Setiap pekan, Laporan Utama Majalah Tempo mengangkat berbagai topik terkini dengan mendalam dan investigatif.
Jadilah pelanggan kami untuk mendapat akses pada konten bermutu. Untuk Publik, untuk Republik.

Laporan Utama 10/24

Sebelumnya Selanjutnya
text

Garis Politik Sang Jenderal

DIA sudah terikat sumpah: haram menyerah bagi tentara. Karena ikrar inilah Soedirman menolak bujukan Sukarno untuk berdiam di Yogyakarta tatkala bom menghujani kota itu. Ia memilih jalan gerilya, perang rakyat yang dikumandangkan untuk menghadapi agresi militer Belanda yang kedua kalinya. Sikap politik yang kerap membuatnya berseberangan dengan Sjahrir, Amir Sjarifoeddin, bahkan Sukarno-Hatta ini terbuhul sejak Indonesia menyatakan kemerdekaannya. Ada saatnya juga ketika dia bisa begitu rapat dengan Tan Malaka.

i

Panglima di Simpang Kudeta
Kedekatan dengan Tan Malaka dan tokoh antidiplomasi dengan penjajah sempat membuat Soedirman dituduh merancang kudeta.

Surat itu diterima pada siang hari, saat Soedirman bersiap meninggalkan Loji Gandrung, rumahnya di Solo, Jawa Tengah. Dibawa dengan penga-walan khusus dari Yogyakarta ke Solo oleh Brigade 29 pimpinan Kolonel Dahlan, surat itu diteken Menteri Pertahanan Amir Sjarifoeddin.

Kurir meminta Jenderal Soedirm

...

Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=161832944092



Laporan Utama 10/24

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.