Obituari 1/1

Sebelumnya Selanjutnya
text

Berpikir Saja Seharusnya Cukup

Radhar Panca Dahana konsisten menghadirkan posisi "budayawan" di tengah masyarakat yang ia yakini kurang menghargai kebudayaan.

i Sastrawan Radhar Panca Dahana dan sejumlah seniman yang tergabung dalam Forum Seniman Peduli TIM melakukan aksi teatrikal di reruntuhan bongkaran Gedung Graha Bhakti Budaya (GBB), Taman Ismail Marzuki, Jakarta 14 Februari 2020. TEMPO/Nurdiansah
Sastrawan Radhar Panca Dahana dan sejumlah seniman yang tergabung dalam Forum Seniman Peduli TIM melakukan aksi teatrikal di reruntuhan bongkaran Gedung Graha Bhakti Budaya (GBB), Taman Ismail Marzuki, Jakarta 14 Februari 2020. TEMPO/Nurdiansah
  • Radhar Panca Dahana menjadikan teater sebagai paradigma untuk membedah gejala sosial-politik di Indonesia, sekaligus sebagai tawaran filosofis. .
  • Radhar selalu menggugat ekosistem kebudayaan Indonesia yang baginya sama sekali tak punya keberpihakan pada kegiatan berpikir dan kecendekiaan, dan hanya berpihak pada infrastruktur fisik, ekonomi-bisnis, serta investasi. 
  • Bagi Radhar, dalam kata “budayawan” ada unsur luhung penyair-filosof yang terjalin erat dengan unsur aktivisme. .

RADHAR Panca Dahana adalah lelaki berperawakan kecil yang mampu mengisi penuh ruangan besar. Tatapan matanya tajam. Suaranya bulat dan lantang. Artikulasi jelas, setiap huruf dan kata selalu jernih terdengar, kecuali dalam beberapa videonya setahun terakhir, ketika penyakitnya tampak lebih mendera daripada biasanya. Kalimat-kalimatnya runut, diksinya sering canggih, diucapkan dengan intonasi terjaga—bisa dengan tekanan dramatis di sana-sini

...

Reporter Tempo - profile - https://majalah.tempo.co/profile/tempo?tempo=163283678299


Radhar Panca Dahana Obituari Budaya Dewan Kesenian Jakarta

Obituari 1/1

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.