Majalah TEMPO | Situs Berita Online Indonesia - majalah.tempo.co

Catatan Pinggir

  • Mendua

    Mendua

    Seperti dalam kumpulan cerita pendek Mochtar Lubis Senja di Jakarta (1957), kota muncul dalam dua sisi yang pernah disebut Henri Lefebvre: scene, bagian yang ditampakkan, dan obscene, yang ditutupi.

  • Kota

    Kota

    Jakarta tak dibangun seperti Paris didesain Haussmann di pertengahan abad ke-19: kota yang direkonstruksi secara menyeluruh, konsisten, dan mahal. Jakarta adalah hasil kuasi-planologi, kombinasi yang hilang bentuk, antara rancangan dan tanpa rancangan.

  • 500 Tahun yang Lalu
  • Berhala

    Berhala

    Kanvas-kanvas Ugo Untoro melihat Buddha sebagaimana Linji Yixuan: sebuah pandangan ikonoklastik, yang menolak Buddha seperti yang dibangun di Kuil Wat Pho di Bangkok.

  • Messiah

    Messiah

    Berkali-kali riwayat manusia mengisahkan, dalam sebuah masa krisis yang meluas, ketika ketidakadilan dirasakan akut oleh seantero masyarakat, ketika tak tampak jalan keluar, selalu terbentuk percakapan tentang Keadilan (dengan “K”).

  • Pisang/Seni

    Pisang/Seni

    Sejari pisang ditempelkan di dinding sebuah galeri di Miami, Amerika Serikat, dan ditawarkan dengan harga 120 ribu dolar.

  • Malaikat

    Malaikat

    Anak itu, berumur 16 tahun, datang untuk mengingatkan bahwa di dunia ada warga yang tak pernah didengar: mereka yang akan lahir kelak.

  • Fiksi

    Fiksi

    Identitas: sebuah fiksi. Ia fiksi yang dibentuk dari luar. Orang makin lama makin lupa itu. Bahkan—dengan menerjemahkannya jadi “jati diri”—orang menganggap identitas tumbuh secara kodrati dari “dalam” dan sebab itu pas untuk mendeskripsikan apa dan siapa “aku”, “engkau”, atau “mereka”—atau “Minang”, “Bugis”, “Indonesia”, “Negro”, “Cina”….

  • Rumah

    Rumah

    Tak ada yang bertanya mengapa Malin Kundang pulang.

  • Monumen

    Monumen

    Bapak tak dimakamkan di Taman Pahlawan. Ibu dan kami, anak-anaknya, tak berkeberatan.

  • Penyidik

    Penyidik

    Seorang penyidik bukanlah orang yang mendapat wahyu Tuhan.

  • Batu Itu

    Batu Itu

    Kita ini Sisifus, kata seorang teman. Wajahnya lelah.

  • Bicara

    Bicara

    Manusia berbahasa, dengan penuh risiko. Itu yang sering saya sadari tiap 28 Oktober.

  • Perang

    Perang

    Perang punya atraksinya sendiri. “Militer” tak selamanya sehimpun wajah kaku.

  • Fidai

    Fidai

    Pada 16 Oktober 1092, seorang pembunuh yang menyamar sebagai sufi tua menikam mati Perdana Menteri Nizam-ul-Muluk.

  • Syok

    Syok

    Sesekali kita membutuhkan syok.

  • Politikus

    Politikus

    Sebuah bus terguling ke dalam jurang di dekat sebuah dusun pedalaman. Semua penumpangnya tewas.

  • Suram

    Suram

    Dari dalam tong tempat ia tinggal, Diogenes memandang politik dan manusia dengan suram. Athena di abad ke-4 sebelum Masehi baginya adalah ruang keserakahan dan hipokrisi.

  • Machiavelli

    Machiavelli

    Ternyata Machiavelli—yang terkenal karena teorinya tentang kekuasaan—juga menulis komedi.

  • Sang Pengarang

    Sang Pengarang

    Pada 15 Agustus 1876, penyair Prancis Arthur Rimbaud menghilang di perbatasan antara Semarang dan Salatiga.

  • Ibu Kota

    Ibu Kota

    Ibu kota mengatakan banyak hal. Sebuah metonim.

  • Karnaval

    Karnaval

    SEBUAH kota butuh karnaval, bukan hanya pawai politik.

  • Bilur

    Bilur

    Toni Morrison meninggal, 5 Agustus 2019, di New York.

  • Dasun

    Dasun

    Hidungnya seperti dasun tunggal, pipinya seperti pauh dilayang, dagunya lebah bergantung….

  • Air

    Air

    “Jadilah air!”

