Arsip 1/1

Sebelumnya Selanjutnya
text

Listrik Melimpah Sulit Menjual

PLN kesulitan menjual listrik ke industri karena tarifnya mahal.

i Listrik Melimpah Sulit Menjual
Kantor Pusat Perusahaan Listrik Negara (PLN) di Jalan Trunojoyo, Jakarta, 24 Juli 2021. Tempo/Tony Hartawan
  • Di era Soeharto, PLN surplus listrik tapi kesulitan menjualnya ke industri. .
  • PLN kesulitan menjual karena tarifnya mahal di atas negara tetangga.
  • Industri memilih menggunakan pembangkit listrik sendiri ketimbang membeli listrik dari PLN. .

KINERJA PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) tengah disorot oleh Erick Thohir, Menteri Badan Usaha Milik Negara. Erick meminta PLN menyetop proyek-proyek yang mubazir. “Kesehatan (keuangan) PLN lebih penting. Kalau PLN sakit, semua sakit,” kata Erick, Kamis, 12 Agustus 2021.

Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan, agar keuangan sehat, PLN perlu merenegosiasi dengan produsen listrik swasta di tengah menurunnya konsums

...

Silahkan berlangganan untuk membaca keseluruhan artikel ini.

Mulai dari

Rp. 36.000*/Bulan

Akses tak terbatas di situs web dan mobile Tempo

Aplikasi Tempo Media di Android dan iPhone

Podcast, video dokumenter dan newsletter

Arsip semua berita Majalah Tempo sejak terbit 1971 dan Koran Tempo sejak edisi perdana 2001

Register di sini untuk mendapatkan 2 artikel premium gratis. Jika sudah berlangganan, silakan login


Reporter Tempo


Krisis Listrik Politik Soeharto PT PLN (Persero)

Arsip 1/1

Sebelumnya Selanjutnya

Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.