Harga Mahal Pemain Cedera - Olahraga - majalah.tempo.co

Olahraga 1/1

Sebelumnya Selanjutnya
text

Harga Mahal Pemain Cedera


Cedera membawa dampak serius pada kondisi fisik dan psikis pemain. Klub ikut merugi karena tetap mengeluarkan ongkos ketika pemainnya tak bisa bermain.

Edisi : 16 November 2019
i Gelandang Everton, André Gomes (berkostum biru), dilanggar pemain Tottenham Hotspur, Son Heung-min, dalam laga lanjutan. REUTERS/Andrew Yates
Gelandang Everton, André Gomes (berkostum biru), dilanggar pemain Tottenham Hotspur, Son Heung-min, dalam laga lanjutan. REUTERS/Andrew Yates

AKSI penyerang Tottenham Hots-pur, Son Heung-min, men---jegal pengatur serangan Everton, André Gomes, ber--akhir tragis. Dalam pertan-dingan Liga Primer Inggris yang digelar di markas Everton, Goodison Park, Ahad, 3 November lalu, pergelangan kaki kanan Gomes cedera parah. Pertandingan yang sem--pat dihentikan lebih dari 10 menit agar Gomes bisa dievakuasi itu berakhir imbang 1-1.

Gomes harus menjalani operasi untuk memperbaiki pergelangan kakinya yang terpuntir. Manajemen Everton, seperti dilapor--kan situs Goal pada Selasa, 12 Novem-ber lalu, menyatakan operasi berlangsung sukses. “Dia masih harus menjalani pera-watan di rumah sakit dan proses rehabi-litasi dengan tim medis klub, tapi pasti akan pulih,” demikian pernyataan klub yang ber-basis di Liverpool itu.

Manajer Everton Marco Silva juga menyam-pai-kan terima kasih atas simpati yang diberikan untuk Gomes. Kepedihan akibat kecelakaan di Goodison Park itu masih menyelimuti tim Everton. Namun Silva yakin Gomes dan para pemain lain bisa menga-tasi tekanan tersebut. “Dia akan menjadi lebih kuat sebagai pemain sepak bola dan seorang manusia,” katanya seper-ti dilaporkan Telegraph.

Gomes baru lima bulan menjadi anggota permanen Everton setelah berstatus pinjaman. Dia melepas seragam Barcelona sesudah meneken kontrak senilai 22 juta pound sterling atau sekitar Rp 400 miliar untuk lima tahun. Diperkirakan butuh waktu enam bulan hingga satu tahun untuk menyembuhkan cederanya. “Terima kasih atas dukungan yang kalian berikan,” ucap Gomes dalam video yang diunggahnya di Internet empat hari setelah insiden. 


Cedera, dari yang ringan hingga parah seperti yang dialami Gomes, menjadi risiko yang selalu membayangi pemain sepak bola. Menurut dokter spesialis kedok-ter-an olahraga Michael Triangto, waktu pemulihan tergantung kondisi cedera. Makin luas area cedera, waktu penyem-buhan makin lama. “Apalagi jika sampai melibatkan operasi,” tuturnya pada Rabu, 13 November lalu.

Michael mengatakan pemulihan cedera harus dilakukan bertahap. Hilangnya rasa sakit tidak berarti cedera telah pulih benar. Bagian tubuh yang cedera mungkin belum bisa berkontraksi dengan baik dan kekuat-an otot masih lemah. “Perlu waktu untuk latihan fisik, apalagi kemampuan atlet setelah cedera biasanya menurun,” ujarnya.

Sementara Gomes memulihkan luka fisiknya, Son bergulat dengan tekanan psiko-logis. Pemain asal Korea Selatan itu terkesiap melihat Gomes terkapar dan meraung kesakitan di atas rumput. Dia bahkan menangis, sampai harus ditenang-kan rekan-rekannya dan asisten pelatih Miguel D’Agostino.

Cedera bisa membuat kondisi psikis pemain turut tertekan. Mereka mengalami trauma yang bisa mendatangkan kerugi-an besar, dari kerusakan fisik hingga kehilang-an kesempatan bermain dalam waktu panjang. “Mereka yang melihat pemain lain cedera juga berisiko mengalami stres,” kata Michael.

Dalam kondisi itu, menurut Michael, pemain perlu menjalani program latihan di bawah pengawasan dokter yang bisa memperkuat rasa percaya diri. Program itu bisa berisi gerakan olahraga yang menye-rupai kondisi ketika cedera terjadi sehingga pemain bisa mengantisipasinya. “Diulang terus sampai memicu refleks yang baik dan percaya dirinya muncul,” ujarnya.

Dokter spesialis kedokteran olahraga Irfanuddin mengatakan kebiasaan men-jadi pusat perhatian dan andalan tim bisa memaksa atlet mengingkari kenyataan cedera-nya. “Ngotot tetap bertanding pada-hal harus setop untuk pemulihan dulu,” ucap dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya itu.

