Pemulung yang Doktor - Iqra - majalah.tempo.co | Situs Berita Online Indonesia - majalah.tempo.co

Iqra 2/2

Sebelumnya Selanjutnya
text

Pemulung yang Doktor

Tak ada yang mengira bahwa pemulung itu berpendidikan tinggi. Tidak tanggung-tanggung, dia doktor lulusan universitas terkenal di Rusia. Dialah Soesilo Toer.

i Pemulung yang Doktor
Pemulung yang Doktor

Tak ada yang mengira bahwa pemulung itu berpendidikan tinggi. Tidak tanggung-tanggung, dia doktor lulusan universitas terkenal di Rusia. Dialah Soesilo Toer. Hampir setiap hari Soes mengelilingi wilayah perkotaan di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menggunakan sepeda motornya.

Berbekal sebuah keranjang, pria 81 tahun itu mengumpulkan berbagai macam barang bekas yang ia temui selama perjalanannya. Pekerjaan sebagai pemulung mesti dilakoni Pak Soes-begitu ia biasa disapa-demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari bersama sang istri, Suratiyem, 51 tahun.

Bagi Soes, tak ada perasaan malu atau canggung menjadi pemulung. Ia justru sangat menikmati pekerjaan itu lantaran secara tidak langsung ikut berkontribusi mengubah sampah dari sesuatu yang tak berguna menjadi bisa dimanfaatkan. "Saya menikmati ketika memilih atau menyortir kertas dan plastik," kata Soes, awal Juni lalu.


Pemulung yang Doktor

Soes sang pemungut sampah itu pernah kuliah pascasarjana di Fakultas Politik dan Ekonomi Universitas Patrice Lumumba, Rusia. Ia kemudian melanjutkan pendidikan ke jenjang doktor di Institut Perekonomian Rakyat Plekhanov.

Soes berada di Rusia sejak 1962 hingga 1973. Ia mendapat gelar PhD dalam bidang ekonomi dan politik setelah mendalami filosofi ajaran Marxisme dan Leninisme, terutama terkait dengan realisme sosialis. Sayangnya, sepulang dari Rusia, Soes mesti menerima kenyataan pahit. Ia ditangkap dan dipenjara selama enam tahun oleh pemerintah Orde Baru di bawah Soeharto lantaran dianggap punya hubungan dengan Partai Komunis Indonesia.

Kendati saban hari mesti memulung, Soes tetap rajin menulis. Kebiasaannya membaca dan menulis ia pertahankan. Kebanggaan akan pendidikannya di Rusia pada masa lalu masih terlihat. Semua ijazah dan dokumen akademik penting yang ia peroleh di Rusia masih ia simpan rapi. Di antaranya ijazah doktor ekonomi politik yang disahkan Dewan Institut Ekonomi Nasional Moskow dan sertifikat lain yang ia peroleh selama menempuh studi di Rusia pada 1962-1973. Sejumlah dokumen dari Rusia itu terbungkus plastik di dalam koper dan terkunci rapat di lemari pakaian.

Sebagai doktor ekonomi, Soes memandang memulung sebagai pekerjaan yang juga bermartabat. Untuk menunjukkan kecintaannya pada pekerjaan itu, Soes bahkan punya moto: "Kenalilah diriku, jadi pemulung itu kenikmatan abadi". Soes merangkainya dari ucapan salah seorang filsuf tersohor Yunani, Sokrates. Beberapa jam sebelum tewas meminum racun, Sokrates berujar kepada para muridnya, "Kenalilah dirimu, kematian itu kenikmatan abadi."

Sujatmiko (Blora)

Selalu ada yang tersembunyi di balik peristiwa. Investigasi Tempo menembus batas untuk mengungkapkannya buat Anda.
Silakan register untuk mendapatkan akses 4 artikel gratis, atau langsung berlangganan dan nikmati sajian informasi berkualitas khusus untuk Anda.

2020-09-30 03:57:58


Iqra 2/2

Sebelumnya Selanjutnya

Hubungi Kami :

Alamat : Gedung TEMPO, Jl. Palmerah Barat No.8, Jakarta Selatan, 12210

Informasi Langganan :

Email : cs@tempo.co.id

Telepon : 021 50805999 || Senin - Jumat : Pkl 09.00 - 18.00 WIB

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2525 | 0882-1023-2343 | 0887-1146-002 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Informasi Lainnya :

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2828 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB