Tinggalkan Matamu di Pasar

Berlin Biennale ke-8 menyajikan perspektif lain dalam seni rupa. Dalam biennale ini, data dan arsip banyak disajikan sebagai materi utama pameran. Suatu hal yang juga terjadi dalam Biennale Arsitektur yang tengah berlangsung di Venesia sebagaimana diulas Tempo dalam edisi kali ini. Apakah memang demikian tren terbaru pameran seni rupa dan arsitektur dunia? Redaksi menurunkan tulisan penyair dan pengamat seni Afrizal Malna, yang tengah berada di Berlin, mengenai Berlin Biennale ke-8.

Senin, 7 Juli 2014

Di Berlin, seni rupa kian menyembunyikan visualitasnya. Mengambil ruang penyamaran barunya sebagai "riset" dan "arsip". Di sisi lain, ia kembali bertopang pada drawing, fotografi, pertukangan, dan alat-alat cetak. Istilah "rupa" telah membelenggunya untuk bisa bergerak, untuk menempatkan dirinya dalam berbagai perubahan sosial ataupun politik. Visualitas ini kini lebih difungsikan sebagai perabotan penopang pameran.

Fenomena semacam itu yang terjadi d

...

Berita Lainnya