Majalah TEMPO | Situs Berita Online Indonesia - majalah.tempo.co

Gaya Hidup

  • Zona Aman Para Pedestrian

    Zona Aman Para Pedestrian

    Penataan trotoar yang terintegrasi dengan fasilitas transportasi publik di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin memanjakan para pejalan kaki. Jakarta membutuhkan 2.600 kilometer trotoar.

  • Gairah Olahraga Elektronik

    Gairah Olahraga Elektronik

    POPULER sejak satu dekade silam, olahraga elektronik alias esports membukukan catatan mencengangkan.

  • Setara Juara Wimbledon

    Setara Juara Wimbledon

    Turnamen game profesional menyediakan hadiah hingga ratusan miliar rupiah. Tren mobile game di Indonesia menjadi anomali akibat tingginya biaya komputer dan konsol.

  • Bermain Esports Juga Olahraga

    Bermain Esports Juga Olahraga

    Perhelatan Asian Games 2018 mengerek popularitas esports di Indonesia.

  • Pundi Uang Gamer Profesional

    Pundi Uang Gamer Profesional

    PERNAH dianggap sebagai aktivitas tak produktif, bermain game kini menjadi cara menangguk pundi-pundi uang dan popularitas.

  • Berawal dari Timur

    Berawal dari Timur

    Tradisi self-healing berkembang sebelum metode pengobatan modern Barat muncul. Diminati kembali setelah nyaris terlupakan.

  • Saat Yin-Yang Tersambung

    Saat Yin-Yang Tersambung

    Teknik self-healing atau swaterapi makin diminati dalam beberapa tahun terakhir. Menyembuhkan bermacam penyakit dengan kecerdasan tubuh.

  • Akibat Sel Telur  Setengah Matang

    Akibat Sel Telur Setengah Matang

    Haid yang tak teratur bisa mengurangi kesuburan dan memicu kanker. Berkaitan dengan kelebihan berat badan.

  • Manis-Pahit di Atas Pit

    Manis-Pahit di Atas Pit

    Agar tetap kompetitif, perempuan atlet sepeda amatir harus konsisten berlatih di tengah kesibukan mengurus keluarga dan pekerjaan. Mengorbankan kehidupan sosial.

  • Mempersiapkan Perawatan Lansia Jangka Panjang

    Mempersiapkan Perawatan Lansia Jangka Panjang

    Indonesia mengalami pertumbuhan penduduk lanjut usia (lansia). Jumlah penduduk yang berusia di atas 60 tahun naik drastis, dari 4,5 persen pada 1971 menjadi 8,6 persen atau sekitar 21 juta saat ini. Booming lansia akan menjadi kenyataan pada 2035 dengan menempati 15,6 persen dari total populasi Indonesia.

    Berdasarkan proyeksi rasio ketergantungan 2010-2035, bonus demografi dimulai pada 2012 dan titik terendah rasio ketergantungan terjadi pada 2028-2031, dengan rasio ketergantungan paling rendah sebesar 46,9. Setelah 2031, rasio ketergantungan akan meningkat terus akibat peningkatan penduduk lanjut usia. Bonus demografi akan meningkatkan jumlah angkatan kerja usia produktif dan meningkatkan tabungan masyarakat sebagai sumber pertumbuhan ekonomi.

  • Panjang Usia di Timur Madura

    Panjang Usia di Timur Madura

    Ratusan orang berusia di atas 100 tahun hidup di Pulau Gili Iyang. Udara segar dan gaya hidup sehat membuat mereka panjang umur.

  • 'Sekolah' buat Oma-Opa

    'Sekolah' buat Oma-Opa

    Fasilitas bagi warga senior beraneka rupa. Aktivitas membuat lansia lebih bahagia, sehat, dan tak gampang pikun.

  • Yang Tua yang Dimanja

    Yang Tua yang Dimanja

    Pemerintah terus memperbanyak sarana kesehatan dengan fasilitas dan pelayanan yang ramah bagi kaum lanjut usia. Upaya untuk meningkatkan kualitas hidup warga senior.

  • Tetap Berdaya Di Usia Senja

    Tetap Berdaya Di Usia Senja

    Tingkat pendidikan ikut menentukan angka harapan hidup. Pikiran tetap segar di usia senja karena otak terlatih mencerna informasi rumit.

  • Agar Menua dengan Bahagia

    Agar Menua dengan Bahagia

    Angka harapan hidup Indonesia terus meningkat. Di Yogyakarta, rata-rata orang hidup hingga 74 tahun, sementara di Sulawesi Barat hanya 64 tahun. Peningkatan ini mendorong booming orang lanjut usia di Indonesia pada 2035. Sayangnya, masih ada kesenjangan dari perkiraan usia sehat yang hanya 62 tahun. Pemerintah dinilai belum siap.

  • Jodoh Bukan di Tangan Tuhan

    Jodoh Bukan di Tangan Tuhan

    Biro jodoh kembali marak setelah Internet kurang berhasil menjadi cupid. Kini mereka menyasar kelas atas, dengan biaya pendaftaran puluhan juta rupiah.

  • Berlari, Bergaya, Berbahagia

    Berlari, Bergaya, Berbahagia

    Lari menjadi tren. Awalnya karena ingin sehat dan kurus, akhirnya membawa kebahagiaan. Ada juga yang hanya ingin narsis.

  • Hitam-Putih Musim Semi

    Hitam-Putih Musim Semi

    Tren busana tahun depan tak banyak menampilkan motif ceria. Dampak krisis ekonomi Eropa?

  • Invasi Korea, Sorry, Sorry

    Invasi Korea, Sorry, Sorry

    Konser Super Junior menjadi bukti keberhasilan invasi budaya pop Korea ke Indonesia. Mengapa anak-anak kita begitu tergila-gila pada band Korea?

  • Momen

    Momen

    Konser
    Earth, Wind & Fire

    Langganan tampil di Java Jazz, Earth, Wind & Fire tahun ini tidak tampil di festival tersebut. Bukan karena kehilangan penggemar, kelompok yang sudah ber­usia 40 tahun itu justru akan menggelar konser sendiri pada 28 Maret ini. Meski Earth, Wind & Fire kerap berganti per­sonel, lagu mereka tetap melegenda. Let’s Groove, September, Reason, dan Boogie Wonderland adalah sebagian lagu yang melambungkan nama mereka pada 1980-an. Pengusung irama soul, funk, R&B, dan jazz asal Chicago ini akan tampil di Tennis Indoor Senayan, Jakarta. Harga ti­ket mulai Rp 500 ribu hingga Rp 3 juta.

  • Momen

    Momen

    Spot
    Konser Roxette Listen to Your...

    Konser Roxette di Ancol, Jakarta, 3 Maret lalu, berakhir anti klimaks. Setelah membawakan 17 lagu selama satu setengah jam, Marie Fredriksson dan Per Gessle membawakan lagu yang ditunggu-tunggu. ”Tak mungkin kami tidak membawakan lagu ini,” kata Marie. Kemudian mulai melantunlah petikan gitar Gessle. Lagu Listen to Your Heart pun mereka mainkan.

  • Di Dunia Mereka Berjaya

    Di Dunia Mereka Berjaya

    Sejumlah desainer Indonesia berhasil menembus pasar dunia. Soal kreativitas, kita tak kalah.

  • Generasi Siap Pakai

    Generasi Siap Pakai

    Desainer muda saat ini banyak yang mengawali karier lewat busana siap pakai. Tantangan berat, tapi inilah fondasi industri mode.

  • Lokomotif Mode

    Lokomotif Mode

    Untuk pertama kalinya Indonesia Fashion Week digelar. Bercita-cita menjadi lokomotif industri mode.

  • Candu Bernama Roboholic

    Candu Bernama Roboholic

    Datang dari berbagai umur dan latar belakang pendidikan, mereka berlomba merakit robot. Hobi yang katanya seperti mengalami orgasme berkalikali.

  • Merebut Jalan dengan Makanan

    Merebut Jalan dengan Makanan

    Komunitas Keuken Bandung merayakan kurangnya ruang publik melalui makan bersama. Berusaha mengedukasi masyarakat dan pemerintah kota.

  • Menggambar Bersama ala Oekaki

    Menggambar Bersama ala Oekaki

    Menjadi subkultur anime di Internet. Setiap saat penggemarnya dari berbagai penjuru dunia bergabung dalam satu forum maya menggambar anime dan melakukan interaksi.

  • Menjajakan Sejarah Kecil

    Menjajakan Sejarah Kecil

    Komunitas pencinta sejarah membuat tur menelusuri sejarah lokal. Paket dibuat menarik, dari napak tilas, bedah buku on the road, hingga mencicipi masakan resep keluarga.

  • 'Mengocok' Kaki Setiap Hari

    'Mengocok' Kaki Setiap Hari

    Kini giliran shuffle. Tari jalanan yang berfokus pada kelincahan dan kecepatan gerakan kaki ini mewabah, dari lapangan sekolah, pentas seni, hingga klub mewah.

  • Lari, Lari ke Puncak Gunung

    Lari, Lari ke Puncak Gunung

    Para pelari amatir menjajal kekuatan diri berlari ekstrem, baik dari segi jarak, waktu, maupun medan. Yang sedang digandrungi adalah lari mendaki gunung.

  • Otak Para Otaku

    Otak Para Otaku

    Adiksi kronis terhadap subkultur dari Jepang, seperti manga, anime, dan semua produk turunannya, sudah tak asing di Indonesia. Para pecandunya, yang disebut otaku, membentuk komunitas-komunitas yang kemudian rajin menyelenggarakan acara untuk menunjukkan eksistensi mereka. Kehidupan sehari-hari mereka juga terpengaruh.

  • Agar Merona dan Tahan Lama

    Agar Merona dan Tahan Lama

    Bibir pun menjadi obyek tato. Tujuannya bukan menggambarinya dengan motif, tapi agar bibir seksi, merona, dan tak perlu lipstik.

  • Menu Nabati di Rumah Sakit

    Menu Nabati di Rumah Sakit

    Kumandang azan magrib tinggal beberapa menit lagi. Satu demi satu, karyawan Rumah Sakit Royal Progress, Sunter, Jakarta Utara, mulai datang dan antre di Royal Cafe, di lantai dasar rumah sakit. Beragam menu bisa dipesan di sini, seperti nasi timbel ayam kremes, bubur ayam, capcai, nasi goreng seafood, bakso, dan pangsit. Di luar itu, tersedia juga rendang, ampela, dan tempe. Untuk melepas dahaga, karyawan, dokter, dan pasien atau keluarganya bisa memesan teh, kopi, atau jus buah.

    Sekilas, tak ada perbedaan antara menu Royal Cafe dan kafe atau restoran lain. Apalagi, jika pesanan sudah terhidang di depan mata, lalu dicicipi, misalnya ampela atau rendang, rasanya mirip dengan lauk serupa yang dipesan di restoran Padang.

  • Para Penyebar Vegetarianisme

    Para Penyebar Vegetarianisme

    Vegetarian tidak lagi menyimpan pola hidup itu untuk diri sendiri. Mereka aktif menyebarkan dan menularkannya ke keluarga dan orang lain.

  • <font face=arial size=1 color=#f090>Kicauan Twitter</font><br />Di Balik Kicau Unik

    Kicauan Twitter
    Di Balik Kicau Unik

    Bermunculan akun dan kicauan Twitter yang nyeleneh. Pemiliknya jadi selebritas dengan ratusan ribu pengikut, meski bukan tokoh atau artis.

