Peristiwa 1/1

Sebelumnya Selanjutnya
text
i

MAYJEN TNI (Purn.) Imam Utomo terpilih (kembali) menjadi Gubernur Jawa Timur masa bakti 2003-2008. Dalam pemilihan di Gedung DPRD Jawa Timur, Surabaya, Kamis pekan lalu, berpasangan dengan Soenarjo sebagai calon wakil gubernur, Imam menang mutlak atas saingannya, pasangan Brigjen TNI (Purn.) Abdul Kahfi dan Ridwan Hisyam.

Imam-Soenarjo meraih 63 suara, sedangkan Kahfi-Ridwan mendapat 34 suara. Satu suara memilih abstain dan dua lainnya dinyatakan tidak sah karena membubuhkan tanda silang di dalam dan luar kotak kolom.

Dari peta kekuatan sebelumnya, perolehan suara ini di luar perhitungan. Imam, yang didukung 31 suara Fraksi PDIP dan 15 suara Fraksi Gabungan, diperkirakan hanya menang tipis, dengan catatan 10 suara Fraksi TNI-Polri memihak kepadanya. Namun ternyata suara yang diperoleh Imam lebih besar. Sedangkan suara untuk Kahfi-Ridwan, yang semula didukung 33 suara Fraksi PKB dan 11 suara Fraksi Partai Golkar, malah gembos menjadi 34.


Imam menyatakan, prioritas utamanya setelah terpilih kembali tak akan jauh dari paparan visi dan misi saat ia mencalonkan diri. Proyek besar yang akan ditanganinya adalah Jembatan Suramadu, Jalan Lintas Selatan, dan Gerakan Terpadu Pengentasan Kemiskinan. ”Harapan saya, teman-teman Dewan yang terkotak-kotak mulai saat ini bersatu untuk membangun Jawa Timur,” katanya.

162076414369

PKB tampak kecewa atas kekalahan pihaknya. Partai yang dilahirkan Nahdlatul Ulama ini menuduh Partai Golkar berkhianat atas kekalahan telak kubunya. ”Dengan Golkar koalisi gombal,” ucap Ketua Dewan Syuro Dewan Pimpinan Pusat PKB, K.H. Abdurrahman Wahid, saat ditemui di Hotel Somerset, Surabaya, seusai pemilihan.

Gus Dur Pecat Para ’Pembalelo’

KETUA Dewan Syuro Dewan Pimpinan Pusat PKB, K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), memecat Ketua PKB Lumajang, H. Hasan Said, dan beberapa rekannya. Alasannya, mereka dianggap mbalelo, melanggar garis kebijakan para pemimpin PKB di pusat. Dengan pemecatan itu, otomatis kendali PKB Lumajang akan dipegang pengurus caretaker pimpinan A.S. Hikam, Koordinator PKB Wilayah Jawa.

Pemecatan ketua dan pembekuan PKB Lumajang itu dibenarkan Misbahul Munir, Direktur Lembaga Pengkajian Strategis dan Kebijakan (LPSK) Lumajang. Hal itu diputuskan dalam rapat pleno DPP PKB, kata Misbahul kepada TEMPO, Kamis pekan lalu, ”Tinggal tunggu surat keputusan (SK) resmi.”

Hasan dinilai tidak mematuhi keputusan PKB pusat yang hanya merekomendasi H. Ahmad Munif sebagai calon bupati dari PKB dalam pemilihan Bupati Lumajang. Sebagai Ketua PKB Lumajang, Hasan bukan membela calon partainya, tapi malah merestui Ahmad Fauzie, calon tentangan Gus Dur.

Menanggapi hal itu, Hasan enggan berkomentar. Sekretaris FKB Hj. Nur Hidayati, yang juga terancam terpecat, malah balik bertanya mengenai alasan pemecatan. ”Kami sudah melakukan semuanya sesuai dengan prosedur partai, institusi DPRD, serta menyerap aspirasi warga PKB,” tuturnya. Dia mengaku tak begitu khawatir dengan kabar rencana pemecatan atau jatuhnya sanksi dari pemimpin pusat.

Pesawat Latih TNI-AU Jatuh

SATU pesawat latih TNI-AU jatuh di Waduk Jatiluhur, Parang Gombong, Purwakarta, Jawa Barat, sekitar pukul 12.20 WIB, Senin pekan kemarin. Pesawat jenis Marseti itu dalam penerbangan dari Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma ke Pangkalan Udara Suryadarma, Kalijati, Subang.