Irfanuddin mengatakan pemain juga bisa marah, bahkan mengalami depresi, jika cedera itu mengancam kariernya. Karena itu, diperlukan dokter dan psiko-log untuk memantau kondisi pemain. Fase marah atau depresi ini tidak boleh dibiar-kan terlalu lama. “Proses pemulihan dengan pendekatan fisik dan psikis harus dilakukan agar semangat atlet bangkit dan bisa berlatih normal,” tuturnya.

Selain ditakuti pemain, cedera menjadi ancaman bagi klub. Pasalnya, kualitas permain-an tim bisa merosot saat pemain yang cedera harus absen lama. Sementara itu, klub tetap mengeluarkan biaya operasio-nal, gaji pemain, dan ongkos tambahan untuk pemulihan cedera pemain.

Laporan Football Index Injury menun-jukkan sebanyak 764 cedera menimpa pemain Liga Primer Inggris sepanjang musim kompetisi 2018/2019. Jumlah cedera itu naik 15 persen dibanding musim sebelum-nya sekaligus menjadi yang terbanyak dalam delapan tahun terakhir.

Ongkos kerugian gara-gara pemain cedera mencapai 221 juta pound sterling atau sekitar Rp 3,9 triliun. Jumlah ini 3 persen lebih tinggi dibanding pada musim kompetisi 2017/2018. Setiap klub bisa menge-luarkan biaya hingga 290 ribu pound sterling (sekitar Rp 5,2 miliar) untuk setiap pemain yang cedera.

Menariknya, enam tim papan atas Liga Primer yang berisi pemain top justru paling banyak dilanda cedera. Mereka juga rugi besar karena gaji para pemainnya tinggi. Manchester City menjadi klub yang paling banyak menanggung rugi, yakni hingga 26,3 juta pound sterling (sekitar Rp 477 miliar), dari 44 kasus cedera yang mendera pemainnya.

GABRIEL WAHYU TITIYOGA (TELEGRAPH, FORBES, TALKSPORT, AS)


 

SEPAK bola tergolong olah­raga yang membutuhkan kekuatan dan kecepatan fisik. Karena itu, risiko cedera dalam sepak bola lebih tinggi.

Patah tulang
Gerakan ekstrem dan benturan menambah risiko cedera ini. Sulit sembuh tanpa menjalani bedah ortopedi. Durasi pemulihan berbeda, tergantung lokasi dan tingkat keparahan. Umumnya butuh delapan pekan untuk sembuh. Setelahnya, pemain harus menjalani fisioterapi bertahap untuk memulihkan kekuatan otot.

Gegar otak
Kepala pemain sepak bola rentan cedera akibat menyundul bola atau bertumbukan dengan pemain lain. Gejalanya bervariasi, dari pusing, mual atau muntah, gangguan keseimbangan, hingga hilang kesadaran.

Cedera lutut
Berlari cepat, berbelok mendadak, dan melompat memberi tekanan besar pada lutut. Kerusakan pada anterior cruciate ligament yang berada di tengah lutut sering dialami pemain. Pemulihan cedera ini membutuhkan tindakan operasi. Masa pemulihan dan terapi fisik berkisar 6-12 bulan.

Cedera meniskus
Meniskus adalah tulang rawan yang menjadi bantalan di antara tulang paha dan tulang kering. Meniskus bisa rusak saat pemain melakukan manuver gerakan atau lompatan ekstrem. Pemulihan cedera ini membutuhkan tindakan operasi.

Cedera hamstring
Kerusakan pada hamstring atau otot di bagian paha belakang akibat aktivitas berlari cepat. Cedera hamstring memiliki tingkat risiko kambuh tinggi. Atlet yang menderita cedera ini membutuhkan waktu dua-enam pekan untuk pulih. 

Keseleo pergelangan kaki
Cedera yang paling sering dialami pemain. Kerusakan ligamen di pergelangan kaki ini bisa membuat pemain absen bermain hingga lebih dari dua bulan. Jarang sekali berakhir di meja operasi. Biasanya dirawat menggunakan kompres es, bebat, dan terapi fisik untuk pemulihan.

SUMBER: SPORT HEALTH, NCAA, BLEACHER REPORT
2020-04-05 12:12:58


Olahraga 1/1

Sebelumnya Selanjutnya

Silahkan Login / Register untuk melanjutkan membaca artikel ini.
Anda akan mendapatkan 8 artikel gratis setelah Register.

Hubungi Kami :

Alamat : Gedung TEMPO, Jl. Palmerah Barat No.8, Jakarta Selatan, 12210

Informasi Langganan :

Email : cs@tempo.co.id

Telepon : 021 50805999 || Senin - Jumat : Pkl 09.00 - 18.00 WIB

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2525 | 0882-1023-2343 | 0887-1146-002 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Informasi Lainnya :

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2828 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Anda memiliki 3 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

8 artikel gratis setelah Register.