  • Asyiknya Menempel Kenangan

    Asyiknya Menempel Kenangan

    Menyimpan benda-benda kenangan secara manual, dengan digunting dan ditempel di buku, kembali diminati karena lebih memiliki sentuhan manusia. Tidak instan seperti menggunakan produk digital—meski sama-sama harus kuat modal.

  • Beraksi dengan ’Papan Jari’

    Beraksi dengan ’Papan Jari’

    Bermain fingerboard tak kalah seru dibanding skateboard. Ada komunitas dan kompetisinya, serta bisa digunakan untuk terapi jari.

  • Gaya Pipa Anak Muda

    Gaya Pipa Anak Muda

    Makin banyak anak muda jatuh cinta pada cangklong. Bersama-sama mengisap pipa lebih asyik.

  • Tujuan Berikutnya, Asia Tengah

    Tujuan Berikutnya, Asia Tengah

    Negara-negara berakhiran ”stan” di Asia Tengah makin digemari para backpacker sebagai tujuan petualangan mereka. Mereka ingin menelusuri Jalur Sutra.

  • Pelancong yang Awak Kapal

    Pelancong yang Awak Kapal

    Berkeliling dunia adalah tujuan utamanya. Menjadi awak kapal adalah kerja sambilannya.

  • Bangga Berkostum Tentara

    Bangga Berkostum Tentara

    Kolektor pakaian tentara zaman baheula tidak sekadar menyalurkan hobi atau mengikuti tren cosplay yang sedang marak, tapi mereka juga belajar tentang detail sejarah yang melatarbelakanginya. Cosplay militer ini satu-satunya yang berdasarkan fakta, bukan komik, manga, atau kisah sci-fi.

  • Bar Daur Ulang
  • Hijau Sehari-hari

    Hijau Sehari-hari

    Menyelamatkan lingkungan dan bumi tidak selalu harus dengan hal-hal besar, seperti memprotes perusahaan penghasil polusi masif. Gaya hidup lestari menjalani kegiatan sehari-hari, selain sangat berguna, menjadi tren yang menarik.

  • Demi Perut 6 Kotak

    Demi Perut 6 Kotak

    Tren perut sixpack semakin marak. Cerdas dan berhasil dalam hidup saja tidak cukup sebagai idaman.

  • Dunia Gila Penggila Jagoan

    Dunia Gila Penggila Jagoan

    Kolektor action figure bisa menghabiskan duit hingga Rp 1 miliar untuk hobinya. Kegilaan yang timbul karena nostalgia masa kecil dan kecintaan terhadap tokoh komik tertentu.

  • <font color=#FF0000>Segalanya</font> demi Tas Edisi Terbatas

    Segalanya demi Tas Edisi Terbatas

    Bagi para perempuan berduit penggila tas bermerek, mengejar keluaran limited edition memiliki gairah tersendiri. Harga bukan hambatan.

  • Perempuan Pencinta Cerutu

    Perempuan Pencinta Cerutu

    Para perempuan pun tak canggung menikmati cerutu. Bukan soal kesetaraan dengan kaum lelaki, melainkan memang ada sisi feminin cerutu yang bisa dihayati kaum Hawa.

  • Bentuk Sendiri Fixie-mu
  • Tampil Keren tanpa Rem

    Tampil Keren tanpa Rem

    Sepeda fixie menyemarakkan riuh rendah kedemenan orang akan olahraga kayuh ini. Klubnya pun bertumbuhan.

  • Berjalan Serasa Terbang

    Berjalan Serasa Terbang

    Skyrunner menjadi ragam baru olahraga bergaya di jalan, setelah era sepatu roda, inline skate, skate board, dan roller blade. Perlu keseimbangan mantap.

  • Memotret dengan Pena

    Memotret dengan Pena

    Sketsa sudah menjadi ajang untuk mengekspresikan perasaan dan kejadian keseharian. Spontanitas adalah kata kunci dari para sketser ini.

