Majalah TEMPO | Situs Berita Online Indonesia - majalah.tempo.co

Laporan Khusus



  • Dieter Mack: Saya Merasa Terpanggil Kembali
    Selingan

    Dieter Mack: Saya Merasa Terpanggil Kembali

    Dieter Mack sempat berpaling dari gamelan, yang puluhan tahun ia tekuni.

  •  Dieter Mack, Gamelan, dan Kyai Fatahillah
    Selingan

    Dieter Mack, Gamelan, dan Kyai Fatahillah

    Cinta Dieter Mack kepada gamelan dan musik tradisi Indonesia membawanya kembali ke Bandung. Bersama kelompok Kyai Fatahillah, komposisi kontemporer Mack akan diboyong ke Essen, Jerman. 

  • Jika Menggambar Lanskap, Kanvas Kecil Tak Ada Artinya
    Selingan

    Jika Menggambar Lanskap, Kanvas Kecil Tak Ada Artinya

    Srihadi Soedarsono menjelaskan apa saja yang mempengaruhi perjalanan berkaryanya dan proses kreatif di balik lukisannya.

  •  Srihadi Soedarsono, Tumbuk Ageng, dan Lukisan Pemandangan
    Selingan

    Srihadi Soedarsono, Tumbuk Ageng, dan Lukisan Pemandangan

    Pada usia 88 tahun, Srihadi Soedarsono menggelar pameran tunggal. Puluhan lukisan baru—mayoritas lukisan pemandangan—disajikan. Lukisan pemandangan Srihadi menghadirkan inti atmosfer. Jangan mencari pohon dan perdu di situ.

  • 120 Tahun Tjamboek Berdoeri
    Selingan

    120 Tahun Tjamboek Berdoeri

    Peringatan 120 tahun kelahiran jurnalis legendaris asal Malang, Jawa Timur, Kwee Thiam Tjing alias "Tjamboek Berdoeri” dirayakan pada pada  23 Februari 2020 lalu dengan sebuah perjalanan napak tilas di kota kelahirannya. Dia adalah saksi sejarah berbagai momentum penting bangsa kita. 

  • Dalang Tragedi Mergosono
    Selingan

    Dalang Tragedi Mergosono

    Di surat kabar, Kwee Thiam Tjing alias Tjamboek Berdoeri mengungkap nama orang yang dianggapnya bertanggung jawab dalam pembantaian puluhan orang Cina di Mergosono, Malang, Jawa Timur, pada Juli 1947.

  • Padewakang, Ekspedisi Merawat Kenangan
    Selingan

    Padewakang, Ekspedisi Merawat Kenangan

    Sebuah ekspedisi bertajuk Before 1770, yang berlangsung 50 hari sejak awal  Desember 2019 lalu mencoba menghidupkan kembali perahu kuno Padewakang. Perjalanan dari kaki Sulawesi hingga Darwin, Australia, menapak tilas perjalanan nenek moyang para nelayan Makassar yang gagah berani. 

  • Literasi Lewat Samudra
    Selingan

    Literasi Lewat Samudra

    Perahu Pustaka ikut dalam ekspedisi padewakang dari Makassar, Sulawesi Selatan, ke Darwin, Australia.

  • Taji Taring Padi
    Selingan

    Taji Taring Padi

    Poster-poster karya kelompok Taring Padi memadukan seni rupa dengan aktivitas politik. Masih terasa menyentak.

  • 500 Poster Seni Rupa
    Selingan

    500 Poster Seni Rupa

    Lebih dari 500 poster seni rupa Indonesia dipamerkan di Yogyakarta. Tidak hanya mengingatkan pada peristiwa-peristiwa kesenian yang mengentak pada jamannya, poster itu membawa kenangan pada konteks pergulatan sosial, politik dan ekonomi pada tahun-tahun lampau. Masa lalu ternyata memang belum usai.

  • Suara Rendra Masih Bergema
    Selingan

    Suara Rendra Masih Bergema

    Sepanjang 2019 hingga awal 2020, berbagai kelompok teater dari Yogyakarta sampai Jakarta mengenang sepuluh tahun kepergian W.S. Rendra dengan mementaskan naskah-naskah karya dan sadurannya. Suara pria berjulukan Si Burung Merak yang jasadnya dimakamkan di Bengkel Teater, Cipayung itu masih terus menginspirasi dan bergaung.

  • Ken Zuraida: Mereka Berhasil Merebut Panggungnya Sendiri
    Selingan

    Ken Zuraida: Mereka Berhasil Merebut Panggungnya Sendiri

    Ken Zuraida, istri mendiang W.S. Rendra, berkisah tentang lika-liku di balik pementasan Panembahan Reso tahun 1986.

  • Panembahan Reso tanpa Burung Merak
    Selingan

    Panembahan Reso tanpa Burung Merak

    Pertunjukan drama adalah seni peran, musik, koreografi, dan semua unsur panggung bertolak dari naskah yang kuat yang dipadukan oleh sutradara menjadi suguhan yang memberikan rasa nyaman dan menumbuhkan inspirasi. Itulah dua Panembahan Reso, 1986 dan 2020.

