Model Bisnis Baru Setelah Covid-19: Digitalisasi - Laporan Utama - majalah.tempo.co | Situs Berita Online Indonesia - majalah.tempo.co

Laporan Utama 2/8

Sebelumnya Selanjutnya
text

Laku Digital Mengail Cuan

Pendekatan digital dinilai merupakan kunci berbisnis pada era normal baru. Perbankan dianggap paling siap.

i Wakil Direktur Utama BNI Anggoro Eko Cahyo (kiri) berbincang dengan nasabah yang menggunakan Pelayanan Pembukaan Rekening BNI secara Digital (BNI Sonic) dan Aplikasi BNI Mobile Banking di Kantor BNI Cabang Rawamangun, Jakarta, 26 Mei lalu./ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
Wakil Direktur Utama BNI Anggoro Eko Cahyo (kiri) berbincang dengan nasabah yang menggunakan Pelayanan Pembukaan Rekening BNI secara Digital (BNI Sonic) dan Aplikasi BNI Mobile Banking di Kantor BNI Cabang Rawamangun, Jakarta, 26 Mei lalu./ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
  • Pandemi Covid-19 memaksa industri dan pelaku bisnis mengatur ulang rencana bisnis mereka.
  • Pemanfaatan teknologi digital menjadi kunci bisnis di era normal baru.
  • Perbankan menggandeng marketplace seperti Tokopedia, Shopee, dan Bukalapak untuk menyediakan modal bagi pelapak.

MENGGELAR lapak online sejak awal tahun ini, Savitri Amir merasakan asyiknya berdagang. Kerudung-kerudungnya yang dijajakan di dua pasar daring terbesar nasional, Tokopedia dan Shopee, diminati pembeli. Lima bulan berjalan, omzetnya sudah jutaan rupiah per bulan. Ia berpikir untuk memperbesar usahanya, tapi modalnya cekak. “Selama ini saya pakai modal sendiri,” kata ibu dua anak itu ketika dihubungi pada Jumat, 29 Mei lalu.

Baru belakangan Savitri tahu, pasar tempatnya berjualan tersebut bekerja sama dengan bank untuk menyediakan modal bagi pedagang. Savitri melihat peluang. “Siapa tahu bisa buat ngembangin usaha,” ujarnya.

Salah satu bank tersebut adalah Bank Rakyat Indonesia. Sejak pertengahan Mei lalu, bank terbesar nasional ini mulai merambah pasar online dengan menyediakan modal kerja bagi pedagang daring, ceruk bisnis yang semula digarap perusahaan rintisan (startup) teknologi finansial. Pada tahap awal, BRI berkongsi dengan Shopee dan Grab. “Tahap selanjutnya, BRI akan bekerja sama juga dengan Tokopedia dan Gojek,” tutur Direktur Utama BRI Sunarso pada pertengahan Mei lalu.


Saat meluncurkan Kredit Usaha Rakyat Digital—begitu BRI menyebut programnya—Sunarso mengatakan langkah itu bagian dari terobosan perusahaan dalam menyalurkan kredit. BRI menyusul gerak Bank Mandiri, yang terjun lebih dulu mendanai pedagang online sejak Februari lalu.

Pelaku industri keuangan sudah lama meyakini inovasi digital akan menjadi kunci bisnis sektor ini. Mereka menyiapkan strategi, terutama dalam menggunakan teknologi digital sebagai alat bantu transaksi. Pandemi virus corona meringkas waktu rencana penerapannya. Bukan hanya sebagai alat bantu transaksi, teknologi digital juga menjadi model bisnis baru.

 

•••

MENTERI Keuangan Sri Mulyani menjabarkan desain pemulihan ekonomi nasional yang dihantam pandemi pada 18 Mei lalu lewat konferensi virtual. Pada kuartal ketiga atau mulai Juli 2020, pemerintah memprediksi perekonomian kembali bergeliat seiring dengan pelonggaran pembatasan sosial berskala besar. Pada saat bersamaan, pemerintah memperluas stimulus ekonomi untuk mengerek konsumsi kelas menengah. Salah satunya dengan menebar kupon diskon makan dan perjalanan lewat aplikasi. Lalu, pada kuartal keempat, pemerintah berharap angka pengangguran dan tingkat kemiskinan yang naik gara-gara Covid-19 mulai membaik.

Sementara pemerintah menebar stimulus dan mengatur protokol kesehatan di era normal baru (new normal), industri bersiap-siap berbisnis dengan cara anyar. Sejumlah firma konsultan manajemen menganalisis, bisnis akan bertumpu pada penggunaan teknologi digital. Menurut Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro, selain perusahaan teknologi, yang paling siap beradaptasi dengan penggunaan teknologi digital di era normal baru di Indonesia adalah industri keuangan, seperti perbankan. Sebab, Asmoro menjelaskan, selama ini arah pengembangan bisnis perbankan telah menuju era digital. “Momen Covid-19 ini mempercepat ke arah sana,” kata Asmoro pada Kamis, 28 Mei lalu.

