maaf email atau password anda salah

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini

Satu Akun, Untuk Semua Akses


Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Masukan alamat email Anda, untuk mereset password

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link reset password melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Ubah No. Telepon

Ubah Kata Sandi

Topik Favorit

Hapus Berita

Apakah Anda yakin akan menghapus berita?

Ubah Data Diri

Jenis Kelamin

PDIP

Janji Ganjar-Mahfud Sejahterakan Petani dan Nelayan

Pupuk bersubsidi bakal ditambah. Kredit macet nelayan akan dihapuskan. 

arsip tempo : 171834709314.

Calon presiden Ganjar Pranowo bersama petani di Desa Sulang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. . tempo : 171834709314.

Calon presiden Ganjar Pranowo menyatakan akan serius mengatasi masalah pupuk di Indonesia. Menurut dia permasalahan pupuk menjadi salah satu fokus persoalan yang akan menjadi perhatian bersama dengan calon wakil presiden Mahfud Md.

“Inilah yang kita mesti menjadi perhatian. Maka mesti punya komitmen sungguh-sungguh di sisi hulu pertanian pupuknya jangan dikurangi,” kata Ganjar saat bertemu petani di Blora, pada Kamis, 4 Januari 2024.

Kepada petani di sana, bekas Gubernur Jawa Tengah ini berjanji pupuk subsidi jumlahnya tidak akan dikurangi jika dirinya menang di Pilpres 2024. Namun, dirinya hanya akan memperbaiki pengelolaan data agar pupuk subsidi bisa tepat sasaran, sehingga bisa menghasilkan ketahanan dan kedaulatan pangan.

“Maka datanya saja diperbaiki agar penyalurannya tepat sasaran. Sambil mereka diedukasi oleh kawan-kawan penyuluh ahar mereka menggunakan pupuk berimbang, kedua pupuk organik sejatinya produksi kita sesuai dengan yang kita harapkan dalam ketahanan dan kedaulatan pangan kita,” ujar Ganjar.

Selain menanggapi masalah pupuk, Ganjar turut berbicara mengenai modernisasi pertanian di Indonesia agar produksinya sesuai dengan target. Menurut Ganjar langkah itu sebagai upaya mensejahterakan para petani.

Saat berdialog dengan petani di Desa Sulang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Ganjar pun berjanji menambah kuota pupuk bersubsidi bagi petani di seluruh Indonesia jika terpilih menjadi presiden. "Saya kemarin keliling Indonesia, saya tanya di beberapa titik di Indonesia yang didatangi. Ternyata nasibnya sama-sama kurang (pupuk). Makanya kemudian kita bicara subsidi untuk petani harus ditambah," kata Ganjar.

Sebab, Ganjar khawatir bila subsidi pupuk bagi petani dikurangi, produksi pertanian akan terganggu. Selain itu, harganya pun menjadi naik sehingga tidak stabil.

"Mudah-mudahan harga segera turun. Kalau harga stabil, masyarakat bisa menikmati, petani dapat untung, konsumen tidak mendapatkan beban terlalu tinggi karena mahalnya harga beras," ujarnya.

Menurut Ganjar, saat ini dibutuhkan setidaknya tiga pabrik pupuk baru untuk memenuhi kebutuhan petani. "Kalau sekarang kurang (produksi pupuk), ya kondisinya nanti akan berbahaya untuk produksi pertanian di kemudian hari," ujar Ganjar saat berdialog dengan petani di Desa Wilalung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Selasa, 2 Januari 2024. Dalam kesempatan itu Ganjar juga meluncurkan program Pemutihan Utang Petani.

Program pemutihan utang dan kredit macet yang sedang dihadapi petani menjadi komitmen Ganjar untuk meningkatkan kesejahteraan petani di Demak jika nantinya jadi presiden. Menurut Ganjar, kredit macet ini akan diputihkan atau dihapus agar petani tidak punya utang pada negara.

Namun, sekarang ini pihaknya sedang mengkaji terlebih dahulu agar program tersebut tepat sasaran. “Kami menghitung kemarin kurang lebih kredit macetnya petani itu sekitar Rp 600 miliar".

Tak hanya petani, Ganjar memastikan juga akan menghapus kredit macet nelayan senilai Rp 190 miliar. Ganjar menyebut tiap nelayan dijatah Rp 2,2 juta.

Ganjar mengatakan, tunggakan utang kredit usaha rakyat atau KUR terjadi karena beberapa hal, di antaranya persoalan teknis pekerjaan dan penyebaran Covid-19. Berdasarkan penuturan nelayan, terungkap bahwa jumlah kredit yang parah tidak begitu banyak.

Di sisi lain, kata dia, ada persoalan yang cukup serius karena masalah teknis pekerjaannya. “Tadi, saya bertemu petani yang meminjamnya Rp 11  juta dan sekarang kondisinya sangat sulit, kalau kami melihat kondisi secara teknikal seperti itu, terjadi problem. Maka, kami akan hapuskan kredit yang macet itu agar mereka bangkit lagi,” kata Ganjar.

Berita Lainnya

Konten Eksklusif Lainnya

  • 9 Juni 2024

  • 2 Juni 2024

  • 26 Mei 2024

  • 19 Mei 2024


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan