Majalah TEMPO | Situs Berita Online Indonesia - majalah.tempo.co

Laporan Khusus

  • Dari Den Kisot hingga Gang Patos

    Dari Den Kisot hingga Gang Patos

    BOLEH dibilang, sepanjang 2019, tak begitu banyak karya seni yang mengejutkan. Meski begitu, dunia seni Indonesia terus mengalami penyegaran dan berupaya menjelajahi wilayah estetik baru. Dalam seni pertunjukan muncul sebuah pentas wayang golek yang menampilkan kisah Don Quixote karya sastrawan Spanyol, Miguel de Cervantes. Di jagat seni rupa, ada seniman yang terus konsisten mengeksplorasi bunyi sebagai medium seninya. Lalu, di ranah sastra, para penulis muda menyuguhkan karya prosa berbentuk novelet atau novela—format novel yang ringkas tapi bila disajikan dengan terampil bisa memiliki lapisan-lapisan cerita yang dalam. Tempo mengundang para pengamat untuk menyeleksi dan mendiskusikan nomine sebelum memilihnya untuk dinobatkan sebagai karya dan tokoh seni pilihan.

  • Trauma yang Bergerak Lincah antara Lirisisme dan Narativisme

    Trauma yang Bergerak Lincah antara Lirisisme dan Narativisme

    Puisi-puisi Deddy Arsya mengeksplorasi trauma sejarah masyarakat Minangkabau. Deddy mampu bergerak rileks antara masa silam dan masa kini. Ia mampu menguraikan kisah dengan ungkapan-ungkapan padat serta merinci peristiwa dengan citraan-citraan menarik. Ia juga mampu mengolah pengaruh penyair sebelumnya dan menemukan yang khas miliknya.

  • Nominasi Karya Sastra Prosa dan Puisi Pilihan Tempo 2019

    Nominasi Karya Sastra Prosa dan Puisi Pilihan Tempo 2019

    Tempo memilih karya sastra unggulan yang diterbitkan sepanjang 2019.

  • Subyek Bunyi Julian Abraham Togar

    Subyek Bunyi Julian Abraham Togar

    Julian Abraham Togar menampilkan karya-karya instalasi yang mengeksplorasi bunyi dalam kehidupan sehari-hari. Togar menyebutnya  karya instalasi bunyi konkret.

  • Den Kisot, Teater Boneka yang Lengkap

    Den Kisot, Teater Boneka yang Lengkap

    Sebagai sutradara, Endo Suanda menciptakan teater dengan keyakinan yang klasik: pertunjukan adalah perpaduan semua unsur seni yang dilibatkan. Juga yang bukan seni: penonton.

  • Kemiskinan, dari Dekat, Terdengar Nyaring

    Kemiskinan, dari Dekat, Terdengar Nyaring

    Susastra kaum muda di luar arus utama terus menyeruak, dengan gejala estetik berbeda, meski temanya klasik: empati terhadap kelas bawah. Benarkah Dekat & Nyaring produk method writing?

  • Jati Diri Isyana

    Jati Diri Isyana

    LEXICON merupakan album pembuktian Isyana Sarasvati. Ia berpisah dengan gaya pop yang melekat dalam dua album sebelumnya. Dalam album ini, ia menunjukkan talentanya bermain musik klasik.

  • Album yang Direkomendasikan

    Album yang Direkomendasikan

    SELAIN memilih LEXICON milik Isyana Sarasvati sebagai Album Pilihan Tempo 2019, kami merekomendasikan sembilan album nomine.

     

  • Tokoh Tempo 2019: Massa Aksi

    Tokoh Tempo 2019: Massa Aksi

    DUA dekade setelah reformasi, mereka kembali. Mahasiswa, dengan sokongan masyarakat sipil, lagi-lagi membuktikan peran sejarah mereka sebagai suara nurani bangsa ini. Para aktivis, akademikus, seniman, dan rakyat biasa bahu-membahu memastikan teriakan massa aksi mengusik para penguasa.

    Di tengah hawa politik belakangan ini yang terasa pengap oleh pengkubu-kubuan cebong versus kampret dan oligarki kekuasaan yang kian banal, aksi mahasiswa dan pelajar di belasan kota di Tanah Air, pada akhir September lalu, menjadi oasis yang memberi harapan. Mereka masih ada.

  • Para Penyokong Mahasiswa
  • Mahasiswa Bersatu Menolak Senayan
  • Api dari Panggung Seni

    Api dari Panggung Seni

    Sejumlah pemusik turut serta dalam gerakan menyadarkan publik tentang gentingnya nasib demokrasi. Tergambar lewat lagu, di panggung, hingga media sosial.

  • Pewarta di Antara Gas Air Mata

    Pewarta di Antara Gas Air Mata

    Sejumlah media kampus mengawal isu pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi. Nekat meliput meski dilarang.

  • Gara-gara DPR Ngebut

    Gara-gara DPR Ngebut

    Puluhan lembaga swadaya masyarakat yang semula berfokus pada isu garapan masing-masing menjadi bergandengan tangan. Menentang keinginan Dewan Perwakilan Rakyat  mengesahkan berbagai revisi dan rancangan undang-undang.

  • Nasi Bungkus Saweran Publik

    Nasi Bungkus Saweran Publik

    Ananda Badudu dan band Efek Rumah Kaca menggalang duit warga untuk aksi demonstrasi lewat Kitabisa.com. Mengail simpati, terseret polisi.

  • Dari Panggung ke Jalanan
  • Dua Tembakan di Jalan Silondae

    Dua Tembakan di Jalan Silondae

    Randi dan Yusuf Kardawi menjadi korban kekerasan aparat saat berunjuk rasa di Kendari. Satu pelaku kekerasan belum ditemukan

  • Panggilan Jalan Gejayan

    Panggilan Jalan Gejayan

    Sejumlah mahasiswa Universitas Gadjah Mada lintas fakultas saling berkontak lalu menunjuk kantin Bonbin sebagai tempat berkumpul. Berujung pada demo besar “Gejayan Memanggil”

  • Malam Konsolidasi di Kampus Reformasi

    Malam Konsolidasi di Kampus Reformasi

    Bibit-bibit perlawanan mahasiswa yang berujung pada demonstrasi besar 23-24 September 2019 disemai sejak jauh hari. Universitas Trisakti, yang menjadi salah satu motor gerakan Reformasi 1998, kembali menjadi pusat kegiatan membahas skenario aksi.

  • Mahasiswa Setelah September 2019

    Mahasiswa Setelah September 2019

    Robertus Robet

    Dosen Universitas Negeri Jakarta, peneliti tamu di Melbourne University

  • Perlawanan Aliansi Pelajar

    Perlawanan Aliansi Pelajar

    Sekelompok pelajar bahu-membahu membantu rekan mereka saat demonstrasi September lalu. Sebagian dari mereka terancam sanksi drop out dari pihak sekolah.

  • Dosen Pun Turun ke Jalan

    Dosen Pun Turun ke Jalan

    Petisi para akademikus berbagai kampus agar Jokowi menolak revisi Undang-Undang KPK tak digubris. Sebagian akademikus pun turut mendampingi demonstrasi mahasiswa. Teror dan ancaman terus menguntit mereka

  • Tagar yang Mengingatkan
  • Tak Jatuh Kemayu

    Tak Jatuh Kemayu

    Berperan sebagai lelaki yang kefeminin-femininan, Baskara berakting luwes tapi tak jatuh ke ekspresi yang klise dan komikal, seperti gestur melambai atau ucapan dengan intonasi tertentu, Stereotipe yang ditampilkan dalam film-film layar perak lain.

  • Meniupkan Nyawa ke Dalam Tubuh Nyi Misni

    Meniupkan Nyawa ke Dalam Tubuh Nyi Misni

    Peran pertama Christine Hakim dalam film horor. Dialah yang menghidupkan tokoh Nyi Misni hingga merasuk ke seluruh ruang bioskop.

  • Film Kekerasan dengan Cara Lain

    Film Kekerasan dengan Cara Lain

    Yosep Anggi Noen menyajikan film bertema propaganda dan kekerasan dengan cara tak terduga. Ia mengambil inspirasi dari kisah pendaratan manusia di bulan. Di sepanjang film, Anggi menyajikan sosok bernama Siman, yang sehari-hari berperilaku bak astronaut. Adegan-adegan yang tak lazim dihadirkan dalam penyutradaraan yang kuat, imajinatif, puitis, sekaligus simbolis.

  • Naskah Kolaboratif Dari Kangean

    Naskah Kolaboratif Dari Kangean

    Sebuah film dengan metode penulisan skenario yang tak lazim. Berhasil menggambarkan lapis-lapis masalah gender di daerah perdesaan Indonesia yang terpencil.

