maaf email atau password anda salah

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini

Satu Akun, Untuk Semua Akses


Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Masukan alamat email Anda, untuk mereset password

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link reset password melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Ubah No. Telepon

Ubah Kata Sandi

Topik Favorit

Hapus Berita

Apakah Anda yakin akan menghapus berita?

Ubah Data Diri

Jenis Kelamin

PDI Perjuangan

Pantang Surut Berjuang

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyerukan seluruh kader banteng terus memperjuangkan keadilan dan kebenaran.

arsip tempo : 171835945929.

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyalakan obor perjuangan saat pembukaan Rapat Kerja Nasional V PDI Perjuangan di Ancol, Jakarta, Jumat, 24 Mei 2024.. tempo : 171835945929.

Ruang konser atau Concert Hall di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta Utara, berkapasitas 15 ribu orang penuh sesak, Jumat, 24 Mei 2024. Semua pasang mata menyaksikan rangkaian foto hitam putih di layar panggung yang menampilkan presiden pertama Indonesia, Sukarno dari pra-kemerdekaan hingga era revolusi nasional. 

Sejumlah foto memperlihatkan Sukarno yang berbicara dengan petani maupun rakyat jelata. Ada pula sosok sang proklamator sedang berorasi di depan ribuan massa. Beberapa saat sebelum pemutaran rangkaian foto, Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan  Hasto Kristiyanto mengajak semua hadirin untuk menundukkan kepala.

“Mari mengheningkan cipta untuk mendoakan arwah para pahlawan bangsa, khususnya Bung Karno, Proklamator Republik Indonesia, dapat diterima di sisi-Nya, dan kita pun dapat mewarisi api perjuangannya,” ucap Hasto.

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang menjadi pembicara utama di pembukaan Rapat Kerja Nasional V PDI Perjuangan ikut menggelorakan semangat semangat perjuangan. Rapat kerja  bertema “Satyam Eva Jayate, Kebenaran Pasti Menang”, dengan sub-tema “Kekuatan Kesatuan Rakyat, Jalan Kebenaran yang Berjaya”.

Megawati menyebutkan keberlangsungan rapar kerja nasional selama tiga hari, 24-26 Mei 2024, berada di antara dua momentum penting, yakni Hari Kebangkitan Nasional dan Hari Lahir Pancasila. Sangat tepat meneladani kembali perjuangan Sukarno sehingga Indonesia mencapai kemerdekaan dan dapat membangun bangsa hingga saat ini.

Semangat perjuangan Sukarno disimbolkan melalui obor api abadi Mrapen yang dibawa sejumlah atlet nasional dan kader PDI Perjuangan ke lokasi rakernas di Jakarta. “Api inilah yang menjadi cahaya terang di kegelapan demokrasi saat ini,” ujar Megawati.

Di satu sisi, ia bersyukur dan berterima kasih kepada rakyat yang memastikan PDI Perjuangan kembali menjadi pemenang dalam Pemilihan Umum Legislatif 2024. Sedangkan pada sisi berbeda, Megawati menyaksikan sebuah anomali dalam pemilihan presiden. “Terjadi kecurangan yang terstruktur, sistematif, dan masif, atau TSM,” ucapnya.

Dia mengatakan sebagai mantan presiden yang menggelar pemilihan presiden secara langsung. “Kok sekarang pemilunya langsung, tapi jadi abu-abu, sudah direkayasa, gitu. Kurang apa,” ujarnya. Pasalnya, banyak pihak diam ketika sejumlah ahli hukum hingga masyarakat sipil menyuarakan soal kecurangan pilpres. 

Aksi pertunjukan sejumlah tarian dalam rangkaian pembukaan Rapat Kerja Nasional V PDI Perjuangan, Ancol, Jakarta, Jumat, 24 Mei 2024.

Bahkan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) juga diam terkait hal tersebut. Lebih lanjut, Megawati mengatakan bahwa nilai reformasi di Tanah Air sudah mulai hilang. “Ini negara demokrasi, menjalankan demokratisasi, untuk apa ada reformasi? Kalau reformasi sekarang menurut saya kok sepertinya hilang atau dalam sekejap,” katanya.

Terjadinya anomali demokrasi, ia melanjutkan, secara gamblang dijelaskan oleh Dr. Sukidi, seorang pemikir kebhinekaan yang disegani. Sosok cendekiawan ini menjelaskan fenomena kepemimpinan paradoks yang memadukan populisme dan Machiavelli, hingga lahirlah watak pemimpin authoritarian populism

Berbagai kejanggalan yang ia temui, menjadi poin penting dalam rakernas kali ini. Bahwa, seluruh kader banteng bermoncong putih harus bersatu, teguh memperjuangkan kebenaran dan keadilan sehingga dapat menghindari kasus serupa di masa depan. “Kalau tidak, nanti bisa direplikasi. Lima tahun lagi bisa dibuat seperti ini,” ujar mantan presiden keempat Indonesia ini. 