  • Wisata Menafsir Bumi

    Wisata Menafsir Bumi

    Kelompok yang menyelenggarakan perjalanan mengenal alam dengan melibatkan profesional di bidangnya bermunculan. Geotrek menjadi selingan kaum urban.

  • Tergila-gila Serba Korea

    Tergila-gila Serba Korea

    Gelombang budaya pop Korea yang ditularkan lewat serial drama dan musik telah mempengaruhi gaya hidup anak muda di sini. Ada yang rela pergi hingga ke mancanegara untuk melihat bintang kedemenannya.

  • Menatap Muhibah Burung-burung

    Menatap Muhibah Burung-burung

    Dua bulan ini, ribuan burung pengembara bakal melintasi langit Indonesia. Waktunya pengamat burung berpesta. Bird watching, mengamati burung, kegiatan mengasyikkan, tidak sesederhana kelihatannya.

  • Berbagi dalam Kotak Irama

    Berbagi dalam Kotak Irama

    Beatboxing menjadi tren baru di kalangan anak muda perkotaan. Komunitasnya tumbuh subur, dan akan menggelar lomba beatbox pada Oktober ini.

  • Yang Dipersatukan Klasik
  • <font color=#FF0000>Film Tua, Penonton Muda</font>

    Film Tua, Penonton Muda

    Sejumlah anak muda penyuka film tua punya kegiatan rutin menonton bersama. Film itu rata-rata buatan generasi kakek-nenek mereka.

  • Poker Maya di Dunia Nyata

    Poker Maya di Dunia Nyata

    Permainan di situs jejaring sosial sudah ”menjajah” hingga ke kehidupan sehari-hari. Para pemain bertemu langsung, berteman, hingga melakukan kegiatan sosial.

  • Setelah Ngebut Lalu Ngepot

    Setelah Ngebut Lalu Ngepot

    Drifting adalah mainan baru anak muda tajir setelah balapan model race, slalom, dan rally dianggap lewat. Pada 2010 pamornya meningkat, ditandai dengan banyaknya ajang drifting.

  • Band Kami, Gaya Kami

    Band Kami, Gaya Kami

    Anak-anak muda ini membentuk band bukan untuk mencari uang. Mereka sudah kaya. Aliran musiknya pun sesuai dengan selera mereka, bukan ditentukan pasar.

  • Catatan Pribadi pada Tubuh

    Catatan Pribadi pada Tubuh

    Tato digunakan sebagai tetenger sejarah hidup yang sangat personal. Banyaknya selebritas bertato membuat citra seni tubuh ini makin berkelas.

  • Melestarikan Rajah Purba

    Melestarikan Rajah Purba

    Tato tradisional Indonesia masuk jajaran tato tua di dunia. Ada sejumput kesadaran melestarikan pola dan prosesnya.

  • <font color=#CC0000>Tato</font> Menolak Mati

    Tato Menolak Mati

    Sudah cukup lama tato menjadi bagian dari gaya hidup orang kota, terutama sejak para selebritas dalam dan luar negeri terkena demam seni tubuh ini. Namun baru kali ini acara tato digelar seperti festival, secara berurutan. Di Yogyakarta, Bali, Surabaya, hingga kota kecil Blitar di Jawa Timur. Ini membuktikan seniman tato juga bercokol di mana-mana. Kemampuan mereka tinggi, bahkan ada yang diakui di mancanegara. Rajah tubuh ini sudah jauh dari persepsi negatif dan kriminal.

  • Bertinju, Tetap Kemayu

    Bertinju, Tetap Kemayu

    Makin banyak perempuan perkotaan memilih tinju sebagai olahraga. Mereka tak ragu bertanding di ring, meski belum profesional.

  • Merasa Seksi dengan Lingerie

    Merasa Seksi dengan Lingerie

    Perempuan tergila-gila mengenakan lingerie, bukan alasan fungsional: butuh pakaian dalam. Mereka merasa lebih feminin dan seksi. Merek terkenal pun diburu hingga ke luar negeri.