  • Selfi

    Selfi

    Kini kita hidup dengan drone dan selfi. Kita menyukai keduanya.

  • Kipandjikusmin

    Kipandjikusmin

    CERITA pendek itu jelek, tapi bukan kesusastraan yang menghakiminya. Ia justru dihukum orang-orang yang tak paham karya sastra—mungkin malah orang yang tak membacanya, atau tak mengerti bagaimana membacanya: di tahun 1968, sebuah fiksi sepanjang 4.400 kata, “Langit Makin Mendung”, jadi penting karena diteriaki menghina agama, dan kritikus sastra Indonesia terkemuka, H.B. Jassin, dihukum.

  • Perempuan

    Perempuan

    Di pedalaman lembah Maramureș, Rumania, di tanah agak tinggi di luar dusun, berdiri sebuah gereja kayu: bangunan hitam 8 x 10 meter yang—seperti umumnya gereja tua di wilayah itu—tampak dari jauh karena menaranya menjulang dari atap.

  • Hamzah

    Hamzah

    Engkau cemburu Engkau ganas Mangsa aku dalam cakarmu

  • Erotika

    Erotika

    Orang tua tak berbaju itu—ia Lempad, tentu saja—berdiri di depan rumahnya. Berandanya penuh batu dipahat, dan di belakang tubuh yang keriput itu—ia berusia sekitar 80 tahun—tampak sebuah patung dada yang setengah selesai, setinggi satu meter.

  • Islam?

    Islam?

    Di sebuah makan malam di Universitas Princeton, seorang filosof terkemuka Eropa duduk di sebelah seorang ilmuwan muslim.

  • Darurat

    Darurat

    Darurat

  • Jon

    Jon

    Kekuasaan adalah takhayul.

  • Nagasasra & Sabukinten

    Nagasasra & Sabukinten

    Kurang-lebih setengah abad yang lalu, dari Yogya terbit satu seri cerita silat berlatar sejarah Jawa abad ke-16, Nagasasra dan Sabukinten. Kisah yang ditulis S.H. Mintardja ini berakhir setelah sekitar 30 jilid. Tiap jilidnya laris. Penggemarnya luas.

  • Doa

    Doa

    Doa adalah sebuah kejadian.

  • 20 Mei

    20 Mei

    Yang dibicarakan sepatu. Ini di Jakarta, di awal abad ke-20. Persisnya: yang dibicarakan adalah sepatu, sekolah Eropa, murid-murid Belanda, murid-muri

  • Godaan

    Godaan

    Kita kembali ke dongeng Homeros—ke cerita tentang samudra, pelayar, dan para peri laut yang menyanyi, nyanyi yang menyebabkan kematian.

  • Si Cebol

    Si Cebol

    Si cebol, si anak haram, si orang kasim dengan suara falsetto….

  • Oceania

    Oceania

    Kita belum hidup di Oceania. Mungkin hampir.

  • Isa

    Isa

    Puisi menggugah kita ketika ia menyentuh iman dan kematian.

  • Sang Khalif

    Sang Khalif

    Catatan Pinggir Goenawan Mohamad

  • Daesh

    Daesh

    Tuhan tak berada di peluru terakhir pasukan “Negara Islam”.

  • Kebeneran

    Kebeneran

    Tiap kali berdiri di depan sebuah monumen yang gagah, saya merasa ada yang hilang di sana. Bangunan itu terasa hanya sebuah ikhtisar.

  • Si Jumat

    Si Jumat

    Kita ingat Si Jumat.

  • Frankenstein

    Frankenstein

    Lebih dari 200 tahun sebelum dunia menyambut zaman “kecerdasan buatan” dengan gairah dan cemas, di tahun 1818 sebuah novel terbit: Frankenstein, or the Modern Prometheus, karya Mary Shelley.

  • Si Anjing

    Si Anjing

    Pada suatu hari di abad ke-4 sebelum Masehi, Iskandar mendengar ada seorang pemikir eksentrik yang tinggal di Athena. Sang raja muda Makedonia ingin tahu lebih jauh tentang Diogenes.

  • Tanah

    Tanah

    Saya teringat Pakhom. Saya teringat tokoh cerita Tolstoy ini ketika saya dengar seorang jenderal mengakui—ia orang Indonesia, ia ingin jadi Presiden Indonesia—bahwa ada 340 ribu hektare tanah yang dikuasainya, lebih luas ketimbang Kerajaan Luksemburg, empat kali Republik Singapura.

  • Filosof

    Filosof

    Saya terkadang merasa cemas yang aneh tiap kali mendengar kata “filosof”. Kita tahu ada jenis makhluk ini, tapi saya tak pernah bisa pasti mengidentifikasinya.

