Karawitan Subversif Ki Tjokrowasito - majalah.tempo.co

Karawitan Subversif Ki Tjokrowasito

Sabtu, 4 Agustus 2018 15:23 WIB

GENDING ketawang Sihing-Widdi mengiringi tembang laras pesinden Desti Pertiwi dan Wiyani. Suara gamelan lirih, menyayat. Dua penembang itu mengidungkan welasan, lagu kesedihan meratapi nasib Pangeran Diponegoro.

Karawitan Subversif Ki Tjokrowasito
Jaya Manggala Gita karya empu gamelan Ki Tjokrowasito (almarhum) tahun 1952, yang pada zamannya dianggap tak lazim, dimainkan murid-muridnya di Yogyakarta.

GENDING ketawang Sihing-Widdi mengiringi tembang laras pesinden Desti Pertiwi dan Wiyani. Suara gamelan lirih, menyayat. Dua penembang itu mengidungkan welasan, lagu kesedihan meratapi nasib Pangeran Diponegoro.

Selagi Desti dan Wiyani membawakan tembang tentang kepedihan hati itu, pembaca narasi Supadma mengisahkan penangkapan Pangeran Diponegoro oleh Belanda dengan penuh penghayatan. Ia merintih dan terisak.

"Duh, njeng Pangeran Diponegoro,

...

Silahkan Login / Register untuk melanjutkan membaca artikel ini.
Anda akan mendapatkan 5 artikel gratis setelah Register.

Hubungi Kami :

Alamat : Gedung TEMPO, Jl. Palmerah Barat No.8, Jakarta Selatan, 12210

Informasi Langganan :

Email : cs@tempo.co.id

Telepon : 021 50805999 || Senin - Jumat : Pkl 09.00 - 18.00 WIB

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2525 | 0882-1023-2343 | 0887-1146-002 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Informasi Lainnya :

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2828 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Tempo

Anda belum Login/Register. Dapatkan

5 artikel gratis setelah Register.