  • Cinta yang Tak Memiliki

    Cinta yang Tak Memiliki

    Banyak orang menyayangi hewan tanpa menjadikannya klangenan. Kampanye meluas ke isu lingkungan.

  • Bertualang Mencerdaskan Lidah

    Bertualang Mencerdaskan Lidah

    Mencari makanan bukan hanya urusan pengisi perut dan rasa. Makanan sudah berkait dengan tantangan untuk memahami cerita di baliknya.

  • <font size=2 color=#990000>Bergaya</font><br />Menjadi Pelestari Budaya

    Bergaya
    Menjadi Pelestari Budaya

    Mulanya hobi dan koleksi. Para perempuan yang ”selesai” dalam hal materi itu kemudian terpanggil melakukan kegiatan yang lebih bernilai.

  • <font color=#990000>Gairah</font> Si Bola Lonjong

    Gairah Si Bola Lonjong

    Diam-diam rugbi punya banyak peminat di negeri ini. Para penggilanya menganggap rugbi sebagai olahraga laki-laki sejati. Sudah banyak perkumpulan, turnamen, bahkan pertandingan ke luar negeri. Pertengahan Juli lalu, baru selesai turnamen nasional di Manado, dan Oktober nanti perhelatan itu berlangsung di Bali.

  • Tix-Oi Sek-et Sev-eh, Wahai Trekkies

    Tix-Oi Sek-et Sev-eh, Wahai Trekkies

    Kegemaran terhadap Star Trek tak sebatas film. Mereka menjadikan kisah fiksi sains itu bagian dari cara hidup mereka, selain untuk hobi. Kegiatan terbaru komunitas trekkies di Indonesia, menerbitkan buku kumpulan cerita pendek sains akhir Juni ini.

  • Di Mana Saja, Rekam Saja

    Di Mana Saja, Rekam Saja

    Spontanitas membuat film superpendek makin marak karena ketersediaan teknologi. Kini sudah muncul komunitas, tersedia pelatihan, dan lomba.

  • <font color=#CC6600>Dari Street Parade</font> hingga Stasiun Kota

    Dari Street Parade hingga Stasiun Kota

    Rave party bukan sekadar pesta, tapi sudah menjadi adiksi. Ini karena sensasi yang ditimbulkan dari gabungan tempat pesta unik, crowd yang dinamis, serta disc jockey yang andal. Pesta rave terbaru digelar di Stasiun Kota. Ada yang bermimpi menggelar rave party di sepanjang Jalan Sudirman, seperti acara di Street Parade, Zurich, Swiss.

  • Hijau demi Bumi

    Hijau demi Bumi

    Mereka adalah penganut gaya hidup pelestari lingkungan. Agar planet bumi ini tak kian sakit.

  • Tetap Mengusung Semangat UjungBerung

    Tetap Mengusung Semangat UjungBerung

    Burgerkill adalah band metal superkeras dari Ujungberung pertama yang pentas di luar negeri. Sudah sukses, namun tetap menolak kemapanan.

  • Wajah Lain <font color=#6633CC>Facebook</font>
  • How <font color=#6633CC>Facebook</font> Are You

    How Facebook Are You

    Revolusi kecil di dunia maya itu dimotori Facebook. Di usianya yang baru lima tahun, lebih dari 150 juta orang dari berbagai penjuru dunia ikut menjadi pengusung gerakan ini. Sebab, dialah sang situs jaringan pertemanan terlengkap di dunia. Ada yang kesengsem chatting, keranjingan pasang foto, atau kecanduan mengabarkan status diri. Wartawan Tempo pun mewawancarai sebagian besar sumber untuk tulisan ini melalui ”percakapan” di Facebook. Semua untuk membuktikan ”se-Facebook apakah Anda”.