  • Anggi, Sejarah, dan Meta-sejarah

    Anggi, Sejarah, dan Meta-sejarah

    Tempo menobatkan The Science of Fictions karya Yosep Anggi Noen sebagai Film Pilihan 2019.

  • Dari Siman Sampai Susi

    Dari Siman Sampai Susi

    Selain marak dengan film yang diangkat dari khazanah sastra dan film biopik, tahun 2019 diwarnai film-film indie yang lahir dari komunitas. Beberapa film indie bahkan berhasil menggebrak layar festival-festival internasional. Tempo memiliki tradisi tahunan pemilihan film sebagai alternatif bagi Festival Film Indonesia yang selama ini ada sekaligus merayakan kegairahan film nasional yang bermutu. Inilah pilihan kami.

  • Titisan Susi Susanti

    Titisan Susi Susanti

    Laura Basuki berhasil menjelma menjadi sosok Susi Susanti sekaligus menampilkan dilema psikologis pemain bulu tangkis putri Indonesia ini yang tak banyak diketahui publik.

  • Sang Astronaut Bisu

    Sang Astronaut Bisu

    Meski tak menampilkan sepotong pun dialog, akting Gunawan Maryanto memikat. Ia meyakinkan sebagai sosok yang menanggung trauma seumur hidup.

  • Observasi dan Prognosis 2020

    Observasi dan Prognosis 2020

    Adrian Panggabean, Kepala Ekonom Bank CIMB Niaga

  • Mebel Bertaji di Negeri Sendiri

    Mebel Bertaji di Negeri Sendiri

    Industri mebel Tanah Air tumbuh menggembirakan, baik ekspor maupun penjualan dalam negeri. Pasar domestik yang belum tergarap maksimal menjadi peluang besar bagi pemain lokal. Inovasi desain dan standar ramah lingkungan perlu dipertajam untuk meningkatkan daya saing.

  •  Asa Laju Pembuat Sepatu

    Asa Laju Pembuat Sepatu

    Industri alas kaki menjadi salah satu andalan Indonesia dalam perdagangan global. Mendapatkan peluang menambah ekspor ke Amerika Serikat setelah negeri itu terlibat perang dagang dengan Cina. Masih tertinggal oleh Vietnam dalam memperluas jangkauan ke pasar Uni Eropa.

  • Berdenyut Setelah Lama Koma

    Berdenyut Setelah Lama Koma

    Beragam intervensi kebijakan pemerintah dan bank sentral membuat industri properti kembali bergairah. Pertumbuhan di sektor ini diharapkan menjadi penggerak bisnis lain untuk menopang pertumbuhan ekonomi 2020.

  • Berebut Cuan di Koneksi Cepat

    Berebut Cuan di Koneksi Cepat

    Gurihnya bisnis data Internet membuat operator telekomunikasi berlomba menggarap sambungan kencang. Didorong performa bisnis digital yang sedang mengembang.

  • Harapan Nikel dari Baterai

    Harapan Nikel dari Baterai

    Defisit pasokan nikel di dunia memperbesar peluang bagi industri pengolahan hasil tambang tersebut untuk tumbuh di masa mendatang. Potensinya meningkat seiring dengan geliat pembuatan baterai untuk kendaraan listrik.

  • Sepuluh Bali Mengejar Turis

    Sepuluh Bali Mengejar Turis

    Pemerintah menggeber pembangunan di sektor pariwisata. Terganjal harga tiket domestik dan perang dagang.

  • Antisipasi di Tengah Lesunya Ekonomi Dunia

    Antisipasi di Tengah Lesunya Ekonomi Dunia

    Kiki Verico, Wakil Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia dan dosen Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Indonesia

  • Moncer Seusai Perang Dagang

    Moncer Seusai Perang Dagang

    Pengusaha besar garmen dan tekstil meraup untung besar dari ekspor. Pengusaha kelas menengah masih enggan beralih dari mesin tua.

  • Ladang Hijau di Musim Kemarau

    Ladang Hijau di Musim Kemarau

    Syahdan, ekonom mana pun tidak bisa memprediksi secara presisi siklus bisnis. Namun, dengan data, tren, dan geopolitik, cerdik pandai minimal bisa menakar angin perekonomian global akan bergerak ke mana. Sayangnya, perhitungan mereka untuk 2020 menghasilkan ramalan muram. Ancaman resesi membuat dunia diliputi kegentingan. Perlambatan ekonomi bakal kembali menghantam semua negara dengan pukulan yang lebih kencang, tak terkecuali Indonesia. Pada masa itu, tujuh sektor industri berpeluang menjadi harapan bagi perekonomian dalam negeri.