  • 54 Jalur Ski Yabuli
    Selingan

    54 Jalur Ski Yabuli

    Yabuli memiliki jalur ski terpanjang di Asia. Desa berjulukan "Davos-nya Cina" itu menawarkan 54 jalur ski.

  • Dalam Sergapan Dingin Harbin
    Selingan

    Dalam Sergapan Dingin Harbin

    HARBIN merupakan satu di antara lima kota paling dingin di dunia. Ibu kota Provinsi Heilongjiang, Cina, itu memiliki musim dingin yang panjang dan salju menyelimutinya selama lima-enam bulan dalam setahun. Kota paling utara di Cina itu terkenal lewat Harbin International Ice and Snow Sculpture Festival, yang salah satu acaranya berupa kompetisi membuat patung salju. Sementara itu, tak jauh dari Harbin, Cina makin giat mendandani Yabuli, desa resor ski yang digadang-gadang menandingi Davos di Swiss.

     

  • Surat-surat dengan Mangkunegara VII
    Selingan

    Surat-surat dengan Mangkunegara VII

    JAAP Kunts akrab dengan Mangkunegara VII  karena keduanya punya gairah yang sama terhadap budaya Jawa.

  • Jaap Kunst yang Terlupakan
    Selingan

    Jaap Kunst yang Terlupakan

    LEBIH dari seratus tahun silam, Jakob “Jaap” Kunst menjejakkan kaki di Nusantara. Sarjana hukum kelahiran Groningen, Belanda, itu datang ke Hindia Belanda pada 1919 untuk menjalani tur bersama grup musiknya. Sementara dua rekannya kembali ke Belanda, Jaap, pemain biola, memilih tinggal di Indonesia. Usianya 28 tahun ketika dia terpikat pada gamelan Jawa dan memutuskan menyelami alat musik tersebut. Jaap juga mendokumentasikan alat musik tradisi lain. Ia pergi ke pelosok Jawa, Sumatera, Kalimantan, Nusa Tenggara, Bali, juga Papua. Jaap merekam bebunyian dari alat musik tersebut dengan silinder lilin dan piringan hitam, yang sebagian dipampang dalam pameran “Melacak Jejak Jaap Kunst: Suara dari Masa Lalu” di Museum Nasional, Jakarta, 28 November 2019-10 Januari 2020. Semangat Jaap, buku-buku yang ia terbitkan, dan segudang arsipnya menjadi cikal-bakal munculnya istilah “etnomusikologi”.

  • Dari Den Kisot hingga Gang Patos
    Laporan Khusus

    Dari Den Kisot hingga Gang Patos

    BOLEH dibilang, sepanjang 2019, tak begitu banyak karya seni yang mengejutkan. Meski begitu, dunia seni Indonesia terus mengalami penyegaran dan berupaya menjelajahi wilayah estetik baru. Dalam seni pertunjukan muncul sebuah pentas wayang golek yang menampilkan kisah Don Quixote karya sastrawan Spanyol, Miguel de Cervantes. Di jagat seni rupa, ada seniman yang terus konsisten mengeksplorasi bunyi sebagai medium seninya. Lalu, di ranah sastra, para penulis muda menyuguhkan karya prosa berbentuk novelet atau novela—format novel yang ringkas tapi bila disajikan dengan terampil bisa memiliki lapisan-lapisan cerita yang dalam. Tempo mengundang para pengamat untuk menyeleksi dan mendiskusikan nomine sebelum memilihnya untuk dinobatkan sebagai karya dan tokoh seni pilihan.

  • Trauma yang Bergerak Lincah antara Lirisisme dan Narativisme
    Laporan Khusus

    Trauma yang Bergerak Lincah antara Lirisisme dan Narativisme

    Puisi-puisi Deddy Arsya mengeksplorasi trauma sejarah masyarakat Minangkabau. Deddy mampu bergerak rileks antara masa silam dan masa kini. Ia mampu menguraikan kisah dengan ungkapan-ungkapan padat serta merinci peristiwa dengan citraan-citraan menarik. Ia juga mampu mengolah pengaruh penyair sebelumnya dan menemukan yang khas miliknya.

  • Nominasi Karya Sastra Prosa dan Puisi Pilihan Tempo 2019
    Laporan Khusus

    Nominasi Karya Sastra Prosa dan Puisi Pilihan Tempo 2019

    Tempo memilih karya sastra unggulan yang diterbitkan sepanjang 2019.

  • Subyek Bunyi Julian Abraham Togar
    Laporan Khusus

    Subyek Bunyi Julian Abraham Togar

    Julian Abraham Togar menampilkan karya-karya instalasi yang mengeksplorasi bunyi dalam kehidupan sehari-hari. Togar menyebutnya  karya instalasi bunyi konkret.

