Intermezzo 2/3

Sebelumnya Selanjutnya
text

Bukan Sekadar Kotak

Anak-anak sehat adalah kunci keberhasilan pendidikan di Finlandia. Salah satu terobosan yang fenomenal adalah "Finnish baby box".

i

Saya tidur di kotak ini 30 tahun lalu," kata Olla Tarsailanen, dari KELA, lembaga jaminan sosial di Finlandia. Nona cantik ini dengan bangga memperkenalkan "Finnish baby box", sebuah terobosan di bidang kesehatan masyarakat. "Sederhana tapi mengena," kata Olla Tarsailanen.

Pada awal Mei 2015, ketika Tempo berkunjung, KELA baru sepekan merilis kotak bayi versi baru. "Ini desain hasil sayembara," ujar Tarsailanen. Gambar keluarga bebek dan burung hantu yang cerah ada di kemasan dan seluruh isi kotak. Dua-tiga tahun sekali, tema desain kotak dan isinya berganti. "Ibu-ibu hamil pun menanti dengan harap-harap cemas, desain boks seperti apa yang akan mereka terima," katanya.

Kotak kardus berukuran 120 x 80 x 80 sentimeter ini memang fenomenal. Inilah benda yang menemani pertumbuhan semua bayi di Finlandia. Setiap ibu hamil, kaya atau miskin, berhak mendapat satu boks sebagai bagian dari paket tunjangan kehamilan (maternity grant). "Kotak ini membawa pesan bahwa semua anak di Finlandia punya kesempatan yang sama untuk memulai kehidupan," kata Tarsailanen sambil menjelaskan bahwa seluruh isi kotak bebas dari bias gender. Misalnya tak ada preferensi khusus warna biru atau merah jambu.


Di dalam kotak terdapat 55 item barang, dari popok, baju, selimut, jaket, kaus kaki, buku panduan merawat bayi, pembalut buat ibu, sampai kondom buat bapak. Dengan berbekal "kotak bayi" ini, sebuah keluarga bisa bertahan tanpa membeli baju dan perlengkapan bayi selama satu tahun. Kotak ini juga dialasi lapisan empuk. Simsalabim, dengan penataan sederhana, kotak ini berubah menjadi keranjang tidur hangat dan nyaman buat bayi.

161893687793

Kotak bayi ini pertama kali diterapkan pada 1937. Ketika itu Finlandia masih negara miskin. Kelaparan akibat Perang Dunia I (1914-1918) belum lagi tuntas. Situasi diperparah oleh konflik yang memanas, menuju Perang Dunia II. Sanitasi dan kebersihan menjadi persoalan serius. Dengan tingkat kematian bayi lumayan tinggi, 65 bayi dari 1.000 kelahiran, pemerintah merasa perlu membuat langkah intervensi dengan membagikan kotak berisi perlengkapan bayi. Awalnya kotak ini hanya dibagikan buat keluarga yang tidak mampu. Pada 1949, kebijakan berubah. Siapa pun, kaya atau miskin, berhak mendapatkan kotak bayi.

Finlandia bersungguh-sungguh mengerjakan program maternity grant, termasuk pemberian baby box. Inilah investasi awal yang penting untuk menumbuhkan bocah-bocah yang sehat. "Anak-anak sehat punya peluang keberhasilan yang lebih tinggi menjalani pendidikan dengan baik," kata Liisa Heinamaki, anggota staf ahli Menteri Sosial dan Kesehatan Finlandia.

Jika seorang ibu sudah memiliki kotak, misalnya milik anak sulung, dia bisa memilih uang kontan 140 euro—nilai riil kotak dan isinya 399 euro (sekitar Rp 6,3 juta dengan kurs Rp 16 ribu per euro) dari pemerintah. Namun 80 persen ibu hamil di Finlandia memilih boks ketimbang uang kontan. Setiap tahun KELA mendistribusikan sekitar 60 ribu kotak bayi.

Jurus ini cukup jitu. Pada dasawarsa 1940, tingkat kematian bayi masih tinggi, mencapai 90 dari 1.000 kelahiran karena masa itu adalah puncak Perang Dunia II. Pada 1960-an, tingkat kematian bayi di Finlandia turun menjadi 20 dari 1.000 kelahiran. Angka kematian bayi ini berangsur terus turun dan kini tercatat kurang dari 5 kematian dalam 1.000 kelahiran bayi.

Tentu ada persyaratan bagi ibu hamil untuk bisa mendapatkan bingkisan kotak. Si ibu harus memeriksakan diri dulu ke bidan atau dokter kandungan. Bukti pemeriksaan diserahkan ke kantor cabang KELA terdekat. "Jadi," kata Olla Tarsailanen, "kotak ini berfungsi sebagai pendorong agar para ibu memeriksakan kandungannya."

Benar, "kotak bayi" bukan satu-satunya resep Finlandia menuju generasi sehat. Selain beroleh kardus perlengkapan bayi, ibu hamil mendapat tunjangan keuangan. Sejak anak dalam kandungan sampai bayi berusia satu tahun, ibu dan ayah mendapat tunjangan finansial setara dengan 100 persen gaji salah satu orang tua. Tujuannya, ayah atau ibu bisa tinggal di rumah dan merawat bayi. Tunjangan berlanjut sampai anak berumur tiga tahun, dengan nominal yang secara gradual turun hingga 60 persen gaji salah satu orang tua.

Tunjangan kehamilan, pensiun, perawatan kesehatan, dan pendidikan dirancang terpadu. Teknis penyaluran ditangani oleh KELA, dengan koordinasi bersama 320 dewan municipalities, semacam kecamatan, yang tersebar di seluruh Finlandia.

Jaminan sosial yang terpadu ini telah mendorong pertumbuhan ekonomi di Finlandia. Kualitas kesejahteraan terasa dan dinikmati semua warga. Jarak antara si kaya dan si miskin relatif tidak terlalu jauh. Apalagi dengan sistem pajak yang progresif. "Kami bangga terhadap pencapaian ini," kata Liisa Heinamaki.

Sistem jaminan sosial terpadu ini pula yang menjadi kunci keberhasilan pendidikan di Finlandia. Kotak bayi mengawali hari seorang bayi untuk tumbuh sehat, kemudian diikuti dengan pendidikan bermutu, layanan kesehatan yang memadai, maka setiap anak di Finlandia punya ruang tumbuh yang optimal. "Negeri kami memang tempat yang nyaman untuk menjadi orang tua," kata Jarkho Haikarainen, 40 tahun, sopir taksi di Helsinki, yang sedang menunggu kelahiran anak pertamanya. "Tak ada kekhawatiran. Anak-anak kami akan tumbuh dan mendapatkan pendidikan terbaik."

Mardiyah Chamim (Helsinki)


Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=161893687793



Intermezzo 2/3

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.