  • Dari Dapur Umum hingga Medan Laga

    Dari Dapur Umum hingga Medan Laga

    Banyak peristiwa mewarnai perjuangan menuju kemerdekaan Indonesia. Masyarakat etnis Tionghoa ikut berperan dalam perjuangan tersebut.

  • Berbelok Arah Setelah Dikecewakan

    Berbelok Arah Setelah Dikecewakan

    Berjuang puluhan tahun agar peranakan bisa menjadi bagian dari bangsa Indonesia, Liem Koen Hian malah melepas kesempatan menjadi warga negara Indonesia. Banting setir berbisnis obat atas izin Sukarno.

  • Belajar dari Liem, Baswedan, dan Sin Tit Po

    Belajar dari Liem, Baswedan, dan Sin Tit Po

    SEKITAR tujuh tahun terakhir ini, Tiong-hoa, Tiongkok, dan ketionghoaan mendapat perhatian yang besar. Masuknya

  • Dia yang Mati dalam Selimut Merah Putih

    Dia yang Mati dalam Selimut Merah Putih

    Djiauw Kie Siong menjadi saksi sejarah perundingan Proklamasi Kemerdekaan 1945. Tak minta apa pun.

  • Seorang Indonesia Tanpa Peci

    Seorang Indonesia Tanpa Peci

    Liem Koen Hian mengusulkan pasal kewarganegaraan otomatis bagi peranakan Tionghoa dalam konstitusi. Dekat dengan Tjipto Mangoenkoesoemo.

  • Riwayat Rumah  di Pinggir Sungai

    Riwayat Rumah di Pinggir Sungai

    Banjir Citarum memaksa Djiauw Kie Siong memindahkan rumah yang pernah disinggahi Sukarno-Hatta. Hampir dianugerahi pangkat kopral.

  • Api Perlawanan di Lapangan Bola

    Api Perlawanan di Lapangan Bola

    Liem Koen Hian mengobarkan gerakan menentang pemerintah Hindia Belanda yang rasialis lewat ajakan memboikot kompetisi sepak bola di Surabaya. Dibui gara-gara tulisannya yang dinilai provokatif.

  • Satu Hari Menyambut Tamu Jakarta

    Satu Hari Menyambut Tamu Jakarta

    Ia terkenal sebagai pedagang peti jenazah yang suka menolong. Mengosongkan rumah demi kenyamanan Sukarno-Hatta sehari menjelang Proklamasi.

  • Wartawan Yang Berpolitik

    Wartawan Yang Berpolitik

    Liem Koen Hian jatuh-bangun membangun reputasinya sebagai wartawan dan tokoh pergerakan. Mendirikan Partai Tionghoa Indonesia, lalu keluar.

  • Lelaki dari Tepi Citarum

    Lelaki dari Tepi Citarum

    Bagian dalam rumah Djiauw Kie Siong, tempat persembunyian Sukarno-Mohammad Hatta, menjelang pembacaan Proklamasi, di Rengasdengklok, Karawang, Jawa Barat, 22 Juli 2019.

  • Nasionalisme  Putra Banjar
  • Djiauw Kie Siong

    Djiauw Kie Siong

    Suatu Hari dalam Kehidupan Empek Djiauw

  • Abadi di Jalan Jagalan

    Abadi di Jalan Jagalan

    Menjadi korban kerusuhan rasial, Yap Tjwan Bing mengungsi ke Amerika Serikat. Berpindah kewarganegaraan.

  • Politik Ali Baba di Tanah Jawa

    Politik Ali Baba di Tanah Jawa

    Dari pengusaha farmasi, Yap mengawali karier politiknya sebagai anggota Komite Nasional Indonesia Pusat. Mendobrak tabu peranakan di Partai Nasional Indonesia.

  • Anggota Termuda Panitia Kemerdekaan

    Anggota Termuda Panitia Kemerdekaan

    Aktif menyiapkan kemerdekaan Indonesia, Yap Tjwan Bing juga ikut menyusun Undang-Undang Dasar 1945. Dekat dengan Sukarno.

  • Pria Slompretan  di Pusaran Politik

    Pria Slompretan di Pusaran Politik

    Yap Tjwan Bing menentang penjajahan Belanda sejak masih belia. Bersekolah ke Amsterdam demi bisa banyak membaca buku politik. Dekat dengan Bung Hatta dan para mahasiswa yang aktif memperjuangkan kemerdekaan Indonesia di Negeri Belanda.

  • Yap Tjwan Bing

    Yap Tjwan Bing

    Kiprah Politik Sang Apoteker

  • Tiga Di Gerbang Kemerdekaan

    Tiga Di Gerbang Kemerdekaan

    DENGAN cara masing-masing, mereka memiliki andil mengantarkan kemerdekaan Indonesia. Liem Koen Hian dan Yap Tjwan Bing bergabung dengan komite yang menyiapkan Proklamasi Kemerdekaan dan tatanan bernegara. Akan halnya Djiauw Kie Siong adalah petani di Rengasdengklok yang memasrahkan rumahnya menjadi persinggahan Sukarno dan Mohammad Hatta ketika mereka “diculik” para pemuda sehari sebelum Proklamasi. Namun masa depan tak seperti yang dibayangkan ketiga orang Tionghoa itu. Setelah Indonesia merdeka, Liem dan Yap menjadi korban bangsanya sendiri. Adapun rumah Rengasdengklok milik Djiauw tak lagi mendapat keistimewaan.

  • Dari Jember ke Osaka

    Dari Jember ke Osaka

    YUSIANTO kini tak perlu repot-repot menguji keaslian kopi luak. Penanggung Jawab Laboratorium Citarasa Kopi Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia di Jember, Jawa Timur, ini tinggal menghubungi Sastia Prama Putri.

  • Penjejak Kopi Luak

    Penjejak Kopi Luak

    Ia penemu pertama formula untuk mengidentifikasi keaslian kopi luak. Karyanya menjadi rujukan internasional.

  • Di Balik Otomatisasi Alat Deteksi

    Di Balik Otomatisasi Alat Deteksi

    ALI Yahya menaruh telepon selulernya ke sebuah slot yang terhubung dengan lensa mikroskop di hadapannya.

  • Asa Mencipta di Britania Raya

    Asa Mencipta di Britania Raya

    Dewi Nur Aisyah bersama teman-temannya menciptakan alat deteksi tuberkulosis otomatis. Memanfaatkan teknologi machine learning.

  • Momen 'Eureka! Perempuan Penemu

    Momen 'Eureka! Perempuan Penemu

    Perempuan, muda, dan penemu. Enam perempuan ini menandai makin cerlangnya kiprah perempuan peneliti dalam bidang sains, teknologi, dan inovasi yang cenderung didominasi laki-laki. Membuat terobosan penting di dunia medis hingga pangan.

  • Deteksi Akurat, Ongkos Hemat

    Deteksi Akurat, Ongkos Hemat

    RIBUAN potong kayu berbentuk trapesium dengan ukuran sekepal tangan orang dewasa tertata rapi di atas bufet Laboratorium Anatomi Lignoselulosa, Bogor, Jawa Barat.

  • Ratih Damayanti,  penemu alat identifikasi kayu otomatis: Inspirasi dari Anatomi Kayu

    Ratih Damayanti, penemu alat identifikasi kayu otomatis: Inspirasi dari Anatomi Kayu

    Jatuh cinta pada anatomi tumbuhan sejak kuliah, Ratih Damayanti menciptakan alat identifikasi kayu otomatis. Ratusan jenis kayu terdeteksi dalam satu aplikasi.

  • Masa Depan Industri Makanan

    Masa Depan Industri Makanan

    PATEN-paten yang dihasilkan Indri Badria Adilina kini sedang dikembangkan untuk kepentingan industri dalam negeri.

  • Indri Badria Adilina, penemu katalis pengekstrak vanilin: Mantra Ajaib Katalis

    Indri Badria Adilina, penemu katalis pengekstrak vanilin: Mantra Ajaib Katalis

    Indri Badria Adilina menemukan zat-zat bahan baku produk industri yang diolah dari sumber daya alam lokal. Bisa mengurangi ketergantungan pada katalis impor.

  • Mencegah Lebih Baik daripada Mengobati

    Mencegah Lebih Baik daripada Mengobati

    Sepulang dari menimba ilmu di University of Sydney, Australia, pada 2018, Korri Elvanita El Khobar langsung mengembangkan risetnya.

  • Gen Pembawa Harapan

    Gen Pembawa Harapan

    Terseok-seok pada tahun pertama kuliah doktoral, Korri Elvanita El Khobar menemukan terobosan penting dalam dunia medis. Sempat dihinggapi frustrasi.

  • Nanopaper Elastis dan Ekonomis

    Nanopaper Elastis dan Ekonomis

    Dua lembaran bundar sebesar uang logam itu terlihat transparan.

  • Menyulap Limbah Sawit Jadi Layar Ponsel

    Menyulap Limbah Sawit Jadi Layar Ponsel

    Athanasia Amanda Septevani memanfaatkan tandan kosong kelapa sawit untuk bahan pembuat layar perangkat elektronik. Ramah lingkungan dan harganya bakal jauh lebih murah.

  • Teman Bermain dan Berdiskusi

    Teman Bermain dan Berdiskusi

    Prabowo Subianto mengumpulkan anak muda lulusan universitas luar negeri di sekitarnya. Pintu utama sebagian besar urusan.

  • Sahabat dari Barak

    Sahabat dari Barak

    Prabowo memilih Sandiaga Uno atas masukan koleganya. Kebanyakan adalah purnawirawan.

  • Bohir Habis-habisan

    Bohir Habis-habisan

    Ia salah satu orang yang paling didengar nasihatnya oleh Prabowo Subianto. Masih menyesal mengusung Jokowi-Basuki menjadi pemimpin Jakarta.

  • Kesatria Jedi dan restu bunda

    Kesatria Jedi dan restu bunda

    Prabowo Subianto-Sandiaga Uno

  • Orang Dekat Setiap Saat

    Orang Dekat Setiap Saat

    Mengunjungi lebih dari 1.500 tempat selama masa kampanye pemilihan presiden dan wakil presiden, Sandiaga Uno membawa rombongan kecil berisi tak lebih dari empat orang kepercayaannya. Asisten pribadinya selama lebih dari 20 tahun terakhir adalah bekas tukang bangunan.

  • Tinggi Lompatan Anak Kebayoran

    Tinggi Lompatan Anak Kebayoran

    Sandiaga Salahuddin Uno masuk politik berkat kader Gerindra. Dikelilingi rekan yang membuka jalan ke puncak.

  • Modal Restu Keluarga

    Modal Restu Keluarga

    Sandiaga Salahuddin Uno sangat dekat dengan keluarganya. Sumber dukungan moral dan tempat mengasah diri.

  • Ring-1 Dua Kandidat

    Ring-1 Dua Kandidat

    Pemilihan umum sampai pada puncaknya. Dua kandidat, Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno, telah menutup masa kampanye. Pada Rabu, 17 April, sebanyak 192 juta pemilih akan memutuskan siapa yang memimpin negeri selama lima tahun ke depan. Tempo memotret sebagian orang di lingkaran inti kandidat yang berpotensi menjadi “pembisik” dan mempengaruhi jalannya pemerintahan setelah mereka terpilih.

  • Kawan Diskusi Isu Sensitif

    Kawan Diskusi Isu Sensitif

    Masduki Baidlowi adalah teman diskusi Ma’ruf Amin untuk pelbagai persoalan sensitif. Sudah saling kenal sejak Abdurrahman Wahid memimpin Nahdlatul Ulama.

  • Kiai dan Santrinya

    Kiai dan Santrinya

    Ma’ruf Amin kerap berdiskusi dengan kawan lamanya saat mondok di pesantren. Mengubah kebiasaannya sebagai kiai.

  • Penyambung Lidah Abah

    Penyambung Lidah Abah

    Anak-anak Ma’ruf Amin menjaring pemilih dan melunakkan para ulama garis keras “alumni” 212. Ada juga yang bertugas memberikan masukan menjelang debat.

  • Tak Lepas Dari Tim Sebelas

    Tak Lepas Dari Tim Sebelas

    Jokowi mengandalkan orang-orang lawas yang membantunya pada 2014. Kebanyakan bekerja di belakang layar.

  • Bawahan Dengan Tugas Tambahan

    Bawahan Dengan Tugas Tambahan

    Jokowi memberikan penugasan khusus kepada menteri kepercayaannya. Ada yang mengamankan suara, ada yang menangkal ujaran kebencian.

  • Lingkaran Inti Dari Surakarta

    Lingkaran Inti Dari Surakarta

    Joko Widodo mengandalkan orang-orang dekatnya sejak di Solo untuk membantunya di Istana. Mendengarkan anggota keluarga.

  • Penyelinap Istana dan Sahabat Lawas

    Penyelinap Istana dan Sahabat Lawas

    JOKO Widodo-Ma’ruf Amin kerap menampilkan keluarga saat berkampanye.

  • Di Bawah Sokongan Juragan

    Di Bawah Sokongan Juragan

    Rumah berkelir putih di Jalan Simpang Flamboyan, Kota Malang, Jawa Timur, itu tak pernah sepi.

  • Dari Jalanan Menuju Senayan

    Dari Jalanan Menuju Senayan

    Selama dua dekade ia malang-melintang di dunia perburuhan dan hak asasi manusia. Gagal mendirikan Partai Buruh, ia mencoba menjadi calon legislator dari Partai Solidaritas Indonesia. Mengusung kampanye transparansi dana aspirasi dan anti-politik uang.

  • Karena Hijau Adalah Roh

    Karena Hijau Adalah Roh

    Ketika sedang melawan penambang marmer di Gunung Mutis, Nusa Tenggara Timur, Aleta Kornelia Baun bertemu dengan Helmy Faishal Zaini, waktu itu Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal.

  • Penjaga Gunung Marmer Suku Mollo

    Penjaga Gunung Marmer Suku Mollo

    Memimpin perlawanan kaum perempuan terhadap perusahaan tambang, Aleta Kornelia Baun meneruskan perjuangannya di dunia politik. Berkampanye dengan membagikan bibit pohon.

  • Melawan Fraksi Sendiri

    Melawan Fraksi Sendiri

    Salah satu hal yang hendak diwujudkan Zuhairi bin Misrawi bila terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat adalah menyelesaikan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), terutama pasal penodaan agama.

  • Penyokong Kaum Minoritas

    Penyokong Kaum Minoritas

    Gencar membela pluralisme, Zuhairi Misrawi maju sebagai calon legislator. Pindah daerah pemilihan tersebab perkara Basuki Tjahaja Purnama.

  • Wajah Kelam Pencalonan Legislator

    Wajah Kelam Pencalonan Legislator

    Arya Fernandes, Peneliti Departemen Politik dan Perubahan Sosial CSIS

  • Manusia Langka dari Serpong

    Manusia Langka dari Serpong

    Berdarah Gayo, Azmi Abubakar mendirikan Museum Pustaka Peranakan Tionghoa. Dicibir saat berkampanye.

  • Di Tengah Kultur Patriarki Partai

    Di Tengah Kultur Patriarki Partai

    TITI Anggraini, Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi, mengenal Firliana Purwanti sebagai figur yang progresif sejak masa kuliah.

  • Diguncang Peristiwa Mei 1998

    Diguncang Peristiwa Mei 1998

    Setelah lama menjadi aktivis, Firliana Purwanti terjun ke politik. Ingin memperbaiki nasib pekerja rumah tangga.

  • Kampanye Tanpa Baliho Dan Spanduk

    Kampanye Tanpa Baliho Dan Spanduk

    SATU pertanyaan diajukan Anggiasari Puji Aryatie kala berjumpa dengan Ketua Dewan Pengurus Wilayah Partai NasDem Yogyakarta Subardi, pertengahan tahun lalu: seberapa besar komitmen partai yang dipimpin Surya Paloh itu terhadap kesetaraan gender dan disabilitas?

  • ‘Wong Cilik’ di Antara Orang Besar

    ‘Wong Cilik’ di Antara Orang Besar

    Bertahun-tahun menjadi korban perisakan, ia gencar mengadvokasi hak kaum difabel dan perempuan. Berkampanye dari pintu ke pintu dengan duit yang minim, ia berjanji mengawal kepentingan kaum marginal.

  • Gelanggang Enam Pejuang

    Gelanggang Enam Pejuang

    Di tengah pesimisme publik terhadap politik dan pemilu, mereka maju sebagai calon legislator. Rekam jejak mereka memperjuangkan kepentingan publik sudah terbukti. Mereka enam calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang layak dipilih. Dari aktivis buruh, pegiat lingkungan, hingga difabel pejuang hak-hak kelompok terpinggirkan.

  • Anda memiliki 3 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

    8 artikel gratis setelah Register.