Kolaborasi Todung Mulya Lubis dan Putrinya Menciptakan Lagu untuk Tenaga Medis - Pokok dan Tokoh - majalah.tempo.co | Situs Berita Online Indonesia - majalah.tempo.co

Pokok dan Tokoh 1/3

Sebelumnya Selanjutnya
text

Lagu untuk Tenaga Medis

Komposer musik Oriza Sativa Lubis menciptakan sebuah lagu untuk para tenaga medis yang menangani pandemi Covid-19. Ia berkolaborasi dengan ayahnya, Duta Besar Indonesia untuk Norwegia dan Islandia, Todung Mulya Lubis.

i Pencipta Lagu, Oriza Sativa Lubis saat sesi foto di kediamannya, Depok, Jawa Barat, Rabu, 26 Agustus 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis
Pencipta Lagu, Oriza Sativa Lubis saat sesi foto di kediamannya, Depok, Jawa Barat, Rabu, 26 Agustus 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

TERGERAK oleh perjuangan para tenaga medis dalam menangani pandemi Covid-19, komposer Oriza Sativa Lubis menciptakan lagu Untuk Kita Semua. Butuh waktu lima bulan bagi putri Duta Besar Indonesia untuk Norwegia dan Islandia, Todung Mulya Lubis, ini untuk menggarapnya. Lagu itu pertama kali diunggah di akun YouTube Kedutaan Besar Republik Indonesia di Oslo pada 7 Agustus lalu.

Beberapa sahabatnya yang menjadi tenaga medis turut menginspirasi dia menulis lagu itu. Ia tak dapat bertemu dengan teman-temannya itu sepulang dari sekolah musik selama tujuh tahun di Amerika Serikat. "Percampuran antara khawatir, ingin memberi semangat dan doa, serta rasa frustrasi saya terhadap pandemi ini," kata Oriza, 26 tahun, Rabu, 26 Agustus lalu.

Penciptaan lagu itu berawal dari diskusi dengan ayahnya di Oslo. Mereka antara lain membicarakan lirik lagu dan untuk siapa lagu dibuat. "Saya saat menulis lagu sangat mementingkan isi liriknya. Jadi pesan yang mau saya berikan seperti apa," ujarnya. Rampung dengan lirik, Oriza membuat musik dan akor dengan gitar dan merekamnya menggunakan telepon seluler.


Sebelum membuat rekaman demo lagu, Oriza lebih dulu mengirimkan sampel lagu itu kepada ayahnya. Begitu disetujui, ia menggarap rekaman demo lagu berikut aransemen dengan laptop dan mikrofon seadanya di rumahnya di Jakarta. Ia lantas mengirimkan demo lagu dan panduan vokal kepada staf kedutaan di Oslo untuk pengambilan rekaman suara. "Versi pertama ditolak Oriza. Dia merasa aransemen musiknya diubah dan dia marah, termasuk kepada saya, ha-ha-ha…," tutur Todung.

Dengan dibantu kenalannya di Amerika, Oriza memoles rekaman dari Oslo menjadi lagu. Todung dan staf kedutaan lalu membuat klip videonya di Oslo. "Untuk Kita Semua adalah lagu dengan lirik pertama saya setelah lulus," ucap Oriza.

Silahkan Login / Register untuk melanjutkan membaca artikel ini.
Anda akan mendapatkan 4 artikel gratis setelah Register.

2020-09-21 23:23:04

Covid-19 Todung Mulya Lubis Tenaga Medis Lirik Lagu

Pokok dan Tokoh 1/3

Sebelumnya Selanjutnya

Hubungi Kami :

Alamat : Gedung TEMPO, Jl. Palmerah Barat No.8, Jakarta Selatan, 12210

Informasi Langganan :

Email : cs@tempo.co.id

Telepon : 021 50805999 || Senin - Jumat : Pkl 09.00 - 18.00 WIB

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2525 | 0882-1023-2343 | 0887-1146-002 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Informasi Lainnya :

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2828 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.