Bisnis Sepekan 1/4

Sebelumnya Selanjutnya
text

Phinisi dan bisnis wisata laut

i
KAPAL layar tradisional Phinisi Nusantara, yang semula akan dimuseumkan, kini dimanfaatkan untuk pariwisata. "Sayang kalau dianggurkan saja," ujar Gita Hardjakusuma, sang nakhoda yang pernah melayarkan Phinisi ke Vancouver (Kanada) melalui Samudera Pasifik pada 1986. Pihak pemilik kapal, Yayasan Phinisi Nusantara, bekerja sama dengan PT Roosaria Indah Tours & Travel, Jakarta, mengadakan paket tur yang disebut Island Sailing Adventure. Tur ini agak berbau petualangan laut. Pelayaran perdananya berlangsung 15-17 Mei lalu. Sekitar 20 wisatawan lima di antaranya dari Amerika Serikat dan Jepang (sisanya turis domestik) dilayarkan ke Pulau Seribu dengan biaya US$ 120 untuk dewasa dan US$ 80 untuk anak-anak. Tur ini bisa mengasyikkan, karena ada acara memancing, menyelam, dan ski air. Untuk diving, penumpang dipungut US$ 40 (Rp 80.000). Sedangkan tarif carternya tergantung lama berlayar dan sasaran yang dituju. Makin jauh dan makin lama tentu makin mahal. Menurut Johny Anwar, Manajer Pemasaran Roosaria Indah, sudah banyak yang memesan, termasuk rombongan Anker Bir yang akan berlayar ke Pulau Krakatau, akhir Mei ini. Pihak penyelenggara yakin bahwa bisnis ini menguntungkan. "Separuh keuntungan buat Yayasan Phinisi Nusantara, separuh lagi buat Roosaria," ujar Andre Nasution, Presiden Direktur Roosaria. Biro perjalanan ini juga menanggung biaya pemeliharaan dan operasional kapal yang per bulan diperkirakan mencapai Rp 7 juta sampai Rp 8 juta itu.

Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=162052389169



Bisnis Sepekan 1/4

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.