Majalah TEMPO | Situs Berita Online Indonesia - majalah.tempo.co

Laporan Utama



  • Duit Panas di Tengah Pandemi
    Laporan Utama

    Duit Panas di Tengah Pandemi

    Pembahasan rencana pengadaan alat uji cepat Covid-19 berlarut-larut. Banyak pedagang menawarkan beraneka merek buatan luar negeri.

  • Hitung Kancing Karantina Wabah
    Laporan Utama

    Hitung Kancing Karantina Wabah

    Mencegah kepanikan dan menghitung biaya karantina wilayah, pemerintah memilih menerapkan pembatasan sosial berskala besar. Para menteri Jokowi tak satu suara.

  • Berburu Tambar Hingga ke Seberang
    Laporan Utama

    Berburu Tambar Hingga ke Seberang

    Pemerintah akan menguji keampuhan Avigan terhadap orang Indonesia. Sebagian rumah sakit rujukan kesulitan mendapatkan obat.

     

  • Kembang-Kempis Penyokong Napas
    Laporan Utama

    Kembang-Kempis Penyokong Napas

    Alat bantu napas alias ventilator di rumah sakit rujukan penanganan korban pandemi Covid-19 masih minim. Para perekayasa dari universitas hingga perusahaan otomotif berlomba dengan waktu.

  • Cuci Hazmat Sebelum Rawat
    Laporan Utama

    Cuci Hazmat Sebelum Rawat

    Pemerintah membeli alat pelindung diri dengan harga jauh lebih mahal. Mengejar bahan baku dengan diplomasi luar negeri.

  • Prioritas yang Terbelakang
    Laporan Utama

    Prioritas yang Terbelakang

    Distribusi alat rapid test di sejumlah daerah masih bermasalah. Ada pelaksanaan tes yang menyalahi prosedur.

  • Mereka yang Bertaruh Nyawa
    Laporan Utama

    Mereka yang Bertaruh Nyawa

    Semua petugas di fasilitas kesehatan rawan tertular Covid-19. Mereka tak hanya menolong, tapi juga mendengarkan keluh-kesah pasien.

  • Garda Depan Minus Senjata
    Laporan Utama

    Garda Depan Minus Senjata

    Tenaga medis berjibaku menangani pasien corona dengan peralatan serba minim. Di tengah segala keterbatasan itu, sejumlah peneliti merilis bakal terjadi ledakan kasus positif Covid-19 di Indonesia. Para ahli memperkirakan fasilitas pelayanan kesehatan tak mampu menampung pasien yang membutuhkan perawatan. Jumlah dokter paru pun tak cukup mengatasi lonjakan tersebut.

  • Uji Cepat Melawan Sampar
    Laporan Utama

    Uji Cepat Melawan Sampar

    Presiden Joko Widodo memerintahkan pelaksanaan rapid test atau tes cepat secara massal untuk melacak penyebaran penyakit menular Covid-19. Tetap membutuhkan metode pemeriksaan lama yang lebih akurat membaca virus.

  • Lobi Kilat Memburu Detektor
    Laporan Utama

    Lobi Kilat Memburu Detektor

    Pemerintah mengupayakan alat tes Covid-19 dari berbagai negara. Tetap membeli yang tak direkomendasikan.

  • Resah di New Jersey, Mundur di Sofia
    Laporan Utama

    Resah di New Jersey, Mundur di Sofia

    WHO sudah memberitahukan secara dini soal ketidaksiapan dunia menghadapi wabah corona. Tenaga kesehatan di Amerika Serikat mengeluhkan terbatasnya alat pengujian dan menipisnya persediaan masker.

  • Wiku Adisasmito: Kalau Enggak Ada Screening, Rumah Sakit Penuh
    Laporan Utama

    Wiku Adisasmito: Kalau Enggak Ada Screening, Rumah Sakit Penuh

    Ketika wabah Covid-19 terus memburuk, berbagai fasilitas dan peralatan kesehatan yang tersedia belum cukup untuk menghadapi skenario terburuk. Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menjelaskan strategi dan antisipasi pemerintah.

  • Menyangkal Krisis Menuai Bencana
    Laporan Utama

    Menyangkal Krisis Menuai Bencana

    Sikap pemerintah dalam menangani virus corona terus menuai kritik. Sejumlah rumah sakit di daerah dan lembaga penelitian juga mempertanyakan sikap Kementerian Kesehatan yang memonopoli pengujian virus. Kekisruhan pun terjadi dalam pengadaan alat pendeteksi corona. Menghindari kericuhan di masyarakat, Presiden Jokowi menolak penyebaran corona disebut sebagai krisis.

