Kolom 1/1

Sebelumnya Selanjutnya
text

Populisme Korupsiogenik

Mengapa korupsi di Indonesia susah diberantas? Korupsi sudah menjadi endemi.

i Ilustrasi: Tempo/Imam Yunianto
Ilustrasi: Tempo/Imam Yunnianto
  • Mengapa korupsi di Indonesia susah diberantas? .
  • Mengapa demokrasi tak membawa tata pemerintahan yang baik.
  • Suatu analisis terhadap korupsi sistemik di Indonesia. .

MENGAPA korupsi nyaris tak mungkin diberantas di Indonesia? Mengapa para pejabat di Indonesia dengan mudah membangun tatanan kelembagaan yang longgar, berintegritas rendah, nepotis, dan gemuk dengan konflik kepentingan? Mengapa demokrasi tidak mendorong tata pemerintahan yang baik, malah atas nama dan melalui infrastruktur serta peristiwa-peristiwa demokrasi (partai, pemilihan umum) korupsi justru merajalela?

Kita bisa menambah daftar pertanyaan

...

Silahkan berlangganan untuk membaca keseluruhan artikel ini.

Mulai dari

Rp. 36.000*/Bulan

Akses tak terbatas di situs web dan mobile Tempo

Aplikasi Tempo Media di Android dan iPhone

Podcast, video dokumenter dan newsletter

Arsip semua berita Majalah Tempo sejak terbit 1971 dan Koran Tempo sejak edisi perdana 2001

Register di sini untuk mendapatkan 2 artikel premium gratis. Jika sudah berlangganan, silakan login


Reporter Robertus Robet


Konflik Kepentingan PCR Demokrasi Dana Partai Politik Korupsi

Kolom 1/1

Sebelumnya Selanjutnya

Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.