Daerah 3/4

Sebelumnya Selanjutnya
text

Jaziratul Muluk

Nama maluku berasal dari jaziratul muluk artinya, banyak raja. gubernur baru hasan slamet bertekat membangun maluku yang kaya potensi. maluku daerah terbuka, keamanan mendapat perhatian besar. (dh)

i
ALKISAH, waktu penyebar Islam berdatangan ke daerah Nusantara yang terdiri banyak pulau ini menyebut negeri yang ditemukan mereka dengan Jaziratul Muluk Artinya daerah yang hanyak raja Dari kata "muluk" maka timbul istilah Maluku. Dan memang benar, di Maluku terdapat raja dalam jumlah banyak. Setiap kampung/desa yang disebut negeri ikepalai seorang raja, yang istilah sananya disebut Latu Patti. Maka Gubernur Hasan Slamet dalam bulan-bulan pertama di kursi jabatannya melakukan apa yang menurut istilahnya adalah "melihat, mendengar dan mencatat". Seluruh daerah akan dikembangkan. Pembangunan harus menyerap dan diserap oleh masyarakat secara keseluruhan. Tenaga kerja dan tenaga terdidik masih kurang dan ini merupakan problim. "Bisa saja kita mengundang pekerja dan modal dari luar tapi kan sifatnya tidak mendidik", kata Gubernur. Diberikannya contoh suatu percakapan kecil dengan penduduk kampung. Dulu mereka tidak ambil pusing dengan batu-batu yang berada di dekatnya. Kini mereka mengumpulkannya dan dijual kepada PU. Dulu mereka tidak menyadari haknya yang menghasilkan uang itu. Maka berderet-deretlah tumpukan batu yang diukur meteran dengan rapi sepanjang jalan antara Ambon dan Hila. "Di sini dimulai dari dasar, pembangunan manusia",kata Hasan Slamet lagi. Sebelum ini Maluku dianggap orang sebagai daerah yang "ricuh". Dua gubernur sebelumnya turun kursi dalam situasi yang kurang baik. Dulu kolonel, kemudian brigjen dan kini mayor jenderal. Mampukah sang mayor jenderal menggarap Maluku dengan baik? "Saya suka menghadapi tantangan", ujarnya lagi. Hasil Laut Permulaan yang baik telah ditunjukkan Gubernur Hasan Slamet. Dalam waktu kurang dari satu minggu pembicaraan RAPBD dapat terselesaikan oleh DPRD. Biasanya pembicaraan sensitip ini dilakukan dengan berlarut-larut, bersitegang antara DPRD dan Pemda. APBD sekitar 8,5 milyar rupiah nampak kecil tapi sektor pendapatan daerahnya justeru lebih besar jika dibandingkan dengan Sulsel yang berpenduduk 6 juta. Maluku yang penduduknya kira-kira satu juta orang menduduki posisi ke IV dari hasil ekspornya dibandingkan dengan daerah-daerah Indonesia lainnya. Potensi lautnya sangat besar. Ini terbukti dengan hasil terakhir berupa $ 16 juta, yang merupakan eksploitasi teratas di Indonesia pada bidang hasil laut. "Maluku adalah Indonesia kecil", kata Gubernur lagi, "jika Indonesia kita bepergian antar propinsi meliwati laut sedang di Maluku dari kabupaten ke kabupaten, dari kecamatan ke kecamatan dan dari desa ke desa harus melalui lautan". Hubungan merupakan faktor yang sangat penting untuk menjaga integritas dan koordinasi kerja. Hubungan telepon dengan SSB ke seluruh kecamatan sudah ada. Pelayaran antar pulau diperbaiki. Dari Ambon ke Ternate ada dua kali penerbangan tiap minggunya. Ke Maluku Tenggara penerbangan perintis ini sekali seminggu. Di Tanimbar akan dibuatkan landasan terbang. Maluku merupakan daerah terbuka. Keamanan harus mendapat perhatian yang berlebih. RMS berasal dari sana. Pulau Buru yang menjadi daerah hunian tahanan G-30S/PKI ada di sana. Apakah yang bisa diharapkan dari Maluku masa kini? Apakah kita akan berkubang dengan nostalgia masa lalu, berbangga dengan rempah-rempah? Satu hal yang perlu dicatat dengan baik. Bila panen tiba, penduduk Sulsel membeli emas, penduduk Sulut berpesta dan orang Maluku menanamkan modalnya untuk masa depan yang bagus: menyekolahkan anak, membangun mesjid atau gereja.

Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=162402501153



Daerah 3/4

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.