Perbankan, terutama bank-bank besar yang punya dana jumbo untuk belanja teknologi, Asmoro melanjutkan, terlihat menikmati keunggulan layanan digital mereka di tengah pandemi. Memang, layanan digital itu akan mengendur setelah vaksin Covid-19 ditemukan. “Tapi ke depan digital tetap akan jadi andalan perbankan,” ujarnya. “Hanya di daerah-daerah terpencil layanan tatap muka tetap diperlukan.”

Strategi bank mengandalkan layanan digital selama pandemi tecermin dari peningkatan lalu lintas transaksi. Pertumbuhan transaksi digital Bank Negara Indonesia pada kuartal pertama 2020 meningkat 31 persen dibanding periode yang sama 2019. Pertumbuhan transaksi di BNI Mobile Banking bahkan mencapai 84,4 persen dibanding kuartal pertama 2019, menjadi 63 juta transaksi dengan nilai Rp 103,4 triliun. Kenaikan penggunaan layanan digital juga tercatat di kalangan nasabah korporasi dengan volume transaksi di BNI Direct pada kuartal pertama 2020 naik 55 persen ketimbang periode yang sama 2019.

Di BRI, transaksi nasabah pada Maret 2020 lewat Internet banking ataupun BRI Mobile meningkat 61 persen dibanding Januari 2020. Adapun di Bank Mandiri, jumlah transaksi finansial lewat platform digital mencapai 393 juta sepanjang kuartal pertama 2020. “Ke depan, interaksi nasabah dan bank akan menurun. Karena itu, perbankan harus terus mengembangkan teknologi digital mengikuti keinginan nasabah,” ucap Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar dalam acara Ngobrol Tempo pada Jumat, 29 Mei lalu.

Kenaikan transaksi digital juga terjadi di bank swasta. Bank Central Asia, misalnya, mengalami pertumbuhan transaksi mobile banking hingga 91 persen secara year on year atau sebanyak 1,286 miliar transaksi pada kuartal pertama 2020. Transaksi Internet banking juga naik 24 persen menjadi 740 juta transaksi. “Sekitar 98 persen transaksi perbankan di BCA kini telah menggunakan layanan digital banking,” tutur Executive Vice President of Secretariat and Corporate Communication BCA Hera F. Haryn, Kamis, 28 Mei lalu. 

 

•••

SEBELUM pandemi, platform digital lebih banyak digunakan sebagai alat bantu layanan perbankan. Sekarang, platform tersebut menjadi fondasi baru bisnis perbankan. Perubahan itu bisa dilihat dari keputusan BRI terjun ke bisnis kredit usaha rakyat (KUR) digital untuk mendanai para pelapak di Shopee dan Grab. “Inisiatif ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat mengakses pembiayaan KUR serta meningkatkan penyerapan KUR sehingga membantu usaha mikro, kecil, dan menengah terus bertahan di masa pandemi,” kata Direktur Utama BRI Sunarso.

Kredit Usaha Rakyat Digital merupakan langkah lanjutan BRI dalam menggeser cara bisnisnya ke alam digital. Pada Desember tahun lalu, BRI meluncurkan platform pinjaman online Ceria yang bisa digunakan untuk bertransaksi di Tokopedia, Panorama JTB, dan Dinomarket. Peluncuran Ceria hanya berselang tiga bulan setelah BRI bersama Traveloka meluncurkan PayLater Card, layanan “belanja sekarang bayar kemudian” seperti Ceria.

Dalam waktu dekat, BRI juga bersiap meluncurkan Web Pasar, platform yang memfasilitasi pedagang pasar tradisional berjualan lewat dunia maya. Kantor bank yang paling dekat dengan pasar akan ditambah fungsinya sebagai tempat pengumpulan barang belanjaan konsumen yang kemudian akan diantar oleh penyedia jasa pengiriman. “Sampai September nanti, semoga sudah ada 5.000 pasar yang masuk ekosistem ini,” tutur Direktur Bisnis Mikro BRI Supari, Kamis, 28 Mei lalu.

Bank Mandiri bergerak lebih dulu. Mandiri menyediakan layanan kredit modal kerja di marketplace sejak Februari lalu, yang mereka sebut Kredit Usaha Mikro, dengan menggandeng Tokopedia dan Bukalapak. Targetnya menyalurkan kredit hingga Rp 1 triliun kepada pedagang online. “Sejalan dengan rencana lima tahun ke depan, kami akan mendukung UMKM secara besar-besaran di digital,” kata Direktur Utama Mandiri Royke Tumilaar.

KHAIRUL ANAM

2020-07-09 06:10:33

New Normal | Normal Baru Covid-19 BRI BCA Bank BNI Bank Mandiri

Laporan Utama 2/8

Sebelumnya Selanjutnya

Silahkan Login / Register untuk melanjutkan membaca artikel ini.
Anda akan mendapatkan 8 artikel gratis setelah Register.

Hubungi Kami :

Alamat : Gedung TEMPO, Jl. Palmerah Barat No.8, Jakarta Selatan, 12210

Informasi Langganan :

Email : cs@tempo.co.id

Telepon : 021 50805999 || Senin - Jumat : Pkl 09.00 - 18.00 WIB

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2525 | 0882-1023-2343 | 0887-1146-002 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Informasi Lainnya :

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2828 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Anda memiliki 3 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

8 artikel gratis setelah Register.