Laporan Khusus 1/11

Selanjutnya
text

Tafakur di Balik Terungku

Empat lembaga pemasyarakatan mengutamakan pendekatan keagamaan untuk merehabilitasi narapidana kasus narkotik. Rehabilitasi juga menjadi kunci untuk mengurangi jumlah penghuni penjara. Pemidanaan kasus narkotik idealnya hanya diterapkan terhadap para bandar dan pengedar.

i Warga binaan Lapas Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang, usai membaca Al Quran , Senin, 3 Mei 2021. TEMPO/Yogi Eka Sahputra
Warga binaan Lapas Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang, usai membaca Al Quran , Senin, 3 Mei 2021. TEMPO/Yogi Eka Sahputra
  • Lembaga pemasyarakatan memanfaatkan suasana Ramadan untuk menggiatkan program rehabilitasi narapidana narkotik. .
  • Pengguna narkotik hendaknya dianggap sebagai korban, bukan pelaku kriminal.
  • Masih ada bandar narkotik yang mengendalikan jaringan dari balik jeruji. .

DI bawah langit mendung, puluhan sajadah menyelimuti pelataran Masjid Al-Ikhsan di kompleks Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Sungguminasa di Gowa, Sulawesi Selatan, pada Selasa, 4 Mei lalu. Belasan alas salat lain membentang di selasar ruang tahanan. Para narapidana bersama sipir bersiap melaksanakan salat zuhur siang itu.

Hujan akhirnya turun. Anggota jemaah yang berada di luar masjid berhamburan. Para narapidana kembali ke ruang taha

...

Reporter Tempo - profile - https://majalah.tempo.co/profile/tempo?tempo=163257117265


Edisi Khusus Narapidana Narkotika Insyaf Narapidana narkotika Kemenkumham Lembaga Pemasyarakatan

Laporan Khusus 1/11

Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.