Biodiversitas Terpendam Di Pulau Sumba - majalah.tempo.co

Biodiversitas Terpendam Di Pulau Sumba

Senin, 9 Januari 2017 00:00 WIB

Diameter mulut gua itu sekitar setengah meter. Untuk memasukinya, Ahmad Fathoni, peneliti bahan kimia alam Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, harus merangkak hati-hati. Sedikit demi sedikit, ia menyusuri gua kapur yang menurun sepanjang sepuluh meter itu. Kawan-kawannya hanya bisa menanti sembari berharap cemas.

Perjuangan Ahmad tak sia-sia. Setiba di dalam gua, ia menemukan apa yang dicarinya. "Ya, ada moonmilk," kata Ahmad di Gedung Herbarium Bogoriense, Cibinong, Kabupaten Bogor, pekan lalu, ketika mengisahkan perjalanannya di Praing Kareha, Taman Nasional Laiwangi Wanggameti, Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur.

Biodiversitas Terpendam Di Pulau Sumba
Tim ekspedisi LIPI meneliti keberagaman biota darat dan laut Pulau Sumba. Kekayaan alam yang belum tergali.

Baca Juga

  • Revisi Pesanan Jokowi
  • Poros Teror Suriah-Surabaya
  • Akuarium Jemaah Pendukung Daulah
  • Pemberontak di Unit Nomor 2
  • Diameter mulut gua itu sekitar setengah meter. Untuk memasukinya, Ahmad Fathoni, peneliti bahan kimia alam Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, harus merangkak hati-hati. Sedikit demi sedikit, ia menyusuri gua kapur yang menurun sepanjang sepuluh meter itu. Kawan-kawannya hanya bisa menanti sembari berharap cemas.

    Perjuangan Ahmad tak sia-sia. Setiba di dalam gua, ia menemukan apa yang dicarinya. "Ya, ada moonmilk," kata Ahmad di Gedung Herbarium B

    ...

    Anda belum login/register untuk berlangganan Majalah Tempo versi Web / Aplikasi.
    info lebih lanjut hubungi : 021-50805999 atau cs@tempo.co.id

    Administrator

    Sign up below to get more articles, get unlimited access in here

    Anda belum register/login, silahkan untuk free artikel di sini