  • Hidup Lentur dengan <font color=#FF0000>Sepatu Karet</font>

    Hidup Lentur dengan Sepatu Karet

    Mereka adalah orang yang ogah tampil formal. Meski tidak antisepatu formal, mereka lebih suka menggunakan sepatu karet ke mana pun. Termasuk saat acara sakral seperti upacara pernikahan.

  • Para Penikmat Masa

    Para Penikmat Masa

    Bermula dari blog, berkembang menjadi komunitas. Mereka berkumpul dan bernostalgia dengan berbagai macam acara.

  • <font color=#FF9900>Para Pencinta</font> Sepeda Ceper

    Para Pencinta Sepeda Ceper

    Penggemar sepeda lowrider makin menjamur. Biar tampil lebih bergaya.

  • Para Pencinta Kereta Api

    Para Pencinta Kereta Api

    Bagi mereka, kereta api bukan sekadar alat transportasi, tapi sudah menjadi bagian hidup. Hari ulang tahun PT Kereta Api Indonesia, 29 September, pun menjadi hari bermakna bagi mereka.

  • <font color=#FF9900>Makin Tua</font> Makin Berharga

    Makin Tua Makin Berharga

    Bagi para pencinta kain tenun, kain bernilai tinggi bila memiliki sejarah. Makin tua, nilainya pun makin tinggi.

  • <font color=#FF3399>Kuku-kuku</font> yang Lucu

    Kuku-kuku yang Lucu

    Untuk tampil cantik, tak hanya cukup dengan pupur dan ginju. Setelah era kawat gigi warna-warni berlalu, kini giliran kuku di jari tangan yang naik kelas. Tak sekadar mewarnai dan menggambar kuku. Yang terbaru, kuku-kuku itu dilukis dengan bentuk tiga dimensi. Semakin tinggi keahlian si pelukis, makin mahal biayanya.

  • Mari Mengaji Bersama Artis

    Mari Mengaji Bersama Artis

    Tidak hanya ikut pengajian, beberapa selebritas membuat kelompok pengajian. Ada yang pesertanya juga para selebritas.

  • Tak Hanya Jadi <font color=#339966>Bohlam</font>

    Tak Hanya Jadi Bohlam

    Dai muda keturunan Timur Tengah kebanjiran jemaah. Mereka bersanding dengan pendakwah kondang lain. Apa hebatnya?

  • <font color=#FF3366>Si Bleki</font> pun Perlu Gaya

    Si Bleki pun Perlu Gaya

    Anjing ternyata punya butik pakaian. Tak kalah gaya dan mahal dibanding baju pemiliknya.

  • Lebih Akrab <font color=#339900>dengan Blog</font>

    Lebih Akrab dengan Blog

    Para selebritas negeri ini ramai-ramai membuat blog atau catatan harian di Internet. Ada yang hanya menulis kegiatan sehari-hari, ada yang menulis serius, dan juga menepis gosip. Meski pada akhirnya hanya berisi curahan hati, pengunjungnya selalu membeludak.

  • Meramal dari Tempat Nongkrong

    Meramal dari Tempat Nongkrong

    Makin banyak anak muda serius berpraktek—dan tertarik belajar—sebagai peramal. Mereka punya komunitas serta memilih mengiklankan diri lewat Friendster, blog, atau layanan pesan pendek.

  • Superhormon, Superbahaya
  • <font color=#FF9900>DEMI PERUK</font>

    DEMI PERUK "6 PAK"

    Sementara perempuan terobsesi pada kecantikan dan tubuh langsing, pria gandrung pada bentuk tubuh tegap, plus perut six-pack. Cara mendapatkan sosok impian pun makin beragam. Ada pusat kebugaran, ada suplemen. Ujungnya, aneka kontes pamer keindahan otot tubuh juga menanti. Begitu menggoda, sehingga jalan pintas tak sehat pun ditempuh.

  • Tradisi dalam Secangkir Teh

    Tradisi dalam Secangkir Teh

    Kelompok penikmat tradisi minum teh makin bertebaran. Mereka mengikuti upacara sesuai dengan pakem aslinya. Ada tata cara Jepang, Inggris, dan Cina. Bahkan ada yang sampai mendatangkan guru besar dari Jepang. Sayang, tradisi minum teh lokal masih kurang dikenal.

