Kolom 1/1

Sebelumnya Selanjutnya
text

Mural dan Negara Kolonial yang Gagal

Mural sudah dipakai sebagai ekspresi protes dan melawan kolonialisme Belanda oleh pejuang Indonesia. Jadi kenapa sekarang pemerintah takut pada gambar di tembok?

 

i Ilustrasi: Kendra Paramita
Ilustrasi: Kendra Paramita
  • Muhammad Toha membuat mural di tembok dapur rumahnya sebagai protes kepada Belanda. .
  • Para gerilyawan dan pejuang mengekspresikan kekecewaan pada kekuasaan lalim melalui mural.
  • Mengapa pemerintah kini takut kepada mural? .

MUHAMMAD Toha Adimidjojo terkenal karena melukis penangkapan Sukarno-Hatta saat Agresi Militer Belanda II 1948 di Yogyakarta. Usianya baru 11 tahun ketika itu. Tapi yang membuatnya menjadi seorang pelukis-pejuang adalah peristiwa setahun sebelumnya: ia membuat mural—menggambar dua orang Belanda di tembok dapur rumahnya di Yogyakarta dan mencoret-coretnya dengan kata-kata “Van Mook–Landa Ngamuk, Van der Plas–Setan Alas!&rdq

...

Reporter J.J Rizal - profile - https://majalah.tempo.co/profile/j-j-rizal?j-j-rizal=163212330870


Mural Jokowi Mural Revolusi Indonesia Lukisan Belanda

Kolom 1/1

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.