Hukum 1/4

Sebelumnya Selanjutnya
text

Lagu baru untuk deddy

Penyanyi deddy dores akhirnya dijatuhi hukuman penjara. tapi ia menilai perkaranya bukan kasus pidana, melainkan perdata.

i
DI pengasingan hati terpenjara. Petikan syair lagu ciptaannya itu kini menjadi kenyataan. Rabu pekan lalu, Deddy Dores, pencipta lagu yang selalu tampil berkaca mata hitam, dijatuhi hukuman 6 bulan penjara. Ketua majelis hakim di Pengadilan Negeri Surabaya, Yusnia Prawoto, mengungkapkan ia terbukti menggelapkan uang Rp 21 juta, milik korban, Djawara Poetra Petir. Perkara itu berawal dari pengaduan Djawara yang merasa dikibuli Deddy. Pasalnya, penggarapan album rekaman anaknya, Whimbo D'Kid, tak kunjung beres. Promosi di televisi, seperti pernah dijanjikan Deddy, juga cuma janji gombal. Padahal, untuk mengorbitkan anaknya, Djawara sudah menyetor Rp 21 juta. Djawara, katanya, berulang kali menagih janji, tapi Deddy cuek. Maka, tidak ada jalan lain, kasus ini dilaporkan ke polisi. Di pengadilan, Jaksa Arif Suminto mengajukan sejumlah bukti, antara lain keterangan saksi yang melihat penyerahan uang Rp 21 juta itu. Bukti lainnya adalah kuitansi yang ditandatangani Deddy dan jadwal pengambilan gambar di televisi. Jaksa menuntut hukuman 10 bulan penjara. Hakim Yusnia menganggap Deddy memang menipu. Menurut Hakim, Deddy yang sudah punya pengalaman puluhan tahun itu mestinya tahu, tak mudah mengorbitkan seorang penyanyi baru. Tapi, soal Deddy menilap uang Djawara dengan cara menipu seperti dalam dakwaan primer, menurut Hakim, tidak terbukti. Yang terbukti, Deddy menggelapkan biaya iklan untuk kepentingan pribadi. Deddy tak puas dengan vonis dan langsung menyatakan banding. Ia menyebut, uang yang diterimanya dari Djawara cuma Rp 13 juta. Semuanya habis untuk rekaman di sebuah studio di Jakarta. Hal lainnya, ''Djawara tak sabar, malah mengambil alih rekaman itu dan menanganinya sendiri di Surabaya,'' katanya kepada TEMPO. Menurut Deddy, persidangan pidana tidak tepat bagi kasusnya. Ia tak merasa menipu. ''Kalaupun masih ada kewajiban saya yang belum selesai, itu mestinya dipersoalkan secara perdata,'' katanya di hotel tempat ia menginap. Hingga pekan lalu, Deddy masih menghuni kamar sebuah hotel di Surabaya yang sudah berhari-hari disewanya untuk menjalani tahanan kotanya. Laporan Jalil Hakim (Surabaya)

Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=161836368113



Hukum 1/4

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.