  • De Javasche Bank, Kini
  • Peduli tapi Kurang Berdaya

    Peduli tapi Kurang Berdaya

    Sudah ada beberapa komunitas yang punya perhatian terhadap revitalisasi Kota Tua Jakarta. Namun suara mereka tak terlalu didengar pemerintah.

  • Rezeki di Sela Gedung Tua

    Rezeki di Sela Gedung Tua

    Kota Tua Jakarta memang masih kumuh, rawan, dan belum tertata. Tapi banyak yang mengais rezeki dari sektor informal di sini.

  • Menata Kepingan Kota Lama
  • Mengembalikan Cahaya ’Permata dari Timur’

    Mengembalikan Cahaya ’Permata dari Timur’

    Untuk pertama kali, Pemerintah Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta memiliki Rencana Induk Kota Tua yang lengkap. Meski masih berupa konsep dan belum berketetapan hukum, rencana yang memberikan garis besar pengembangan kawasan Kota Tua seluas 846 hektare itu sudah bisa digunakan sebagai arahan. Di dalam rencana induk itu, sudah ada pembagian kawasan menjadi lima zona, yang akan dikembangkan sesuai dengan karakter asli daerah tersebut. Misalnya zona satu, kawasan Sunda Kelapa, diarahkan ke karakter bahari. Jalan-jalan dan ritme bangunan di sana diarahkan ke laut.

    Gubernur Fauzi Bowo sendiri punya komitmen merevitalisasi Kota Tua. Dia pernah punya ide memindahkan Institut Kesenian Jakarta ke kawasan Kota Tua. Ide lain yang brilian, untuk menambah daya tarik Old Town, juga bertebaran. Tapi tak semudah itu mewujudkannya. Sebab, kendala yang menghadang juga menumpuk dan tumpang-tindih, dari kondisi kawasan yang sudah kumuh, pembangunan jalan yang telanjur serampangan, peraturan yang tidak memadai, hingga kondisi dataran di sana yang rawan rob.

    Nah, mumpung masih hangat memperingati ulang tahun ke-481 Jakarta, Tempo menurunkan tulisan tentang Kota Tua Jakarta. Ini untuk sedikit memberikan semangat terhadap usaha revitalisasi dan konservasi kawasan yang pernah menjadi magnet bagi pendatang dan saudagar di masa lalu itu.

  • Keluarga di Jalur Cepat

    Keluarga di Jalur Cepat

    Pembalap muda terjun ke jalur profesional berkat dilatih dan dibiayai pihak keluarga. Hingga lomba ke luar negeri, sanak pun ikut serta.

  • Untuk Para <font color=#FF9900>Petualang Rasa</font>

    Untuk Para Petualang Rasa

    Sejumlah koki muda berdedikasi memasak enak dan menciptakan menu baru. Mereka punya gaya yang meyakinkan orang untuk menikmati setiap hidangan.

  • Kreativitas Asal Jepret

    Kreativitas Asal Jepret

    Penggemar kamera lomo bebas menjepret dan memproses. Ketiadaan aturanlah yang membuat lomografi ini menarik.

  • Militansi Tak Kenal Musim

    Militansi Tak Kenal Musim

    Pertumbuhan komunitas jazz berbanding lurus dengan maraknya festival internasional jazz di dalam negeri. Ada yang setelah 18 tahun baru menuai hasil. Ada yang terus menyemai di mana pun berada.

  • Kembali Menjadi Pengantin Baru

    Kembali Menjadi Pengantin Baru

    Semua urusan, termasuk anak, ditinggalkan sejenak. Bulan madu kedua dilakukan demi memperbarui keharmonisan rumah tangga.

  • Anda memiliki 3 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

    8 artikel gratis setelah Register.