  • Den Kisot, Teater Boneka yang Lengkap
    Laporan Khusus

    Den Kisot, Teater Boneka yang Lengkap

    Sebagai sutradara, Endo Suanda menciptakan teater dengan keyakinan yang klasik: pertunjukan adalah perpaduan semua unsur seni yang dilibatkan. Juga yang bukan seni: penonton.

  • Kemiskinan, dari Dekat, Terdengar Nyaring
    Laporan Khusus

    Kemiskinan, dari Dekat, Terdengar Nyaring

    Susastra kaum muda di luar arus utama terus menyeruak, dengan gejala estetik berbeda, meski temanya klasik: empati terhadap kelas bawah. Benarkah Dekat & Nyaring produk method writing?

  • Jati Diri Isyana
    Laporan Khusus

    Jati Diri Isyana

    LEXICON merupakan album pembuktian Isyana Sarasvati. Ia berpisah dengan gaya pop yang melekat dalam dua album sebelumnya. Dalam album ini, ia menunjukkan talentanya bermain musik klasik.

  • Album yang Direkomendasikan
    Laporan Khusus

    Album yang Direkomendasikan

    SELAIN memilih LEXICON milik Isyana Sarasvati sebagai Album Pilihan Tempo 2019, kami merekomendasikan sembilan album nomine.

     

  • Sandra Beerends: Semua Bermula dari Ibu Saya
    Selingan

    Sandra Beerends: Semua Bermula dari Ibu Saya

    Film arahan sutradara Sandra Beerends ini berkisah tentang lika-liku kehidupan babu di Hindia Belanda.

  • Rumah Bersama Warga Hindia
    Selingan

    Rumah Bersama Warga Hindia

    Museum Sophiahof di Den Haag bertujuan menjadi "rumah" sejarah dan budaya Hindia Belanda bagi orang-orang yang mempunyai ikatan dengan tanah Nusantara.

  • Babu, Keluarga Belanda, dan Revolusi
    Selingan

    Babu, Keluarga Belanda, dan Revolusi

    Lewat film Mereka Panggil Aku Babu (Ze Noemen Me Baboe), sineas Sandra Beerends menelusuri lika-liku kehidupan babu di tengah pergolakan revolusi pada pengujung era kolonialisme Belanda di Indonesia. Melalui Alima—sosok pengasuh anak dalam sebuah keluarga Belanda—Beerends menampilkan hubungan yang kompleks antara Indonesia dan Belanda pada 1945-an. Ikuti reportase kontributor Tempo di Belanda dan pandangan publik Belanda mengenai film itu. Juga laporan tentang Museum Sophiahof di Den Haag, museum mengenai zaman Hindia Belanda yang secara resmi dibuka pada akhir Juni 2019.

  • Kaleidoskop Mei 2019
    Kaleidoskop

    Kaleidoskop Mei 2019

    Bulan ini diwarnai keputusan Komisi Pemilihan Umum mengukuhkan pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebagai pemenang Pemilihan Presiden 2019. Keputusan itu disusul unjuk rasa brutal di depan gedung Badan Pengawasan Pemilu, Jakarta.

  • Kaleidoskop September 2019
    Kaleidoskop

    Kaleidoskop September 2019

    Beragam peristiwa penting terjadi sepanjang September 2019. Suhu politik memanas seiring dengan demonstrasi menolak pengesahan revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi. Kebakaran hutan dan lahan terparah dalam tiga tahun terakhir di Indonesia melengkapi kegeraman aktivis belia asal Swedia, Greta Thunberg, yang mengecam kegagalan pemimpin dunia memerangi perubahan iklim.

  • Kaleidoskop Oktober 2019
    Kaleidoskop

    Kaleidoskop Oktober 2019

    Di tengah ramainya penolakan publik terhadap revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, Wiranto diserang anggota Jamaah Ansharud Daulah. Tak lama setelah itu, Presiden Joko Widodo melantik anggota Kabinet Indonesia Maju, yang banyak diisi orang baru, termasuk rivalnya dalam pemilihan presiden 2019.

  • Tokoh Tempo 2019: Massa Aksi
    Laporan Khusus

    Tokoh Tempo 2019: Massa Aksi

    DUA dekade setelah reformasi, mereka kembali. Mahasiswa, dengan sokongan masyarakat sipil, lagi-lagi membuktikan peran sejarah mereka sebagai suara nurani bangsa ini. Para aktivis, akademikus, seniman, dan rakyat biasa bahu-membahu memastikan teriakan massa aksi mengusik para penguasa.

    Di tengah hawa politik belakangan ini yang terasa pengap oleh pengkubu-kubuan cebong versus kampret dan oligarki kekuasaan yang kian banal, aksi mahasiswa dan pelajar di belasan kota di Tanah Air, pada akhir September lalu, menjadi oasis yang memberi harapan. Mereka masih ada.

  • Tahun Kelam Demokrasi
    Kaleidoskop

    Tahun Kelam Demokrasi

    Catatan berbagai peristiwa penting yang mempengaruhi hidup kita sepanjang 2019.

  • Kaleidoskop Juni 2019
    Kaleidoskop

    Kaleidoskop Juni 2019

    Juni 2019 diwarnai keputusan Mahkamah Konstitusi yang menegaskan gugatan Prabowo-Sandi tentang kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif dalam Pemilihan Presiden tak terbukti. Selain itu ada juga kericuhan dalam sistem zonasi penerimaan siswa baru dan kabar duka meninggalnya Ani Yudhoyono.

  • Kaleidoskop Juli 2019
    Kaleidoskop

    Kaleidoskop Juli 2019

    Berbagai peristiwa mewarnai bulan Juli 2019. Dari muramnya penyelidikan kasus penyiraman penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan, hingga pertama kalinya novel klasik Don Quixote diterjemahkan ke bahasa Indonesia secara lengkap.

  • Kaleidoskop Agustus 2019
    Kaleidoskop

    Kaleidoskop Agustus 2019

    Mendung menggelayut di langit Indonesia pada Agustus 2019. Sejumlah kerusuhan pecah di Tanah Papua. Puluhan orang menjadi korban dan ribuan lainnya mengungsi. Masa depan ekonomi Indonesia juga masih muram karena perkiraan pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah dari target.

  • Kaleidoskop Desember 2019
    Kaleidoskop

    Kaleidoskop Desember 2019

    Sejumlah peristiwa penting di pentas nasional dan internasional tercatat pada Desember 2019. Ada soal Airlangga Hartarto yang terpilih kembali sebagai Ketua Umum Golkar dan dakwaan pemakzulan Presiden Amerika Serikat Donald Trump oleh sidang pleno Dewan Perwakilan Rakyat.

  • Kaleidoskop November 2019
    Kaleidoskop

    Kaleidoskop November 2019

    Peristiwa penting dan menonjol yang terjadi pada November 2019 antara lain gugatan Gambia terhadap Myanmar soal Rohingya ke mahkamah internasional dan pemberian grasi kepada terpidana korupsi.

  • Kaleidoskop Februari 2019
    Kaleidoskop

    Kaleidoskop Februari 2019

    Bulan ini ditandai dengan sejumlah peristiwa penting: Amerika Serikat memutuskan keluar dari Pakta Pengendalian Senjata Nuklir, timnas sepakbola Indonesia menjadi juara Piala AFF U-22 dan kontroversi soal Rancangan Undang Undang Permusikan yang membelah para seniman menjadi dua kubu.

  • Kaleidoskop Januari 2019
    Kaleidoskop

    Kaleidoskop Januari 2019

    Beragam peristiwa mewarnai Januari 2019. Di antaranya mencuatnya dugaan praktik kartel tiket pesawat oleh tujuh maskapai penerbangan, ditemukannya lebah raksasa Wallace yang semula dianggap punah, atlet bulu tangkis perempuan Lilyana Natsir pensiun, dan wafatnya aktivis demokrasi Rahman Tolleng.

  • Kaleidoskop Maret 2019
    Kaleidoskop

    Kaleidoskop Maret 2019

    Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Muhammad Romahurmuziy dicokok Komisi Pemberantasan Korupsi pada bulan ini. Selain itu, proyek pembangunan kereta bawah tanah Jakarta juga resmi rampung. Warga langsung antre untuk memakai fasilitas transportasi publik modern itu.

  • Para Penyokong Mahasiswa
  • Kaleidoskop April
    Kaleidoskop

    Kaleidoskop April

    Bulan ini merupakan momen hari pencoblosan pemilihan umum 2019, yang tercatat sebagai pemilu yang paling banyak memakan korban petugas di Tempat Pemungutan Suara (TPS). April 2019 juga diwarnai aksi teror bertubi-tubi di Sri Lanka.

  • Mahasiswa Bersatu Menolak Senayan
  • Api dari Panggung Seni
    Laporan Khusus

    Api dari Panggung Seni

    Sejumlah pemusik turut serta dalam gerakan menyadarkan publik tentang gentingnya nasib demokrasi. Tergambar lewat lagu, di panggung, hingga media sosial.

  • Pewarta di Antara Gas Air Mata
    Laporan Khusus

    Pewarta di Antara Gas Air Mata

    Sejumlah media kampus mengawal isu pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi. Nekat meliput meski dilarang.

  • Gara-gara DPR Ngebut
    Laporan Khusus

    Gara-gara DPR Ngebut

    Puluhan lembaga swadaya masyarakat yang semula berfokus pada isu garapan masing-masing menjadi bergandengan tangan. Menentang keinginan Dewan Perwakilan Rakyat  mengesahkan berbagai revisi dan rancangan undang-undang.

  • Nasi Bungkus Saweran Publik
    Laporan Khusus

    Nasi Bungkus Saweran Publik

    Ananda Badudu dan band Efek Rumah Kaca menggalang duit warga untuk aksi demonstrasi lewat Kitabisa.com. Mengail simpati, terseret polisi.

  • Dari Panggung ke Jalanan
  • Dua Tembakan di Jalan Silondae
    Laporan Khusus

    Dua Tembakan di Jalan Silondae

    Randi dan Yusuf Kardawi menjadi korban kekerasan aparat saat berunjuk rasa di Kendari. Satu pelaku kekerasan belum ditemukan

  • Panggilan Jalan Gejayan
    Laporan Khusus

    Panggilan Jalan Gejayan

    Sejumlah mahasiswa Universitas Gadjah Mada lintas fakultas saling berkontak lalu menunjuk kantin Bonbin sebagai tempat berkumpul. Berujung pada demo besar “Gejayan Memanggil”

  • Malam Konsolidasi di Kampus Reformasi
    Laporan Khusus

    Malam Konsolidasi di Kampus Reformasi

    Bibit-bibit perlawanan mahasiswa yang berujung pada demonstrasi besar 23-24 September 2019 disemai sejak jauh hari. Universitas Trisakti, yang menjadi salah satu motor gerakan Reformasi 1998, kembali menjadi pusat kegiatan membahas skenario aksi.

  • Mahasiswa Setelah September 2019
    Laporan Khusus

    Mahasiswa Setelah September 2019

    Robertus Robet

    Dosen Universitas Negeri Jakarta, peneliti tamu di Melbourne University

  • Perlawanan Aliansi Pelajar
    Laporan Khusus

    Perlawanan Aliansi Pelajar

    Sekelompok pelajar bahu-membahu membantu rekan mereka saat demonstrasi September lalu. Sebagian dari mereka terancam sanksi drop out dari pihak sekolah.

  • Dosen Pun Turun ke Jalan
    Laporan Khusus

    Dosen Pun Turun ke Jalan

    Petisi para akademikus berbagai kampus agar Jokowi menolak revisi Undang-Undang KPK tak digubris. Sebagian akademikus pun turut mendampingi demonstrasi mahasiswa. Teror dan ancaman terus menguntit mereka

  • Tagar yang Mengingatkan
  • Berjalan Bersama Gunung
    Selingan

    Berjalan Bersama Gunung

    Robertus Robet

    Pelancong gunung, peneliti tamu di Melbourne University.

  • Para Sherpa Himalaya
    Selingan

    Para Sherpa Himalaya

    Mereka memandu para pendaki mencapai Gunung Everest. Mulai memakai asuransi.

  • Bersimpuh di Kaki Everest
    Selingan

    Bersimpuh di Kaki Everest

    Catatan perjalanan wartawan Tempo Bagja Hidayat mendaki Everest di Nepal selama delapan hari. Sempat didera sakit kepala hebat akibat ketinggian, ia berhasil mencapai base camp gunung tertinggi di dunia itu.

  • Membeku di Hotel Tertinggi di Dunia
    Selingan

    Membeku di Hotel Tertinggi di Dunia

    Tidur di hotel tertinggi di planet ini. Dingin menusuk hingga bulu mata.

  • Naik-naik ke Everest
    Selingan

    Naik-naik ke Everest

    Perjalanan mendaki Everest dalam angka dan grafis.

  • Tak Jatuh Kemayu
    Laporan Khusus

    Tak Jatuh Kemayu

    Berperan sebagai lelaki yang kefeminin-femininan, Baskara berakting luwes tapi tak jatuh ke ekspresi yang klise dan komikal, seperti gestur melambai atau ucapan dengan intonasi tertentu, Stereotipe yang ditampilkan dalam film-film layar perak lain.

  • Meniupkan Nyawa ke Dalam Tubuh Nyi Misni
    Laporan Khusus

    Meniupkan Nyawa ke Dalam Tubuh Nyi Misni

    Peran pertama Christine Hakim dalam film horor. Dialah yang menghidupkan tokoh Nyi Misni hingga merasuk ke seluruh ruang bioskop.

  • Film Kekerasan dengan Cara Lain
    Laporan Khusus

    Film Kekerasan dengan Cara Lain

    Yosep Anggi Noen menyajikan film bertema propaganda dan kekerasan dengan cara tak terduga. Ia mengambil inspirasi dari kisah pendaratan manusia di bulan. Di sepanjang film, Anggi menyajikan sosok bernama Siman, yang sehari-hari berperilaku bak astronaut. Adegan-adegan yang tak lazim dihadirkan dalam penyutradaraan yang kuat, imajinatif, puitis, sekaligus simbolis.

  • Naskah Kolaboratif Dari Kangean
    Laporan Khusus

    Naskah Kolaboratif Dari Kangean

    Sebuah film dengan metode penulisan skenario yang tak lazim. Berhasil menggambarkan lapis-lapis masalah gender di daerah perdesaan Indonesia yang terpencil.

  • Anggi, Sejarah, dan Meta-sejarah
    Laporan Khusus

    Anggi, Sejarah, dan Meta-sejarah

    Tempo menobatkan The Science of Fictions karya Yosep Anggi Noen sebagai Film Pilihan 2019.

