maaf email atau password anda salah

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini

Satu Akun, Untuk Semua Akses


Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Masukan alamat email Anda, untuk mereset password

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link reset password melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Ubah No. Telepon

Ubah Kata Sandi

Topik Favorit

Hapus Berita

Apakah Anda yakin akan menghapus berita?

Ubah Data Diri

Jenis Kelamin


PLN

Tinggalkan LPG, Pelaku Usaha di Bali Ungkap Keunggulan Kompor Induksi

Sabtu, 16 Juli 2022

PLN menargetkan sekitar 15,3 juta pelanggan beralih ke kompor listrik pada 2025. Lebih hemat dan rendah emisi. #Infotempo

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo melakukan demonstrasi memasak menggunakan kompor induksi di salah satu dapur pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Pantai Mertesari, Sanur, Denpasar, Bali.. tempo : 167567879311

Program konversi ke kompor induksi berbasis listrik kini mulai diminati masyarakat. Penggunaan kompor listrik ini lebih nyaman dan hemat.

Salah satunya Jro Kesumawati, pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Pantai Mertesari, Sanur, Denpasar, Bali. Pedagang warung makanan ini adalah satu dari 1.000 pelanggan PLN dalam 950 kelompok penerima manfaat (KPM) kompor induksi.

“Praktis, cepat, lebih hemat, dan enak. Mudah membersihkan, cukup pakai tisu saja,” kata Kesumawati, Jumat, 15 Juli 2022.

Dia mengaku gembira bersama pelaku UMKM lain menerima paket bantuan kompor induksi dari PLN. Apalagi penggunaan kompor induksi tidak sulit, cukup sekali penjelasan dan langsung bisa menggunakan.

Kesumawati mengungkapkan selama belajar menggunakan kompor induksi tidak panas seperti penggunaan kompor LPG. Tisu yang diletakkan di atas kompor juga tidak terbakar karena tak ada api di kompor. “Lebih hemat, tidak keringatan rasanya, serta aman. Saya taruh tisu dan air, airnya mendidih, tisunya tidak terbakar,” ucapnya.

Selama ini Kesumawati mengaku menggunakan dua tabung LPG di warung dan tiga tabung LPG di rumahnya. Penggunaan kompor listrik akan menghemat pengeluaran dan dapat digunakan untuk mengembangkan usaha.

Kesumawati yang memiliki satu cucu ini, mengaku kaget menerima bantuan paket kompor induksi. Setelah belajar dan menggunakannya, kini dia mengaku kompor induksi lebih irit dan aman. “Terima kasih atas bantuan pemerintah, semoga bisa lebih irit,” ungkapnya.

I Ketut Sukra, pedagang asongan mengaku senang setelah mencoba kompor induksi selama tiga bulan. Sejak menggunakan kompor listrik dia sudah tidak membeli LPG.

“Biasanya sebulan dua tabung. Satu tabung gas Rp 19 ribu. Beli di warung, jadi Rp 38 ribu per bulan. Biaya listrik buat masak lebih kecil dari Rp 38 ribu. Kompor LPG sudah tidak dipakai lagi,” kata Ketut.

PLN sejak Maret lalu gencar mensosialisasikan konversi kompor induksi di berbagai daerah. Di Bali secara khusus ada 10 desa yang menjadi proyek percontohan, yakni Desa Renon, Desa Panjer, Desa Sesetan, Desa Pedungan, Desa Pemogan, Desa Serangan, Desa Sidakarya, Desa Sanur Kauh, Desa Sanur, dan Desa Sanur Kaja.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan program konversi kompor sebagai upaya meningkatkan ketahanan energi nasional. Selain itu untuk mengurangi impor LPG yang ditanggung negara.

Menurut dia, konversi ke kompor listrik menyelesaikan tiga persoalan sekaligus. Pertama, mengurangi ketergantungan impor LPG dengan energi berbasis domestik, yaitu listrik. Kedua, mengurangi beban APBN untuk subsidi LPG. Ketiga, konversi kompor ini sejalan dengan misi KTT G20 yaitu, transisi energi.

Penggunaan kompor induksi akan mengurangi emisi gas buang dibandingkan LPG. "Kami membuktikan kepada dunia Indonesia komitmen mengurangi emisi karbon. Bahkan dengan konversi kompor menjadi bukti, Indonesia sampai kepada masyarakata juga aware atas keberlangsungan iklim," ujar Darmawan.

Pada tahun ini, PLN melakukan pilot project konversi kompor LPG ke kompor listrik di dua kota, yaitu Surakarta dan Bali. Pada tahap pertama ini sekitar 2.000 masyarakat yang akan merasakan manfaat dari konversi ini.

PLN menyasar 300 ribu pelanggan lagi yang tersebar di beberapa kota. Perserian menargetkan sekitar 15,3 juta pelanggan beralih menggunakan kompor induksi pada 2025.

Newsletter

Dapatkan Ringkasan berita eksklusif dan mendalam Tempo di inbox email Anda setiap hari dengan Ikuti Newsletter gratis.

Berita Lainnnya

Konten Eksklusif Lainnya

  • 5 Februari 2023

  • 29 Januari 2023

  • 22 Januari 2023

  • 15 Januari 2023


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan