Ekonomi dan Bisnis 1/3

Sebelumnya Selanjutnya
text

Trio Manajer Jebolan Lehman Brothers

Setelah malang-melintang mengakuisisi sejumlah perusahaan di India dan Thailand, SSG Capital Management Limited akhirnya merambah Indonesia.

i Ilham Habibie./ TEMPO/Tony Hartawan
Ilham Habibie./ TEMPO/Tony Hartawan

 

Perusahaan investasi asal Hong Kong yang menyebut diri berfokus pada penyaluran “kredit dan investasi khusus” di Asia-Pasifik itu bersama Ilham Habibie mendirikan Al Falah, perusahaan yang memiliki kapitalisasi sebesar US$ 121 juta atau sekitar Rp 1,7 triliun.

Ilham dan SSG mendirikan Al Falah berdasarkan hukum Singapura dan akan membeli 50,3 persen saham Bank Muamalat, bank syariah pertama di Indonesia, lewat hak memesan efek terlebih dahulu. “SSG dan Ilham Habibie memiliki pengalaman yang luas dalam melakukan investasi untuk memperbaiki kondisi atau kinerja bank dan berinvestasi di institusi keuangan,” demikian bunyi prospektus akuisisi Bank Muamalat.    

Kemunculan perusahaan investasi SSG dalam akuisisi Bank Muamalat cukup mengejutkan. Sebab, investasi private equity ke perbankan nasional terbilang masih jarang. Salah satunya Creador, perusahaan investasi asal Malaysia, yang mengakuisisi 20 persen saham PT Bank Index menggunakan bendera Issotrema Sdn Bhd pada Maret 2015.

Menurut catatan Bloomberg dan situs resmi perusahaan, SSG didirikan tiga manajer investasi jebolan Lehman Brothers, yaitu Ching Him Wong—lebih dikenal sebagai Edwin Wong—Shyam Maheshwari, dan Andreas Rizal Vourloumis. Nama terakhir adalah warga negara Indonesia. Mereka mendirikan SSG satu tahun setelah Lehman Brothers, bank investasi asal Amerika Serikat, bangkrut dihantam krisis global 2008. Edwin kini duduk sebagai Chief Investment Officer SSG, sementara Andreas bertanggung jawab atas kawasan Asia Tenggara. 

Satu tahun setelah berdiri, SSG berhasil menghimpun dana dari investor dalam SSG Capital Partners I LP sebanyak US$ 104 juta. Dua tahun kemudian, November 2012, US$ 400 juta terhimpun dalam SSG Capital Partners II LP. Dalam SSG Capital Partners III LP, dana yang dikumpulkan mencapai US$ 915 juta.

Pada 2014, SSG mengakuisisi 49 persen saham Assets Care & Reconstruction Enterprise Ltd (ACR) di India. Dua tahun kemudian, mereka mengakuisisi 49 persen saham Alpha Capital Management Limited, perusahaan manajemen aset di Thailand. Lalu, pada Desember 2017, SSG berhasil mengumpulkan dana investasi sebanyak US$ 1,681 miliar dalam SSG Capital Partners IV LP. Private Debt Investor melaporkan, pendanaan sesi keempat itu diharapkan bisa menghasilkan imbal hasil sebanyak 20 persen.

SSG Capital kini berkantor di ruang 4202-4204, 42/F, Gloucester Tower, The Landmark. Berada di tengah kawasan bisnis, Gloucester tegak berdiri di Queen’s Road Central, jalan pertama yang dibangun pemerintah kolonial Inggris di Hong Kong antara 1841 dan 1843. 

Berdasarkan prospektus akuisisi Bank Muamalat, SSG dilaporkan memiliki dana kelolaan mencapai US$ 5 miliar sampai April ini. Kini perusahaan sedang menggelar pendanaan kelima. Menurut Private Debt Investor, sejumlah investor telah bersiap menggelontorkan dananya dalam seri pendanaan tersebut. Salah satunya Virginia Pension System, lembaga independen yang mengelola pensiunan pekerja sektor publik Negara Bagian Virginia, Amerika Serikat, dengan 705 ribu anggota aktif.

Dalam pendanaan kelima itu, Virginia Pension berkomitmen menyuntikkan US$ 150 juta atau sekitar Rp 2,128 triliun. Namun SSG tidak merinci dari seri pendanaan mana akuisisi Bank Muamalat diambil.

KHAIRUL ANAM

Reporter Khairul Anam - profile - https://majalah.tempo.co/profile/khairul-anam?khairul-anam=162403132587



Ekonomi dan Bisnis 1/3

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.