Internasional 3/3

Sebelumnya Selanjutnya
text

Berita Internasional dalam Sepekan

Dua negara bagian Australia mengevakuasi warganya. Serangan pasukan Amerika Serikat menewaskan komandan pasukan elite Iran. Malaysia menangkap imigran ilegal.

i Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api di Clovemont Way, Bundoora , Melbourne, Australia, December 30, 2019. REUTERS/Osman Orsal
Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api di Clovemont Way, Bundoora , Melbourne, Australia, December 30, 2019. REUTERS/Osman Orsal
  • Serangan Amerika Serikat menewaskan komandan pasukan elite Iran. .
  • Imigrasi Malaysia menangkap 474 imigran ilegal.
  • Australia mengevakuasi warga korban kebakaran hutan. .

AUSTRALIA

Dua Negara Bagian Mengevakuasi Warga Korban Kebakaran

PERDANA Menteri New South Wales (NSW) Gladys Berejiklian, Jumat, 3 Januari lalu, mengumumkan status keadaan darurat selama tujuh hari mulai Jumat pagi. Ini berarti evakuasi paksa dan penutupan jalan bagi orang-orang di zona kebakaran sebelum perkiraan kondisi kebakaran hutan berada pada taraf “mengerikan”.

Komisioner Petugas Pemadam Kebakaran Perdesaan NSW Shane Fitzsimmons, seperti dilansir ABC, mengatakan beberapa hari mendatang kondisinya mungkin lebih berbahaya daripada malam tahun baru, ketika kebakaran hutan menyebabkan tujuh orang tewas dan membuat ribuan lainnya dalam bahaya.


Kondisi yang sama mendorong Perdana Menteri Victoria Daniel Andrews mendesak 100 ribu warganya meninggalkan rumah mereka. Hingga Kamis, 2 Januari lalu, jumlah orang yang hilang di daerah yang terkena dampak kebakaran meningkat menjadi 28. Kebakaran di Gippsland Timur dan timur laut negara bagian tersebut telah membakar 800 ribu hektare lahan atau sekitar 3,5 persen dari luas negara bagian.

161835562875

Menurut CBC, pihak berwenang Australia menyebut musim kebakaran ini sebagai yang terburuk. Hingga 2 Januari lalu, sekitar 5 juta hektare lahan terbakar, setidaknya 17 orang tewas, dan lebih dari 1.400 rumah hancur.

 


 

IRAK

Serangan Amerika Menewaskan Komandan Elite Iran

PENGEBOMAN yang dilakukan pasukan Amerika Serikat terhadap Bandar Udara Bagdad, Irak, Jumat, 3 Januari lalu, menewaskan Mayor Jenderal Qassem Soleimani, kepala pasukan elite Iran, Quds. Komandan tertinggi milisi Irak, Abu Mahdi al-Muhandis, juga tewas dalam serangan itu.

“Atas arahan Presiden, militer Amerika telah mengambil tindakan defensif yang menentukan untuk melindungi personel Amerika di luar negeri dengan membunuh Qassem Soleimani,” begitu pernyataan Departemen Pertahanan Amerika, seperti dilansir Reuters.

Pejabat Amerika mengatakan Soleimani tewas dalam serangan pesawat tak berawak. Pengawal Revolusi Iran mengatakan dia terbunuh dalam serangan helikopter Amerika.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei bersumpah akan membalas pembunuhan ini. “Semua musuh harus tahu bahwa jihad akan berlanjut dengan motivasi berlipat ganda dan kemenangan yang pasti menunggu para pejuang dalam perang suci,” katanya dalam pernyataan yang disiarkan stasiun televisi pemerintah Iran. Khamenei juga menyerukan tiga hari berkabung nasional.

 


 

TAIWAN

Parlemen Mengesahkan Undang-Undang Anti-Infiltrasi

PARLEMEN Taiwan, Selasa, 31 Desember 2019, mengesahkan undang-undang untuk menghadang infiltrasi oleh pesaing politiknya, Cina. Seperti dilansir Voice of America, ini akan menjadi pukulan baru bagi hubungan kedua negara yang telah memicu ancaman militer dan tarik-ulur diplomatik dalam empat tahun terakhir.

Dengan legislasi ini, ada hukuman lima tahun penjara atau denda sebesar US$ 330.600 untuk melobi, mempengaruhi pemilihan umum, menyebarkan berita palsu, dan melakukan kontribusi politik yang berasal dari luar Taiwan. Partai Progresif Demokratik, yang berkuasa saat ini, menyebutkan undang-undang itu akan meningkatkan keamanan Taiwan.

Taiwan menuduh Cina ikut campur dalam kampanye pemilihan legislatif dan presiden pada 11 Januari mendatang. Sedangkan Kantor Beijing Urusan Taiwan menuduh partai yang berkuasa menggunakan undang-undang ini untuk memenangi pemilihan.

 


 

MALAYSIA

Imigrasi Tangkap 474 Imigran Ilegal

SEBANYAK 474 imigran ilegal ditahan dalam 124 operasi secara nasional oleh Departemen Imigrasi dalam 24 jam pertama tahun baru. Menurut New Straits Times, empat pengusaha juga ditahan dalam operasi untuk mendeteksi imigran ilegal yang menolak tawaran deportasi di bawah program Back for Good (B4G).

Direktur Jenderal Departemen Imigrasi Datuk Khairul Dzaimee Daud mengatakan imigran ilegal yang paling banyak ditangkap berasal dari Indonesia, yaitu 220 orang. Berikutnya adalah imigran ilegal dari Cina (89), Bangladesh (78), Myanmar (42), dan Filipina (22).

Khairul mengatakan 190.471 imigran ilegal telah mengambil kesempatan untuk mendaftar dan kembali ke negara mereka secara sukarela. Program B4G berakhir pada 31 Desember 2019. “Departemen telah memberikan cukup waktu bagi mereka untuk menyerahkan diri dan kembali ke negaranya di bawah program B4G,” katanya.

 


Reporter Tempo - profile - https://majalah.tempo.co/profile/tempo?tempo=161835562875


Irak Iran Malaysia Taiwan Australia

Internasional 3/3

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.