Inovasi 1/1

Sebelumnya Selanjutnya
text

Lampu Teleskopik Tenaga Surya

Lampu dengan panel surya lipat yang praktis dibawa. Bisa menjadi sumber energi untuk mengisi ulang baterai telepon seluler.

i Lampu Teleskopik Tenaga Surya
Lampu Teleskopik Tenaga Surya

TIM periset Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia di Bandung membuat lampu khusus multifungsi yang kompak dan mudah dibawa. Produk yang dilabeli Lampu Teleskopik itu dilengkapi panel surya untuk mengumpulkan dan mengkonversi energi matahari menjadi listrik.

Anggota tim, Ridwan Arie Subekti, mengatakan Lampu Teleskopik dirancang untuk menanggulangi masalah penerangan dengan listrik bertegangan rendah. “Lampu ini menjadi solusi dari kondisi sulitnya sumber energi listrik,” kata Ridwan pada Selasa, 30 April lalu.

Ridwan bersama kolega peneliti LIPI lain, yaitu Hendri Maja Saputra, Budi Prawara, Dalmasius Ganjar Subagio, dan Ahmad Rajani, mengembangkan Lampu Teleskopik sejak 2017. Mereka merancang lampu itu agar fleksibel, mudah dibawa dan dipasang. Lampu light-emitting diode (LED) digunakan agar perangkat tersebut lebih hemat energi.

Lampu Teleskopik terdiri atas dua bagian yang bisa dibongkar-pasang. Bagian pertama adalah panel surya atau papan penyerap energi matahari. Alih-alih memakai panel surya berukuran besar, para peneliti membenamkan selusin modul panel seukuran kartu anjungan tunai mandiri. “Supaya bisa dilipat dan masuk tas,” tutur Ridwan.


161844455380

Setiap modul panel surya kecil itu berdaya 1 watt-peak. Modul-modul panel surya itu ditempatkan di dalam saku plastik pada kain hitam yang bisa dibentangkan. Untuk memperkuat bentangan panel surya dengan posisi mendatar, empat kerangka aluminium dengan ujung rangka menusuk lubang-lubang di ujung kain sebagai penopang.

Bagian kedua perangkat tersebut adalah tiang yang menjadi tempat pemasangan panel surya dan lampu LED. Struktur tiang didesain seperti antena radio yang bisa diatur panjangnya. Saat dibentangkan, tinggi tiang mencapai 1,5 meter. Namun, ketika dimasukkan ke wadah penyimpanan, panjang tiang bisa disusutkan hingga 50 sentimeter. Tiang lampu dibuat dari besi yang dilapisi bahan antikarat.

Di dalam tabung penyimpanan tersebut terdapat kabel keriting sebagai penyambung panel surya dan baterai yang dipasang di bagian dasar. Energi kemudian disimpan dalam enam baterai isi ulang litium-ion di dasar tiang yang berkapasitas daya 2.600 miliampere-jam. “Lampu bisa dipakai selama 72 jam,” ujar Ridwan.

Lampu Teleskopik bisa dimanfaatkan sebagai penerang di lokasi yang terkena bencana, tempat pengungsian, atau saat menjalani aktivitas di alam bebas. Fungsi lain adalah sebagai catu daya untuk mengisi baterai telepon seluler dan tambahan lampu lain. “Untuk isi ulang baterai ponsel sampai penuh perlu waktu delapan jam,” ucap Ridwan.

Produk penerangan lapangan itu juga sudah dilengkapi pasak agar ketika dipasang di area terbuka bisa tegak menahan angin. Hasil uji coba di lapangan menunjukkan Lampu Teleskopik LIPI aman dipakai ketika hujan deras. Sistem dan peralatan tidak terganggu atau mengalami korsleting.

Menurut Ridwan, semua fungsi Lampu Teleskopik terintegrasi dalam satu sistem. Ketika tombol “matikan” dipencet, semua fungsi akan padam. Ia mengatakan sistem peralatan Lampu Teleskopik masih bisa disempurnakan. “Misalnya, ketika lampu dimatikan, fungsi untuk mengisi ulang baterai ponsel tetap berjalan.”


Reporter Tempo - profile - https://majalah.tempo.co/profile/tempo?tempo=161844455380


Listrik

Inovasi 1/1

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.