Forgot your password?

Majalah TEMPO
Opini
Senin, 17 April 2017
Main Agama Pilkada Jakarta

HIRUK-pikuk pemilihan Gubernur DKI Jakarta dalam enam bulan terakhir melegakan sekaligus mencemaskan. Melegakan karena keriuhan dan centang-perenang kampanye tak sampai berujung pada tindak kekerasan fisik atau huru-hara yang menyulut kerusuhan. Dalam hal ini, demokrasi di Jakarta patut dipuji. Sebaliknya, pilkada mencemaskan karena jargon-jargon agama dengan salah kaprah telah dipakai untuk memikat pemilih.

Pada awalnya adalah pidato gubernur inkumben Basuki Tjahaja Purnama pada September tahun lalu di Kepulauan Seribu. Berbincang dengan…

Anda harus berlangganan Deposit Arsip untuk membaca artikel-artikel di edisi Arsip Tempo. Klik di sini untuk berlangganan: Versi Web | Tempo Media Apps (iOS & Android) | Versi PDF di Tempo Store info lebih lanjut hubungi : 021-536-0409 ext 9 atau cs@tempo.co.id

Arsip
EDISI SEBELUMNYA
Penghuni Baru Balai Kota
Edisi Senin, 24 April 2017

Penghuni Baru Balai Kota

Karena Agama Lebih Utama
Agama dan blunder sembako tim lawan membuat Anies-Sandi terpilih menjadi Gubernur Jakarta. Menghidupkan kartu Prabowo dalam pemilihan presiden.