Kendati demikian, ia mengingatkan, berjuang bukan berarti membuat perlawanan fisik. “Yang sebelah sana ada bedil kok, jadi mau pakai apa? Pakai omongan saja,” kata dia. Sebab itulah, PDI Perjuangan dalam berbagai kegiatan konsisten mengangkat tema “Satyam Eva Jayate. Kebenaran Pasti Menang”.

Rakernas ini, Megawati melanjutkan, merupakan momen penting untuk konsolidasi. Untuk terus bergerak, pantang mundur dan meraih kemenangan. “Untuk apa (kemenangan)? Agar suara rakyat didengar, karena itulah tugas utama PDI Perjuangan,” ujarnya. 

Ia kemudian mengutip kisah Nabi Muhammad SAW yang berwasiat pada sahabatnya, Abu Dzar Al Ghifari agar berani mengatakan yang benar walau pahit. Juga kutipan Buddha Gautama bahwa ada tiga hal yang tidak dapat disembunyikan dalam hidup, yakni matahari, bulan, dan kebenaran.

Tiba-tiba Megawati menitikkan air mata, teringat pada buku Romo Sindhunata tentang ratu adil yang didambakan rakyat. Satu kutipannya yang terkenal adalah, “Mereka, wong-wong cilik itu bukanlah kalah, mereka hanya menitipkan rahasia penderitaan, tempat tersimpannya harapan akan masa depan di mana ditegakkan negeri ijo royo-royo panjang punjung lohjinawi, murah sandang, murah pangan.”

Megawati kembali mengingatkan seluruh kader PDI Perjuangan agar tidak pernah berhenti berjuang untuk rakyat, di dalam kondisi apapun, termasuk ketika dalam posisi tak menguntungkan. “Meski tubuh banteng moncong putih ini terluka, tapi geramannya akan tetap terdengar ke seluruh Indonesia,” ucapnya membakar semangat.

Poin Pembahasan di Rakernas

Beberapa hari sebelum rakernas, Bendahara Umum DPP PDI Perjuangan Olly Dondokambey, mengatakan dua poin penting yang akan dibahas, yakni penguatan internal PDI Perjuangan dan pemilihan kepala daerah (pilkada). 

Demi pilkada, rakernas akan membahas ihwal perpanjangan kepengurusan dalam partai. “Karena tahun ini (2024) periode kepengurusan habis, sedangkan sudah mau pilkada. Para calon dari partai perlu tanda tangan dari pengurus, jadi ini masalah penting juga,” ujarnya.

Satu hal yang tidak masuk agenda adalah posisi PDI Perjuangan terkait rezim baru, Prabowo-Gibran. “Tidak ada pembicaraan hari ini mau oposisi atau bergabung,” kata Olly mengklarifikasi sangkaan banyak pihak terhadap isu penting di rakernas. “Kami tidak mau bicara politik, semua tentang internal”.

Ketua Organizing Committee Rakernas ke-V PDI Perjuangan, Masinton Pasaribu, menegaskan pernyataan Olly. “Kami membahas pilkada, internal organisasi, serta membangkitkan semangat juang kader partai,” kata dia. 

Agenda utatama raket kerja nasional sebagai konsolidasi partai. “PDI Perjuangan tetap dipercaya oleh masyarakat sehingga kembali jadi pemenang legislatif,” ujar Masinton.

Adapun Ketua Steering Committee Rakernas ke-V PDI Perjuangan, Djarot Saiful Hidayat, menjabarkan tiga persolan pokok yang akan dibahas. Pertama tentang sikap politik PDIP baik internal maupun eksternal. Kedua, merumuskan program-program kerakyatan. Ketiga, membahas tentang strategi pemenangan Pilkada 2024. 

Djarot menyebut, pembahasan tiga hal pokok itu nantinya akan dibagi ke dalam kelompok. Pada setiap kelompok ini nantinya akan ada sub-kelompok untuk membahas isu secara komprehensif. 

Khusus untuk strategi pemenangan Pilkada 2024, akan dibagi ke dalam tiga sub-kelompok. Sub-kelompok pertama akan diikuti oleh pengurus DPC dan DPD yang perolehan suaranya lebih dari 20 persen. 

Kemudian, sub-kelompok 2 adalah DPC dan DPD partai yang memperoleh kursi antara 10 sampai 20 persen. Sedangkan bagi DPC dan DPD yang di bawah 10 persen akan masuk ke dalam sub-kelompok 3. 

“Dari situlah keputusan akan digodok dalam komisi-komisi dan sub-komisi. Di hari terakhir nanti akan dibacakan rekomendasi internal maupun eksternal partai. Semua keputusan rakernas diambil berdasarkan asas musyawarah mufakat,” kata Djarot.

Konten Eksklusif Lainnya

  • 9 Juni 2024

  • 2 Juni 2024

  • 26 Mei 2024

  • 19 Mei 2024


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan