Hukum 2/3

Sebelumnya Selanjutnya
text

Sedapnya Fulus di Judi Online

Pengelola situs judi online mengendalikan operasinya dari beberapa negara yang melegalkan judi. Peredaran uang yang luar biasa membuat situs semacam itu terus bermunculan.

i

Avatar gadis muda berwajah oriental yang cantik tak lagi muncul di tampilan www.m888.com sejak Kamis malam pekan lalu. Sehari sebelumnya, Tempo dapat mengakses situs yang menawarkan berbagai permainan judi itu. "Kami memblokirnya setelah mendapat permohonan dari Markas Besar Polri," kata juru bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ismail Cawidu, kepada Tempo, Jumat pekan lalu.

Unit Cyber Crime Markas Besar Kepolisian RI melaporkan 122 situs judi online pada 22 Agustus lalu. Proses permohonan pemblokiran membutuhkan waktu beberapa hari karena melalui jalur birokrasi Kementerian. "Kami dapat memproses secara langsung bila permohonan dikirimkan ke aduankonten.mail@kominfo.go.id," ujar Ismail.

Delapan pekerja situs m88 atau dikenal sebagai mansion88 dibekuk polisi pada akhir Mei lalu. Terungkapnya jaringan mansion88 ini merupakan hasil penyelidikan hampir setahun.


Awalnya para penyidik dari Unit Cyber Crime berpura-pura menjadi pemain judi dengan mendaftarkan diri ke situs. Proses registrasi menjadi anggota tak sulit. Dengan membayar deposito mulai Rp 150 ribu dan mengisi formulir pendaftaran, pendaftar akan diberi username dan password oleh pihak pengelola. Formulir pendaftaran berisi permintaan informasi nama, alamat surat elektronik, nomor telepon seluler, dan nomor rekening.

162038306116

Polisi tak bisa melakukan penelusuran Internet protocol address—alamat mereka mengakses situs—karena terdaftar di luar negeri. "M88 memang berafiliasi dengan perusahaan di Filipina. Di sana judi dianggap legal," ucap Kepala Subdirektorat Unit Cyber Crime Komisaris Besar Rahmad Wibowo. Teknik ini, kata dia, biasa digunakan para pelaku kejahatan dunia maya untuk mengamankan usaha mereka.

Untuk ini, penyelidikan dimulai dengan petunjuk nomor rekening yang diberikan pihak customer service situs. Tapi tak mudah melakukan penelusuran nomor rekening. Itu lantaran lebih banyak nomor rekening memakai identitas dan alamat palsu. "Ada yang menggunakan nama saudaranya tanpa setahu mereka," ujar Rahmad.

Pengelola judi menggunakan modus memakai rekening yang berbeda untuk menerima deposito dan mengirimkan uang kepada penjudi yang menang. Cara itu ditempuh agar tak terendus Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan.

Setelah menelusuri beberapa nomor rekening, akhirnya penyidik berhasil menembus jaringan para pekerja m88. Seorang pria berinisial LK ditangkap di Medan; P di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara; serta AC dan lima orang lainnya di Batu Tulis, Jakarta Pusat. "Para pekerja ini tak saling mengenal dan selama ini bekerja sendiri-sendiri," ucap Rahmad. Mereka, kata dia, menunggu perintah dari bos yang berada di Filipina.

Ketiga orang itu memiliki peran berbeda. LK, misalnya, bertugas mentransfer uang ke beberapa rekening setiap hari. Perintah transfer diberikan lewat surat elektronik yang dikirimkan seseorang berinisial H di Filipina. Kepada penyidik, LK mengaku bekerja di situs mansion88 setelah ditawari pekerjaan oleh H, yang ditemuinya di sebuah mal di Medan. "Dia mendapat gaji sekitar Rp 30 juta per bulan," ujar Rahmad.

Adapun P pernah bekerja sebagai anggota tim pemasaran mansion88 di Filipina. Ketika balik ke Indonesia, dia mendapat tugas yang sama. Bayaran P sama dengan LK. Enam orang lain merupakan anggota tim yang bekerja mentransfer uang untuk para pemenang.