  • Dari Siman Sampai Susi
    Laporan Khusus

    Dari Siman Sampai Susi

    Selain marak dengan film yang diangkat dari khazanah sastra dan film biopik, tahun 2019 diwarnai film-film indie yang lahir dari komunitas. Beberapa film indie bahkan berhasil menggebrak layar festival-festival internasional. Tempo memiliki tradisi tahunan pemilihan film sebagai alternatif bagi Festival Film Indonesia yang selama ini ada sekaligus merayakan kegairahan film nasional yang bermutu. Inilah pilihan kami.

  • Titisan Susi Susanti
    Laporan Khusus

    Titisan Susi Susanti

    Laura Basuki berhasil menjelma menjadi sosok Susi Susanti sekaligus menampilkan dilema psikologis pemain bulu tangkis putri Indonesia ini yang tak banyak diketahui publik.

  • Sang Astronaut Bisu
    Laporan Khusus

    Sang Astronaut Bisu

    Meski tak menampilkan sepotong pun dialog, akting Gunawan Maryanto memikat. Ia meyakinkan sebagai sosok yang menanggung trauma seumur hidup.

  • Observasi dan Prognosis 2020
    Laporan Khusus

    Observasi dan Prognosis 2020

    Adrian Panggabean, Kepala Ekonom Bank CIMB Niaga

  • Mebel Bertaji di Negeri Sendiri
    Laporan Khusus

    Mebel Bertaji di Negeri Sendiri

    Industri mebel Tanah Air tumbuh menggembirakan, baik ekspor maupun penjualan dalam negeri. Pasar domestik yang belum tergarap maksimal menjadi peluang besar bagi pemain lokal. Inovasi desain dan standar ramah lingkungan perlu dipertajam untuk meningkatkan daya saing.

  •  Asa Laju Pembuat Sepatu
    Laporan Khusus

    Asa Laju Pembuat Sepatu

    Industri alas kaki menjadi salah satu andalan Indonesia dalam perdagangan global. Mendapatkan peluang menambah ekspor ke Amerika Serikat setelah negeri itu terlibat perang dagang dengan Cina. Masih tertinggal oleh Vietnam dalam memperluas jangkauan ke pasar Uni Eropa.

  • Berdenyut Setelah Lama Koma
    Laporan Khusus

    Berdenyut Setelah Lama Koma

    Beragam intervensi kebijakan pemerintah dan bank sentral membuat industri properti kembali bergairah. Pertumbuhan di sektor ini diharapkan menjadi penggerak bisnis lain untuk menopang pertumbuhan ekonomi 2020.

  • Berebut Cuan di Koneksi Cepat
    Laporan Khusus

    Berebut Cuan di Koneksi Cepat

    Gurihnya bisnis data Internet membuat operator telekomunikasi berlomba menggarap sambungan kencang. Didorong performa bisnis digital yang sedang mengembang.

  • Harapan Nikel dari Baterai
    Laporan Khusus

    Harapan Nikel dari Baterai

    Defisit pasokan nikel di dunia memperbesar peluang bagi industri pengolahan hasil tambang tersebut untuk tumbuh di masa mendatang. Potensinya meningkat seiring dengan geliat pembuatan baterai untuk kendaraan listrik.

  • Sepuluh Bali Mengejar Turis
    Laporan Khusus

    Sepuluh Bali Mengejar Turis

    Pemerintah menggeber pembangunan di sektor pariwisata. Terganjal harga tiket domestik dan perang dagang.

  • Antisipasi di Tengah Lesunya Ekonomi Dunia
    Laporan Khusus

    Antisipasi di Tengah Lesunya Ekonomi Dunia

    Kiki Verico, Wakil Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia dan dosen Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Indonesia

  • Moncer Seusai Perang Dagang
    Laporan Khusus

    Moncer Seusai Perang Dagang

    Pengusaha besar garmen dan tekstil meraup untung besar dari ekspor. Pengusaha kelas menengah masih enggan beralih dari mesin tua.

  • Ladang Hijau di Musim Kemarau
    Laporan Khusus

    Ladang Hijau di Musim Kemarau

    Syahdan, ekonom mana pun tidak bisa memprediksi secara presisi siklus bisnis. Namun, dengan data, tren, dan geopolitik, cerdik pandai minimal bisa menakar angin perekonomian global akan bergerak ke mana. Sayangnya, perhitungan mereka untuk 2020 menghasilkan ramalan muram. Ancaman resesi membuat dunia diliputi kegentingan. Perlambatan ekonomi bakal kembali menghantam semua negara dengan pukulan yang lebih kencang, tak terkecuali Indonesia. Pada masa itu, tujuh sektor industri berpeluang menjadi harapan bagi perekonomian dalam negeri.

  • Stuart Robson, Sang Mitra Romo Zoet
    Iqra

    Stuart Robson, Sang Mitra Romo Zoet

    Di Malang, Perpustakaan Nasional dan Masyarakat Pernaskahan Nusantara mengundang Stuart Owen Robson. Dialah yang bersama Zoetmulder menyusun karya monumental kamus Jawa Kuno-Inggris.

