Politik Meminggirkan Minoritas - majalah.tempo.co ‚Äč

Politik Meminggirkan Minoritas

Rabu, 6 Juni 2018 21:35 WIB

DUA puluh tahun pasca-reformasi, pengakuan dan pelindungan negara kepada kaum minoritas di Indonesia masih jauh panggang dari api. Sampai hari ini, pemeluk agama yang dinilai menyimpang seperti Ahmadiyah masih harus hidup dalam kecemasan.

Politik Meminggirkan Minoritas
Penganut agama dan aliran kepercayaan minoritas masih mengalami diskriminasi. Elite politik menjadi biang masalah.

Baca Juga

  • Reza Rahadian: Surga Perkakas
  • Anwar Usman: Obat Pusing India
  • Sha Inne Febriyanti: Demi Kebaya
  • Disutopia
  • DUA puluh tahun pasca-reformasi, pengakuan dan pelindungan negara kepada kaum minoritas di Indonesia masih jauh panggang dari api. Sampai hari ini, pemeluk agama yang dinilai menyimpang seperti Ahmadiyah masih harus hidup dalam kecemasan. Sementara itu, penganut aliran kepercayaan seperti Sumarah dan Sunda Wiwitan harus berpura-pura menjadi pemeluk agama yang diakui di Indonesia agar memperoleh kartu tanda penduduk.

    Kegagalan negara melindungi k

    ...

    Anda belum login/register untuk berlangganan Majalah Tempo versi Web / Aplikasi.
    info lebih lanjut hubungi : 021-50805999 atau cs@tempo.co.id

    Tempo

    Sign up below to get more articles, get unlimited access in here

    Anda belum register/login, silahkan untuk free artikel di sini