Opini



  • Ambisi 20 Miliar Dolar Ketika Pasar Jera
  • Orang Miskin Jangan Dibansos
    Kolom

    Orang Miskin Jangan Dibansos

    Robertus Robet
    Sosiolog Universitas Negeri Jakarta

  • The Crown
    Catatan Pinggir

    The Crown

    Kekuasaan berhasil bukan karena menindas dengan bedil dan menyuap dengan uang, tapi karena efektif memainkan ilusi.

  • Panggil Aku Sesuai Namaku
    Bahasa

    Panggil Aku Sesuai Namaku

    Jika patung Arjuna Wijaya merupakan simbol bahwa hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu, dan para penegak hukum serta keadilan memeluk dan menjalankan amanah itu, bisa jadi demo-demo akan berkurang di kawasan tersebut.

  • Korupsi Bansos dan Partai Wong Cilik
    Opini

    Korupsi Bansos dan Partai Wong Cilik

    Korupsi bantuan sosial menunjukkan kelemahan mendasar sistem perlindungan kaum miskin di Indonesia. Bukti buruknya komitmen pemerintah dan partai yang mengklaim peduli terhadap nasib wong cilik.

  • Kambing Hitam Abadi Bernama Alam
    Opini

    Kambing Hitam Abadi Bernama Alam

    Pemerintah berkukuh penyebab banjir di Kalimantan Selatan adalah fenomena alam ekstrem. Membantah adanya alih fungsi hutan yang masif di hulu.

  • Keniscayaan Bank Digital
    Opini

    Keniscayaan Bank Digital

    Bunga kredit bank umum di Indonesia tertinggi se-Asia Tenggara. Bank digital bisa menurunkan bunga pinjaman.

  • Banjir Dolar dari Biden
    Sinyal Pasar

    Banjir Dolar dari Biden

    Yopie Hidayat
    Kontributor Tempo

  • Dewan Kehormatan Kebablasan
    Opini

    Dewan Kehormatan Kebablasan

    Memecat Ketua Komisi Pemilihan Umum, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum dianggap berlebihan. Lembaga etik selayaknya tak diberi wewenang memberhentikan.

  • Taruhan Besar Vaksinasi Covid-19
    Opini

    Taruhan Besar Vaksinasi Covid-19

    Selebrasi dan ancaman pidana bukan cara efektif menarik dukungan publik untuk program vaksinasi Covid-19. Justru bisa memperluas penolakan.

  • Evaluasi Lagi Keselamatan Penerbangan
    Opini

    Evaluasi Lagi Keselamatan Penerbangan

    Kecelakaan Sriwijaya Air harus memicu perbaikan aspek keselamatan penerbangan. Jangan melonggarkan regulasi yang mempertaruhkan keselamatan.

  • Bahaya Baru Pencoleng Digital
    Opini

    Bahaya Baru Pencoleng Digital

    Modus baru pembobolan rekening bank melalui pembajakan nomor telepon nasabah kian marak. Bank tidak boleh lepas tangan.

  • Fragile
    Catatan Pinggir

    Fragile

    Tapi wabah adalah perang tanpa perbatasan. Tak ada ruang dan waktu yang bisa ditata lengkap dan stabil dalam indeks dan peta. Penularan dan penyembuhan berlangsung dalam endapan sikap yang berbeda-beda tentang hidup, penyakit, dan kematian.

  • Benih Bening Lobster, Benur
    Bahasa

    Benih Bening Lobster, Benur

    Ada kemungkinan penambahan kata “bening” di belakang kata “benih” mengacu pada fisik bibit lobster. Penampakannya memang bening, bahkan cenderung transparan. Tentu saja orang pertama yang mengenalkan benih bening lobster yang tahu definisi persisnya.

  • Calon Kapolri Selera Jokowi
    Opini

    Calon Kapolri Selera Jokowi

    Presiden memilih Listyo Sigit Prabowo sebagai calon Kepala Kepolisian. Kental diwarnai faktor kedekatan dan kepentingan politik.

  • Sinyal Bahaya yang Masih Terabaikan
  • Pelarangan FPI Bukan Solusi
    Opini

    Pelarangan FPI Bukan Solusi

    Pelarangan aktivitas Front Pembela Islam tidak akan menyelesaikan masalah. Perlu ada desain politik kebudayaan.

  • Mimpi Lama Mobil Listrik
    Opini

    Mimpi Lama Mobil Listrik

    Pemerintah kembali menggulirkan program mobil listrik. Perlu kebijakan yang komprehensif dan konsisten agar ambisi ini tak lagi amblas.

  • Satu “S” atau Dua “S”?
    Bahasa

    Satu “S” atau Dua “S”?

    Ketika menyajikan daftar mata uang sedunia, KBBI menyebut mata uang franc, yang dilambangkan dengan SFr, digunakan di Swis (satu “s”). Namun, dalam KBBI edisi selanjutnya, termasuk Edisi Kelima (2017: halaman 1.949), mata uang tersebut dikoreksi menjadi franc Swiss (dobel “s”).

  • Mata
    Catatan Pinggir

    Mata

    Mata—berbeda dengan kuping—memang menyerap benda-benda sebidang demi sebidang, tak sekaligus. Penglihatan pun jadi raja. Tak lagi manusia mengenal obyek dengan mendengarkan, mencium, dan merabanya.

  • Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

    4 artikel gratis setelah Register.