  • Api Penyucian Diri Tantrayana
    Iqra

    Api Penyucian Diri Tantrayana

    BIKU Tantrayana Taiwan merapal mantra dan menggerakkan kedua tangan, menghadap panas api yang berkobar di empat penjuru lingkaran mandala. Pendamping para biku meletakkan dupa dan benda-benda lain pada api sebagai persembahan. Pendamping lain duduk dalam posisi bersemadi. 

  • Mengenang  Zoetmulder
    Iqra

    Mengenang Zoetmulder

    DUA acara yang berkaitan dengan sastra Jawa Kuno digelar pada pertengahan November 2019. Memasuki usianya yang sewindu, di Yogyakarta dan Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Borobudur Writers & Cultural Festival pada 21-23 November lalu menggelar sebuah simposium tentang panteisme dan Tantrayana untuk menghormati Petrus Josephus Zoetmulder, tokoh perintis studi sastra Jawa Kuno. Sebelumnya, pada 16-17 November di Malang, Jawa Timur, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia mengadakan simposium untuk menghormati  Stuart Owen Robson, ahli Jawa Kuno dari generasi sesudah Zoetmulder yang pernah bersama Zoetmulder menyusun kamus Jawa Kuno-Inggris. Robson dalam kesempatan itu juga dihadirkan oleh Perpusnas. Keindahan sastra Jawa Kuno tak lekang oleh waktu.

  • Tersandung Silsilah Soeharto
    Intermezzo

    Tersandung Silsilah Soeharto

    Sepanjang 91 tahun hidupnya, Aloysius Sugiyanto menyebutkan ada dua tindakan yang menjadi kesalahannya. Pertama, saat ia menggiring Resimen Para Komando Angkatan Darat—kini Komando Pasukan Khusus—ke konflik Angkatan Darat dalam Peristiwa Kranji 1956. Kedua, saat majalah miliknya memuat artikel yang menyebut Presiden Soeharto sebagai keturunan Keraton Yogyakarta. Soeharto murka dan karier militer Sugiyanto mentok di kolonel.

  • Supersemar Versi Polaroid
    Intermezzo

    Supersemar Versi Polaroid

    GI, coba ini dikopi. Cepet!” Begitu perintah Pak Ali Moertopo kepada saya. Saat itu lewat tengah malam 12 Maret 1966 di Markas Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad), Jakarta. Dokumen itu Surat Perintah Sebelas Maret.

  • Infiltrasi Damai di Operasi Khusus
    Intermezzo

    Infiltrasi Damai di Operasi Khusus

    Terlempar dari RPKAD, Aloysius Sugiyanto masuk Kostrad. Di satuan dengan pasukan terbanyak ini, jam terbangnya di dunia intelijen kian tinggi. Sugiyanto bersentuhan dengan Ali Moertopo dan menjadi agen utama tim Operasi Khusus. Menggalang perdamaian saat konfrontasi Malaysia dan merangkul Timor Timur.

  • Tidak Ada Saya, Mungkin Tiada Ada Kopassus
    Intermezzo

    Tidak Ada Saya, Mungkin Tiada Ada Kopassus

    MENYIMAK perjalanan hidup Aloysius Sugiyanto serasa membuka lembaran buku sejarah. Pensiunan kolonel Angkatan Darat itu berlaga di banyak palagan, dari peristiwa Bandung Lautan Api, penumpasan pemberontak separatis di Maluku, pembebasan Irian Barat, hingga aneksasi Timor Timur.

  • Seorang Astronaut Bernama Siman
    Intermezzo

    Seorang Astronaut Bernama Siman

    Film The Science of Fictions karya Yosep Anggi Noen masuk kategori World Focus dalam Tokyo International Film Festival. Tema trauma politik disajikan melalui gagasan unik.

  • Yoji Yamada, Tora-san, dan Shibamata
    Intermezzo

    Yoji Yamada, Tora-san, dan Shibamata

    Film Tora-san, Wish You Were Here karya sutradara sepuh Yoji Yamada menjadi pembuka Tokyo International Film Festival. Yamada membuat serial film Tora-san sejak 1969. Salah satu film keluarga paling populer dan menyentuh berbagai generasi di Jepang.

  • Karpet Merah di Roppongi Hills
    Intermezzo

    Karpet Merah di Roppongi Hills

    TOKYO International Film Festival ke-32 berlangsung pada 28 Oktober-5 November 2019. Dibuka film terbaru karya sutradara sepuh Jepang, Yoji Yamada, Tora-san, Wish You Were Here, festival ini menyajikan ratusan film yang digelar dalam berbagai kategori. Seksi kompetisi salah satu yang ditunggu-tunggu. Dewan juri yang diketuai artis terkenal Cina, Zhang Ziyi, menilai 14 film terpilih dari berbagai negara yang mengangkat tema unik dalam seksi tersebut. Siapa penerima Tokyo Grand Prix/The Governor of Tokyo Award pada seksi kompetisi? Ikuti laporan wartawan Tempo, Seno Joko Suyono. Termasuk ulasan film The Science of Fictions karya Yosep Anggi Noen, yang diputar dalam seksi World Focus.

  • Taman di Setiap Penjuru Kota
    Intermezzo

    Taman di Setiap Penjuru Kota

    SEMACAM oasis, begitu yang terasa saban memandang hamparan hijau di berbagai titik Bengaluru, ibu kota Karnataka, negara bagian di India.

  • Bengaluru: Kemacetan, Taman, dan Silicon Valley Asia
    Intermezzo

    Bengaluru: Kemacetan, Taman, dan Silicon Valley Asia

    DALAM dua dekade terakhir, laju Bengaluru kian kencang. Ibu kota Karnataka, salah satu negara bagian di India, ini berevolusi menjadi pusat industri teknologi informasi dunia. Bengaluru satu dari daerah “3B” yang tersohor sebagai ekosistem perusahaan rintisan atau startup, selain Bay Area atau Silicon Valley di Amerika Serikat dan Beijing di Cina. Kota ini juga menjadi sentra riset industri lokal dan perusahaan multinasional ternama, seperti Google, Microsoft, Intel, dan General Electric. Transformasi yang cepat itu berekses kian padatnya populasi dan meningkatnya kemacetan lalu lintas di kota ini. Namun, di sisi lain, Bengaluru menyimpan pesona taman di berbagai penjuru kota.

  • Sebuah Kota Kecil Bernama Gavle
    Intermezzo

    Sebuah Kota Kecil Bernama Gavle

    BERJARAK sekitar 172 kilometer di utara Stokholm, di situlah Gavle berada. Kota ini tak begitu besar.

  • Bukan Pink Tourism
    Intermezzo

    Bukan Pink Tourism

    DESAINER Tempo, Kendra Paramita, menghadiri Stockholm Pride, parade tahunan di Swedia yang sangat memberi tempat untuk kaum lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT). Stokholm adalah salah satu pionir dalam memerangi diskriminasi di Eropa. Dengan infrastruktur sosial yang komplet, ibu kota Swedia ini berusaha membuat siapa pun merasa diterima. Kesetaraan ditonjolkan. Parade Stockholm Pride menjadi perhelatan tahunan yang paling dinanti mayoritas warga Swedia, bukan hanya kaum LGBT. Dalam reportasenya, Kendra tidak menampilkan laporan dalam bentuk tulisan, melainkan novel grafis.

  • Enggang Kepercayaan Dayak Iban
    Intermezzo

    Enggang Kepercayaan Dayak Iban

    Masyarakat Dayak Iban sangat menghormati semua burung, terutama jenis enggang. Mereka terus berupaya melindunginya. Tidak boleh diburu, apalagi dibunuh.

  • Kisah Rangkong Yang Terancam
    Intermezzo

    Kisah Rangkong Yang Terancam

    RANGKONG gading satu di antara belasan burung jenis enggang yang istimewa dalam budaya Kalimantan, terutama masyarakat Dayak. Burung dengan nama ilmiah Rhinoplax vigil ini dipercaya orang Dayak sebagai simbol keberanian. Ia juga pelindung serta jembatan antara roh leluhur dan masyarakat Dayak.

  • Surat-surat Louis Damais-Claire Holt
    Selingan

    Surat-surat Louis Damais-Claire Holt

    Korespondensi Louis-Charles Damais dengan Claire Holt berlangsung pada 1945-1947. Mereka sama-sama antikolonial. Mereka sama-sama pencinta kebudayaan kuno Indonesia. Mereka juga memiliki sahabat dan guru terkasih yang sama: Stutterheim.

  • Seorang Epigrafis yang Dilupakan
    Selingan

    Seorang Epigrafis yang Dilupakan

    Louis- Charles Damais (1911-1966)

  • ‘Surat-surat’ Dullah
    Selingan

    ‘Surat-surat’ Dullah

    Dullah banyak menulis tentang Sukarno. Caranya menulis mengasyikkan. Seperti surat yang ditujukan kepada istrinya, Fatimah.

  • Mengenang 100 Tahun Maestro Asal Laweyan
    Selingan

    Mengenang 100 Tahun Maestro Asal Laweyan

    TAHUN ini genap seratus tahun kelahiran Dullah, maestro pelukis Indonesia. Dullah lahir di kawasan yang kondang sebagai sentra bisnis kain batik, yakni Laweyan, Solo, Jawa Tengah, pada 19 September 1919. Dia meninggal pada 1 Januari 1996 setelah bertahun-tahun didera stroke. Ia dikenal karena kemampuannya yang tinggi dalam menggambar realis. Berikut ini catatan tentang proses melukis Dullah sehari-hari, dari merenung sampai eksekusi lukisannya.

  • Alzhir, Kenangan Pedih Kamp Stalin
    Selingan

    Alzhir, Kenangan Pedih Kamp Stalin

    Aleksandr Solzhenitsyn, penulis The Gulag Archipelago, mendeskripsikan begitu banyak kamp konsentrasi di era Stalin. Beberapa gulag terkejam saat itu sesungguhnya berada di wilayah Kazakstan.

  • Anda memiliki 3 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

    8 artikel gratis setelah Register.