maaf email atau password anda salah

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini

Satu Akun, Untuk Semua Akses


Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Masukan alamat email Anda, untuk mereset password

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link reset password melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Ubah No. Telepon

Ubah Kata Sandi

Topik Favorit

Hapus Berita

Apakah Anda yakin akan menghapus berita?

Ubah Data Diri

Jenis Kelamin


Mengenang Arie Smit

Senin, 25 April 2016

APRIL ini, tepatnya 15 April lalu, seharusnya ia berumur 100 tahun. Namun, tiga pekan sebelum ulang tahun satu abadnya, dia meninggal. Dialah Arie Smit, pelukis Belanda yang memilih menjadi warga Indonesia dan tinggal di Bali. Ia wafat tepat pada hari suci umat Hindu Bali: Purnama Sasih Kedasa.

Sumbangan Arie terhadap dunia seni lukis Bali luar biasa. Ia mengajak anak-anak kecil di Desa Penestanan, Ubud, menggambar kuil, pura, dan upacara dengan gaya "pop" warna-warna cerah. Dan lahirlah "mazhab" aliran Young Artists. Berkat Young Artists, Penestanan, yang pada 1960-an dianggap sebagai salah satu pusat ilmu hitam di Ubud dan tak lebih dari desa miskin, menjadi desa yang makmur dan dipenuhi art shop, galeri, restoran, serta guest house.

Dua minggu menjelang Arie Smit wafat, Tempo sempat mengunjunginya. Ikuti reportase Tempo menjelang kematiannya serta liputan bagaimana kondisi dan kabar murid-muridnya dulu yang tergabung dengan Young Artists. Juga soal pemalsuan lukisan Arie Smit.

. tempo : 167041267183

PURNAMA Sasih Kedasa. Rabu malam, 23 Maret lalu, itu adalah salah satu hari terbaik dalam kalender Bali. Pada malam tersebut bulan purnama begitu sempurna menebar cahaya. Dan, pada Purnama Sasih Kedasa, maestro pelukis Arie Smit "memilih" hari kematiannya.

Di Villa Sanggingan, Ubud, milik Pande Suteja Neka, Arie memulai hari itu tanpa tanda-tanda yang istimewa. "Bangun pagi sarapan sereal setelah dibersihkan badannya," kata Ketut Wita, yang melayan

...
Kuota Artikel Gratis Anda Sudah Habis

Silahkan berlangganan untuk menikmati akses penuh artikel eksklusif Tempo sejak tahun 1971

PAKET TERPOPULER

12 BULAN

696.000

Rp 594.000

  • *Anda hemat -Rp 102.000
  • *Update hingga 52 edisi Majalah Tempo

Pilihan Terbaik

Berlangganan

1 BULAN

Rp 54.945

  • *GRATIS untuk bulan pertama menggunakan Kartu Kredit

Lihat Paket Lainnya

Daftar Tempo ID . Sudah punya akun? Klik Disini

Newsletter

Dapatkan Ringkasan berita eksklusif dan mendalam Tempo di inbox email Anda setiap hari dengan Ikuti Newsletter gratis.

Berita Lainnnya

  • Maaf

    Majalah Senin, 25 April 2016

  • Maaf

    Majalah Senin, 25 April 2016

  • Maaf

    Majalah Senin, 25 April 2016

  • Maaf

    Majalah Senin, 25 April 2016

Konten Eksklusif Lainnya

  • 4 Desember 2022

  • 27 November 2022

  • 20 November 2022

  • 13 November 2022


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan