Persaudaraan Lewat Ngejot - majalah.tempo.co

Persaudaraan Lewat Ngejot

Senin, 13 Februari 2017 00:00 WIB

Aroma dupa menguar dari pelataran rumah Made Sariani di Desa Adat Tuka, Kuta Utara, Bali. Jumat sore akhir Desember 2016, perempuan 48 tahun itu sedang menyiapkan banten (sesaji) yang akan dia bawa ke upacara adat memukur, salah satu rangkaian upacara kematian dalam tradisi Bali, di desa tetangga.

Sesaat kemudian, Sariani meletakkan sesaji yang ia pegang seraya menyambut kedatangan keponakannya, I Gusti Ayu Pramusita Dewi Hartati, 24 tahun, warga Katolik di Desa Tuka. "Kaden tiang nyen (saya kira siapa)?" kata Sariani. "Tiang ngejot (saya ngejot)," jawab sang keponakan. Dewi turun dari sepeda motornya, menenteng keranjang berisi buah-buahan, ayam betutu, nasi, dan aneka kue.

Persaudaraan Lewat Ngejot
Tali persaudaraan berbeda agama terjalin lewat tradisi ngejot. Kearifan lokal yang terus dipertahankan di Desa Tuka.

Baca Juga

  • Revisi Pesanan Jokowi
  • Poros Teror Suriah-Surabaya
  • Akuarium Jemaah Pendukung Daulah
  • Pemberontak di Unit Nomor 2
  • Aroma dupa menguar dari pelataran rumah Made Sariani di Desa Adat Tuka, Kuta Utara, Bali. Jumat sore akhir Desember 2016, perempuan 48 tahun itu sedang menyiapkan banten (sesaji) yang akan dia bawa ke upacara adat memukur, salah satu rangkaian upacara kematian dalam tradisi Bali, di desa tetangga.

    Sesaat kemudian, Sariani meletakkan sesaji yang ia pegang seraya menyambut kedatangan keponakannya, I Gusti Ayu Pramusita Dewi Hartati, 24 tahun, warg

    ...

    Anda belum login/register untuk berlangganan Majalah Tempo versi Web / Aplikasi.
    info lebih lanjut hubungi : 021-50805999 atau cs@tempo.co.id

    Administrator

    Sign up below to get more articles, get unlimited access in here

    Anda belum register/login, silahkan untuk free artikel di sini