Lingkungan 1/1

Sebelumnya Selanjutnya
text

Hilang Mangrove karena Garam

Masyarakat adat Wewiku di Malaka, Nusa Tenggara Timur, menolak pembangunan ladang garam industri karena dianggap merusak wilayah pesisir. Hutan mangrove dan gebang hilang.

i Lahan garam di Desa Rabasa, Malaka, Nusa Tenggara Timur. Tempo/Jhon Seo
Lahan garam di Desa Rabasa, Malaka, Nusa Tenggara Timur. Tempo/Jhon Seo

JEFRIDUS Tahu Bria berdiri di pinggir tambak ikan bandeng miliknya di Desa Badarai, Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur. Sekitar 350 meter dari tempatnya berdiri, terbentang lahan urukan yang bakal menjadi ladang garam industri milik PT Inti Daya Kencana. Tak ada satu pun tegakan pohon yang menghalangi pandangan Jefridus ke arah Laut Timor di pesisir selatan pulau itu. “Padahal setahun lalu masih ada hutan gebang dan man

...

Reporter Dody Hidayat - profile - https://majalah.tempo.co/profile/dody-hidayat?dody-hidayat=163250062821


Lingkungan Hidup

Lingkungan 1/1

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.