Kepala Kepolisian Resor Purwakarta AKBP Zainul Arifin di Purwakarta mengatakan, dalam kecelakaan itu tidak ada korban jiwa. Soalnya, kedua awaknya menyelamatkan diri dengan melompat ke perairan Waduk Jatiluhur.

Pesawat yang diduga jatuh akibat gangguan alam itu diawaki pilot Lettu (Pnb.) Anang Heru dan kopilot Lettu (Pnb.) Teones. Keduanya alumni Akademi TNI-AU (AAU) 1997. Mereka sudah dievakuasi dan dibawa ke Jakarta. Bangkai pesawat, yang langsung tenggelam di waduk, belum bisa diangkat.

Menurut Hari Widodo, Kepala Dinas Operasi Pangkalan Udara Suryadarma, pesawat mengalami ketidakseimbangan di ketinggian 1.500 meter dan langsung menukik. Namun, sesaat sebelum pesawat tercebur ke air waduk, Anang dan Teones melompat ke luar. Pesawat latih yang nahas itu adalah hibah Singapura untuk TNI-AU.

14 Anggota TNI Tersangka Kasus Penculikan

EMPAT belas anggota TNI resmi menjadi tersangka kasus penculikan di Desa Toyado, Maleilage, Poso, yang mengakibatkan dua warga sipil tewas. Dari 14 tersangka, dua di antaranya berpangkat letnan dua, sedangkan yang lainnya tamtama.

Demikian disampaikan Komandan Detasemen Polisi Militer Wirabuana VII/2 Palu, Mayor CPM Wempi Hapan, di Palu, Rabu pekan lalu. Berkas acara pemeriksaan ke-14 tersangka telah diserahkan ke oditur militer di Mahkamah Militer 17 Manado, Sulawesi Utara.

Menurut Wempi, ke-14 tersangka bisa dikenai ancaman tujuh tahun penjara. Namun ia belum berani memastikan apakah mereka akan dipecat dari kesatuannya. ”Itu tergantung hasil persidangan di Mahkamah Militer Manado nantinya,” katanya.

Kondisi Poso sendiri, setelah penembakan dan peledakan bom, mulai berangsur membaik. Kata Kepala Kepolisian Resor Poso, AKBP Budi Astono, pihaknya tengah mengejar pelaku, yang sudah diketahui identitasnya. Budi yakin, pelaku teror bom dan penembakan misterius itu bermaksud menciptakan suasana tak aman bagi masyarakat Poso, yang sebagian besar sudah kembali hidup berdampingan secara damai.

Mantan Pejabat Dominasi Pendaftaran DPD

SAMPAI batas akhir waktu pengambilan formulir anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara, Senin pekan lalu, tercatat 134 orang telah mengambil formulir pendaftaran.

”Kebanyakan mantan pejabat di Sumatera Utara,” ujar Ketua KPU Sum-Ut, Irham Buana Nasution, kepada TEMPO. Ia lalu menyebut nama mantan Gubernur Sum-Ut Raja Inal Siregar, mantan Wakil Gubernur Sum-Ut Lundu Panjaitan, mantan Wali Kota Tanjung Balai Bachtanizar Lubis, mantan Wali Kota Tebing Tinggi Hj. Rohani Darus, mantan Bupati Tapanuli Selatan, dan lainnya.

Karena hanya ada empat kursi, persaingan di antara mereka akan sangat ketat. Waktu pendaftaran atau pengembalian formulir adalah 15 Juli hingga 8 September 2003.

Dijelaskan oleh Irham Buana, pegawai negeri sipil yang ingin mencalonkan diri harus mundur lebih dulu dari statusnya sebagai pegawai negeri. Namun persyaratan yang cukup berat adalah calon harus menunjukkan 4.000 tanda tangan sebagai bentuk dukungan, disertai fotokopi para peneken. Jumlah tersebut minimal berasal dari lima daerah tingkat dua.

