Opini 4/4

Sebelumnya Selanjutnya
text

Kelompok MIT Bukan Urusan Prajurit

Tak perlu pengerahan besar-besaran ke Sulawesi Tengah. Pembunuhan oleh kelompok MIT semestinya ditangani kepolisian.

i Kelompok MIT Bukan Urusan Prajurit
Kelompok MIT Bukan Urusan Prajurit

ENTAH manusia jenis apa anggota kelompok yang menamakan diri Mujahidin Indonesia Timur atau MIT. Mereka membunuhi petani di pinggiran hutan Sulawesi Selatan secara acak, tanpa memandang suku ataupun agama korbannya.

Menurut catatan Institut Mosintiwu, organisasi kemasyarakatan untuk perdamaian di Poso dan sekitarnya, MIT setidaknya empat kali membunuh secara keji di wilayah itu sepanjang Januari-November 2020. Korbannya beragama Islam, Kristen, dan Hindu. Persamaannya, mereka semua petani.

Kebiadaban terakhir kelompok MIT yang, menurut kepolisian, dipimpin Ali Ahmad alias Ali Kalora dilakukan pada 27 November. Kelompok itu membakar tujuh rumah—satu di antaranya biasa digunakan untuk tempat beribadah jemaat Gereja Bala Keselamatan. Empat orang tewas dalam kekerasan ini.


MIT disebut-sebut telah bergerilya selama delapan tahun di hutan dan perdesaan Kabupaten Poso, Kabupaten Parigi Moutong, dan Kabupaten Sigi yang saling berbatasan. Konflik berdarah antar-penganut agama membakar kawasan itu, terutama Poso dan Sigi, pada 1998-2001. Masyarakat umum pun segera mengaitkan kejahatan MIT pada 27 November dengan sejarah kelam tersebut. Namun, melihat hasil riset Institut Mosintiwu, kejahatan kelompok itu kelihatannya tidak menyasar kepada satu kelompok agama tertentu.

161893622547

Tetap eksisnya MIT selama bertahun-tahun di wilayah itu sebenarnya cukup mengherankan. Sebab, sejak Januari 2016, pemerintah telah mengerahkan anggota Tentara Nasional Indonesia bersama kepolisian dalam Satuan Tugas Tinombala. Anggotanya terdiri atas 3.000-an personel Brigade Mobil Kepolisian, Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, Marinir, Raider, dan Komando Pasukan Khusus.

Satgas Tinombala menembak mati Santoso, pemimpin MIT sebelum Ali Kora, pada 2016. Aparat keamanan mengklaim, setelah tewasnya Santoso, anggota MIT makin berkurang. Meski begitu, Operasi Tinombala justru terus diperpanjang. Menurut catatan Institut Mosintuwu, penduduk sering kali menjadi korban salah tembak aparat keamanan. Setidaknya tiga petani menjadi korban sepanjang 2020 ini.

Masyarakat dalam posisi terjepit. Mereka takut dicap sebagai “banpol” atau bantuan polisi oleh kelompok MIT. Pada saat yang sama, mereka khawatir dituduh aparat keamanan sebagai bagian dari MIT. Walhasil, mereka meninggalkan tempat tinggal dan lahan yang mereka garap. Merekalah korban terbesar dari kejahatan kelompok MIT, yang diikuti pengerahan besar-besaran aparat keamanan.

Pemerintah sebaiknya mengevaluasi pengerahan pasukan ke Sulawesi Tengah itu. Apalagi setelah kegagalan mereka dalam melindungi penduduk, yang ditandai oleh serangan demi serangan oleh kelompok MIT sepanjang tahun ini. Penambahan jumlah tentara ke wilayah itu sebaiknya tidak diteruskan.

Pelibatan tentara dalam penanganan terorisme semestinya belum bisa sepenuhnya dijalankan. Undang-Undang TNI memang mengatur adanya operasi militer selain perang, yang bisa ditafsirkan termasuk antiterorisme. Operasi semacam itu harus mendapat persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat. Undang-Undang Antiterorisme juga membuka keterlibatan tentara dalam perang melawan terorisme. Namun rancangan peraturan presiden untuk melaksanakannya kini sedang dibahas di Dewan.

Walhasil, tentara semestinya hanya bisa beroperasi di bawah komando kepolisian. Keberadaan pasukan tentara pun semestinya tidak tetap—seperti yang terjadi dalam Operasi Tinombala—melainkan bergantung pada situasi di lapangan. Artinya, pengerahan tentara hanya bisa dilakukan pada situasi ketika kepolisian berpotensi tak lagi mampu menanganinya.

Serangkaian pembunuhan petani di Sigi oleh kelompok MIT belum masuk kategori itu. Karena itu, kepolisian seharusnya berusaha lebih keras menangkap para pelaku pembunuhan.


Reporter Tempo - profile - https://majalah.tempo.co/profile/tempo?tempo=161893622547


Terorisme

Opini 4/4

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.