maaf email atau password anda salah

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini

Satu Akun, Untuk Semua Akses


Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Masukan alamat email Anda, untuk mereset password

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link reset password melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Ubah No. Telepon

Ubah Kata Sandi

Topik Favorit

Hapus Berita

Apakah Anda yakin akan menghapus berita?

Ubah Data Diri

Jenis Kelamin

Kota Semarang

Mengangkat Kota Semarang Ke Level Megaregion

Peningkatan level Kota Semarang menjadi megaregion turut mendukung Visi Indonesia Emas 2045.

arsip tempo : 171843530530.

Peningkatan level Kota Semarang menjadi megaregion turut mendukung Visi Indonesia Emas 2045.. tempo : 171843530530.

Kota Semarang kini menjadi kota metropolitan yang menjadi titik temu atau hub dari berbagai daerah di Provinsi Jawa Tengah. Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, berharap, ketika Indonesia berusia 100 tahun pada 2045, Kota Semarang sudah berada di level megaregion.

“Megaregion ini berarti tersedia konektivitas yang maju dan berkelanjutan pada infrastruktur, lingkungan hidup, ekonomi, tata kota dengan daerah lain di Jawa Tengah,” kata Hevearita atau yang biasa disapa Mbak Ita, ini.

Peningkatan level Kota Semarang menjadi megaregion turut mendukung Visi Indonesia Emas 2045, yakni mewujudkan Indonesia sebagai Negara Nusantara Berdaulat, Maju, dan Berkelanjutan.

Sebab, ketika Indonesia sudah mencapai usia seratus tahun atau satu abad, maka Indonesia sudah menjadi negara maju dan berpengaruh di kancah dunia. Dan dua pilar pembangunan dalam pencapaian Visi Indonesia 2045 adalah pembangunan ekonomi berkelanjutan dan pemerataan pembangunan. Dalam menerjemahkan pilar tersebut, maka dibutuhkan peran serta pemerintah daerah sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat. Jika pemerintah pusat merancang  kebijakan dan peraturan secara makro, pemerintah daerah sebagai eksekutor dan menyesuaikan dengan karakteristik masing-masing daerah.

Mbak Ita mencontohkan, pemerintah pusat membuat peta jalan Indonesia Emas 2045, salah satunya melalui penanganan stunting. “Kami di daerah sebagai pelaksana

menyiapkan inovasi dan berkolaborasi untuk mengurangi prevalensi stunting,” ujarnya. Caranya, melalui Rumah Pelita sebagai rumah penanganan stunting dan program San Piisan, singkatan dari Sayangi Dampingi Ibu Anak Kota Semarang.  

Dalam menggali potensi dan membangun Kota Semarang, Mbak Ita menerapkan tiga strategi, yakni bergerak bersama atau kolaborasi, memanfaatkan teknologi informasi, dan kompetisi. Dalam membangun kolaborasi, Pemerintah Kota Semarang menggandeng pengusaha, pewarta, akademikus, dan masyarakat untuk melahirkan program yang inovatif. Bentuk konkretnya adalah lahir 270 Kampung Tematik yang menyesuaian dengan potensi wilayah masing- masing.

Dalam menerapkan strategi teknologi informasi, Pemerintah Kota Semarang membuka komunikasi dengan masyarakat melalui pesan singkat atau sms dan media sosial, seperti Twitter, Instagram, dan lainnya. “Cara ini efektif untuk menampung aspirasi dan usulan pembangunan dari masyarakat,” ujar Mbak Ita.

Strategi pembangunan melalui kompetisi  juga penting karena akan memantik semangat untuk melakukan yang terbaik. Dalam hal ini, Pemerintah Kota Semarang membuat Lomba Kampung Siaga Candi Hebat yang berlangsung saat pandemi Covid-19, Lomba Lurah Hebat, Lomba Kampung Hebat, Kampung Urban Farming, Kampung Proklim, dan sebagainya.

Berita Lainnya

Konten Eksklusif Lainnya

  • 9 Juni 2024

  • 2 Juni 2024

  • 26 Mei 2024

  • 19 Mei 2024


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan