Sinyal Pasar 1/1

Sebelumnya Selanjutnya
text

Bahaya Utang di Tengah Gejolak Pasar

Pemerintah berencana menjual lagi obligasi senilai Rp 991,3 triliun. Mengapa pemerintah terus menambah utang di tengah inflasi?

i Bahaya Utang di Tengah Gejolak Pasar
Bahaya Utang di Tengah Gejolak Pasar
  • Inflasi membuat sejumlah bank sentral bersiap mengubah kebijakan ekonomi. .
  • Penggairah ekonomi mulai direm dengan menaikkan tingkat suku bunga.
  • Indonesia malah berencana menambah utang melalui penerbitan obligasi. .

MUSIM berganti, angin berubah. Inflasi yang meroket membuat kebijakan bank-bank sentral negara maju harus segera berganti arah. Stimulus penggairah ekonomi mulai direm. Pengurangan suntikan likuiditas atau tapering bakal berjalan lebih cepat. Suku bunga akan naik.

The Federal Reserve, yang dalam dua tahun terakhir paling agresif memberi stimulus, sudah memberi sinyal akan menaikkan bunga hingga tiga kali tahun depan. The Fed juga sudah mulai mem

...

Silahkan berlangganan untuk membaca keseluruhan artikel ini.

Mulai dari

Rp. 58.000*/Bulan

Akses tak terbatas di situs web dan mobile Tempo

Aplikasi Tempo Media di Android dan iPhone

Podcast, video dokumenter dan newsletter

Arsip semua berita Majalah Tempo sejak terbit 1971 dan Koran Tempo sejak edisi perdana 2001

Register di sini untuk mendapatkan 2 artikel premium gratis. Jika sudah berlangganan, silakan login


Reporter Yopie Hidayat


Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara | APBN Utang Pemerintah Obligasi Inflasi Indonesia The Fed

Sinyal Pasar 1/1

Sebelumnya Selanjutnya

Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.