu populer, sekarang pendukungnya tidak senang dengan cara-caranya. Saya sempat mengatakan akan meletakkan jabatan. Setelah itu, silakan dia tunjukkan kemampuannya dan terpulang kepada Pakatan Harapan untuk memilihnya. Tapi, kalau Pakatan Harapan tidak bisa menampilkan calon lain, hendak saya teruskan pun saya sanggup walaupun umur sudah mendekati 95 tahun. Kalau diminta bekerja untuk negara, saya bersedia.

Bukankah peralihan kekuasaan ke Anwar itu bagian dari komitmen pemimpin Pakatan sebelum pemilu 2018?

Ya. Saya sebenarnya tidak memberikan tanggal pasti karena saya ingin memulihkan negara. Kalau negara sudah pulih, selamat, stabil, saya bisa mundur setiap saat. Tapi, karena kami akan menjadi tuan rumah pertemuan APEC pada November nanti, saya minta dibolehkan meletakkan jabatan setelah pertemuan tersebut. Itu janji saya. Saya tak akan ingkar janji. Karena ada krisis ini, peletakan jabatan dilakukan lebih awal daripada perkiraan saya.

Apa yang membuat Anda masih aktif di politik pada usia sekarang?

Sejak usia belasan tahun, saya sudah memasuki gelanggang politik. Saat itu saya melihat orang Melayu ketinggalan. Mereka tidak memiliki pakar di banyak sektor. Jadi saya berpikir sebisa mungkin saya akan terjun ke dunia politik. Tapi, setelah masuk ke dunia politik, saya temukan masalah demi masalah. Saya memiliki sedikit-banyak pengetahuan untuk mengatasinya. Karena itu, saya menjadi perdana menteri selama 22 tahun. Itu pun di luar perkiraan saya. Saya pikir cuma enam-tujuh tahun. Tapi, ketika menghadapi bermacam krisis, seperti krisis keuangan 1997-1998, saya tak bisa lepas begitu saja seolah-olah melarikan diri. Itu sebabnya saya bersama mereka, kami berbicara, dan kami akhirnya bisa memulihkan keuangan Malaysia.

Ada yang melihat Anda seolah-olah ingin terus berkuasa....

Kalau saya ingin terus berkuasa, kenapa saya meletakkan jabatan? Mana ada diktator yang meletakkan jabatan dalam sejarah manusia. Diktator tak pernah melepaskan jabatan. Pada 2002, saya pikir cukuplah untuk 21 tahun. Saya pikir saya terlalu tua. Jadi sudah pantas berbagi kesempatan kepada generasi muda. Tapi saya diminta meneruskan satu tahun lagi.

Anda punya rencana pensiun dari politik?

Pada 2003, saya katakan saya hendak beristirahat. Tapi, dalam dua-tiga pekan saja saya meletakkan jabatan, apa yang tidak disukai rakyat terjadi: program-program dibatalkan. Saat Najib Razak menjadi perdana menteri, banyak masalah muncul: pencurian, korupsi, utang triliunan. Mereka minta saya kembali. Saya ingin menolaknya, tapi itu mengesankan saya tak bertanggung jawab, hanya memikirkan diri sendiri untuk beristirahat.

Anda masih terlihat segar pada usia 94 tahun. Ada resep makanan atau aktivitas khusus?

Tak ada resep khusus. Saya hanya tidak makan banyak. Saya tahu berat badan ini berdampak pada kesehatan. Kalau mengikuti nafsu makan banyak, kita jadi gemuk. Itu membebani jantung kita. Saya sudah dioperasi dua kali. Jadi saya tak akan membebani jantung saya. Karena itu, berat badan saya 62 kilogram selama 40 tahun, sampai sekarang. Selain itu, kalau kita tidak aktif, semuanya akan merosot. Kalau lebih banyak tidur, otot-otot kita akan lemah. Begitu juga pikiran kita. Kalau kita tidak menggunakannya untuk berpikir, berdebat, menulis, membaca, ia akan merosot.

2020-04-08 19:07:32

Najib Razak Malaysia Mahathir Mohamad

Wawancara 1/1

Sebelumnya Selanjutnya

Silahkan Login / Register untuk melanjutkan membaca artikel ini.
Anda akan mendapatkan 8 artikel gratis setelah Register.

Hubungi Kami :

Alamat : Gedung TEMPO, Jl. Palmerah Barat No.8, Jakarta Selatan, 12210

Informasi Langganan :

Email : cs@tempo.co.id

Telepon : 021 50805999 || Senin - Jumat : Pkl 09.00 - 18.00 WIB

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2525 | 0882-1023-2343 | 0887-1146-002 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Informasi Lainnya :

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2828 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Anda memiliki 3 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

8 artikel gratis setelah Register.