  • India

    India

    Pada 30 Januari 2019, seorang perempuan gemuk, dengan tubuh seperti karung penuh beras dan wajah bengis seperti Sarpakanaka, menembakkan pistol angin ke sebuah boneka seukuran manusia.

  • Ibnu Arabi

    Ibnu Arabi

    Ibnu Arabi

  • Di Samarra

    Di Samarra

    Di Samarra

  • Kata, Kata, Kata

    Kata, Kata, Kata

    Apakah yang ingar-bingar dalam politik, yang membuat bising dan menggerakkan hati, yang membuat kita percaya dan tidak percaya? Kata.

  • Neraka

    Neraka

    Banyak gambar dan tulisan yang kita lihat di bagian belakang truk yang lewat—yang kocak, yang erotis, yang alim, yang main-main.

  • Rorschach
  • Buazizi

    Buazizi

    Buazizi

  • Gandari

    Gandari

    Ia berada di pihak yang kalah dan dibenci.

  • Biara

    Biara

    Goenawan Mohamad

  • Han

    Han

    “Jadi engkau sekarang sudah orang Eropah! Christiaan, sungguh manis bunyinya...” — Corrie dalam Salah Asuhan.

  • Orasi

    Orasi

    Seorang orang tua di abad ke-19 menyaksikan dengan masygul gejala yang berkembang di sekitarnya, di Surakarta.

  • Winston

    Winston

    Pada suatu hari, mungkin sekarang, kita adalah Winston—tokoh yang terus-menerus diawasi dalam novel 1984.

  • Sebuah Eksperimen,  Berumur Setengah Abad

    Sebuah Eksperimen, Berumur Setengah Abad

    SEBUAH harapan yang nekat: Taman Ismail Marzuki didirikan di tahun 1968.

  • Aletheia

    Aletheia

    Aletheia

  • Grafiti

    Grafiti

    Grafiti

  • Hibriditas

    Hibriditas

    Bahasa Indonesia tak punya pangkal yang jelas, tak punya asal-usul yang pasti—dan saya bersyukur karena itu.

  • Musim Dingin

    Musim Dingin

    Musim dingin mendekat, kehidupan akan beku—tak secara harfiah, tentu.

  • Tengah Malam

    Tengah Malam

    Sekarang dua menit menjelang tengah malam.

  • Bencana

    Bencana

    Lisbon hancur lebur.

  • Ulama

    Ulama

    Dari mana datangnya ulama?

  • Takdir

    Takdir

    Pada 1935, seorang penyair Indonesia berumur 27 tahun angkat bicara atas nama generasinya, ketika ia menulis sebuah sajak yang kemudian terkenal:

  • Cebolang

    Cebolang

    Sêrat Cênthini: kitab santri dan blusukan. Karya bahasa Jawa 12 jilid dari abad ke-19 ini dimulai dengan sebuah kekalahan.

  • Praha

    Praha

    Di pekan ketiga Agustus 1968, Kota Praha nyaris hilang. Lewat tengah malam tanggal 20, 250 ribu anggota pasukan lima negara sosialis Eropa Timur, atas perintah kekuasaan Soviet di Moskow, bergerak masuk menduduki ibu kota Cekoslovakia itu.

  • Meliana

    Meliana

    Saya tak akan seperti Meliana.

  • Si Android

    Si Android

    "Itulah tahun-tahun setelah puncak-puncak gunung es meleleh… karena gas rumah kaca, dan lautan yang pasang menggulung begitu banyak kota di sepanjang pesisir dunia. Amsterdam, Venezia, New York. Selama-lamanya punah.

  • Herakleitos

    Herakleitos

    Waktu sebenarnya tak semakin cepat bergerak, tapi semakin cepat menelan banyak hal dan memuntahkan banyak hal.

  • Politik

    Politik

    Politik itu kotor. Politik itu janji petai-hampa, senyum yang diperhitungkan, salam yang dicari efeknya, rangkulan yang tak ikhlas.

  • Kura-kura

    Kura-kura

    Seekor kura-kura menantang Akhiles bertanding lari. Prajurit yang tangkas berperang dalam dongeng Yunani Kuno itu tertawa geli, tapi ia setuju.

  • Sembahyang Tisna

    Sembahyang Tisna

    Seni itu doa. Seni itu takbir. Seni itu jeprut.

  • Cincin

    Cincin

    Alkisah, adalah seorang gembala yang menemukan cincin ajaib.

  • Kata-kata...

    Kata-kata...

    Puisi tak pernah menyelamatkan dunia, tapi ia bisa menyelamatkan bahasa dari mithos dan kematian.

  • Kata-kata... (1)

    Kata-kata... (1)

    Kita butuh kata. Manusia memerlukan percakapan.

  • Populi

    Populi

    Suara rakyat adalah suara Tuhan. Dengan kata lain, tak gampang dimengerti.

  • Disutopia

    Disutopia

    Adakah manusia dijebloskan ke dalam harapan? Atau putus asa? Tak ada jawab.

  • Dokumen 9

    Dokumen 9

    Bagaikan mimpi buruk, Barat dan sejarah terapung-apung dalam perasaan dan pikiran pelbagai generasi di dunia Islam, Afrika, Asia Tengah, dan Tiongkok.

  • Asasin

    Asasin

    Pembunuhan itu terjadi 14 Oktober 1092.

  • Dawam

    Dawam

    Penghormatan buat M. Dawam Rahardjo (20 April 1942-30 Mei 2018)

  • Pastoral

    Pastoral

    Philip Roth meninggal 22 Mei yang lalu, dan saya teringat adegan ini: di hari dingin Februari 1968, gadis gagap itu, Merry, memasang sebuah bom di kantor pos kota.

  • Surga

    Surga

    Chairil Anwar tak akan meledakkan diri dengan bom untuk ke surga.

  • Tuhan & Ketawa

    Tuhan & Ketawa

    Serombongan manusia dari bumi naik ke surga, dan Tuhan menyambutnya, meskipun mula-mula Ia sejenak lupa geografi asal mereka-mungkin karena planet itu sudah akan segera berakhir.

  • Misteri

    Misteri

    "Sadarkah kau, kita hidup… kalaupun ini bisa disebut 'hidup'... di sebuah dunia yang rusak? Ya, rusak, seperti arloji macet…."

  • Akal

    Akal

    Benarkah akal lebih baik ketimbang okol? Dalam petuah Jawa, itulah yang sering dikatakan: akal umumnya diartikan sebagai nalar, okol kekuatan kasar.

  • Fiksi

    Fiksi

    Dari mana datangnya fiksi? Dari Yunus, kata Gabriel Garcia Mrquez.

  • Danarto

    Danarto

    Danarto meninggal, malam hari 11 April 2018, beberapa jam setelah sebuah sepeda motor menabraknya di sebuah lalu lintas yang ruwet di Jakarta, ketika ia berjalan kaki.

  • Amarah

    Amarah

    Agama dan kemarahan: keduanya begitu dekat hari-hari ini.

  • Resesi

    Resesi

    Demokrasi adalah surat cinta yang hambar. Di huruf awal, ketika ungkapan itu ditulis, gelora masih deras.

  • Bising

    Bising

    Sunyi adalah dunia para sufi. Di sanalah ia bisa memabukkan.

  • Hawking

    Hawking

    Stephen Hawking bukan manusia yang lazim. Tapi adakah ia "luar biasa"?

  • Adonis

    Adonis

    Malam itu Adonis duduk di Acropole, restoran Yunani di Rue de l’École-de-Médecine, Paris. Sastrawan yang diunggulkan jadi penerima Hadiah Nobel ini, yang menggugah sastra Arab sejak 70 tahun yang lalu, menyambut tamunya dengan sebotol anggur organik. Sikapnya tak berjarak, dan ia bisa kocak. Bersamanya kita akan lupa ia pak tua 88 tahun yang telah menempuh sejarah Timur Tengah yang ganas-bersama puisi yang terpaut tegang dengan zamannya.

    Ini pertemuan kami kedua, setelah hampir sedasawarsa. Ia hadiahkan bukunya, Concerto al-Quds, yang versi Arabnya terbit pada 2012. "Ini buku saya yang paling akhir," katanya.

  • Akhir

    Akhir

    Benarkah ini "akhir sejarah", ketika semua pergulatan untuk dunia yang lebih baik sudah tak berguna lagi?

  • The Joker

    The Joker

    Hari-hari ini, ketika paranoia dan politik bertaut, ketika curiga dan cemas jadi suara-suara keras, ketika agama dan politik menuding agresif, kita seakan-akan sedang memasuki medan perang Kurusetra, atau terlibat terengah-engah dalam Star Wars, dalam konflik Darth Vader vs Luke Skywalker.

    Si jahat di sana, si baik di sini: bad guys melawan good guys. Garis demarkasinya tegak lurus sampai ke langit.

  • Kelabu

    Kelabu

    Ketika dengan suara sayup-sayup-serak Chaka Khan melagukan My Funny Valentine, kita tak akan ingat, tak perlu ingat, siapa gerangan si Valentine yang disebutnya.

  • Anda memiliki 3 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

    8 artikel gratis setelah Register.