Etalase 1/1

Sebelumnya Selanjutnya
text

Gedung-gedung Ramah Lingkungan

HARI lingkungan hidup diperingati tiap 5 Juni. Efek rumah kaca selalu menjadi isu global akibat kian beralihnya manusia ke era industri. Negara-negara maju dituding sebagai penyebab keterpurukan bumi itu. Maka para arsitek membangun gedung-gedung yang energi listriknya dihasilkan dari alam.

1. Gedung Kementerian Pekerjaan Umum
Satu-satunya gedung pemerintahan di ASEAN yang meraih penghargaan untuk kategori New and Existing Building dalam ASEAN Practices Energy Efficient Building Awards di Laos, Myanmar, tahun lalu. Bangunan ini mampu menghemat energi hingga 61 persen dan mempunyai teknologi daur ulang air hujan.

i

HARI lingkungan hidup diperingati tiap 5 Juni. Efek rumah kaca selalu menjadi isu global akibat kian beralihnya manusia ke era industri. Negara-negara maju dituding sebagai penyebab keterpurukan bumi itu. Maka para arsitek membangun gedung-gedung yang energi listriknya dihasilkan dari alam.

1. Gedung Kementerian Pekerjaan Umum
Satu-satunya gedung pemerintahan di ASEAN yang meraih penghargaan untuk kategori New and Existing Building dalam ASEAN Practices Energy Efficient Building Awards di Laos, Myanmar, tahun lalu. Bangunan ini mampu menghemat energi hingga 61 persen dan mempunyai teknologi daur ulang air hujan.

2. Powerhouse Kjorbo
Gedung perkantoran di jantung Oslo, ibu kota Norwegia, ini disebut sebagai gedung paling ramah lingkungan sedunia. Dibangun oleh kantor arsitek Snøhetta, bangunan seluas 2.600 meter persegi di pinggiran laut Sandvika ini didesain menghasilkan energi bersih dan terbarukan. Sumbernya berasal dari panel surya yang menghasilkan setrum 200 ribu kilowatt-jam (kWh) per tahun. Sedangkan kebutuhan listrik gedung ini hanya 100 ribu kWh per tahun.

3. The Crystal
Gedung kantor di Inggris ini menyabet sertifikat Leadership in Energy and Environmental Design kategori platinum karena bebas bahan bakar fosil. Listrik gedung ini bersumber dari sebuah panel surya bernama fotovoltaik. Pencahayaan gedung ini menggunakan kombinasi antara lampu neon dan LED. Atapnya didesain bisa menampung air hujan yang dialirkan kembali untuk semua keperluan manusia di dalamnya.

4. Melbourne School of Design
Dikenal sebagai studio menggantung di langit Melbourne, Australia. Arsitek John Wardle mendesain bangunan ini sebagai studio masa depan. Air hujan yang tertampung sebanyak 750 ribu liter disalurkan ke dalam tangki di ruang bawah tanah untuk toilet serta buat irigasi rumput universitas dan kebun. Sumber cahaya dari matahari dan ventilasinya alamiah. Studio yang dibangun dengan biaya US$ 102 juta ini selesai dalam 14 bulan. Berkat desainnya, bangunan ini menyabet penghargaan Desain Publik 2015 dari Australian Interior Design Awards.

5. Bullit Center
Menurut Inc.com, gedung seluas 50 ribu kaki persegi di Seattle, Amerika Serikat, ini mampu menghasilkan air dan listrik sendiri untuk memenuhi kebutuhannya. Tinja dari toiletnya bahkan terolah langsung menjadi kompos. Gedung ini dibangun selama 16 bulan dengan anggaran US$ 30 juta.

6. Gedung Apple
Gedung ini masih dalam tahap konstruksi di New York, Amerika Serikat, dan akan selesai tahun depan. Luasnya 853 ribu meter persegi dan menghabiskan biaya Rp 40 triliun. Energi yang terpakai gedung ini sepenuhnya terbarukan. Ada sistem kontrol temperatur yang menyesuaikan dengan suhu lingkungan. Ada 7.000 pohon di sekelilingnya. Kantor berbentuk cincin yang mirip pesawat luar angkasa itu akan menampung 14 ribu karyawan.


Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=161895973927



Etalase 1/1

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.