Pelepasan Satgas TNI ke Kongo

PANGLIMA TNI Jenderal Endriartono Sutarto secara resmi melepas satuan tugas dari Kompi Zeni Konga XX-A Monuc (pasukan PBB) yang akan bertugas memelihara perdamaian di Republik Demokratik Kongo. Pelepasan tersebut dilaksanakan di Yon Zikon 13, Lenteng Agung, Jakarta, Jumat pekan kemarin.

Endriartono berharap para personel TNI yang dikirim ke Kongo tetap menjaga nama baik korps. ”Saya tidak ingin mendengar ada yang melakukan tindak indisipliner militer,” katanya. Acara pelepasan dihadiri wakil ketiga kepala staf angkatan, Sekretaris Jenderal Departemen Pertahanan, serta pejabat Markas Besar TNI.

TNI telah berkali-kali bertugas sebagai pasukan perdamaian PBB, di bawah predikat ”Kontingen Garuda”. Kontingen Garuda XX-A Monuc akan bertugas sekitar satu tahun. Kompi zeni pimpinan Mayor CZI Ahmad Faizal ini beranggotakan 175 personel yang terdiri atas 141 prajurit TNI-AD, 32 dari TNI-AL, dan 2 anggota TNI-AU.

Gunung Soputan Meletus

GUNUNG Soputan di Minahasa, Sulawesi Utara, meletus pada pukul 7 pagi, Jumat pekan lalu. Gunung bertinggi 1.783 meter ini memuntahkan lava dan abu setinggi dua kilometer sejauh empat kilometer. Status pun ditingkatkan ke level 3 (siaga).

Sekitar satu setengah jam setelah Soputan meleduk, hujan abu yang terbawa angin ke arah utara mulai menyelimuti Kota Manado dan sekitarnya. Akibatnya, beberapa warga mulai mengenakan masker. ”Tanaman di kaki gunung di Kecamatan Langowan dan Kawangkoan mulai hangus terbakar terkena lahar panas,” kata Jemmy Runtuwene, petugas di pos pengamat Gunung Lokon dari Direktorat Vulkanologi.

Tanda-tanda Soputan akan meletus mulai terdeteksi dua hari sebelumnya. Kegiatan vulkanis ini terlihat meningkat, berupa asap dan sinar api di punggung gunung.

Tewasnya Presiden Direktur PT Asaba

Aksi kekerasan kembali menimpa jajaran direksi PT Asaba (Aneka Sakti Bakti). Presiden direktur perusahaan ini, Budi Harto Angsono, Sabtu pagi pekan lalu tewas ditembak dua orang tak dikenal di halaman parkir Gedung Sasana Krida (Gedung Olahraga Pluit), Penjaringan, Jakarta Utara. Selain Angsono, pengawal pribadinya, Serda TNI Edi Siyep, anggota Grup V Kopassus, Cijantung, ikut meregang nyawa. Rencananya, pagi itu Angsono hendak berolahraga bersama teman-temannya.

Atek, 46 tahun, saksi yang sehari-hari bekerja sebagai petugas cleaning service di Sasana Krida, mengaku mendengar teriakan dari sopir dan teman Angsono beberapa saat setelah penembakan. Kedua korban ditemukan terkapar dengan kepala bersimbah darah. Siyep telentang di dekat pintu mobil korban, Mercy biru tua S-600 nomor B-899. Di pinggangnya terselip sebuah pistol. Sedangkan tubuh Angsono dalam posisi miring sekitar 10 meter dari Siyep.

Kepala Satuan Reserse Kepolisian Resor Jakarta Utara, Andap Budhi Revianto, sudah memeriksa empat saksi untuk mengungkap kasus tersebut. Cuma, mengenai hasil penyelidikan, termasuk motif dan pelaku di balik penembakan itu, ”Kita masih terus melakukan pendalaman,” katanya.

Penembakan Angsono bukan penembakan pertama yang menimpa jajaran direksi PT Asaba, perusahaan penyuplai mesin fotokopi, peralatan kantor, dan komputer. Awal Juni lalu, Direktur Keuangan PT Asaba, Paulus Tedjakusuma ditembak di Jalan Angkasa, Kemayoran, Jakarta Pusat. Nyawanya bisa diselamatkan, tapi motif penembakan itu tetap suatu misteri.

Cahyo Junaedy, Adi Mawardi, Kukuh S. Wibowo, Mahbub Djunaidy, Dwi Wiyana, TNR


Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=162076414369



Peristiwa 1/1

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.