Dari mansion88, polisi membekukan ratusan rekening dengan jumlah total isi rekening Rp 111 miliar. "Kami tak tahu dana ini terkumpul dari berapa lama mereka beroperasi," ujar Rahmad. Hingga kini, kata dia, tak ada satu pun pihak yang memproses agar pemblokiran rekening dicabut.

Selain meminta rekening m88.com di­blokir, Unit Cyber Crime sudah mengajukan permintaan pemblokiran 119 rekening yang diduga terkait dengan judi online ke Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan. Total isinya sekitar Rp 8 miliar. Rekening itu, menurut Rahmad, bukan penampung terakhir. "Sebagian besar rekening ini dialirkan ke pusat situs judi, yang berada di Filipina atau Kamboja," ujarnya.

Bukan kali ini saja kepolisian menangkap pelaku judi online. Pada Januari lalu, Satuan Tugas Khusus Pemberantasan Judi Online Kepolisian Daerah Metro Jaya membekuk Yudith Devian Martan dan Reza Radity. Mereka mengoperasikan situs dunia­bola.net dan empat situs judi lain, yaitu www.bdbola.com, www.agenindo.com, www.greysnow.com, dan www.agents­bobe­t­online.com.

Keduanya agen situs judi online internasional IBCBet dan SBOBet, yang berpusat di Filipina dan Singapura. Mereka mengaku menjadi agen dua situs judi terkemuka di Asia Tenggara itu sejak 2011. Untuk menjadi agen SBOBet dan IBCBet, Yudith harus menyetor modal Rp 1 miliar. Uang ini nanti akan dipotong setiap mereka memasangkan taruhan bagi para penjudi di Indonesia di situs pusat SBOBet dan IBCBet. Dari bisnis ini, Yudith mengeruk fulus sekitar Rp 500 juta tiap bulan dengan perputaran lebih dari Rp 1 miliar per bulan. Tiap bertaruh, seorang pemain dipatok minimal membayar Rp 50 ribu.

Sebelumnya, pada 2012, Polda Metro Jaya menggerebek rumah salah satu agen situs www.kakakdewa.com di Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Dari rumah itu, polisi mengamankan RH dan enam anak buahnya. RH diperkirakan mendapat keuntungan miliaran rupiah setiap bulan.

Situs ini memiliki anggota mencapai 22 ribu dan beroperasi sejak 2010. Pemain mendaftarkan diri di situs kakakdewa dengan membayar Rp 200 ribu, lalu ia akan mendapat username dan password. Setelah melakukan registrasi, pemain dapat menggunakan situs www.shobet.com dan www.ibcbet.com untuk jenis judi bola. Adapun untuk judi rolet akan dihubungkan ke situs www.338a.com dan jenis judi bakarat lewat www.grand628.com. Cyber Crime Mabes Polri pada 22 Agustus lalu meminta Kementerian Komunikasi memblokir situs itu.

l l l

Berbeda dalam menangani situs pornografi, Kementerian Komunikasi dan Informatika membutuhkan laporan dari kepolisian untuk memblokir situs judi online. Dalam menghadapi situs pornografi, Kementerian memiliki kewenangan memblokir setiap situs yang mengandung konten porno. Keleluasaan ini diatur dalam Undang-Undang Pornografi serta Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Adapun untuk situs judi online, pemblokiran baru dilakukan setelah ada bukti dan laporan ke Kementerian Komunikasi. Kementerian memblokir dengan cara mengirimkan permintaan blokir ke penyedia jasa Internet atau Internet service provider.

Menurut praktisi teknologi informasi, Nathan Gusti Ryan, banyak teknik membuka pemblokiran situs. Teknik ini menyebar di berbagai situs dan komunitas Internet. Salah satunya menggunakan virtual ­private network (VPN), yakni koneksi privat melalui jaringan publik atau Internet.

Pengguna VPN juga dapat menggunakan domain dari server di luar negeri sehingga bisa mengakses situs yang diblokir di jaringan di Indonesia. "Pemblokiran sebenarnya tidak menghilangkan akses ke situs judi, hanya bisa meminimalkan," kata Nathan.

Yuliawati


Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=162038306116



Hukum 2/3

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.