  • Ketar-ketir Daerah Menghadapi Wabah
    Laporan Utama

    Ketar-ketir Daerah Menghadapi Wabah

    Sejumlah daerah minim persiapan menghadapi wabah Covid-19. Menunggu kiriman alat dari Kementerian Kesehatan.

  • Kota-kota yang Mendadak Sunyi
    Laporan Utama

    Kota-kota yang Mendadak Sunyi

    Tak ada lagi keramaian di Italia sejak negeri itu ditutup. Banyaknya penduduk berusia tua menjadi salah satu faktor tingkat kematian tinggi dalam wabah virus corona.

  • Akrobat tanpa Kabar Pusat
    Laporan Utama

    Akrobat tanpa Kabar Pusat

    Koordinasi pemerintah pusat dan daerah mengatasi penyebaran corona berantakan. Muncul perlawanan dari daerah.

     

  • Achmad Yurianto: Ini Seperti Efek Domino
    Laporan Utama

    Achmad Yurianto: Ini Seperti Efek Domino

    Pemerintah Presiden Joko Widodo menetapkan wabah virus corona sebagai bencana nasional, menyusul keputusan Badan Kesehatan Dunia menjadikan Covid-19 sebagai pandemi. Juru bicara penanganan wabah virus corona, Achmad Yurianto, menjelaskan mengapa komando penanganan wabah kini berada di tangan Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

  • Ketika Ka'bah tanpa Umrah
    Laporan Utama

    Ketika Ka'bah tanpa Umrah

    Pemerintah Arab Saudi menutup Mekah dan Madinah untuk kegiatan umrah. Berdampak pada ekonomi.

  • Satwa Liar Penampung Virus
    Laporan Utama

    Satwa Liar Penampung Virus

    Peneliti menemukan virus Covid-19, yang telah menginfeksi lebih dari 111 ribu orang di 108 negara, berasal dari kelelawar pemakan serangga. Setidaknya ada 108 spesies kelelawar yang menjadi inang penyakit zoonosis atau penyakit binatang yang dapat menular ke manusia. Perlu pemantauan satwa liar.

  • Lain Dermaga, Lain Periksa
    Laporan Utama

    Lain Dermaga, Lain Periksa

    Pemerintah mengecek riwayat kesehatan di pintu perlintasan luar negeri. Pengukur suhu tubuh tak lagi efektif.

     

  • Lobi Corona di Jenewa
    Laporan Utama

    Lobi Corona di Jenewa

    Keterbukaan pemerintah mendeteksi dan menangani penyebaran virus corona dipertanyakan oleh dunia internasional dan di dalam negeri. Menteri Luar Negeri pun melobi Badan Kesehatan Dunia. Menunjuk juru bicara penanganan corona, Istana dikabarkan gerah terhadap Menteri Kesehatan.

  • Dalam Pantauan Radar Covid-19
    Laporan Utama

    Dalam Pantauan Radar Covid-19

    Petugas kesehatan memantau orang yang baru tiba dari negara terjangkit Covid-19. Pemeriksaan virus dilakukan bukan untuk mengobati pasien.

  • Cerita dari Sebaru
    Laporan Utama

    Cerita dari Sebaru

    Salah seorang awak kapal pesiar World Dream yang menjalani observasi Covid-19 di Pulau Sebaru Kecil rutin merekam kegiatan harian mereka. Menjadi medium untuk mengabari keluarga dan masyarakat.

  • Paceklik Akibat Covid
    Laporan Utama

    Paceklik Akibat Covid

    Sejumlah industri dalam negeri terpuruk karena mewabahnya Covid-19. Sebagian karyawan mulai diistirahatkan.

  • Panjang Nalar Melawan Sampar
    Laporan Utama

    Panjang Nalar Melawan Sampar

    Wabah akibat virus corona sudah menyebar ke lebih dari 80 negara dalam tempo dua bulan. Keterbukaan informasi dan respons cepat dari pemerintah dapat membantu masyarakat menghadapi krisis penyakit menular.

  • Achmad Yurianto: Kita Tidak Kebal Corona
    Laporan Utama

    Achmad Yurianto: Kita Tidak Kebal Corona

    Juru bicara penanganan corona, Achmad Yurianto, menjelaskan soal pencegahan dan penanganan kasus corona di Indonesia, termasuk tentang penggunaan thermal scanner yang tidak cukup efektif.

  • Rapor Merah Pengendalian Bah
    Laporan Utama

    Rapor Merah Pengendalian Bah

    Anggaran program pengendalian banjir di DKI Jakarta makin terkikis dalam tiga tahun terakhir. Berbagai program Gubernur Anies Baswedan jalan di tempat.

  • Tak Berdaya Diterjang Banjir
    Laporan Utama

    Tak Berdaya Diterjang Banjir

    Banjir Jakarta kian parah. Sejumlah kawasan yang tak pernah terlanda banjir kini terendam air bah, termasuk Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.

  • Kampung yang Mengamuk dan Meratap
    Laporan Utama

    Kampung yang Mengamuk dan Meratap

    Pembangunan mal dan perumahan mewah dituding menjadi salah satu penyebab banjir di DKI Jakarta. Banyak pengembang tak mengindahkan kewajiban pembangunan fasilitas umum dan sosial.

  • Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan: Ini Bukan Banjir Kiriman   
    Laporan Utama

    Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan: Ini Bukan Banjir Kiriman  

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan berfokus pada penanganan korban banjir. Sejumlah program pengendalian banjir baru akan dijalankan setelah banjir surut.

  • Lingkaran Kalla di Balapan Formula E
    Laporan Utama

    Lingkaran Kalla di Balapan Formula E

    Persiapan penyelenggaraan balapan Formula E di kawasan Monumen Nasional menuai polemik. Istana Negara sempat melarang hajatan ini digelar. Ada keterlibatan orang-orang dekat Jusuf Kalla.

     

  • Mimpi Eiffel di Seberang Balai Kota
    Laporan Utama

    Mimpi Eiffel di Seberang Balai Kota

    Revitalisasi kawasan Monumen Nasional dilakukan tanpa izin pemerintah pusat. Dimulai persis sebelum penyelenggaraan Formula E.

  • Tancap Gas di Lapangan Merdeka
    Laporan Utama

    Tancap Gas di Lapangan Merdeka

    Sempat menimbang sejumlah opsi tempat, penyelenggara memilih area Monumen Nasional, yang dianggap sebagai ikon Jakarta. Gubernur Anies mengklaim telah melapor kepada Presiden Jokowi.

  • Direktur Utama PT Jakarta Propertindo Dwi Wahyu Daryoto: FEO yang Memilih Monas
    Laporan Utama

    Direktur Utama PT Jakarta Propertindo Dwi Wahyu Daryoto: FEO yang Memilih Monas

    Direktur Utama PT Jakarta Propertindo Dwi Wahyu Daryoto memastikan pemilihan Monas sebagai lokasi balapan Formula E bukan keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, melainkan permintaan dari pemegang lisensi.

  • Kartu Anggota di Teuku Umar
    Laporan Utama

    Kartu Anggota di Teuku Umar

    Keluar dari penjara, Ahok memutuskan mengembangkan bisnisnya dan tetap berpolitik. Kerap dikunjungi Megawati di penjara, dia memilih bergabung dengan PDI Perjuangan. Hubungannya dengan Partai Solidaritas Indonesia pun memburuk. Sempat dirayu agar mendukung Prabowo.

  • Pecah Kongsi Seusai Reklamasi
    Laporan Utama

    Pecah Kongsi Seusai Reklamasi

    Sunny Tanuwidjaja menjadi tangan kanan Basuki Tjahaja Purnama sejak Ahok menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta. Mereka tak lagi dekat setelah kasus suap reklamasi Teluk Jakarta diungkap KPK.

  • Misi Jokowi untuk Basuki
    Laporan Utama

    Misi Jokowi untuk Basuki

    Didapuk menjadi Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama berhadapan dengan beragam masalah di fasilitas produksi dan distribusi. Menanggung amanat Jokowi: mengerem laju impor minyak.

  • Kado Ahok di Sel Teroris
    Laporan Utama

    Kado Ahok di Sel Teroris

    Ahok mengalami berbagai tekanan selama di Mako Brimob. Berlimpah duit dari penjualan buku.

  • Tanpa Panda di Manggala
    Laporan Utama

    Tanpa Panda di Manggala

    Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengakhiri perjanjian kerja sama dengan Yayasan WWF Indonesia yang berdampak pada kerja-kerja konservasi di 30 wilayah. Selain alasan di balik pemutusan yang tak terlalu jelas, ada konflik para aktivis lingkungan yang mewarnai keputusan tersebut.

  • Pekerjaan WWF Indonesia Terlalu Besar
    Laporan Utama

    Pekerjaan WWF Indonesia Terlalu Besar

    Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wiratno

  • Seperti Halilintar di Siang Bolong
    Laporan Utama

    Seperti Halilintar di Siang Bolong

    Ketua Badan Pembina Yayasan WWF Indonesia Kuntoro Mangkusubroto.

  • Berjaga tanpa Kawan Lama
    Laporan Utama

    Berjaga tanpa Kawan Lama

    Upaya konservasi badak Ujung Kulon yang dikerjakan WWF Indonesia sejak 1962 terhenti setelah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan memutus perjanjian kerja sama. Mereka tak bisa lagi bekerja di taman nasional.

  • Diam-diam Aturan 'Cilaka'
    Laporan Utama

    Diam-diam Aturan 'Cilaka'

    Pemerintah merampungkan materi final Rancangan Undang-Undang Cipta Lapangan Kerja, salah satu paket omnibus law. Di tengah kritik penyusunan regulasi yang tak transparan, sejumlah konsep awal ditengarai berubah haluan seiring dengan masuknya pengusaha dalam pembahasan.

  • Setelah Periode Pertama Gagal
    Laporan Utama

    Setelah Periode Pertama Gagal

    PRESIDEN Joko Widodo menyiapkan omnibus law setelah periode pertama kepemimpinannya gagal mencapai sejumlah target di bidang perekonomian.

  • Setir Baru bagi Pebisnis
    Laporan Utama

    Setir Baru bagi Pebisnis

    Para pengusaha memasukkan usul lama untuk menekan upah dan pesangon buruh dalam rancangan omnibus law. Dikhawatirkan justru menambah tingkat pengangguran.

  • Angan-angan Seratus Hari
    Laporan Utama

    Angan-angan Seratus Hari

    Pemerintah memakai berbagai pendekatan agar rancangan omnibus law tak ditentang. Mendekati pegiat media sosial hingga organisasi buruh.

  • 'Kalau Bocor, Tak Paham Konteks, Bisa Ribut'
    Laporan Utama

    'Kalau Bocor, Tak Paham Konteks, Bisa Ribut'

    Wawancara khusus dengan Sekretaris Kementerian Koordinator Perekonomian Susiwijono


  • Harun di Pelupuk Mata Tak Tampak
    Laporan Utama

    Harun di Pelupuk Mata Tak Tampak

    Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi menutupi keberadaan Harun Masiku dan menyebut dia berada di luar negeri sebelum operasi tangkap tangan. Penelusuran Tempo menunjukkan Harun justru berada di Ibu Kota sepanjang operasi senyap tersebut berlangsung. Mencoba menuntaskan kasus suap terhadap anggota Komisi Pemilihan Umum, Wahyu Setiawan, tim penindakan menghadapi jalan terjal dan tak didukung penuh pimpinan KPK.

  • Amuk Banteng Selepas Disergap
    Laporan Utama

    Amuk Banteng Selepas Disergap

    PDIP melakukan serangan balik terhadap operasi tangkap tangan KPK. Menggugat keabsahan tim penindakan.

  • Koordinator Tim Hukum PDIP, I Wayan Sudirta: Kami Babak-Belur
    Laporan Utama

    Koordinator Tim Hukum PDIP, I Wayan Sudirta: Kami Babak-Belur

    SEJUMLAH kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan terjerat kasus suap terhadap anggota Komisi Pemilihan Umum, Wahyu Setiawan. Partai banteng membentengi serangan yang mengarah ke mereka dengan membentuk tim hukum khusus, yang diumumkan oleh Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto serta Ketua Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, dan Perundang-undangan Yasonna Hamonangan Laoly pada Rabu, 15 Januari lalu.

  • Pelaksana Tugas Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi, Ali Fikri: Belum Ada Catatan Harun Kembali
    Laporan Utama

    Pelaksana Tugas Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi, Ali Fikri: Belum Ada Catatan Harun Kembali

    BERBAGAI kejanggalan mewarnai pengusutan kasus dugaan suap kepada bekas anggota Komisi Pemilihan Umum, Wahyu Setiawan. Komisi Pemberantasan Korupsi mencopot anggota tim satuan tugas penyelidik kasus tersebut, bahkan sebagian di antaranya diperiksa Pengawas Internal KPK. Pun KPK ngotot menyatakan Harun Masiku, tersangka penyuap Wahyu, berada di luar negeri sejak 6 Januari lalu atau dua hari sebelum pencokokan Wahyu. Namun temuan Tempo menunjukkan Harun sudah kembali dari Singapura.

  • Anak Hakim di Kantor Sekjen
    Laporan Utama

    Anak Hakim di Kantor Sekjen

    Harun Masiku tak hanya aktif di politik, tapi juga bergiat di bidang hukum.

  • Cupu Memburu Masiku
    Laporan Utama

    Cupu Memburu Masiku

    PIMPINAN Komisi Pemberantasan Korupsi setengah hati menuntaskan kasus dugaan suap anggota Komisi Pemilihan Umum, Wahyu Setiawan, yang ditangkap pada Rabu, 8 Januari lalu. Alih-alih tampil menggebrak dalam sebulan pertama setelah dilantik pada 20 Desember tahun lalu, mereka malah menjegal tim penindakan kasus tersebut. Pimpinan KPK bahkan ikut menutupi keberadaan Harun Masiku, tersangka penyuap Wahyu.

  • Undangan yang Tertahan
    Laporan Utama

    Undangan yang Tertahan

    PDIP ngotot menjadikan Harun Masiku sebagai anggota DPR terpilih. Bersiasat melalui tafsir putusan Mahkamah Agung.

  • Di Bawah Lindungan Tirtayasa
    Laporan Utama

    Di Bawah Lindungan Tirtayasa

    Komisi Pemberantasan Korupsi urung menangkap Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto dalam suap untuk komisioner Komisi Pemilihan Umum, Wahyu Setiawan. Penyelidik justru ditangkap oleh sekelompok polisi di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian. Pemimpin lembaga antikorupsi mengabaikan bukti-bukti dugaan keterlibatan Hasto.

  • Lobi Berujung Rasuah
    Laporan Utama

    Lobi Berujung Rasuah

    MESKI Undang-Undang Pemilihan Umum menyatakan bahwa pengganti calon legislator meninggal adalah calon legislator peraih suara terbanyak berikutnya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan meminta Komisi Pemilihan Umum menggantinya dengan calon pilihan partai. Dengan begitu, PDIP bisa mengganti Nazarudin Kiemas, calon legislator peraih suara terbanyak di daerah pemilihan Sumatera Selatan I yang meninggal dua pekan sebelum pencoblosan pada 2019, dengan Harun Masiku, peraih suara urutan kelima.

    Untuk memuluskannya, kader banteng melobi komisioner KPU, Wahyu Setiawan. Meski permohonan itu berakhir kandas pada 7 Januari lalu, besel telah dicairkan. Setelah memastikan aliran uang, Komisi Pemberantasan Korupsi bergegas menggulung Wahyu dan sejumlah orang pada Rabu, 8 Januari lalu.

  • Jejak Hasto dan Puyer Kupu-kupu
    Laporan Utama

    Jejak Hasto dan Puyer Kupu-kupu

    Dugaan suap kepada anggota Komisi Pemilihan Umum menyeret sejumlah kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Megawati Soekarnoputri meminta kadernya tak mengambil keuntungan pribadi.

  • Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto: Kami Menunggu Proses di KPK
    Laporan Utama

    Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto: Kami Menunggu Proses di KPK

    Hasto Kristiyanto sempat menghilang setelah komisioner Komisi Pemilihan Umum, Wahyu Setiawan, ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi. Dikabarkan bersembunyi di kompleks Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK).

  • Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar: Kami Harus Mendapat Izin Dewan Pengawas
    Laporan Utama

    Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar: Kami Harus Mendapat Izin Dewan Pengawas

    Rencana KPK menangkap Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto gagal total. Pimpinan KPK tak mengetahui keberadaan Hasto di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian.

  • Penindakan Tidak Menyelesaikan Korupsi
    Laporan Utama

    Penindakan Tidak Menyelesaikan Korupsi

    Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Komisaris Jenderal Firli Bahuri

  • Seribu Ragu untuk KPK Baru
    Laporan Utama

    Seribu Ragu untuk KPK Baru

    ERA baru Komisi Pemberantasan Korupsi dimulai dengan undang-undang, pimpinan, dan dewan pengawas yang juga baru. Banyak pihak meyakini KPK bakal tak bertaji dengan kewenangan yang dipangkas serta rekam jejak pimpinan yang dianggap tak pro-pemberantasan korupsi. Sejarah mencatat, undang-undang dan pimpinan baru tersebut ikut mendorong unjuk rasa besar di seluruh penjuru negeri yang memakan nyawa mahasiswa.

  • Musim Libur Pemberantasan Korupsi
    Laporan Utama

    Musim Libur Pemberantasan Korupsi

    Kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi mengendur sejak Undang-Undang KPK hasil revisi berlaku pada 17 Oktober lalu. Dalam dua bulan terakhir, operasi tangkap tangan nihil. Proses penyadapan yang menjadi senjata andalan untuk menangkap pejabat negara yang lancung juga tak maksimal. Sejumlah kasus pun diperkirakan tak tuntas di bawah para pemimpin baru. KPK tak lagi menjadi lembaga yang ditakuti.

  • Ujung Aspal Jalan Garu
    Laporan Utama

    Ujung Aspal Jalan Garu

    Lili Pintauli Siregar mengundang pejabat dan mantan terpidana korupsi dalam acara syukuran atas pemilihan pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi. Berpotensi mengganggu independensi penegakan hukum.

  • Aplaus Dingin setelah Hormat
    Laporan Utama

    Aplaus Dingin setelah Hormat

    Ketegangan terjadi antara pegawai KPK yang berasal dari kepolisian dan pegawai nonpolisi. Sebagian memilih keluar.

  • Tudung Saji Penutup Pakan Basi
    Laporan Utama

    Tudung Saji Penutup Pakan Basi

    Diseleksi Menteri Sekretaris Negara, anggota Dewan Pengawas KPK dipastikan terpilih pada saat terakhir. Dikritik karena dianggap perpanjangan tangan Presiden.

  • Kami memenjarakan 608 orang
    Laporan Utama

    Kami memenjarakan 608 orang

    Mantan Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang

  • Imperium Bisnis Setrum
    Laporan Utama

    Imperium Bisnis Setrum

    Sejumlah konglomerasi usaha gencar membangun pembangkit. Tergiur “daging” investasi di sektor kelistrikan.

  • Teka-teki Pencabutan Subsidi
    Laporan Utama

    Teka-teki Pencabutan Subsidi

    Dewan Perwakilan Rakyat mempertanyakan rencana kenaikan tarif listrik pada 2020. Memperberat kas Perusahaan Listrik Negara.

  • Bisnis Listrik di Bawah Erick
    Laporan Utama

    Bisnis Listrik di Bawah Erick

    Perombakan yang disiapkan Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir di tubuh Perusahaan Listrik Negara diwarnai tarik-ulur pergantian direktur utama. Perusahaan setrum negara ini juga akan diarahkan agar mengubah model bisnisnya yang dianggap terlalu berfokus pada pembangunan pembangkit. Suara lama dari para pengembang listrik swasta.

  • Pelanggaran Berujung Pelantikan
  • Fulus Besar Efek Karambol
    Laporan Utama

    Fulus Besar Efek Karambol

    Terapi “cuci otak” yang dikembangkan Terawan menarik pasien dari luar negeri. Menjadi sumber pendapatan terbesar bagi RSPAD.

  • Layuh Sebelum Berkembang
    Laporan Utama

    Layuh Sebelum Berkembang

    Metode “cuci otak” yang dilakukan Terawan Agus Putranto tak melulu berhasil. Ada efek plasebo.

  • Anjing Diteliti, Manusia Disebut
    Laporan Utama

    Anjing Diteliti, Manusia Disebut

    Disertasi Terawan Agus Putranto diduga penuh kejanggalan hingga berupa manipulasi rujukan riset. Dianggap tak memenuhi syarat klinis sebagai metode penyembuhan stroke.

  • Sanksi Nihil Dokter Tentara
    Laporan Utama

    Sanksi Nihil Dokter Tentara

    Presiden Joko Widodo memilih Terawan Agus Putranto menjadi Menteri Kesehatan meski dia pernah dijatuhi sanksi etik pencabutan izin praktik. Terawan dianggap melanggar sejumlah pasal dalam Kode Etik Kedokteran Indonesia terkait dengan praktik intra-arterial heparin flushing alias “cuci otak”. Tim yang dibentuk Kementerian Kesehatan pun merekomendasikan penghentian metode tersebut. Namun praktik “cuci otak” terus berjalan sampai sekarang. Sanksi etik berupa pencabutan keanggotaan dan izin praktik pun tak pernah mendera Terawan. Tempo dan Tirto.id berkolaborasi menelusuri lagi kejanggalan metode dan disertasi Terawan.

  • Superinduk di Ujung Tanduk
    Laporan Utama

    Superinduk di Ujung Tanduk

    Rencana melahirkan superholding perusahaan negara terancam bubar lantaran dianggap bakal ruwet secara politik. Pembentukan induk sektoral pun dikaji ulang.

  • Ronde Pertama Kongsi Negara
    Laporan Utama

    Ronde Pertama Kongsi Negara

    Erick Thohir mengangkat Basuki Tjahaja Purnama dan Chandra Matra Hamzah sebagai komisaris utama di Pertamina dan Bank Tabungan Negara. Nama lain menyusul dalam bursa perombakan manajemen perusahaan negara strategis.

  • Misi Ganda Medan Merdeka
    Laporan Utama

    Misi Ganda Medan Merdeka

    Erick Thohir menyapu habis pejabat eselon I Kementerian Badan Usaha Milik Negara. Struktur organisasi dipangkas demi mencetak birokrasi rasa korporasi. Namun misi lain turut memicu perombakan yang sempat ditutup rapat dari publik ini: menghapus praktik jual-beli jabatan di perusahaan pelat merah. Dugaan yang juga didengar Istana.

  • Alokasi Janggal di Tahap Awal
    Laporan Utama

    Alokasi Janggal di Tahap Awal

    RANCANGAN Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2020 Jakarta, tahap awal penyusunan anggaran Ibu Kota tahun depan, dipenuhi kejanggalan. Alokasi dana yang tak wajar tersebar di pos belanja jasa konsultasi, pengadaan, hingga hibah. Naskah: Hussein Abri Dongoran, Gangsar Parikesit Sumber: APBD DKI 2016-201, RKUA-PPAS 2020 diolah PSI

  • Banyak yang Meradang Saat Saya Bicara Sistem
  • Suara Berbuah Hibah
    Laporan Utama

    Suara Berbuah Hibah

    Dana hibah dari pemerintah DKI terus melonjak. Pendukung Anies Baswedan diduga mendapat keistimewaan.

  • Satu Sistem Dua Hasil
    Laporan Utama

    Satu Sistem Dua Hasil

    Anies Baswedan menilai sistem penganggaran elektronik DKI Jakarta tak andal. Sempat dipersoalkan DPRD.

  • Laju Cepat Bujet Formula E
    Laporan Utama

    Laju Cepat Bujet Formula E

    DINO Patti Djalal langsung menghubungi Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan begitu mengetahui pemegang lisensi Formula E mencari lokasi penyelengga-raan balap mobil listrik itu pada Juni lalu.

  • Kotak Pandora Anggaran Ibu Kota
    Laporan Utama

    Kotak Pandora Anggaran Ibu Kota

    Rancangan anggaran DKI Jakarta mengandung berbagai kejanggalan. Penelusuran Tempo menunjukkan pengawasan oleh pemerintah daerah lemah di berbagai tahap penganggaran. Gubernur Anies Baswedan menyalahkan sistem warisan Basuki Tjahaja Purnama.

  • Posisi Pemecah Belah
    Laporan Utama

    Posisi Pemecah Belah

    Kelompok pendukung Jokowi terpecah setelah Ketua Umum Projo diangkat sebagai wakil menteri. Dituduh menjilat ludah sendiri.

  • Kursi Tersisa dalam Gerbong
    Laporan Utama

    Kursi Tersisa dalam Gerbong

    Presiden Joko Widodo tidak menyertakan tiga partai pendukungnya di dalam kabinet. Ada kemungkinan diakomodasi di perusahaan pelat merah.

  • Nahdliyin Ketinggalan Kereta
    Laporan Utama

    Nahdliyin Ketinggalan Kereta

    Hubungan Istana dan Nahdlatul Ulama merenggang karena minimnya perwakilan kaum sarungan di Kabinet Indonesia Maju. NU menolak anggapan bahwa menteri dari Partai Kebangkitan Bangsa sama dengan wakil NU. Posisi wakil presiden disebut setara dengan lima menteri.

  • Pembantu Periode Kedua
    Laporan Utama

    Pembantu Periode Kedua

    PRESIDEN Joko Widodo mengumumkan 38 menteri dan 12 wakil menteri yang akan membantunya di periode kedua. Jokowi mempertahankan sebagian menteri yang bekerja bersamanya sejak 2014. Ia kembali menggabungkan direktorat pendidikan tinggi, yang pada periode lalu menjadi bagian Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan; juga Badan Ekonomi Kreatif, yang sebelumnya berdiri sendiri, ke Kementerian Pariwisata. Di kabinet yang dinamai “Indonesia Maju” ini, Jokowi merangkul pesaingnya dalam pemilihan presiden lalu, Prabowo Subianto, sebagai salah seorang pembantunya.

  • Putar Arah ke Merdeka Barat
    Laporan Utama

    Putar Arah ke Merdeka Barat

    Masuknya Prabowo Subianto ke kabinet mengubah konstelasi calon menteri. Moeldoko terlempar dari daftar.

  • Radikalisme Pegawai Negeri
    Laporan Utama

    Radikalisme Pegawai Negeri

    Sejumlah pegawai negeri, polisi, dan tentara ditengarai terpapar paham radikal.

  • Juru Ceramah dari Akademi Militer
    Laporan Utama

    Juru Ceramah dari Akademi Militer

    Presiden Joko Widodo menjadikan pemberantasan radikalisme sebagai salah satu agenda utama pemerintahannya. Meniru Orde Baru dengan menunjuk Menteri Agama berlatar belakang tentara. Ditolak Nahdlatul Ulama.

  • Saya Tak Akan Melibatkan Keluarga di Istana
    Laporan Utama

    Saya Tak Akan Melibatkan Keluarga di Istana

    Ini merupakan wawancara terakhirnya dengan media sebelum ia dilantik pada Ahad petang, 20 Oktober 2019.

  • Kiprah Putra-Putri Abah
    Laporan Utama

    Kiprah Putra-Putri Abah

    Anak-anak Ma’ruf Amin turun ke politik setelah sang ayah ditetapkan sebagai wakil presiden. Ada yang didekati pengusaha untuk menjadi pintu ke Ma’ruf.

  • Dari Proklamasi Menuju Veteran
    Laporan Utama

    Dari Proklamasi Menuju Veteran

    Ma'ruf Amin bakal membawa orang-orang kepercayaannya ke Istana.

  • Kardus Durian di Dapur Pak Kiai
    Laporan Utama

    Kardus Durian di Dapur Pak Kiai

    Ma’ruf Amin bersiap masuk Istana Wakil Presiden. Menggenjot kebugarannya, ia juga memperdalam isu ekonomi syariah dan radikalisme. Banyak yang merapat karena mengharapkan jabatan. Tak banyak dilibatkan dalam penyusunan kabinet.

  • Penusukan Itu Amaliyah ISIS
    Laporan Utama

    Penusukan Itu Amaliyah ISIS

    Fazri Pahlawan alias Abu Zee Ghuroba, Amir Jamaah Ansharud Daulah Bekasi

  • Sarjana Hukum Pengumpul Pisau
    Laporan Utama

    Sarjana Hukum Pengumpul Pisau

    Pelaku penusukan Menteri Wiranto sudah belasan tahun terpapar paham kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Jago komputer dan pernah berencana ke Suriah.

  • Taktik Teror Tiga Detik
    Laporan Utama

    Taktik Teror Tiga Detik

    Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto menjadi korban penusukan saat melakukan kunjungan kerja ke Pandeglang, Banten. Disebut bagian jaringan Jamaah Ansharud Daulah Bekasi, pelaku menyiapkan serangan sehari sebelum kejadian. Polanya khas simpatisan ISIS.

  • Gembos di Ujung Paripurna
    Laporan Utama

    Gembos di Ujung Paripurna

    Dengan berbagai cara, pemerintah dan polisi mencegah unjuk rasa pelajar dan mahasiswa di berbagai kota. Disertai ancaman tak mendapat SKCK.

  • Opsi-opsi Setelah Revisi
    Laporan Utama

    Opsi-opsi Setelah Revisi

    Mengundang sejumlah tokoh dan mantan pemimpin komisi antikorupsi, Presiden Joko Widodo menimang mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Partai pendukung pemerintah menolak rencana itu. Mewanti-wanti pemerintahan Jokowi lima tahun ke depan tak akan mulus.

  • Mahasiswa Bergerak
    Laporan Utama

    Mahasiswa Bergerak

    DIKETUKNYA Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korup­si yang baru dan rencana penge­sahan sejumlah rancangan undang-undang bermasalah memantik gelom­bang protes dari mahasiswa di berbagai kota. Dimulai dengan aksi pada 19 September lalu di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat di Jakarta, unjuk rasa diikuti mahasiswa di kota-kota lain pada hari-hari berikutnya.

  • Anda memiliki 3 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

    8 artikel gratis setelah Register.