maaf email atau password anda salah

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini

Satu Akun, Untuk Semua Akses


Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Masukan alamat email Anda, untuk mereset password

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link reset password melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Ubah No. Telepon

Ubah Kata Sandi

Topik Favorit

Hapus Berita

Apakah Anda yakin akan menghapus berita?

Ubah Data Diri

Jenis Kelamin


Mayapada Hospital

Waspadai Kesemutan dan Baal Tanda Neuropati Diabetik

Minggu, 25 Desember 2022

70 persen neuropati disebabkan diabetes. Mayapada Hospital Tahir Neuroscience Center menyediakan pelayanan lengkap dan tim dokter dari multidisiplin. #Infotempo

Ilustrasi pemeriksaan diabetes.. tempo : 167587483962

Saat mengalami kesemutan dan baal pada kaki, jangan menganggapnya sepele. Apalagi jika memiliki faktor risiko seperti diabetes. Sebab, bisa menjadi tanda penyakit neuropati diabetik. 

Dokter Spesialis Neurologi dari RS Mayapada Hospital dr. Manfaluthy Hakim, Sp.N (K), menjelaskan neuropati diabetik adalah gangguan pada saraf tepi. Ada sejumlah fungsi saraf tepi yakni fungsi motorik sebagai gerak, sensorik untuk merasakan sensasi dan otonom yang mengatur secara otomatis fungsi organ tertentu. 

“Gangguan pada saraf tepi ini banyak sekali penyebabnya, sekitar 70 persen neuropati disebabkan diabetes," kata Manfaluthy.

Adapun, faktor penyebabnya, pertama, bisa karena aktivitas fisik bermain gadget atau menggunakan ponsel terlalu lama. “Masyarakat terbiasa bermain ponsel, statis dalam waktu lama berbulan-bulan sehingga menyebabkan saraf cedera. Paling banyak di area tangan,” tutur Manfaluthy.

Kedua, paling banyak adalah disebabkan diabetes atau gangguan metabolik. "Sebanyak 70 persen pasien diabetes umumnya mengalami neuropati,” kata dia. 

Ketiga, dapat disebabkan karena kurangnya nutrisi atau defisiensi vitamin B. “Prevalensi pasien saat ini mulai bergeser ke usia muda sekitar 30-40 tahun. Namun rata-rata tetap di atas usia 40 tahun,” ujar Manfaluthy.  

Selain diabetes, neuropati juga bisa terjadi akibat faktor genetik, peradangan saraf akibat respons autoimun, merokok, dan terlalu banyak konsumsi alkohol. Seseorang berisiko tinggi mengalami neuropati diabetik jika mengidap diabetes dalam waktu lama. Pengidap diabetes tidak menjaga kadar gula darah, mengalami gangguan ginjal dan memiliki berat badan berlebih (overweight atau obesitas).

Gejalanya didahului dengan rasa kesemutan lalu kemudian timbul rasa baal pada kaki. Setelah itu dapat disertai rasa kram. "Pada pasien diabetes, umumnya bersifat sistemik. Neuropati dapat menyerang kedua kaki di ujung-ujung kaki. Di jari dan telapak kaki,” kata Manfaluthy.

Adapun, jenis neuropati diabetik, yakni mononeuropati, neuropati otonom, femoral neuropathy, dan neuropati perifer. Itu sebabnya gejala neuropati diabetik bergantung lokasi saraf yang rusak.

Secara umum, Manfaluthy melanjutkan, pengidap neuropati diabetik mengalami mati rasa atau kesemutan, serta nyeri seperti terbakar, terkena benda tajam, dan kesakitan. "Saat pasien diabetes terjadi luka pada kaki. Bisa karena saat berjalan atau injak sesuatu tidak berasa karena gangguan sensorik. Penyebabnya, pertama, gangguan aliran darah tak lancar, tersumbat yang memicu gangren. Kedua, terjadinya gangguan sensorik,” tuturnya.

Diagnosis neuropati diabetik dilakukan melalui pemeriksaan kecepatan hantar saraf (KHS). Tujuannya untuk mengukur kecepatan hantar saraf. “Walaupun dia kesemutan atau tidak, pasien diabetes kami selalu sarankan untuk periksa KHS,” ujar Manfaluthy.

KHS dilakukan dengan menggunakan alat. Selain itu dilakukan pemeriksaan respons saraf, pemeriksaan sistem saraf otonom, tes filament dan tes elektromiografi (EMG).

Setelah diagnosis ditetapkan, pengobatan dilakukan untuk memperlambat perkembangan penyakit, meringankan nyeri, mencegah komplikasi, dan mengembalikan fungsi tubuh. “Biasanya pasien datang dengan keluhan kesemutan. Nyeri, kesemutan, dengan rasa panas di kaki, itu mengganggu," ujarnya.

Menurut Manfulathy, teknologi pengobatan di Mayapada Hospital relatif baru. Disarankan pemeriksaan dilakukan minimal satu kali. “Kami juga bekerja sama dengan tim dokter multidisiplin lainnya untuk mengobati pasien," kata dia.

Adapun cara lain untuk mengatasi neuropati diabetik adalah dengan menerapkan gaya hidup sehat, yakni dengan rutin berolahraga, berhenti merokok, menghindari alkohol, mempertahankan berat badan atau menghindari obesitas. 

Mayapada Hospital Tahir Neuroscience Center dan Diabetes Center menyediakan pelayanan lengkap dan tim dokter dari multidisiplin. Layanan komprehensif mulai dari diagnosis, terapi, bedah dan rehabilitasi untuk gangguan neurologis (saraf). Mulai dari penanganan dan rehabilitasi stroke, penyakit neurodegeneratif, sampai penanganan komplikasi ke saraf akibat penyakit lain, seperti diabetes.

Layanan Diabetes Center menyediakan layanan lengkap, mulai dari pencegahan, pengobatan, life support sampai penanganan komplikasi seperti rawat luka akibat diabetes (wound clinic).

Newsletter

Dapatkan Ringkasan berita eksklusif dan mendalam Tempo di inbox email Anda setiap hari dengan Ikuti Newsletter gratis.

Berita Lainnnya

Konten Eksklusif Lainnya

  • 5 Februari 2023

  • 29 Januari 2023

  • 22 Januari 2023

  • 15 Januari 2023


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan