maaf email atau password anda salah

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini

Satu Akun, Untuk Semua Akses


Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Masukan alamat email Anda, untuk mereset password

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link reset password melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Ubah No. Telepon

Ubah Kata Sandi

Topik Favorit

Hapus Berita

Apakah Anda yakin akan menghapus berita?

Ubah Data Diri

Jenis Kelamin

POLRI

Kapolda Jateng Minta Polwan Jadi Influencer Kamtibmas di Medsos

Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah meminta agar Polisi wanita (Polwan) mampu menjadi influencer kamtibmas di media sosial (medsos). #Infotempo

arsip tempo : 170884375341.

Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah meminta agar Polisi wanita (Polwan) mampu menjadi influencer kamtibmas di media sosial (medsos).. tempo : 170884375341.

Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah, Inspektur Jenderal Polisi Drs. Ahmad Luthfi, S.St.Mk., S.H., meminta agar Polisi wanita (Polwan) mampu menjadi influencer kamtibmas di media sosial (medsos). Sebab, peran Polwan dinilai lebih strategis di ranah medsos dibandingkan dengan polisi laki-laki (Polki).

Hal itu terbukti ketika Polwan mengunggah status atau informasi, akan lebih menarik perhatian publik dibandingkan dengan Polki yang menyampaikannya. Karena itu, tidak heran, jika banyak Polwan yang memiliki ribuan followers di media sosial.

"Polwan Polda Jateng harus bisa menjadi duta menyampaikan informasi-informasi kamtibmas di media sosial," kata Jenderal Bintang Dua ini, Rabu 25 Januari 2023.

Tidak hanya itu, Polwan dalam menjalankan tugasnya sebagai anggota Polri, ada beberapa tugas yang lebih efektif dijalankan jika dibandingkan dengan Polki. Tugas-tugas tersebut yakni seperti di bidang pelayanan terhadap perempuan dan anak difungsi reserse, trauma healing, serta negosiator unjuk rasa.

"Untuk itu Polwan banyak memiliki nilai plus dibanding Polki. Oleh karena itu, mereka disebut putri-putri pilihan," ujar Ahmad.

Ahmad pun mengatakan, Polwan adalah figur atau putri pilihan. Tak mudah menjadi Polwan dan tidak semua anggota masyarakat dapat bergabung menjadi Polwan. Bagi Polwan yang telah berumah tangga, Ahmad meminta agar mereka dapat menyeimbangkan peran sebagai seorang ibu rumah tangga maupun sebagai anggota Kepolisian.

Berita Lainnya

Konten Eksklusif Lainnya

  • 25 Februari 2024

  • 18 Februari 2024

  • 11 Februari 2024

  • 4 Februari 2024


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan