Majalah TEMPO | Situs Berita Online Indonesia - majalah.tempo.co | Situs Berita Online Indonesia - majalah.tempo.co

Investigasi



  • Kisruh Proyek Menteri Agus
    Investigasi

    Kisruh Proyek Menteri Agus

    Menteri Perdagangan Agus Suparmanto digugat ke polisi dengan tuduhan menipu dan menggelapkan uang perusahaan. Pengusaha properti ini pernah berkongsi dengan Pramono Anung—kini Menteri Sekretaris Kabinet—mengerjakan proyek pengerukan dan pengapalan bijih nikel dari PT Aneka Tambang Tbk pada 2001-2014. Saling gugat mantan kolega bisnis itu menguak dugaan penggelembungan nilai proyek dengan keuntungan fantastis hingga Rp 2,9 triliun. Proyek itu juga meninggalkan kerusakan lingkungan yang masif di Tanjung Buli, Halmahera Timur, Maluku Utara.

  • Kerapu Pergi dari Tanjung Buli
    Investigasi

    Kerapu Pergi dari Tanjung Buli

    Laut, darat, dan udara Tanjung Buli rusak setelah ada penambangan bijih nikel. Nelayan kehilangan mata pencarian.

  • Seteru Setengah Triliun
    Investigasi

    Seteru Setengah Triliun

    Menteri Perdagangan Agus Suparmanto berseteru dengan bekas teman bisnisnya dalam pertambangan bijih nikel Aneka Tambang di Halmahera. Penyelidikan polisi tak kunjung bergerak.

  • “Saya Hanya Investor”
    Investigasi

    “Saya Hanya Investor”

    Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menjawab sejumlah pertanyaan seputar kisruh bisnis tambang nikelnya di Halmahera, Maluku Utara, melalui pengacara Petrus Bala Pattyona.

     

  • Antam: Penunjukan Langsung Pertimbangan Bisnis
    Investigasi

    Antam: Penunjukan Langsung Pertimbangan Bisnis

    Wawancara Sekretaris Perusahaan PT Antam Kunto Hendrapawoko soal kerja sama PT Aneka Tambang (Antam) dan PT Yudistira Bumi Bhakti dalam proyek penambangan dan pengangkutan bijih nikel di Tanjung Buli, Halmahera Timur, Maluku Utara, yang diduga bermasalah.

  • Kayu Besi Riwayatnya Kini
    Investigasi

    Kayu Besi Riwayatnya Kini

    Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengeluarkan kayu ulin dari daftar pohon yang dilindungi meski tak mendapat rekomendasi LIPI, karena protes pengusaha sawit. Liputan ini terselenggara atas kerja sama majalah Tempo dan Free Press Unlimited dalam program Investigasi Bersama Tempo.

  • Lapis-lapis Korupsi Bawang
    Investigasi

    Lapis-lapis Korupsi Bawang

    HARGA bawang putih meroket setiap awal tahun hingga tembus Rp 50 ribu per kilogram. Wajib tanam dan sistem kuota dalam impor memicu harga komoditas subtropis ini selalu mahal di pasar. Padahal harga di negara asalnya, Cina, tak sampai Rp 10 ribu per kilogram. Dengan keuntungan mencapai Rp 8,4 triliun setahun, tata niaga bawang memicu pungutan liar di tiap tahap perizinan. Akibatnya, harga melonjak dan komoditas ini dikendalikan segelintir pengusaha pemegang kuota yang berkuasa menahan dan menggelontorkan bawang ke pasar.

  • Terbuhul dari Cirebon
    Investigasi

    Terbuhul dari Cirebon

    Kisah Ifan Effendi dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dalam lika-liku kuota impor bawang putih. Terhubung dari penyitaan dokumen oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

  • Direktur Jenderal Hortikultura Prihasto Setyanto: Siapa Bilang Gagal?
    Investigasi

    Direktur Jenderal Hortikultura Prihasto Setyanto: Siapa Bilang Gagal?

    Wawancara dengan Direktur Jenderal Hortikultura Prihasto Setyanto tentang impor bawang putih dan program wajib tanam yang tak terpenuhi untuk mencapai swasembada.

  • Angan-angan Swasembada Bawang
    Investigasi

    Angan-angan Swasembada Bawang

    Para importir gagal menanam bawang putih tapi tetap mendapatkan kuota impor. Mereka juga mendapatkan kuota kembali kendati masuk daftar hitam dengan cara berganti nama.

  • Sisip-sisip Sirip
    Investigasi

    Sisip-sisip Sirip

    MESKI terancam punah, hiu dalam daftar Apendiks II CITES terus diburu. Para eksportir mencari akal agar sirip hiu dalam daftar itu bisa dijual ke luar negeri.

    Liputan ini merupakan bagian dari program Investigasi Bersama Tempo 4 dan terselenggara berkat kerja sama Tempo, Lombok Post, Tempo Institute, dan Free Press Unlimited.

  • Jumlah (Uangnya) Tidak Banyak
  • Kalau Ketahuan, Pasti Kami Pecat
    Investigasi

    Kalau Ketahuan, Pasti Kami Pecat

    Bernadus Karmin Winata, Direktur PT Kalbe Farma Tbk

  • Buang Obat Agar Selamat
    Investigasi

    Buang Obat Agar Selamat

    Produsen obat, distributor, hingga rumah sakit bersekongkol menjual obat yang tak terserap ke pasar gelap. Akibat dikejar target.

  • Pelicin Obat yang tak Sehat
    Investigasi

    Pelicin Obat yang tak Sehat

    PRAKTIK lama pemberian insentif tak patut dari pabrik farmasi ke kantong para dokter terus berlangsung.

  • Habis Gula Terbitlah Kuota
    Investigasi

    Habis Gula Terbitlah Kuota

    DALAM satu dekade terakhir, gula impor membanjiri pasar domestik lantaran produksi dalam negeri seret.

  • Kalau Sudah Tidak Mampu, Tutup Saja
    Investigasi

    Kalau Sudah Tidak Mampu, Tutup Saja

    Andi Syamsuddin Arsyad, Pemilik Jhonlin Group:

  • Saya Kejar sampai Kabupaten
    Investigasi

    Saya Kejar sampai Kabupaten

    Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian:

  • Terusir dari Ladang Penggembalaan
    Investigasi

    Terusir dari Ladang Penggembalaan

    Polisi mengusir penduduk desa karena lahan mereka hendak dijadikan ladang tebu oleh PT Jhonlin Batu Mandiri. Tata ruang wilayah itu untuk ladang penggembalaan dan pertambangan emas.

  • Dua Andi Satu Heli
    Investigasi

    Dua Andi Satu Heli

    ANDI Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam sempat bergumam selama empat detik ketika ditanyai seberapa dekat ia dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. “Hmm.... Kira-kira pertanyaan itu pantas saya jawab atau tidak?” ia balik bertanya kepada Tempo melalui telepon WhatsApp, akhir Agustus lalu.

  • 12

    Anda memiliki 3 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

    8 artikel gratis setelah Register.